It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 26



"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" teriakan Alana menggema memenuhi penthouse, saat Elroy membuka pintu kamarnya tanpa permisi.


Alana yang baru selesai mandi masih dengan handuk yang melilit pada tubuh dan rambutnya, membuat wanita itu kelabakan seperti ia tidak memakai apa pun saat ini. Sementara Elroy hanya tersenyum dengan wajah tanpa dosa. Melengang dan menghempaskan tubuhnya di atas ranjang alana.


Hal selanjutnya yang di fikirkan Alana adalah melesat menuju walk in closet untuk mencari pakaian.


"Tidak bisahkah kau mengetuk pintu dulu?!!! dasar tidak sopan!!!" Samar samar suara teriakan penuh emosi di dalam ruang ganti itu memenuhi pendengaran Elroy.


Alana kaget dan berjalan mundur saat melihat bayangan seorang pria berdiri di luar walk in closet. Terlihat samar samar karena pintu dan dinding ruangan itu terbuat dari kaca tebal penuh lukisan klasik.


"Jangan mengintip! Atau aku akan mengutukmu untuk mati muda!!!" pekik alana dari dalam.


Sementara Elroy yang berada di luar hanya terkekeh geli dan mengeleng


"kau yang akan menjadi janda muda sayang" balas Elroy santai


"Aku bukan istrimu, dasar pria gila!!!"


"Ya ya. Tapi akan! ... lagi pula aku juga menyesal karena merenovasi walk in closet ini dengan kaca yang sangat buram, seandainya saj--"


"Tutup mulutmu itu laknat!!!"


"Wah bahasamu sopan sekali al" kata elroy yang terkekeh geli.


"Kau juga sopan sekali masuk ke kamarku tanpa mengetuk pintu. Pergi dari sana! berhenti mengintipku!!!"


"Aku tidak mengintip al. Tidak ada celah untuk aku mengintipmu sayang. Aku hanya ingin mengambil ponselmu di atas meja ini. Aku sudah memberimu ponsel baru. Tapi aku tak pernah mendapat pesan darimu, ini aneh" nada suara itu terkesan pria ini sedang bingung.


Buat apa aku mengirimu pesan jika 15 jam waktumu selalu kau habiskan  berada di dekatku. Oh tuhan dosa apa yang telah aku lakukan sehingga kau kirimkan aku malaikat maut seperti dia. Ya semakin lama aku bersamanya. Semakin pendek hidupku.batin alana.


See... hari ini saja Alana selaly mengunakan otot saat berbicara .


Setelah beberapa waktu berlalu Alana keluar dari walk in closet dan melihat Elroy berada di atas ranjang dengan memainkan ponselnya. Karena menyadari tatapan membunuh dari Alana. Elroy menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang dan menatap alana.



"Sudah masuk kamar perempuan tanpa izin. Tidak pakai baju. Oh my god! Aku benar benar cepat keriput bila terus berada disini" kata alana yang berjalan menatap kaca bening yang meperlihatkan keadaan kota madrid di pagi hari.


"Aku bahkan sering melihat wanita berbikini di luar. Dan Kau harus terbiasa denganku dan dengan tubuhku sayang"


Jika ada alat pengukur tingkat kemesuman sudah di pastikan tingkat kemesuman Elroy berada di titik tertinggi


Alana memutar bola matanya jengah, menghela nafas kasar untuk mengurangi rasa kesalnya "what ever"


"Bersiaplah kita akan ke new york sore ini. Mungkin hanya 2 hari jadi jangan bawa baju banyak banyak. kita pergi bisnis bukan mingat"


"Maksudmu?"


"Ya biasanya wanita pergi sehari tapi bawaanya seperti mau pergi selamanya" kata elroy yang beranjak dari kasur.


"Aku tidak ikut"


"Al" elroy menatap memberi tatapan pringatan.


"El" alana juga menatap dengan tatapan yang sama. Lalu terjadilah mereka bertatap tatapan jika di film romantis akan terjadi ciuman. Oh lupakan ini kisah mereka pasangan yang jauh dari kata romantis.


"Oh come on baby. Aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri di sini" Elroy berjalan mendekati Alana.


"El kau terlalu berlebihan. Ada pelayan disini. Hanya 2 hari? Biarkan aku waras El. Aku baru terbiasa dengan negara ini dan kau akan membawaku ke negara lainnya? Ini belum genap seminggu dari kau menculikku!" Kata alana dengan tegas. Ya wanita itu punya pendirian yang sangat bagus


"Jika malam? Jika kau lapar. Aku tidak mengizinkan kau memasak atau apa pun itu. Yang berhubungan dengan pisau" elroy memegang kedua pundak alana.


