
Sinar matahari menghangatkan wajah Alana, sehingga membuat wanita itu bangun dari tidur nyenyaknya. Alana mengeliat untuk merenggangkan ototnya dan sesekali mengucek ngucek matanya.
Cahaya itu datang dari balik kaca jendela super lebar yang telah terbuka. Tangan Alana meraba raba sisi tempat tidur lainya. Seketika ia mengernyit merasa ada sesuatu yang hilang.
Bukankah Elroy tidur di sampingnya semalam?
Sejak sekembalinya mereka dari rumah sakit , Elroy berubah jadi bayi besar nan manja dan super menyebalkan.
Pantas saja Alana sedikit merasa aneh. Biasanya setiap kali ia bangun tidur pelukan Elroy adalah kebutuhan utama yang selalu ia harapkan. Alana mendudukan dirinya dan mengambil ikat rambutnya di atas nakas.
"Kau sudah bangun?" Suara bariton itu terdengar memenuhi pendengaran Alana.
Sepontan Alana menoleh ke arah pintu kamar.
Terlihat seorang pria yang sudah tampan Ralat! bukankah dia memang sudah tampan sejak lahir? Maksudnya sudah rapi, pasalnya pria itu kini dengan setelan kemeja putihnya terlihat segar, sepertinya dia sudah selesai mandi.
Alana terpesona oh tidak, dia tercekat, ia merasa sedang melihat seorang malaikat. Ya elroy kini menatapnya dengan senyuman terbaik. Alana terbuai karena paginya selalu di sambut oleh pemandangan surgawi ini. Alana benar benar bahagia. Ia ingin selamanya bersama Elroy, menghabiskan sisa hidupnya untuk hanya mencintai pria tampan ini.
Apa pria ini benar benar tidak bisa menampilkan wajah jeleknya sekali saja?
"Ku kira kau lupa bangun, mengingat kau tidur hampir 16 jam" kata Elroy sekenanya dengan sesekali melirik jam.
Retak!
See... baru beberapa detik yang lalu Alana menganggapnya seorang malaikat tapi khyalan itu tiba tiba retak karena pria menyebalkan ini. Ya pria ini adalah devil yang bersembunyi di balik tubuh malaikat.
"Apa kau mau terus seperti itu dengan wajah jelekmu Al?"
"Bisakah kau tak mengangguku pagi pagi pagi El?!" sentak alana
"Ini sudah jam 11 siang Al. Dan kau membuat mereka menunggumu dari jam 8 pagi" kata Elroy dengan wajah datarnya.
Mereka?
Mereka?
Mereka?
Damn! ternyata Alana lupa hari ini mereka ada sesi pemotretan praweeding.
"Kenapa kau tidak membangunkanku dari tadi El?" Ucap Alana yang kelabakan. Dengan cepat gadis itu menurunkan kakinya ke lantai.
"Ada pribahasa mengatakan jangan ganggu macan tidur " kalimat itu sukses membuat Elroy mendapat lirikan tajam dari alana.
Jika tidak mengingat waktu, sudah di pastikan saat ini Elroy sudah mendapatkan hadiah manis yang menyakitkan. Bisa di katakan bahwa keahlian Alami Alana adalah membuat pria sangar ini meringis.
"Jangan lari lari bebe, ingat kau sedang mengandung anakku" kata elroy yang sedikit kawatir karena Alana berlari menuju kamar mandi.
"Makanya jangan menghamiliku kalau belum menikahiku!!!"
BUKK!!!
Alana menutup pintu kamar mandi dengan keras. Sepertinya mood wanita itu pagi ini benar benar hancur oleh seorang Elroy.
Sementara Elroy hanya terkekeh geli melihat wajah kesal calon istrinya. Baginya itu adalah hal yang menyenangkan. Seorang Alana mampu membuat jiwa humoris elroy kembali. What? Humoris?? Yang berakibat kerutan di wajah Alana.
Siang ini di dalam mansion mewah milik Elroy. Terlihat pasangan itu sedang bercengkrama dengan para crew pemotretan dan seorang photografer. Mungkin hanya hanya Alana, Karena Elroy adalah pria duplikat batu.bukan? Tentu pria itu akan diam dan memperhatikan.
Sebenarnya sesi pemotran itu akan di lakukan di outdoor, di lahan luas. Jika saja Alana tidak bangun siang, ya karena hormon kehamilanyalah yang membuat Alana tidur sangat lama. Elroy juga tak ingin mengambil resiko membuat Alana kelelahan. Mengingat wanita itu sedang mengandung buah cinta mereka.
Alana dan Elroy akan menjalani sesi pemotretan preweddinya dengan tema couple goals.
Alana memilih tema ini mengingat hubungan mereka yang cukup unik. Tapi jangan lupakan bahwa cinta juga berperan dengan apik melengkapi perjalanan hubungan unik mereka.
Dua perias sedikit membetulkan riasan dan pakaian yang di kenakan Elroy dan Alana. Mereka hanya memakai baju berwarna putih. Simpel memang, tapi sepertinya mereka mampu membuat warna putih itu terlihat keren dan elegan.
Mereka terlihat seperti pasangan serasi, mungkin kata couple goals memang melekat pada diri mereka.
Terlihat sangat sempurna.
Para crew juga bisa merasakan cinta seorang Elroy pada Alana. Pasalnya pria es itu terlihat berbeda bila berinteraksi pada Alana. Berbagai pose romantis dan unik di lakukan sepasang kekasih itu. Dari Elroy yang berbaring dan Alana mencium leher Elroy. Pose yang unik memang, tapi siapa sangka pose itu justru bisa bikin iri seluruh kaum hawa di muka bumi.
