It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 50



Saat matahari hampir masuk ke peraduanya tapi cahaya tetap nampak gagah menyinari bumi, pertanda bahwa hari ini sangat cerah. Tapi sungguh hari ini tak secerah suasana hati Alana. Wanita itu di cekam rasa takut dan tak nyaman.


Setelah kedatangan wanita yang di sebut sebut sebagai Ev. Alana langsung berjanji dengan sofia di sebuah cafe. Alana yang memakai atasan hitam tali spagetti dan topi buludu maron membuatnya menjadi perhatian publik, ya kulit putihnya sangat berbeda dengan kulit orang spanyol yang notabene berwarna coklat.



"Al?" Kata sofia sedikit tak yakin. Bagaimana tidak? Jika selama ini wanita ini tak pernah memakai baju sexy, bahkan di rumah dan kini ia berada di tempat umum. See.. wanita itu pun terlihat tidak nyaman. Dengan menekuk wajahnya terus.


"Eh sofi? Maafkan aku" tangan yang tadi menyentuh dagu kini beralih menutupi lenganya. Itu menjadi bukti bahwa Alana tak nyaman dengan apa yang ia kenakan saat ini


"Ada apa denganmu? Kenapa kau?" Kata sofia menatap Alana dengan tatapan meminta penjelasan. Ayolah kenapa temanya berubah dalam waktu yang sangat singkat.


"Sofi"


Suara itu mengema di cafe yang terbilang tak ramai pengunjung. Alana yang sempat menoleh sebentar kemudian kembali menyembunyikan mukanya menutup dengan topi dan tanganya menutup bahu putihnya


"Bukankah kau bertemu dengan Alana?" Ucap Elroy


Yap pria bersetelan formal ini adalah Elroy. Sepertinya pria ini baru pulang dari kantor, terlihat wajah lelah dan dua kancing baju yang terbuka.


Alana hanya menelan salivanya. Sebenarnya ia ingin menjadi seperti wanita spanyol lainnya, Yang sexy dan membuat Elroy bertambah cinta padanya tapi mendapati kesempatan seperti ini.


Benar! Alana benar benar ciut. Sedangkan sofia tanpa berbicara ia hanya memberi tatapan isyarat menujuk Alana dengan matanya.


Elroy terlihat mengernyit tanda tak percaya, benarkah ini? Damn! Elroy langsung menyadari wanita itu Alana walaupun tanpa melihat wajahnya.


Elroy terlihat mengetatkan rahang dan mengusap wajahnya kasar. tanpa kata Elroy membuka jasnya untuk menutup tubuh Alana. Pria itu juga memberi tatapan membunuh pada pria yang ada di sana untuk segera mengalihkan pandangan dari gadisnya. Alana gadisnya! Ya hanya dia satu satunya pemilik gadis ini.


Sofia yang menyadari suasana tak bersahabat itu langsung beranjak dan undur diri. Gadis muda berambut pirang itu terlihat bejalan keluar cafe sambil menelfon seseorang.


Siapa yang tak kenal dengan Elroy? Bahkan sofi tak begitu yakin bahwa Elroy tak akan menyakiti alana.


"Kau kenapa?" Tanya Elroy yang kini sudah duduk di depan Alana dengan suara rendah dan tatapan tanpa ekspresi.


Mungkin hanya Elroy bisa mengeluarkan suara serendah itu dan mampu membuat siapa saja bergindik ngeri. Tatapan itu tersirat kemarahan yang sangat besar.


"Kau mendengarkan aku al" kalimat itu lebih bisa di sebut penyataan dari pada sebuah pertanyan. Alana benar buntu untuk menjawab pertanyaan elroy kali ini.


"Al!!!" bentak Elroy...


ya... sepertinya pria ini memang butuh penjelasan dan tak bisa lagi menahan rasa emosinya. Jika bukan Alana yang membuat kesal pasti orang itu sudah ia cabik cabik dari tadi. Pertahanan Alana runtuh sehingga ia menitikan cairan bening dari matanya seketika membuat Elroy sadar dengan perbuatanya.


