It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 39



Alana semakin bosan dengan hidup barunya. Kini semuanya terasa datar dan menyakitkan, kekosongan itu terasa makin menyiksa saat rindu bekerja pada porosnya.


Sebenarnya Alana merindukan pelukan Elroy. hanya saja, rasa kecewa seakan enggan pergi dari hatinya. Gadis itu duduk di ranjang dengan memeluk kakinya sendiri.


Bosan!


Walaupun ruangan itu tampak nyaman dengan segala kemewahanya. Nyatanya kenyamanan itu tak bergantung pada nominal uang.


Alana melihat setiap sudut kamar yang luasnya mungkin lebih besar dari keseluruhan rumahnya yang ada di indonesia. Kamar yang di dominasi warna silver dan pink itu tampak megah walaupun tak terisi barang barang bak putri raja.


Disana hanya ada ranjang tidur king size, nakas yang tertata rapi dengan lampu tidur berdiri tegak dan beberapa novel yang bertumpuk juga terlihat disana.


LED TV juga tergantung rapi bertepatan di seberang ranjang. Dan sofa santai yang bersisian dengan dinding kaca. Duduk di sofa santai itu bisa Memperlihatkan seluruh keindahan taman depan mansion yang tiap hari di tata rapi oleh tukang kebun.


Tempat yang sangat nyaman tapi kenyaman itu hilang di telan kekecewaan yang alana rasakan. Ia tak menyangka bahwa elroy akan sekejam itu. Mungkinkah elroy akan lebih buruk dari sondy?


Bagi alana kemarahan bukanlah alasan yang tepat untuk menghalalkan segala cara untuk menghabisi nyawa orang lain. Lalu matanya terarah pada jam digital yang bersisian dengan novel di atas nakas


Jam 6 sore!


Tiba tiba sebuah ide jahat muncul di benaknya. alana dengan cepat menurunkan kakinya dan berjalan menuju sebuah kamar yang tepat berada di sebelah kamarnya.


Kamar mansion terkesan maskulin. Dengan dominan warna hitam. Kamar itu milik elroy. pria itu tak menyukai ruangan yang besar karena baginya itu suatu hal yang keterlaluan. Ck jika seperti itu kenapa dia membeli mansion yang lebih besar dari mansion michel.


Tentu saja supaya ia lebih unggul dari ayahnya.



Alana tahu tadi malam elroy menginap di mansion karena tanpa elroy sadari alana juga memperhatikannya. Alana tahu jam segini bukanlah waktunya pria itu berada di mansion.


Alana tahu jelas jadwal elroy mengujungi mansion sebulan ini. Lalu ia mengendap endap untuk mencari barang berharga. alana berniat mencuri sesuatu yang bisa dia jadikan untuk biaya pulang ke indonesia


Alana terus mengendap dan mencari sesuatu di kamar itu. Biasanya di rumah orang kaya akan ada brangkas Ck! Kebanyakan nonton sinetron alay keknya. Sampai mata alana tertuju pada  sebuah macbook 12 inci yang sedang terbuka.


perlahan tapi pasti alana mendekati meja itu. ternyata kondisi macbook itu dalam kondisi standby. Dengan lancang dan dengan ke kepoan yang mengrogoti. Membuat alana menyentuh macbook itu. Disana alana melihat application diary berwarna hitam.


What application diary? Cowok nulis diary? Keknya terlalu lebay deh. Ets cowok itu manusia bung. Dia juga punya keluh kesah hal hal personal yang gak bisa ia ceritakan. Dia bisa menulisnya disana. Hanya hal hal personal yang terlalu berat. Atau para pria dewasa mengatakan itu adalah jurnal.


Alana terus menscrool kebawah, dia tak mengerti dengan apa yang tertulis disana. Karena catatan itu di tulis dengan bahasa spanyol. Alana mencoba mengartikan kalimat kalimat terakhir di google translet.


Seketika air mata alana jatuh, gadis iti menutup mulutnya. ia tak percaya dengan apa yang di tulis disana.


Aku tahu ini gila.


Tapi rasa rinduku selalu bertambah setiap harinya. Melihatmu saja aku merasa bahagia.


maaf... jika kegoisan ini selalu berakhir dengan menyakitimu.


Jujur aku tak menyesal telah menghabisi Dia.


Karena kau jauh lebih sakit dari yang aku lakukan padanya.


Dan...


Kita...


kehilangan anak kita al.


Aku tak pernah menyangka akan sesakit ini.


Saat adik ku pergi selamanya saja aku tak sehancur ini.


Tapi mengetahui kau terluka dan anaku tiada akibat ulahnya, aku begitu hancur.


Luka yang ku berikan memang begitu besar.                   


Bahkan kata maaf tak pantas buatkku.


Tapi ku harap tuhan berbaik hati memberikanku kesempatan untuk membuka hatimu.


Menerima pria brengsek sepertiku.


Jika kau mengatakan perasaan ini hanya keeogiasan semata.


Aku tak pernah merasakan ini pada wanita mana pun.


Yang jelas aku hanya merasakan ini padamu al.


AKU MENCINTAIMU ALANA.


Seketika kaki alana rasanya lemas ia terduduk di atas lantai dengan tangan masih menyentuh macbook itu. sambil terisak ia tak menyangka pria yang begitu tegar, pria yang begitu kuat. Ternyata begitu rapuh.


Rasa kecewanya hilang entah kemana. Ternyata elroy begitu hancur saat mereka kehilangan buah cinta mereka. Anak yang selama ini yang alana kira tak di inginkan oleh elroy.


