It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 32



Masih dengan menggendong Alana, Elroy memasuki kamar dan tentunya dengan ekspresi sedatar triplek. Ekspresi yang biasa menjadi ciri khasnya. Alana sebenarnya merasa gugup karena Elroy menutup pintu kamar dengan kakinya. Apa lagi di kamar seluas ini hanya ada mereka berdua.


Seketika ketakutanya berubah menjadi kesal saat Elroy menghempas tubuh mungilnya di atas kasur. Dan dengan tanpa sadar Elroy juga menghempas tubuhnya sendiri di atas kasur tepat di sebelah alana.


"Bisakah kau bersikap seperti daddy?"


"Apakah kau menyukainya?" kata Elroy yang kini berbaring menghadap Alana.


"Pertanyaan macam apa itu? Dia pria terbaik yang pernahku kenal. Bahkan ayah kandungku tak sehangat perlakuannya padaku"


"...." hening


Alana merasakan kata katanya barusan membuat Elroy kesal. Alana sadar perjalanan hidupnya dan Elroy berbeda. Alana tak tahu apa yang Elroy temukan dalam perjalanan hidupnya. Sehingga Elroy menjadi sosok yang tak pernah Alana temukan selama ini. gadis cantik itu tahu betul bahwa ada luka yang tidak bisa sembuh begitu saja dalam hitungan hari.


"Kau membencinya?" Tanya Alana lirih tapi cukup untuk membuat Elroy mendengarnya. Elroy terdiam dan hanya menghempas tubuhnya menatap langit langit kamar.


"Bagaimana mungkin aku membenci orang yang telah menjadi bagian dari hidupku"


"Lalu"


"Aku hanya kecewa, Al"


"..." Alana tak tahu apa yang sedang terjadi antara Elroy dan ayahnya. Hanya saja Alana dapat melihat sebuah luka di permasalahan itu.


"Apa kau membenci ibumu?" Tanya Elroy sukses memecahkan keheningan itu


Alana tercekat dengan pertanyaan Elroy"Bagaimana mungkin aku membencinya?"


"Karena dia meninggalkanmu?"


"Aku mengerti hidup itu pilihan El. Dan itu pilihanya, aku juga tak menyalahkannya, karena siapa yang sanggup tinggal dengan ayah"


"ada"


"siapa"


"kau"


"aku hanya menunggu kedatangan ibuku, El"


"Apa kau membenci ayah tirimu?"


"Tidak" Alana terdiam sejenak "Saat ibu pergi cuma dia yang setia di sampingku. Percaya atau tidak, dialah orang yang membuatku bertahan untuk hidup. Pada dasarnya memang hidup tak seindah yang di harapkan"


"Kenapa kau bertahan disana?"


"seperti yang ku katakan tadi karena aku berharap ibu kembali, dan kenangan ayah kandungku juga berada disana"


"Apa kau tak bisa memaafkan daddy?" Tanya


Sontak pertanyaan Alana membuat El bungkam. Lidahnya kelu bahkan untuk menjawab satu kata.


"Begini El, sesuatu itu akan sangat berharga saat kita sudah kehilanganya. Jika kau masih di beri kesempatan maka, perbaikilah" jelas Alana yang menyadari kebungkaman Elroy


"Apa kau menyerah dengan hubungan kita?"


"Memangnya hubungan apa yang sedang kita jalani saat ini?" Tanya Alana dengan senyuman mengodanya.


Elroy tampak berang dengan tatapan marah yang di buat buat lalu sedetik kemudian di gantikan dengan senyuman khas yang mampu membuat siapa saja luluh. Kali ini Elroy mengambil langkah cepat dengan mencium bibir Alana dengan lembut.


"Apa itu sudah menjelaskan?"


"Kau, jangan menciumku sesuka jidatmu saja!" Alana mendudukan diri berusaha menjauhi pria yang selalu memaksa untuk memilikinya.


"Apa susahnya menerimaku Al? Mengakui kau adalah kekasihku"


"Bagaimana bisa aku percaya padamu? Jika dad saja kau abaikan. Bisa saja nanti saat terjadi masalah di antara kita, kau juga mengabaikanku?"


Elroy kembali menghepas tubuhnya di ranjang lembut dan menghadap langit langit kamar.


"Jika kau memang mencintaiku, berbaiklah pada daddy"


"Lalu kau akan mengakuiku?"


Sial. Wanita ini sukses membuat seorang Elroy mengemis untuk di akui.


"Tergantung"


Elroy menaikan satu alis "Tergantung?"


"Ya tergantung pada sikap mu. aku ingin kau ikhlas memaafkan dad. Bukan karena aku"


"Ya. Aku akan berbaikan pada daddy, Besok. Jadi bisakah aku menunaikan kewajibanku sebagai calon suami Al?"


keluar dari kamar ini, sekarang!"


Elroy meneliti sekeliling kamar. "Kurasa aku berada di kamarku" Elroy menampilkan wajah lugu yang membuat kemarahan Alana bertambah.


"Baiklah aku yang akan keluar!"


