
Pagi ini Elroy melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Pria itu memasuki rumah sakit di sambut oleh tatapan beberapa wanita genit. Elroy bersikap cuek dengan memasuki lift khusus. Bukan untuk membedakan hanya saja para pemilik saham di rumah sakit ini butuh beberapa privasi.
Elroy membuka pintu dan melihat kenzo masih dengan posisi yang sama. Pria itu mencengkram pundak kenzo. Seraya tangan kirinya menaruk sebuah papper bag di atas ranjang keyra.
"Gantilah bajumu, aku akan menjaganya disini"
"..." hening. Jangankan menjawab bergerak pun tidak. Seolah kenzo enggan mengalihkan tatapannya dari tubuh pucat berbalut perban itu
"Come on, dude. Kau ingin key bangun dan melihat mu seperti ini? Kau telihat lebih menyedihkan dari gelandangan!"
Tanpa berkata kenzo beranjak dan mengambil papper bag di atas ranjang lantas menuju kamar mandi.
El hanya bisa menatap punggung kenzo yang berjalan menuju kamar mandi Seraya terkekeh.
Key kau benar benar bisa luar biasa. Setidaknya adikku bisa kembali jadi manusia setelah ini.batin elroy.
Sepeninggalan kenzo, elroy lebih memilih untuk berjalan menuju sofa. Mengecek beberapa email dan memesan tiket untuk pulang ke madrid nanti sore. Karena Siang ini ia ada pertemuan penting dan ia juga harus mengecek kondisi sepupunya yang terlihat 'menyedihkan'.
Kenzo membersihkan dirinya dengan cepat. Seolah ia tidak ingin berlama lama jauh dari gadisnya. Begitu pria itu menapakan kakinya keluar dari kamar mandi dengan wajah lesu. Seketika senyum di wajahnya merekah. Karena matanya bertatapan dengan mata indah yang selama ini ia rindukan.
Langkahnya cepat mendekati ranjang, tidak menghiraukan keberadaan el.
"Kau baik-baik saja sayang?" Ucap kenzo seraya mengecup kening keyra
"Ha...us" bisik keyra nyaris tak terdengar. Secepat kedipan mata kenzo mengambil air yang ada di atas nakas dan memberikan ke keyra.
"Aku.. ada dimana?" tanya keyra pelan.
"Kau ada dirumah sakit. Kau baik baik saja? Jangan pernah tinggalkan aku, mengerti?"
Keyra mengangguk. Seraya tersenyum lemah.
"Hem.. aku cuma mau bilang kalau aku masih disini" Kata elroy mencibir.
Kenzo yang tadi tersenyum lembut pada keyra. Lantas menoleh ke arah el yang tengah duduk manis di sofa mewah itu dengan tatapan mematikan tapi nyatanya elroy masih duduk manis dengan Merentangkan kedua tangannya di atas badan sofa.
"Kalau begitu pergilah!"
Keyra lantas langsung menyentuh tangan kenzo dan mengeleng. Ia berharap kenzo menjadi pria yang lebih menghormati suadaranya.
"Baiklah. Kau membuatku merindukan wanitaku" Elroy berdiri dan berjalan menuju pintu. Pria itu terlihat mengangkat telfon dari seseorang.
"Ya"
"..."
"Apa?!!! Brengsek tidak bisakah kau menghubungiku lebih cepat!"
"Maaf tuan kami telah menguhubungi tuan dari semalam. Tapi tidak ada jawaban"
"Jika terjadi sesuatu padanya! Aku bersumpah akan membunuh kalian semua dengan tanganku sendiri!" Elroy panik.
Dengan langkah cepat ia berjalan menuju mobil sportnya. Dan di temani tatapan heran mengarah padanya. Elroy takut apa yang di alami keyra terjadi pada alana. Walaupun yang membawa alana adalah ayahnya sendiri.
Elroy terlihat menghubungin seseorang untuk menyiapkan jet privatenya. Bahkan Elroy membatalkan metting pentingnya kali ini. Dan juga elroy melangar sumpahnya dengan Kini ia kembali memakai faslitias Mclan. Sebelum ini ia memakai pesawat komersil. Baginya tak ada waktu untuk menunggu tiket penerbangan mengingat perjalana new york madrid akan memakan waktu yang lama.
ππππππ
Elroy sampai di madrid dengan di sambut hangatnya sinar matahari. Pria itu terlihat bergegas menuruni tangga private jet dan dengan cepat dan menarik seorang pria yang berada di dalam mobil dengan kasar. Mobil itu memang disiapkan untuk menjemput elroy.
"Aku akan menyetir sendiri!" kata elroy dengan wajah tak bersahabat.
'Kacau' satu kata mengambarkan sosok Elroy saat ini. Pria itu terlihat lebih gila dari kenzo. Well.. suatu hal wajar bukan karena ia baru saja mengalami hal serupa dan membuat keyra berakhir di ranjang rumah sakit. Tapi ayolah, yang membawa Alana itu adalah ayahnya. Dan kepanikan elroy itu terlihat sedikit ah ralat! Sangat berlebihan.
Elroy mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi membelah jalan kota, banyaknya klakson dan umpatan saat ia menerobos lampu merah. Ia bahkan tak peduli dengan kejaran polisi, tapi bukan Elroy namanya jika tidak bisa hilang dari kejaran polisi.
Itu adalah keahliannya semenjak mengenal dunia hitam.
Dengan tatapan tenang elroy melihat pagar Mclan yang berdiri kokoh menghalanginya dari jauh. Tak perlu pikir panjang pria itu menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan mobil nya.
Braakk!
