
Mansion mewah dan megah itu terlihat sepi. Sehingga langkah kaki Alana menciptakan gema, huft bagaimana tempat tinggal sebesar ini hanya di tinggali dua orang manusia saja?.
Para pelayan yang berjumlah lebih dari dua puluh orang itu memang berada di sana tapi saat jam pekerjaan selesai mereka akan kembali pada rumah yang juga terlihat besar yang berada di belakang mansion. Elroy tak ingin kehadiran mereka menganggu keintimanya dengan alana.
"Malam nona" sapa beberapa pelayan menegur Alana yang melintas di depannya. Alana hanya bisa melebarkan senyumnya karena kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan tidak baik.
"Apa kau baik baik saja nona?" salah seorang pelayan pria yang menangkap tubuh Alana yang hampir jatuh.
"Ah.. aku baik baik saja"
Namun dari sisi lain telihat sepasang mata hazel yang melihatnya dengan rahang mengetat dan tatapan tajam. Melihat seorang pelayan memeluk tubuh mungil istrinya.
Apa alana sekarang sedang berselingkuh dengan seorang pelayan?
Ck! Yang benar saja.
"Apa yang sedang kalian lakukan!!!" Suara bariton itu terdengar lantang dan suara itu cukup membuat ruangan luas itu menggema.
Bahkan beberapa pelayan yang ada di sana cukup susah untuk menelan salivanya seakan terasa sekeras batu. Karena saat ini Elroy datang dengan aura kegelapan yang menakutkan dan itu terlihat jelas dari tatapan mematikan itu.
Jangan di tanya apa yang di rasakan pelayan pria itu. Apa lagi pria yang saat ini memeluk tubuh Alana Pria dengan kemeja putih itu merasa saat ini tatapan Elroy telah melubangi kepalanya.
"El.. kau sudah pulang?" Alana berusaha berdiri dan sedikit menjauh dari pelayan itu. Walaupun tubuhnya saat ini benar benar sedang tak bersahabat.
"Ya! beruntung aku pulang cepat, sehingga aku bisa melihat adegan yang memuakan ini" Elroy berjalan pelan mendekati Alana. Suara itu terdengar datar tapi entah kenapa rasanya begitu mengerikan.
Alana merasakan pusing yang teramat pada kepalanya mengabaikan perkataan Elroy atau lebih tepatnya ia tak terlalu mendengar.
Alana memilih untuk meninggalkan Elroy menuju tujuan utamanya yaitu mengambil air minum untuk melegakan dahaganya. Sebenarnya pelayan bukan tak menyiapkannya untuk Alana. Hanya saja Alana selalu melakukan hal yang menurutnya mudah, sendiri.
"Al.." bentak Elroy yang merasa terabaikan oleh alana.
Tapi dengan gerakan cepat Elroy berlari kearah Alana yang memang tak terlalu jauh darinya karena sperkian detik kemudian Alana sudah tak bisa berdiri kokoh di atas kakinya.
"Al... apa yang terjadi?! Al buka matamu sayang.." nada amarah yang sedari tadi menghiasi bibir tipis itu kini berganti dengan nada kekhawatiran.
ππππ
Elroy menatap Alana yang berada di atas ranjang dengan mata tertutup dan wajah sepucat kapas. Seharusnya tak semestinya Elroy membentak Alana seperti tadi.
Suami macam apa kau?!
Sungguh kecemburuan yang tak beralasan. Beberapa menit kemudian terdengar suara ketukan pintu dan seorang dokter cantik muncul dari balik pintu yang di antar seorang pelayan muda.
"Selamat siang Mr. Mclan saya Eryka dokter spesialis kandungan yang di pilih dokter Lauro untuk membantu Mrs. Mclan" sapa dokter muda nan cantik itu dengan sopan
Namun Elroy hanya menatap dokter cantik itu dengan datar dan berdiri seolah memberikan ruang untuk memeriksa Alana. Erika mulai memeriksa tubuh alana.
"Mrs. Alana hanya mengalami morning sickness dan melupakan makan pagi adalah puncak utamanya. Nona Alana merasa lemas karena seharian ini selalu muntah"
"Alana selalu makan tepat waktu dan ku rasa semenjak hamil nafsu makanya meningkat"
"Kapan terakhir kali anda menemaninya makan?"
"Siklus morning sicknes terjadi berbeda beda pada ibu hamil, nafsu makan yang meningkat memang terjadi di awal kehamilan namun terkadang pada minggu ke 6 biasanya ibu hamil mengalami morning sickness karena pengaruh hormon. Itu bisa terus berlanjut sampai tubuh Mrs. Alana menyesuaikan peningkatan produksi hormon pada tubuhnya" jelas dokter Eryka panjang lebar.
