
"Elrooooy"
Suara teriakan seorang wanita mengema di mall besar itu. Alana berusaha menarik tangan elroy agar berhenti namun elroy sedikit kesal, pasalnya ia kenal betul suara jelek itu.
"Ada yang memangilmu"
"Biarkan saja" Elroy tak peduli, menarik tangan alana untuk pergi. Tapi tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang. Alana yang terkejut pun mencoba melepaskan tangan dari cekalan tangan Elroy. Alana tak ingin di cap sebagai wanita perebut pacar orang.
"Aku merindukanmu" kata wanita itu dengan manja
"Lepas" kata elroy dengan nada dingin.
"El aku merindukanmu, kenapa kau bersikap acuh padaku" wanita itu berucap dengan lebih manja. Alana yang melihatnya pun menjadi geli.
"Lepaskan atau aku meledakan kepalamu itu. Jangan membuat orang orang berfikir tentang hubungan kita!!!"
Mendengar perkataan elroy barusan membuat wanita itu melepaskan pelukanya.
"Aku akan membuatmu mencintaiku lagi"
"Memangnya Siapa yang pernah mencintaimu?"
"Aku tak perduli aku tidak akan berhenti untuk mengejarmu sampai kau sendiri bosan untuk menghindariku. Aku mencintaimu El" kata liona keras kepala.
Elroy yang menyadari kebungkaman Alana, ia pun merengkuh pinggang Alana. Supaya wanita itu tak salah paham dengan kondisi ini. Ya tentu saja alana paham, adu mulut antara Elroy dan Liona mengunakan bahasa ingris. Mengingat liona gadis asli rusia.
"See. Ini wanitaku" kata elroy dengan tersenyum memperkenalkan seorang gadis yang ada dalam pelukanya.
Liona yang sejak tadi tidak sadar dengan kehadiran alana menjadi terkejut.
"Kau bercanda?" Pekik liona.
Liona sangat cantik khas wanita rusia pada umumunya. Namun prilakunya tak sebaik penampilanya. Ya lihat saja ia sekarang. Ia lebih mirip seorang ****** dari pada seorang putri. Walaupum jika di lihat dari jauh wanita ini seperti barbie berjalan, Sekarang liona bergelayut manja di lengan kiri kekar elroy. Sementara tangan kanan elroy merengkuh pinggang alana.
"Lihat dia? Sudah jelek. Dan penampilanya ih..." Liona menatap jijik pada Alana, seolah Alana adalah setumpuk sampah.
"Heh... bisa ku pastikan jika sudah bosan kau akan meninggalkanya" kata liona spontan membuat Alana melepaskan pelukan Elroy. Ya memang itu yang sejak tadi bertenger di dalam kepala cantik alana.
"Snyat'? Ty dumayesh' ya otpushchu? Ona moya zhena I ona byla beremenna moim rebenkom" Elroy menjelaskan pada Liona.
(Lepas? Kau kira aku akan melepaskanya? Dia istriku. Dan dia pernah mengandung anaku)
Alana terlihat bingung dengan apa yang baru di katakan Elroy.
"Jangan bercanda El. Bercandamu itu keterlaluan!" Pekik Liona tak terima, bagaimana ia bisa kalah dengan wanita jelek ini? Cih
"Hanya aku yang pantas menjadi istrimu dan hanya aku yang pantas mengandung anakmu!" Mungkin mall besar itu penuh hanya dengan teriakan Liona.
Shit! Alana juga terlihat menikmati ciuman lembut Elroy. Ya elroy seperti magnet bagi alana. Ciumanya mampu melumpuhkan saraf saraf otak waras alana. Memangnya siapa yang sanggup menolak pesona pria tampan ini.
Sementara liona dan puluhan oh tidak itu ratusan pasang mata, cukup terkejut dengan apa yang sedang mereka saksikan. Pasalnya elroy memang terkenal brengsek dan selalu berganti wanita di atas ranjang. selama ini wanita yang selalu di gandeng el di depan umum adalah angel, Ibu kandunganya.
Dia tak pernah mengandeng siapa pun yang di akui sebagai pacar. Sikap dingin dan berbahayanya sukses membuat ia di segani oleh khalayak ramai dan para wanita sukses di buat tergila gila oleh wajah dan kastanya.
"Sayang... perkenalkan wanita ini adalah Liona Liendro" kata el dengan tersenyum lembut pada alana. Ya itu adalah pertama x seorang elroy bebicara selembut itu pada seorang wanita selain ibunya. Alana yang masih dalam pengaruh ciuman elroy sedikit bingung.
"Jangan membohongiku el. Kau memperkenalkan wanita seperti ini sebagai calon istrimu. Menjadi jalangmu saja dia tak pantas el" Liona benar benar kesal.
