It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 37



"Come on guys!" Evan berteriak dengan jarak yang sudah mulai menjauh dari teman temanya. Kini matahari sudah tidak lagi menampakan wajahnya. Sehingga suhu udara mulai terasa dingin.


"Ya.. ayo cepat sebelum kita terlambat" kini giliran matthew yang memberi arahan. Pria itu sudah mulai berlari menuju mobilnya yang terparkir di depan tebing.


Elroy melihat laut lepas. Lalu ia meraih tangan alana untuk berlari menuju mobil. Begitu pula dengan xavier, pria itu berlari menuju mobilnya setelah memungut kaosnya yang tadinya ia lepaskan secara asal.


Sedangkan lauro mngambil jaketnya yang berada di pasir dan menaiki motornya. Kini kempat mobil dan 1 motor itu berlalu meninggalkan bibir pantai.


Mereka sampai lupa waktu karena kesenangan. Alana terlihat mengernyitkan dahi melihat ekspresi pria pria itu. Tapi urung ia tanyakan mengingat wajah elroy saat ini terlihat sedikit panik


Saat telah berada di darat yang lumayan tinggi dari pantai. Elroy bernafas lega. Dan senyum itu juga terlukis indah. Dengan tangan kanan yang kini sudah mulai menggenggam tangan alana.


"Ada apa el?"


Sepertinya jiwa kepo orang indonesia tak bisa hilang dari diri Alana. Jadi wanita itu memilih langsung menanyakanya pada pria yang kini telah resmi menyandang gelar calon suaminya.


Elroy terkekeh dengan mata terus fokus pada jalan yang kini terlihat gelap pekat.


"tidak ada apa apa"


"kami hanya mengulang masa kecil. Aku benar benar bahagia al. Terima kasih" kata el dengan mencuri kecupan sekilas pada kening alana sebelum kembali fokus pada jalan.


"Ya tapi kenapa kalian terlihat sangat panik ?"


"Owh itu, karena kami lupa waktu sayang"


Oke kata terakhir elroy membuat alana sedikit berdebar. Pasalnya ia masih tak menyangka bahwa elroy memiliki sikap yang sangat romantis. Sampai alana lupa jika pria yang sedang menyetir itu adalah pria paling menyebalkan di dunia.


"Jika kita lebih lama di sana sudah di pastikan kita akan mati membeku dan tengelam" kata elroy masih dengan tawa bahagianya.


Pria itu terlihat benar lepas dari masalahnya.Β  Alana yang mendengar hanya terdiam dan mengernyit. Sampai elroy menyadari yang di bingungkan oleh alana.


"Pantai itu sangat sulit di jumpai..." elroy mencoba menjelaskan dengan sesekali melirik alana. Seolah menjadi petanda memang itu yang ingin di tanya gadis itu. Melihat keterdiaman alana membuat elroy melanjutkan kalimatnya.


"pantai itu hanya ada saat waktu waktu tertentu. Karena Saat pasang Pantai itu akan hilang. Aku sengaja mengunakan pantai itu karena namanya adalah paraia de aguas santas yang berarti pantai air suci"


"aku mengungkapkan cinta suci pada mu di tempat yang tepat" ucap elroy tulus




"Kenapa aku membawa mu di saat hampir malam?" Elroy lagi lagi melirik alana. Gadis itu mulai terlihat antusias dengan kalimat demi kalimat yang terlontar dari bibir tipis itu.


"Itu karena pantai itu akan surut pada dua waktu. pagi dan jam 9 malam saat matahari akan terbenam"


"Dan itu tak berlangsung lama. Hanya sekita 1,5 jam dan air kembali menutupi pantai itu. Aku sempat kesulitan karena kempat brandalan itu"


Elroy dan alana sampai di depan sebuah club malam ternama di madrid. Alana sedikit heran karena di indonesia itu adalah tempat maksiat sedangkan di madrid itu adalah tempat yang bagus untuk bersantai dan melepas lelah atau sekedar merayakan seseuatu. Sebelumnya tadi mereka telah pulang. menganti baju yang basah di mansion.