Tidak seharusnya pria itu mengumbar emosinya seperti tadi. Tapi sungguh rasa lelah dan tingkah Alana yang memamerkan tubuhnya di depan umum membuat Elroy mendidih. Alana adalah miliknya. Tak akan pernah bertukar, never.


Mendapati bentakan itu membuat Alana langsung berdiri dan berlari meninggalkan Elroy. Apa pria ini tidak tahu perang batin yang sedang Alana jalani?.


Ia melakukan semua ini demi Elroy! untuk Elroy! hanya saja ia tak sanggup menjelaskan kenapa? Ia ingin menjadi 'Ev' bagi Elroy, sehingga Elroy takkan meninggalkannya demi Ev sialanya itu.


Tapi sialnya saat Alana tiba di depan restoran sebuah mobil hitam berhenti dan tubuhnya dengan cepat di tarik oleh seorang wanita. mobil itu melaju dengan cepat.


Sementara itu Elroy melihat mobil itu telah jauh ia kalah cepat oleh mobil itu karena Alana telah di bawa kabur. Elroy yang melihat kejadian itu sungguh merutuki kebodohanya. Jika saja ia lebih bisa mengontrol emosinya, pasti kejadian ini takan terjadi.


Jika harus mengambil mobilnya akan membutuh waktu lama pasalnya mobilnya sedang di apit oleh mobil lain. Dan ia melihat seorang pria yang bertubuh gempal keluar dari mobil putihnya.


Tanpa berfikir banyak Elroy langsung merampas kunci mobil pria itu dengan masuk kedalam mobil dan melajukan mobil itu mengejar mobil yang membawa Alana.


Pria bertumbuh gempal itu sempat berteriak 'rampok' yang sempat di abaikan oleh Elroy, dan orang sempat mendatanginya namun kejadian itu tak berlangsung lama saat sebuah supercar green metalic berhenti di depanya. Terlihat seorang pria tampan keluar dari dalam mobil.


"Ini, sebagai ganti mobilmu itu" ucap Xavier.


Supercar bukanlah hal yang terlalu berati baginya. Mengingat ia bisa mendapatkan hal yang lebih dari seorang Elroy. Ya xavier sudah dari tadi disana untuk menjemput sofia dan ia melihat kejadian perampokan yang di lakukan seorang Elroy. Ck!Xavier sedikit bingung kenapa Elroy mengambil mobil pria itu.


Elroy melajukan mobilnya tanpa kendali. Baginya sekarang yang terpenting adalah mendapatkan Alana kembali. Ia bersumpah akan mencabik cabik orang yang berani menculik Alana. Raut wajah takut, kesal dan marah terpatri di wajah tampanya.


Perkataan itu seperti mantra bagi Elroy. Damn! Jika saja tadi ia membawa mobilnya pasti ia bisa dengan cepar menyalip mobil hitam yang ada di depanya. Jarak mobil mereka hanya sedikit. Tapi lagi lagi Elroy tak bisa menyalip mobil itu.



Di samping itu Alana terus menangis tanpa suara di dalam sebuah mobil. Mulutnya di plaster, kaki dan tanganya di ikat. Dan music begitu keras di dalam mobil, Alana duduk di tengah dengan di apit dua wanita dan wanita yang Alana kenal dengan nama ev duduk di balik kemudi.


"Cepat Va? Aku bersumpah aku yang akan membunuhmu jika kita tertangkap!" kata gadis yang berada di sebelah Alana dengan sesekali melirik mobil putih di belakangnya.


"Diam! Aku sudah membayarkan kalian"


"Bahkan seluruh hartamu kau kasi saat ini. Aku akan menolak. Tertangkap oleh seorang Elroy bukan perkara yang baik va!!!" tambah temanya yang satu lagi


Jika ini saat terakhirku. Izinkan aku mengatakan padanya jika aku mencintainya. mungkinkah dia akan memilihku? karena saat ini gadisnya telah kembali. batin Alana


Alana membuka matanya dan terlihat cahaya yang menyorot mobil mereka.  cahaya terang itu berasal dari helicopter yang berada di atas mereka. Kedua teman Ev hanya mampu bergidik ngeri. Ya berurusan dengan wanitanya bilionaire sama saja meberikan nyamamu padanya.