Elroy menabrak pagar besi itu, alhasil pintu pagar dan kap mobil itu 'hancur'. Alarm mansion juga turut berbunyi membuat semua orang panik.
Sementara michel hanya terkekeh geli mendengar alarm itu. Angel dan alana yang sedang membuat kue yang tadi terlihat cemas kini menatap heran ke arah michel. Pria paruh baya itu terlalu tenang untuk kondisi yang sedang terjadi dengan terus menatap layar ponselnya.
"Apa itu??"
"Itu hanya bocah tengil yang kehilangan permenya" kata michel terkekeh dan meletakanyan ponselnya di atas meja
"Maksudmu?"
Michel masih tergelak"Sebentar lagi kau juga tahu sayang"
Kenapa daddy bisa setenang ini. Saat ada yang menerobos masuk. Bagaimana jika ******* atau perampok? Oh el selamatkan aku!.batin alana dengan cemas.
Tiba tiba lengan kokoh itu menarik Alana untuk masuk ke dalam dekapanya. Aroma ini benar benar tidak asing bagi alana. Alana mendongak keatas untuk melihat wajah itu. Ya pria itu adalah elroy. Pria yang biasa terlihat tampan dan tenang kini sepertinya kalimat itu tidak berlaku karena kepanikan dan emosi yang sedang membalut jiwa pria itu.
"Kau baik baik saja sayang?" elroy melepas pelukanya dan meneliti tubuh alana.
"A..aku"
Belum sempat alana melanjutkan perkataanya. elroy memeluk wanita itu lagi dengan sangat erat. Sementra angel dan michel hanya terkekeh geli melihat elroy begitu posesif pada seorang wanita.
"Kau .. berniat membunuhku el?" Kata alana seketika menghentikan adengan romantis itu.
Elroy mengurai pelukanya dan menatap alana dengan tatapan tajam alana tak pernah mendapatkan tatapan seperti itu sebelumnya menjadi sedikit takut.
"Kau.. memelukku seerat itu. Aku jadi sulit bernafas" jawab Alana pelan. Tatapan Elroy saat ini membuatnya bergindik negeri.
Tanpa mengeluarkan kata kata. Elroy menarik tangan Alana dengan kasar untuk pergi dari tempat itu. Bahkan dia tak melihat michel dan angel.
Bukan tak mau.
Hanya saja wajah ibunya bisa dengan mudah meruntuhkan kemarahanya pada michel. Teriakan michel tak di tanggapi oleh elroy.
Elroy terus menarik pergelangan tangan alana untuk melewati ruang keluarga ini dan mengarah pada pintu utama. Pria itu seperti sedang menulikan telinganya atau memang telinganya sedang tidak berfungsi lagi.
Bahkan usaha Alana untuk menghentikan elroy sia sia. Sampai terdengar suara isakan
Alana. Membuat elroy menghentikan langkahnya
Alana menangis?
Dengan satu kali sentapan cengkraman elroy lepas, karena memang sejak tadi sejak mendengar suara isakan elroy melongarkan cekalan tangannya
"Kau jahat! Kau sama saja!"
Tanpa menjawab Elroy menarik alana dalam pelukanya. Seolah itu adalah jawaban yang pas untuk penyataan alana saat ini. Elroy mencium puncuk kepala alana berkali kali.
"Don't be crying... im.. im so so sorry hemm"
Alana melepaskan pelukanya dan sedikit mendongak menatap wajah elroy. Matanya terkunci pada bekas memar pada wajah elroy.
Dan wajah itu...
Ia pernah melihat wajah kesakitan Elroy saat ini, saat elroy pulang seminggu yang lalu. Alana menyentuh rahang kokoh elroy. Berusaha menenangkan pria itu
"Aku baik baik saja el, aku merasakan bahagia disini. Mom and dad meyanyangiku" kata alana dengan lembut.
"El.. sekali lagi kau menyakiti putriku! Aku bersumpah akan memecatmu sebagai anak!!!" pekik seseorang mengema di mansion mewah.
Ya suara itu adalah suara angel yang berada di ambang pintu keluarga dan ruang santai. Entah sejak kapan mereka disana dengan michel yang berdiri di sampingnya.
Michel juga terlihat shock mendegar ucapan angel. Wanita itu memang terkenal lemah lembut tapi kemarahnya Bisa meruntuhkan Mclan yang berdiri kokoh dengan sekali kedipan mata.
Elroy berusaha menelan salivanya yang terasa sekeras batu. Bisa jadi, di muka bumi ini hanya angel yang mampu membuat seorang elroy diam. Karena selama ini di 29 tahun hidupnya jangankan marah membentak saja angel tak pernah.
Dan alana hanya melongo saat angel berjalan kearahnya. Angel menarik alana dari cengkraman elroy dan menyembunyikan gadis itu di belakang tubuh rampingnya. Seolah memberikan perlindungan.
"Mom tak pernah mengajarkan mu bersikap kasar pada perempuan. Jika kau tak bisa memperbaiki sikapmu. Aku tak akan merestui hubunganmu denga putriku!!!" kata angel dengan wajah kesalnya.
Wait, apakah Elroy salah dengar? Putri? Sejak kapan Alana jadi adiknya?
"Mom,sejak kapan alana menjadi putrimu? Dia calon istriku mom!" kata elroy yang mulai tak terima
"Ya.. sejak kau menghancurkan pagar mansion dan mengabaikanku!" Bentak angel.
Elroy melirik michel seolah mencari pertolongan tapi pria itu malah menaikan kedua bahunya dan mencibirkan bibirnya.
Haha akhirnya kau rasakan apa yang dad rasakan seminggu ini.batin michel bersorak senang.
TBc
minta komen ya..
ππππππππππ