"Kenapa kita disini el?"


"Apa kau lupa jika kita ada party?" kata el yang keluar dari mobil dan berjalan mendekati pintu mobil alana. Wajah alana masih terlihat bingung.


"Apa harus di tempat seperti ini?"


"Apa kau kira kita akan membuat party di rumah seperti orang tua atau anak sekolah, alana?" Tanya elroy dengan menaikan satu alis.


"Tapi aku takut"


"Come on baby, calon suamimu ada disini"


Mungkin elroy telah ribukan kali mengatakan kalimat 'calon suami' tapi kalimat itu. Kali ini membuat alana bahagia. Tidak seperti dulu. Jika kalimat itu terlontar. Alana sangat ingin mencakar wajah tampan itu.


"Aku akan menjagamu. Dan harus kau ingat jangan sentuh alkohol melihat mu sperti ini. Tentu saja kau sangat payah terhadap alkohol"


Pria itu menuntun alana untuk masuk. Alana yang awalnya enggan tapi setelah elroy mendekap tubuhnya dari samping. Rasa gundah itu hilang. Karena pada dasarnya memang benar yang mampu menjaganya hanya elroy.


Suara musik yang berdentam keras, bau alkohol yang menyengat dan di lantai dua terlihat orang minum dan bercumbu dengan tenang seolah mereka tak memiliki rasa malu sedikit pun.


Lantai dance penuh dengan orang orang yang menari mengikuti irama musik keras. Bar yang di penuhi dengan orang yang minum tanpa memikirkan orang lain.


Terdapat beberapa ruang kaca dengan pintu tertutup. Alana sedikit risih dengan tempat ini. ya ini adalah hari pertama baginya menginjakkan kakinya pada club malam.


Elroy merangkul alana agar orang lain tak dapat menyentuhnya. Karena tempat itu mungkin sudah menjadi lautan manusia dan terlihat begitu padat. Elroy menuntun alana memasuki salah satu ruang kaca.


"Tunggu!" Pinta alana


"Apaa?"


"Masuk, di sana ada para tengil? Apa kau ingin di luar? Liat tatapan mereka. Aku tidak suka para pria menatapmu" kata elroy memberi isyarat dengan matanya untuk melihat sekeliling.


Alana mengedarkan pandanganya kesekeliling, ya memang benar, banyak mata menatapanya. Tak hanya pria. Wanita dengan tatapan heran dan iri juga mengarah padanya.


Bagaimana tidak?? Elroy tak pernah menggandeng wanita selain angel. Tentu kehadiran alana menjadi tanda tanya besar. Mungkin ini akan menjadi tranding topik di spanyol. Pasalnya elroy adalah seorang pengusahan fhasion terkenal bahkan namanya telah menyebar di pelosok dunia.


Alana dan elroy masuk ke dalam ruangan VVIP yang cukup luas. Karena ruangan itu memang di peruntukan para pria berkantong tebal. Harga roomnya juga fantastis. Dan ruangan itu yang selalu elroy dan temanya pakai jika mereka menghabiskan malam di club.


Terlihat xavier sedang bercumbu dengan sofia di ujung sofa panjang. Matthew dengan santai menyesap segelas cider. evan dan lauro jangan di tanya tentu mereka sibuk dengan wanita panggilanya.


Alana langsung menutup matanya saat melihat adegan vulgar yang ada di depanya. Baginya adegan itu adalah adengan tak wajar atau harus di beri sensor saat di tayangkan di tv.


Matthew dan elroy yang menyadari tingkah ajaib alana hanya terkekeh geli.


"Hey..." kata sofia ramah.


"Apa kau bernama alana?" Tanya sofia yang kini sudah berdiri di samping alana.


"Iya" jawab alana yang sesekali melirik elroy dan sofia.


"Aku sofia andres, tunangan xavier. Kau terlihat kurang nyaman di sini?. Ayo sini" kata sofia menarik alana untuk duduk di sebelahnya


"Aku juga kurang suka dengan tempat seperti ini. Tapi xavier kekeh minta partynya di adakan disini"


"Come on baby, ini hari spesialku. Jangan membicarakan aku dengan kekasih el" sambar xavier.