"Brengsek" ucap wanita yang di panggil Ev itu dengan memukul stir sekuat tenaga.


Alana hanya bisa meneteskan air mata saat mendengar bunyi sirine dan kata kata penuh peringatan dari atas sana. Jelas sekali itu suara evan, yang mengatakan mobil itu untuk berhenti. Sedangkan ketiga wanita yang menculik Alana bergindik ngeri. Dan terus mencari cara untuk lepas dari kepungan pria bilionaire itu.


Dor!!


Wanita yang berada di dalam mobil itu terkejut saat mendengar bunyi ledakan dan dengan cepat wanita itu mngrem mendadak jika tidak sudah di pastikan mobil itu akan terbalik.


Karena ada seseorang yang menembak ban mobil mereka. Ya lauro menembak ban mobil wanita itu dengan supercarnya. Saat terus mengejar mobil itu Elroy meminta bantuan pada teman temanya dan anak buahnya untuk menghentikan orang yang menculik alana. Dengan mengunakan fasilitas Mclan tentunya.


Mengingat mobil yang dekat dengan kata rongsok yang sedang di bawa Elroy. Hanya saja temanya temanya takkan mengambil resiko untuk memakan waktu jika harus mengambil falitas Mclan. Jadi mereka memakai milik mereka priabadi.


Lalu dari arah depan terlihat mobil mobil hitam menghadang mobil itu. Ya tak ada celah lagi bagi ketiga wanita yang menculik Alana untuk kabur. Wanita itu tersentak saat kaca mobil di pecahkan.


Disana Elroy sudah siap dengan tatapan mematikanya. Membuka mobil itu dan menarik ev dari dalam mobil dengan kasar, melepar tubuh itu di aspal, hingga wanita itu tersungkur.


"Apa dia begitu berharga di banding aku El"


"Memangnya siapa kau?"


"Aku Ev El"


"Sejak kapan kau menjadi Evku?? Evalia Mccan!" Elroy berbicara setenang mungkin dengan menarik penutup pegas pistol.


"Aku --"


Dorr!


"Kebaikan terbesar yang bisa ku berikan padamu adalah mengantarkan mu ke akhirat tanpa penderitaan" ucap Elroy setelah memberikan hadiah satu buah timah panas itu.


Satu buah timah menghunus jantung Evalia, yang entah kapan Elroy mengeluarkan pistolnya. Jika itu pria sudah di pastikan dia mendapatkan penyiksaan yang amat pedih dari seorang Elroy sebelum menemui ajalnya.


Sedangkan Alana yang menyaksikan kejadian itu hanya bisa membeku, dengan kedua teman Evalia yang bergidik ngeri saat melihat dengan kepalanya sendiri. Elroy menghabisi Evalia tanpa kata.


Sementara kedua gadis itu dan Alana telah di selamatkan oleh Lauro dan kedua gadis itu di bawa anak buah Elroy atas perintah Evan.


Evan tidak ingin Elroy mengotori tangannya untuk mengahabisi  dua wanita itu. Lauro mencoba menenangkan Alana. Dia sangat yakin Alana saat ini sangat shock karena Lauro merasa Alana yang terus menatap Elroy dengan tubuh bergetar. Bahkan gadis itu tak sanggup mengeluarkan air mata.


Bersambung...


panjang ya storynya? ad yang bosan 🤣


Ay sering banget dpt komen.. story ini mirip banget ama novel sebelah cuma ini menceritakan tentang Elroy... Remember me maksudnya? 🤣 lihat deh nama penulisnya syg... itu juga karya ay.. karya pertama ay ay masi absrud 🤣 namanya penulis amatir maklum yak 🤣