Sementara di sisi lain elroy sampai di penthousenya. Elroy tampak lelah dan menghempaskan tubuhnya pada ranjang king size miliknya. Matanya menatap meja nakas. Seharusnya jam segini dia sudah ada di mansion untuk melihat alana. Hanya saja jika kali ini dia melihat alana, dia tak yakin jika bisa menahan rasa rindunya untuk memeluk alana.


Elroy menutup matanya dengan lengan kanan. Pria tampan itu terlalu merindukan alana. Wanita yang mampu mengubah hidupnya. Elroy tak menyangka kisah cintanya akan sesakit ini, mengingat alana begitu hancur malam itu. Dan dialah penyebab alana menangis sperti itu.


Berdiam diri sini tak akan mengurangi rasa rindumu el batin elroy


Elroy mendudukan dirinya di atas ranjang dengan sesekali mengacak rambutnya. Seakan pria itu terlihat benar benar frustasi. Lalu elroy memilih untuk  membersihkan diri dan memakai pakaiam casual. Ia benar benar gerah terus terus memakai pakaian formal.



Elroy telah siap dengan baju kaos putih dan celana hitamnya.  Sepertinya pria itu akan menjalani rutinitasnya seperti biasa. Menemui kekasih hatinya.


Lebih tepatnya menjadi bayangan seperti biasa di dekat alana. Ia mengambil ponsel, kunci mobil dan jaket kulit berwarna hitam yang memang sudah ia siapkan di atas ranjang dari tadi.


Ketika pria tampan itu berjalan menuruni anak tangga. Elroy menghentikan langkah kakinya, saat matanya melihat seorang wanita yang sangat ia rindukan berdiri tepat di depanya.


Sedangkan gadis itu merasa sedikit terganggu dengan tatapan yang di tujukan elroy padanya.


Hening!


Tak ada satu pun dari mereka yang berencana untuk mengeluarkan suara walau sekedar mengucapkan kata 'hai' atau 'apa kabar?' atau beralih dari posisi awalnya. 


"Aku bosan berada di sana. Aku ingin menginap di sini!" kata alana sedikit gugup dan berjalan menaiki tangga dengan mengabaikan elroy.


Elroy terlihat masih diam di posisinya tapi tatapanya mengikuti kemana alana berada. Saat sampai di atas alana berbalik


"Kau juga menginap disini. Jika kau tidak membebaskanku, setidaknya kau bertanggung jawab atas diriku" ketus alana.


Lalu alana berlalu menuju kamarnya. Bukan tanpa sebab alana bersikap seperti itu. Saat elroy juga diam, jadi alana sedikit ragu antara gensi dan salah tingkah. Mengingat sudah lebih dari sebulan mereka menjalin perang dingin.


Elroy yang awalnya tecekat kini tersenyum. Saat ia merasa bahwa gadis itu adalah sebuah ilusi tapi kata kata ketus yang terdengar merdu di telinga elroy dan wangi tubuh alana yang mampu membiusnya, itu terlalu jauh dari kata hayalan.


sebenarnya ia sedikit tak mengerti dengan situasi ini. Tapi setidaknya hatinya sedikit senang karena bisa menatap dan mendengar suara alana langsung.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sudah seminggu saat terakhir kali elroy dan alana kembali tinggal di atap yang sama. Tapi kebisuan tetap terjaga dengan baik. Bagaimana tidak? saat Elroy terus menghindari alana karena baginya itu adalah jalan terbaik supaya alana tidak merasa tertekan.


Sementara alana terus merasa gengsi untuk menyapa elroy duluan, mengingat bertapa kasarnya ia saat terakhir kali pada elroy. Alana terus mengunakan berbagai cara agar elroy mau berbicara padanya duluan .


Seperti Dari cara  mengunci kamar elroy dan menyimpan kunci kamar itu di kamarnya. Tapi nyatanya elroy seakan punya seribu cara juga menghindari alana. Ia mengunakan kunci cadanganya. Atau tidur di sofa ruang santai untuk bermalam.


Dan seperti saat ini alana menunggu El di depan pintu penthouse dengan kaos peach yang ia kenakan, Lengkap dengan makeupnya. Dia benar benar ingin berbicara pada elroy sekarang, untuk meluruskan situasi.



Matanya terus menatap layar intercom monitor yang terpasang di sebelah pintu. Ketika bola matanya melihat elroy berjalan menuju pintu. Dengan langkah cepat alana melepaskan gelang kaki pemberian elroy dan meninggalkanya di atas bawah lantai tangga. Dan dengan seluruh tenaganya ia berlari menuju kamarnya.


Elroy membuka pintu penthouse. Ia melihat penthouse miliknya yang terlihat tanpa penghuni. karena pelayan telah pulang jam segini dan gadisnya Seperti biasa, alana akan selalu mengurung diri di dalam kamar saat elroy telah kembali. Elroy menghela nafas pelan dan membuka jaznya lalu menyampirnya di atas bahu kanannya.


Elroy berjalan menuju dapur penthouse hanya untuk menghilangkan dahaga dan rasa lelahnya.


Walaupun ia merasa caranya dengan menghindari alana adalah cara terbaik untuk tak membuat gadis itu tersiksa. tapi ternyata tinggal seatap dengan gadis yang kini mengisi hatinya tanpa melakukan interaksi sosial. Cukup membuat elroy tersiksa.


TBC


makin gaje gak sih 😭


tapi entah kenapa dari semua yang ay tulis.. ay menyukai story ini..


respon dong syg