It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 24



"Augh..." suara rintihan sakit keluar dari bibir tipis Elroy. Pria itu terlihat membungkuk dan menyentuh perutnya, Karena di sikut dengan keras oleh Alana.


"Dua kali!" kata Alana dengan menujukan jarinya "dua kali kau melecehkanku!" ketus Alana.


Sementara Elroy hanya tersenyum dengan masih menahan sakit di bagian perutnya. Bagiamana tidak? jika tadi wanita ini baik bagaikan putri dan tiba tiba berubah jadi macan gila.


"Bukankah kau menyukainya sayang?" Elroy  berbisik di sebelah telinga Alana dengan suara seksi. Alana yang kesal ingin menampar wajah Elroy tapi tentu tanganya di tahan oleh Elroy.


"Kau ini seperti macan betina sayang, kau ingin memperlihatkan pada orang orang bahwa kau wanita yang kucintai? Lihat semua orang menatap kita" elroy melirik sekitar parkiran itu.


Alana pun turut memperhatikan sekitar. Semua mata mengarah pada mereka,Ia sedikit shock.


"Kau pantas mendapatkanya"


"Jika kau bukan wanitaku sudah ku pastikan kau tinggal nama" tambah Elroy lagi dengan kekehanya. Alana yang kesal langsung membuka pintu mobil dan masuk. Elroy mengeleng dan ikut masuk kedalam mobil.


Mobil itu berjalan ke keluar gedung mall dengan kecepatan sedang.


Alana diam seribu bahasa seolah wanita itu larut dalam lamunanya yang menatap kaca mobil. Elroy yang fokus menyetir sesekali melirik alana. Saat ia melihat alana meneteskan air mata. Elroy lantas menepikan mobilnya dan berhenti.


"Hey" Elroy menarik lengan alana dan menyadarkannya dalam lamunannya.


"Kau kenapa? Apa aku berbuat kesalahan?" Elroy sedikit cemas pasalnya wanita itu menangis makin menjadi.


"Pertanyaan macam apa itu? Itu sudah jelas!" Bentakan alana di sela tangisnya.


Sementara elroy hanya tersenyum, ya apa yang di katakan alana memang benar. Memperkosa, menculik adalah perbuatan jahat bukan? Tapi elroy tidak main main dengan perasaanya. Hanya saja ia tak pandai mengungkapkan perasaanya.


Pasalnya selama ini ia tak pernah mencintai siapapun. Ev saja sebagai adik kandungnya tak pernah merasakan perhatian kakak kandungnya. Walaupun begitu elroy sangat menyayangi Evgania. Ia selalu di perhatikan dalam diam.


Cup!


Elroy mengecup bibir Alana sekilas spontan Alana tercekat dan membulatkan matanya.


"Maafkan kesalahanku hem Apa cintaku juga kesalahan?" Bisik Elroy dengan suara seksinya tepat di depan wajah alana.


Dengan jarak yang sangat dekat. Dan perkataan itu sukses Membuat Elroy terhindar dari serangan, ya alana sudah bersiap menojok rahang kokoh itu. Tapi siapa yang tak luluh dengan suara seksi itu


"Itu bukan cinta El. Kau hanya terobsesi padaku El. Setelah kau bosan kau akan mencampakkan ku. Kau akan memukulku seperti yang selalu ayah tiriku lakukan pada ibu dan aku!" kata alana dengan setengah berteriak.


"Mustahil cinta tanpa keobsesian Al. Aku ingin memilikimu, aku ingin membahagiakanmu. Dan aku tak akan melepaskamu. Karena tak ada yang mampu membahagiakanmu selain aku"


"Tapi aku tak bahagia el, aku tersika el. Aku rindu negaraku aku tak bisa hidup seperti ini. Aku bagai orang asing disini. Bahkan aku tak tahu apa yang orang bicarakan tentang --"


"Benarkah?" Kata elroy memotong ucapan alana dengan mengecup bibir alana. ******* bibir itu dengan lembut. Menekan tenguk alana untuk memperdalam ciumanya. Dan ciuman itu sukses membuat alana lumpuh.


"Benarkah kau tak bahagia bersamaku?" kata elroy dengan seksi dan mencium pipi alana lembut. Terlihat alana menutup matanya dan bersiap menerima ciuman lembut elroy di bibirnya.