Alana sedikit kesal mendengar kata calon istri!. ternyata elroy mengakuinya sebagai calon istri dengan bahasa aneh tadi. Mungkin saat ini elroy akan mati di bawah kaki alana, alana sudah bersiap untuk menonjok dan menendang tulang kering elroy. Tapi saat mendengar kata kata liona itu membuat kekesalan alana memuncak. What... menjadi ****** saja tak pantas, mungkin barbie berjalan ini ingin alana melindas kepalanya dengan ban fuso.
"Memang. Dia tak pantas menjadi jalangku" mendengar perkataan elroy membuat alana menatap elroy dengan tatapan kematian. Mungkin hari ini adalah hari dua makluk di depanya ini untuk hidup.
"See, bahkan ibumu seratus oh tidak bahkan seribu kali lebih cantik dari dia" kata liona tertawa di sela kekesalanya. Seolah ia merasa sudah menang.
"Memangnya kau sendiri lebih cantik dari ibunya" kata alana yang kesal dan berjalan mendekati liona dengan menyingsing lengan jaket merah yang dia pakai.
Elroy yang tahu apa yang akan alana lakukan, menarik alana dalam dekapanya. Tidak lucukan jika sebentar lagi akan tersiar kabar seorang wanita cantik mati mengenaskan di tangan wanita bar bar ini.. Oke itu berlebihan
"Dia memang tak pantas menjadi jalangku. Karena dia di ciptakan untuk menjadi istri dan calon ibu untuk anak anaku" elroy mengeratkan pelukanya pada pingang alana. Sukses membuat alana jinak.
"Ayolah el. Kasihan dia sudahlah berlari dariku. Kau lihat penampilanya dan wajahnya aku lebih baik di atas dia. Dia bersanding di bawah kakiku pun belum tentu cocok el"
Fucking shit... barbie berjalan ini memang cari mati ya. Mata Alana membulat, mungkin jika tatapanya bisa membunuh orang sudah di pastikan Liona sudah mati sekarang juga. Elroy mencium pipi alana lembut. Sukses membuat liona mengeram kesal. Well sepertinya tak perlu kekasaran untuk membuat berbie berjalan ini kesal.
"Kalau kau merasa paling cantik pergilah. Berhenti mengejarku. Dan berhenti bersikap ****** padaku. Aku sudah memiliki calon istri dan aku mencintainya lebih dari aku mencintai diriku sendiri" kata elroy tulus tapi Alana menganggap itu adalah hal yang memuakan. Karena sikap dan kata katanya sangat bertolak belakang.
Well... Alana mengikuti permainan yang elroy bikin. Alana memeluk elroy dari samping dan membenamkan wajahnya di dada bidang elroy. Spontan membuat Elroy kaku. Pasalnya itu ada pertama kali Alana memeluknya terlebih dahulu.
"Sayang.. dia selalu menyakiti hatiku. Aku tidak ingin bayi kita mirip dia. Kau tahukan wajah dan mulutnya lebih buruk dari kotoran " kata alana dengan nada yang sangat manja. Sampai alana sendiri ingin muntah dengan apa yang baru saja keluar dari mulutnya.
Elroy menyadari bahwa itu hanyalah permainan, pasalnya bayi? Memangnya alana hamil? Mereka sudah lama kehilangan bayi mereka.
"Kau dengar? Berhenti mengejarku. Sampai matipun aku takan pernah melihat ke arahmu dan berhenti bersikap seperti ******" kata elroy terakhir kali sebelum membawa tubuh alana menjauh dari wanita itu.
Alana pun menatap liona dengan tersenyum sunguh ia puas membuat wanita cantik itu kesal. Ini adalah pertama kalinya alana membalas perkataan orang yang menyakitinya. Entah setan apa yang merasukinya. Entah karena kekesalanya pada elroy yang menumpuk sehingga semua orang yang menganggunya akan kena imbasnya.
Sementara liona, gadis itu hanya bisa menatap pungung elroy yang merangkul seorang gadis yang ia benci. Liona seakan akan bisu karena di permalukan di depan umum. Di depan seorang gadis jelek. Ini bukan pertama kalinya baginya menerima ucapan kejam elroy.
Pria itu memang terkenal dingin dan berlidah tajam. Keterlaluan dan selalu seenaknya sendiri, contohnya seperti saat ini pria itu seperti mengambil kesempatan dalam permainan alana. Ia merangkul alana sambil berjalan keluar gedung mall dengan sekali mencium kening alana. Alana hanya bersabar karena belum terlalu jauh liona. Ratusan mata menatap alana iri. Bagaimana wanita itu mendapatkan perlakuan seperti itu dari elroy. Seorang pria setampan malaikat dan bilionaire spain pula. Owh benar benar mengesalkan.
TBC