Sementara itu elroy duduk di sebelah lauro yang sedang bercumbu dengan seorang wanita. Lauro terlihat melepaskan pangutanya dan menyapa elroy.


Suasana begitu terasa nyaman saat 2 orang wanita lauro dan evan keluar. Elroy meminta lauro dan evan sedikit menurunkan kadar brengseknya saat di hari spesial xavier.


hari ini xavier pengusaha muda itu berulang tahun yang ke 29. Kenapa bar terlihat begitu ramai hari ini? karena xavier menaktir karyawan dalam kota untuk berparty di sana.


Gelak tawa dan candaan mengisi ruangan yang sedikit temaram itu. Cahya laampu merah dan biru yang sedikit menerangi mereka. Ke empat temannya senang saat ini elroy berubah menjadi lebih baik.


sofia terlihat cepat dekat dengan alana. Pada dasarnya sofia memang wanita yang supel dan ceria. Tentu wanita luar biasa seperti itu yang mampu meruntuhkan kebrengsekan seorang xavier.


Pintu kaca room terbuka telihat seorang pria tampan masuk dengan seorang wanita dengan baju kekurangan bahan. Dan kedatangan pria itu di sambut dengan tatapan tajam elroy.


Elroy berdiri hendak mengusir pria itu. Tapi tangan pria tampan itu menahan dada elroy.


"Tenang dude, aku hanya ingin memberi ucapan pada temanku" kata pria itu dengan melambaikan tanganya untuk menyapa xavier di belakang.


"Birth day man" kata noah pada xavier.


Xavier terlihat tersenyum tipis dan tak memberi tanggapan apa pun lagi. Evan langsung mengambil posisi untuk berdiri di tak jauh dari elroy.


Sofia dan alana terlihat bingung dengan sutuasi yang baru tercipta. Mereka merasa pria yang baru datang itu adalah seorang penjahat berat kelas satu.


Sedangkan matthew dan lauro duduk menyandarkan kepala di sandaran kursi dengan tatapan datar yang tak lepas dari Noah.


"Ku kira kalian masih membenciku, Come on guys. Itu sudah lama sekali. Dan aku baru seminggu berada di spanyol" ucapan Noah seolah ingin meredam perang.


Noah dulunya sahabat elroy and the gang tapi karena satu dan hal lain. Noah hampir masuk dalam daftar korban elroy and gang. Mungkin sampai saat ini kata sahabat itu terganti dengan permanen dengan kata 'musuh'


"Ck! Harusnya dulu ku habisi saja dia " kata lauro sebelum membuang muka. Mungkin dari seluruh permasalahan yang d timbulka Noah. elroy dan Lauro adalah pria yang paling banyak mengalami rasa sakit.


"Dokter tidak membunuh dude" matthew yang melirik lauro


"Bisakah kau pergi?" Nada bicara itu datar dan siapa pun tahu bahwa saat ini elroy dengan sekuat tenaga menahan amarahnya. Untuk tak segera mematahkan leher mantan sahabatnya itu.


Noah hanya menaikan bahu. Mungkin ia cukup paham dengan sikap elroy. Ia tak ingin kejadian silam terulang. Noah kembali merangkul wanita yang berada di sampingnya. Saat hendak berbalik untuk membuka pintu matanya terarah pada seorang gadis cantik yang juga menatapnya.


"Alana?"


TBC


anda memasuki zona konflik...


ini konflik teraman yang pernah ay bikin.


lupakan tentang Amnesia, lupakan tentang perpisahan karena itu ga berlaku pria egois seperti Elroy 🀣🀣🀣🀣


siapkan tisu jan kain pel ya 🀣 😘😘😘😘😘


komen yg banyak ya kesayangan ay 😘


just call me Ay a.k.a ai 🀣 karena ay bukan anknya odin. ay juga pegang pena bukan mjolnir 🀣🀣🀣 jadi jgn manggil Thor lagi 🀣