Elroy hanya menatap wajah alana yang mengharapakan ciumanya. Ia tersenyum manis. Dan mencium bibir alana sekilas.


"Aa...aku tak bahagia" kata Alana gugup.


"Tapi sayangnya tubuhmu mengatakan hal lain sayang" sukses membuat Alana berdesire, pria di depanya ini benar benar pintar mematahkan kewarasanya.


"A..a.aku" Alana tak tahu harus berucap apa. Lidahnya kelu. Elroy menepikan rambut halus yang menutupi wajah alana. membelai wajah alana dengan lembut. Sampai alana benar jatuh pada pelukanya. Alana tak sanggup melawan elroy lagi


"Kau hanya trauma sayang, kau trauma karena gagalnya hubungan ibu dan ayah tirimu. Jangan samakan aku dengan pria mana pun apa lagi ayah tirimu"


Alana seperti terhipnotis oleh elroy. Buktinya wanita itu hanya mampu menatap elroy tanpa bergerak sedikitpun. Dan jantungnya lagi lagi tidak bisa di kendalikan


"Buang pikiran itu sayang. Aku mencintaimu sangat. Aku belum pernah mencintai seseorang seperti ini. Bahkan aku lebih mencintaimu dari pada diriku sendiri"


"Maafkan jika aku tak seromantis pria pada umumnya. Aku tak sesempurna yang kau inginkan. Ku mohon berikan aku kesempatan untuk mengisi hatimu. Hanya aku alana"


" Hanya aku yang mampu membahagiakanmu. Izinkan aku menghapus luka di hatimu karena masa lalu atau karena perbuatanku. Sekarang hanya kau aku dan masa depan kita" kata elroy lembut dengan mencium kedua punggung tangan alana.


Merasa pria di depannya ini bukanlh elroy. Pria brengsek yang ia kenal. Pria itu benar benar bagai titisan dewa, Tampan dan lembut. Elroy menarik kepala alana dan mengecup kening alana lama dan mencium bibir alana sekilas.


"Bagaimana?" Tanya elroy lembut.


Alana yang seperti terhipnotis hanya mengangguk dan elroy langsung memeluk alana dengan lembut. Ia tak hentinya mengucapkan terimakasih. Jujur alana bahagia saat ini, elroy adalah orang pertama yang bersikap selembut ini padanya.


Bahkan calvin tak pernah seperti ini saat mendapatkan cinta alana. Pelukan itu merengang saat telfon elroy berbunyi. Elroy duduk kembali di posisinya dan mengangkat telfon. Elroy berubah 180 derajat.


Ia kembali pada wajah datar dan dinginya saat berbicara di telfon. Setelah menerima telfon elroy memasukan kembali ponsel itu kedalam saku dan menatap alana sekilas tentu dengan wajah datar. Pria itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


                        🍁🍁🍁🍁🍁🍁



Di dalam kamar barunya. Yaps, elroy telah memberikan satu kamar khusus untuk alana beserta lengkap dengan isi walk in closetnya. Alana duduk di atas kasur dengan masih menenangkan detak jantungnya. Rasanya seperti mimpi pria setampan elroy bersikap sperti itu padanya.


Tok tok tok


Suara pintu di ketuk dari luar. Pintu pun terbuka, menampilkan seorang pria tampan disana, Elroy tersenyum dan berjalan mendekati alana. Alana hanya bisa memundurkan posisi duduknya.


"Turunlah, kita makan siang bersama"


"I.. iya keluarlah terlebih dahulu, a.. aku ingin ganti baju dulu, ini gerah" kata alana sedikit gugup. Elroy hanya tersenyum dan mengecup dahi alana lembut. Elroy berjalan keluar sementara alana menjadi merinding.


Lebih baik dia bersikap dingin dari pada seperti ini. Ah kenapa jantungku ini"batin alana seraya mengipas tanganya kewajahnya.


Alana mencoba menenangkan jantungnya. Ia berusaha bersikap biasa saja. Saat alana memasuki ruang makan terlihat tiba tiba kakinya terasa kaku. Matanya terbelalak kakinya tiba tiba lemas dan menjatuhkan vas bunga yang di sampingnya. Suara pecahan vas itu membuat semua mata terarah padanya.


TBC