"Silahkan"


Pria itu terlihat tersenyum dengan menutup mata dan membenamkan wajah di gulingnya.


"Damn, sejak kapan kau mengunci kamar ini El?" Alana mendengus di depan pintu yang terkunci. Ia tak ingat kapan elroy mengunci pintu ini.


"Itu otomatis nyonya" dari suaranya sudah pasti saat ini Elroy sedang menahan tawanya.


"Berhenti bercanda El! Mana kuncinya?"


Elroy hanya mengangkat tanganya. Tak terlihat apa pun disana hanya tangan Elroy. Alana yang kesalย  kembali melangkah mendekat ke arah Elroy.


"Mana kuncinya Tuan Elroy yang terhormat"


"Ini" sekali lagi Elroy mengoyangkan tangan kirinya.


Alana kesal, menarik tangan kiri Elroy untuk berdiri. Tapi usahanya sia sia, kini Alana malah jatuh dalam dekapan Elroy dengan satu kali sentapan.


"Kau?"


"Tidurlah disini Al. Aku sangat merindukanmu. Aku berjanji tak akan melakukan hal yang sangat aku inginkan" Elroy mengeratkan pelukannya pada tubuh alana dengan menutup matanya.


Alana melepaskan pelukan itu dan berbaring di sebelah tubuh Elroy.


"Bagaimana jika kita di grebek? Mom and dad akan marah El" kata Alana setelah mendudukan dirinya.


Tak berlangsung lama karena Elroy sudah menarik kerah belakang baju Alana dengan seenaknya. hingga wanita itu terhempas kembali ke ranjang. Elroy langsung mengunci tubuh Alana dengan pelukanya. Dan menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Gadis cantik itu.


"Jangan bergerak. Biarkan seperti ini saja. Ini mansion Al bukan rumah susun. Dan juga ini negaraku Al, bukan Indonesia. Mom dan dad pasti mengerti akan hal ini" Elroy memaikan tangan kirinya di atas pusar Alana.


Alana hanya tercekat merasakan sentuhan pria itu. Keterdiaman Alana membuat elroy bangkit. Tanpa bertanya Elroy mencium bibir alana lembut. Ciuman kilat yang berubah menjadi lumatan beruntun, Seolah meminta lebih.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Alanaaaaaaaa" teriakan Elroy mengema di seluruh mansion. Ck! Pagi pagi pria itu sudah menodai telinga orang orang yang berada disana.


Elroy terlihat panic saat ia bangun tidur Alana sudah tak berada dalam dekapanya. Ya dia ingat betul tadi malam alana tidur dalam dekapanya. Dengan celana boxer tanpa kaos ia berjalan mencari alana. Para pelayan wanita menatap kagum tubuh atletis elroy.


"Ck! Apa ini? Pagi pagi sudah menodai telingaku saja" michel kesal dengan melempar koran yang berada di tanganya keatas meja.


sebenarnya ia sudah kesal sejak anaknya mengabaikan permintaan maafnya. Bagaimanapun dia adalah seorang pria dengan dengan harga dirinya. Jika saja bukan karena angel, El sudah ia libas dari semalam.


Jangan di tanya dari mana sifat buruk Elroy sudah pasti dari pria tua ini.


Sementara Angel yang sedang sibuk menyiapkan sarapan terkekeh geli. Dan Alana hanya menaikan kedua bahunya tak peduli karena itu bukan hal baru bagi Alana. Elroy adalah spesis manusia langka yang kini bertahta di hatinya.


"Aku tidak tahu, bahwa Elroy seposesif ayahnya"


"Jangan menyamakanku dengan dia" ketus michel yang duduk tak jauh dari angel.


Alana malah tak mengerti. Bukankah elroy memang seperti itu. Ya walaupun terkadang pria itu sedingin es dan secuek patung.


"Kenapa mom tidak mengizinkan aku membantu?"


"Karena mom tidak ingin membangunkan macan tidur" kata angel sekenannya.


Alana menghela nafas pelan "apa karena El? Aku tahu dia takut aku merusak barang dapurnya"


"Tidak sayang. Ada sebab dia tak ingin kejadian itu terulang lagi" angel yang menatap alana seolah meminta pengertian.


Baru saja alana hendak bertanya suara yang sangat malas ia dengar kini makin dekat.


"Alana.." kata elroy ambang pintu dapur dan ruang makan. Elroy menatap angel dan michel bergantian namun dengan wajah yang datar.


Alana yang menyadari kehadiran elroy langsung berlari mendekat. Pasalnya pria itu benar benar terlihat seperti manusia yang baru sadar. Rambut acak acak dan boxer itu memperjelas selusuh apa penampilan elroy saat ini.


"Kau bersihkan dirimu dulu" alana mendorong elroy untuk berbalik.


"Mandiin" rengek Elroy manja yang memang sudah agak jauh dari angel dan michel.


namun suara itu tetap terdengar. Angel membulatkan matanya menatap michel, ia tak percaya bahwa anaknya. Pria beruang kutub itu bisa bersikap manja seperti itu. Pada seorang wanita. Michel juga tercekat dengan apa yang baru ia dengar.


TBC