"Aku bukan anak kecil El. Bahkan dari dulu aku hidup sendiri. Berhentilah mencemaskan hal yang tidak seharusnya El"


"Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku tidak ingin kehilangan wanita yang aku sayangi untuk kedua kalinya al. Ku harap... mengertilah" Elroy menangkup kedua pipi alana. Berharap wanita itu luluh dengan kata kata manisny.


"Cintamu? Evgania? Siapa dia" Alana menatap sebuah tato nama di dada bidang Elroy. Elroy hanya diam dan memilih pergi ke keluar kamar tanpa kata. Jelas terlihat sebuah luka besar dari matanya



Wanita itu berusaha menahan air matanya. Alana menatap pungung Elroy yang menghilang di balik pintu.


                      🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Alana duduk di balkon penthouse menghirup udara segar. Ia mulai terbiasa dengan keadaan negara ini. Dia sedikit mulai mengerti bahasa negeri matador tersebut hanya saja ia belum bisa melafalkan. Lalu sayup sayup Ia mendengar teriakan pria yang sudah seminggu ini mencemari pendengaranya.


Pria itu pasti merasa kehilngan alana, pria ajaib itu terlalu lebay.


"Al.. dimana kau?"


"Al"


Entah keberapa ratus kali Alana mendengar teriakan elroy. Sampai Alana menyerah dengan kebungkamanya dan memilih berdiri di depan pintu untuk menatap Elroy dalam diam.


Elroy yang melihat alana lngsung menuju posisi alana. Sementra sebelum Elroy sampai alana langsung duduk di posisinya tadi.


"Kau kemana saja?"


"Aku disini el, apa kau buta?"


"Hem al... ku mohon ikutlah. Aku tak tenang meningalkanmu sendirian" Elroy memang dari siang tadi sudah merayu Alana untuk ikut bersamanya. Merasa usahanya sia sia, Elroy hanya menghela nafas dan bersandar pada pagar balkon.



Apa pria ini tidak pernah belajar menjadi jelek, sekali saja seumur hidupnya.batin Alana kesal.


Elroy mengusap wajahnya kasar. Ia merasa frustasi karena harus meninggalkan Alana. Jika saja bukan urusan penting ia takan mungkin berangkat ke new york.


"Al. Jaga dirimu baik baik. Jangan keluar tanpa pengawalan. Di depan pintu penthous akan berjaga 4 orang pengawal. Hubungi aku jika terjadi sesuatu" kata elroy dengan wajah cemas.


Hell... apa pria ini benar benar menawanya? 4 penjaga? Kenapa dia tak sekalian menitipkan Alana di penjara? Apa Alana adalah ******* atau penjahat klas kakap? Errr...


"Berhenti menganggapku sebagai anak kecil tuan Elroy yang terhormat. Jika kau sudah memerintahkan orang sebanyak itu. Maka aku akan aman. Selama ini aku hidup sendiri tuan, aku ingatkan sekarang jika kau lupa"


"Demi tuhan al. Aku mengkhawatirkamu al. Aku merasa akan terjadi sesuatu"


Dulu Alana memang sendiri tapi setatusnya adalah rakyat biasa, sedangkan sekarang statusnya adalah calon istri pengusaha sukses. Tidak perlu di jelaskan bukan dimana letak bahayanya.


"Berhenti mencemaskan aku El. Jika kau mencintaiku perlakukan aku sebagai wanitamu. Bukan peliharaanmu El"


Elroy dengan cepat mendekati Alana menangkup wajah alana dan mencium bibir Alana.


"Aku mencintaimu al. Sangat, berjanjilah untuk tidak meninggalkan aku. berjanjilah untuk tidak terluka. Kau segalanya bagiku" kata elroy dengan menempelkan keningnya di kening alana.


Siapa evgania el? Jika kau mencintaiku seharunya kau menjawabku. Bukan pergi. Kau begitu terluka saat aku menyebut namanya. Apa kau masih mencintainya el?.batin alana.


"Aku berangkat. Berjanjilah kau akan baik baik saja"


"Hm aku baik baik saja el"


Elroy beranjak untuk pergi meninggalkan Alana. Namun langkahnya terhenti dan berbalik.


"Apa kau yakin? Ikutlah sayang"


Alana hanya tertawa melihat tingkah konyol elroy. Ya wajah itu memang terlihat cemas tapi tingkahnya berbeda.


"Al? Kau yakin?"


"Iya" kata alana mengangguk pelan.


"Al" elroy tetap berusaha pada detik terakhirnya


"El? Pergi sekarang atau aku akan menedang bokongmu itu" kata alana dengan wajah marah yang di buat buat.


TbC


cape ya nangis nangis di story kenzo sini deh kita ketawa sama2.. biar sama2 awet muda 🤣