Para crew juga tak perlu bersusah payah mengatur pose pasangan itu. Dua insan bak titisan dewi dan dewa itu telihat bagus dari sudut camera mana pun. Pose pose itu terjadi alami dan membuat para crew ikut merasakan kebahagiaan yang kini melingkup Alana dan Elroy.
Intinya selama Elroy tak membuat Alana kesal semuanya akan berjalan lancar, Bukan?
Elroy juga tak berniat untuk membuat Alana kesal hari ini. Karena Alana terlihat lelah saat ini. Bagaimana tidak di setiap pose pasti Alana yang memegang kendali. Jangan tanyakan tentang Elroy, pria itu sangat Amatir bidang seperti ini, Baginya memenangkan tender lebih mudah dari pada harus berpose seperti ini. Benar benar menyulitkan dan melelahkan.
Tapi sepertinya tersenyum tak sesulit itu. Bila melihat Alana juga bahagia di dalam posenya. Bahkan ada foto Elroy yang membuat semua orang yang ada di sana terkejut pasal Elroy mengambil camera dan memotret dirinya.
"Kau sangat jelek el, hahahahah" Alana tak sanggup menahan tawanya. Apa yang selama ini Alana idamkan menjadi kenyataan. Ia bisa melihat pria ini dengan wajah Lain dari biasanya.
Elroy hanya meringis melihat Alana. Jadi selama ini yang ada di kepala cantik itu adalah melihatnya jelek.
Sial!
"Ayo lagi hahaha"
"Kau tahu membuat wajah seperti itu butuh usaha yang sangat besar" kata erloy sekenanya dengan meletakan camera itu di atas meja.
Kini semua crew sedang beristirahat, makanya Elroy bisa mengunakan camera itu.
Sedangkan Alana hanya mencibir, setelah pose pose romantis yang mereka lakukan. Ternyata jalinan hubungan cinta tom and jerry itu terjaga dengan baik.
Elroy memperhatikan gerak Alana menyapa para crew photografi, ia tak ingin bersikap otoriter. memperhatikan Alana dari jauh sepertinya bisa membuat wanita itu tak kehilangan hidupnya. Elroy berusaha membuang jauh sifat Egoisnya untuk memiliki Alana hanya untuk dirinya sendiri, Alana makhluk hidup dan dia butuh kebebasan, dan Elroy cukup sadar akan hal itu.
bukan tak ingin sperti Alana hanya saja sikap dingin Elroy yang sedikit tak peduli pada orang lain, sperti sudah melekat pada DNA dan tulang belulangnya.
Sesi pemotretan juga terjadi hingga malam hari dan berbagai pose apik juga di dapatkan. Tak perlu jauh jauh untuk mendapatkan tempat luas dan indah. Halaman mansion saja sama dengan lapangan golf.
bola mata hazel Elroy tak melihat apa yang seharus dia liat karena sejak melakukan sesi pemotretan terakhir ia harus menerima telfon dari client bisnis. ruang tengah mansion tak seramai tadi hanya tinggal beberapa orang yanv sedang mengemasi lampu dan beberapa kamera.
"Al..."
Elroy menyapu matanya kesegala arah, ia tetap tak melihat apa yang seharusnya ia lihat.
"kau lihat Alana?" cuma Elroy yang bisa bertanya sesopan itu, pria yang sedang susah membawa tiang lampu itu ia cekal tanganya nyaris membuat pria iu terjatuh.
"tidak tuan"
"mierda!" Elroy mengumpat tanpa mempedulikan tiga crew photografi yang masi ada di sana.
baru saja Elroy ingin mengambil ponsel untuk menanyakan keberadaan Alana pada tim keamanan mansion dari CCTV. mata teduhnya melihat dari kejauhan sepatu Alana dan Rok alana yang menjuntai di sofa ruang santai.
Alana tertidur di sofa karena kelelahan, bagaimana tidak? hari ini selain mengganti baju dan makeup beberapa kali. wanita itu juga harus mengenakan high hell dua belas centi meter untuk menyamai tinggi Elroy. Mengingat Elroy mungkin selain duplikat jin dan malaikat. Dia juga duplikat jerapah.
Selain ketampanan apa tingginya juga tak bisa terkontrol?
Secepat kedipan mata Elroy berlari menghampiri Alana, Elroy mengelus rambut Alana pelan dan menatap wajah lelah itu dengan penuh cinta. mungkin bisa di katakan Elroy benar benar tergila gila pada sosok wanita ini. entah karena kencantikan atau sifat Alana, hanya yang Elroy tau ia tak akan bisa jauh dari wanitanya ini.
"Terimakasih karena sudah hadir di hidupku, terimakasih untuk bertahan denganku" setelah mengatakan itu Elroy mengangkat tubuh Alana untuk memindahkannya ke dalam kamar mereka.
prewedd
bonus pict
lagi ngeliatin masa depan kita ya bang 🤣
Bersambung...
mana suara yang kmren minta bonus pict 🤣🤣
yg g suka ama Rafael gpp bisa bayangin sapa aja.. bebas beb 😂
prhtiin deh ay klo up cpt pasti krna komenya bnyak.. klo g pasti lama 😂 ay komen hang bnyak..biar olah raga tu jmpol 😂
kalian berada di penghujung story 😘 ada 61 chpter + extra part.. sbr ya syg bntr lgi story ini tmt kok 😂 jdi g ush tkut kepanjang ato ngebosenin..
kebiasaan ay skrg pagi2 bangun tdur cek komen wkwkw kayaknya vitamin bgt buat ngawalin hari.. pd bikin seneng komenya.. jadi smngt bikin Lauro 😂