"Saya akan meresepkan beberapa obat anti mual dan vitamin untuk nona Alana, selalu jaga pola makan Mrs. Alana dan di harapkan Mrs. Alana tidak tertekan pada masa kehamilanya. Karena bila ibunya stres itu akan berdampak pada pertumbuhan janinnya"
"Apa dia tidak perlu dirawat?"
"Tidak perlu, Mrs. Alana hanya perlu beristirahat dengan cukup dan jangan terlalu banyak beban pikiran. Hanya perlu di paksa makan sedikit demi sedikit namun intents. Meskipun mual melanda. jangan lupakan untuk minum vitamin dan minum susu ibu hamil"
Sepeninggalan dokter itu membuat Elroy menatap Alana dengan raut wajah cemas dengan sesekali mengelus perut Alana yang kini mulai kelihatan. Elroy menyadari telah seminggu ini dia jarang bertemu Alana. Karena ada permasalahan di kantor.
Ia pergi ke kantor saat Alana masi tertidur dan pulang saat Alana juga sudah terlelap. Namun saat di kantor Elroy terus menyempatkan menelfon Alana tapi tentu jawaban alana kalau ia baik baik saja.
"Maafkan daddy yang kurang waktu untuk kalian berdua. Maafkan daddy sayang" Elroy mengecup perut Alana yang masi terbungkus dress.
Lalu Elroy merebahkan diri untuk tidur di sebelah Alana. Dan menyeruk kepalanya di ceruk leher alana
"Aku merindukanmu bebe" ucap Elroy lirih. Beberapa saat kemudia pria itu pun ikut terlelap. Mengingat sudah beberapa hari ini ia kurang istrirahat. Jam 11 malam pulang dan jam 6 pagi sudah harus kembali kekantor.
Inilah arti hidup yang sebenarnya. Semuanya tentang kerja keras. jangan mengira jika berada di posisi tertinggi akan mudah berleha leha. Justru di posisi tertinggi itulah tugas akan semakin berat.
Elroy terlihat mengernyit saat ia tersadar dari tidurnya. Elroy masih menatap wajah Alana yang sepucat kapas dan masi setia menjelajahi alam mimpi.
Elroy melihat jam di nakas dengan sesekali menguap. Jarum jam menujukan angka 10.30 malam. Ia menurunkan kakinya ke lantai lalu menanggalkan kemejanya. Ia berjalan keluar kamar dan langsung menuju dapur.
Mansion terlihat sepi karena malam mulai larut dan semua pelayan pasti kini telah terlelap karena lelah beraktivitas seharian. Mengurusi rumah sebesar ini sungguh melelahkan.
Elroy menuju dapur untuk memasak sesuatu. Pria itu terlihat cekatan mengunakan pisau dan peralatan masak lainya. Dengan sesekali melihat ponselnya.
Tubuh kokoh dan kekar yang tak terbalut apa pun itu kini terlihat begitu sexy. Tapi sayang tak ada yang bisa menikmati pemandangan indah itu. Pasalnya elroy hanya sendirian di dalam dapur mansion yang luasnya mungkin sama dengan luas 1 rumah Alana yang berada di indonesia.
Pria itu sangat sempurna dengan keahlian memasakanya. Benar apa yang selalu orang katakan. Di semua permasalahan pasti terselip sesuatu yang bermanfaan di baliknya. Ya.. karena pertengkaranya dengan Michel membuat pria tampan bak titisan dewa ini makin mandiri karena tinggal sendirian.
Setelah beberapa saat Elroy mengambil gelas dan menyeduh air panas untuk membuat susu hamil untuk Alana. Kini makanan, susu hamil dan air mineral itu telah tersaji dengan rapi di atas sebuah nampan hitam.
Setelah sampai di kamar Elroy mengernyit. Pasalnya ruangan yang terlihat sedikit temaram dengan hanya sinar lampu hias di atas nakas yang berwarna keoranye telah hidup.
Sinar itu membuat jelas bahwa di atas rajang tidak ada siapa pun. Namun terdengar suara dari balik kamar mandi. Elroy sedikit merasa lega dan meletakan nampan berisi makanan dan minuman itu di atas nakas. Lalu menepuk tangan tiga kali untuk menghidupan lampu. Lampu di ruangan itu di desain untuk hidup dengan sensor suara tepuk tangan tiga kali.
Pendengaran Elroy di renggut dengan paksa ke arah kamar mandi. Ya pria itu menoleh dan dengan cepat berjalan ke arah kamar mandi. Tiba tiba wajahnya mendadak menjadi cemas.
Bersambung...
eryka eryka kmren minta duplikat storykan.. karena ay g pande jdi ay masukin nama kakak ππππ jan marah oke... tu peran dokter syantik π€£
Ay udh up ini 12.11.18
tp g tau kapan di up ama noveltoon.. π
Ay udh email ke mangatoon tpi belum ad jawaban... jdi maap ya ay ngikutin jadwal noveltoon aja.. smga ngerti πππ