INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
MULAI DEKAT



Suasana dirumah Dev sangat dingin dan bau makhluk begitu menyengat hidung Angela. Untuk beberapa waktu, Angela menepuk-nepuk pipi Dev berulang kali. Beberapa menit kemudian ada angin yang sedikit terasa panas mendekati Angela. Seketika itu tubuh Dev menjadi kembali hangat dan mulai bergerak. Ia menoleh ke arah Angela dan berpura-pura baru bangun dari tidur. Namun masih pada posisinya yang tidur di pangkuan Angela.


"Kau? Sedang apa disini?" tanya Dev berpura-pura terkejut melihat Angela ada dikamarnya.


"Em,,,hari ini aku tidak melihatmu di kampus, jadi aku mencoba mencarimu kemari." jawab Angela.


"Darimana kau tahu aku tinggal disini."


"Itu,,hanya perasaanku saja."


"Benarkah?"


Dev bangkit dan berdiri menuju jendela. Dengan sekali tarikan, tirai jendela ia buka lebar sehingga cahaya matahari masuk kedalam memenuhi ruangan. Ia berjalan ke arah tempat tidur dan duduk disisinya sambil meraih gelas dan menuangkan air putih ke dalamnya. Ia minum beberapa tegukan lalu mengajak Angela pergi keluar menuju ruang makannya. Dev meminta Angela duduk disana sebentar. Sedangkan dirinya berjalan ke dapur yang ada di depan Angela untuk menyiapkan makan siang.


Dev sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, sehingga ia berbelanja beberapa bahan makanan, kemarin sore. Dengan begitu, ia mempunyai bahan makanan yang bisa dimasak. Biasanya Dev hanya akan mengkonsumsi makanan manusia satu minggu sekali untuk memberi nutrisi pada tubuh manusianya. Dari tempat duduknya, gadis itu memperhatikan Dev yang sedang memasak. Cara Dev memasak terlihat cukup terampil. Bau masakannya juga terasa sangat harum. Tanpa sadar, ia melangkah mendekati Dev.


"Kau bisa masak? Bau masakanmu harum sekali." ucapnya sambil mengendus aroma masakan yang lezat.


"Ah? Kenapa kau kemari, duduklah kembali. Aku tidak mempunyai makanan lain untuk kusuguhkan. Maaf kalau hanya ini yang aku punya." Dev memotong kentangnya. "Kadang-kadang aku harus memasak seperti ini untuk mendapatkan energi yang baik untuk ketahanan tubuh." jawab Dev mengatakan sesuatu yang nyata.


"Jangan repot-repot Dev, ini juga istimewa untukku. Apa selama ini kau masak sendiri? Kau tidak memiliki asisten?" tanya Angela.


"Asisten? Tidak. Aku bisa melakukan semuanya sendiri." ucap Dev sambil membalik daging yang sedang ia bakar.


"Semua? Seperti mencuci piring dan mengepel?" tanya Angela lagi.


"Ya. Begitulah."


"Apa aku boleh membantumu memasak?"


"Tentu saja."


Angela membantu mengaduk-aduk saus BBQ yang ada di wajan satunya. Bau harum saus itu membuat perutnya berbunyi cukup keras. "KRUCUK KRUCUK !" Angela terkejut dengan bunyi di perutnya. Ia merasa sangat malu pada Dev karena ia ketahuan sedang lapar. Namun pria itu hanya tersenyum mendengar suara perut Angela. Ia melihat muka gadis itu sudah sangat merah menahan rasa malunya sehingga ia tidak berniat membuatnya semakin kikuk. Saat saus BBQnya semakin kental, Angela masih saja melamun dan berbicara sendiri dalam hati. Dev mendekatinya dan merapatkan tubuhnya ke belakang tubuh Angela kemudian ia meraih punggung tangan Angela dan menggenggam sutil bersama-sama. Seperti sedang mengajari Angela memasak.


"Kau harus mengaduknya dengan cepat, kalau tidak sausnya akan gosong." ucapnya di dekat telinga Angela dengan perasaan datar.


Angela menoleh ke arah Dev dan melihat wajah pria itu begitu dekat dengan wajahnya. Matanya terus saja memperhatikan bibir Dev yang sedang berbicara. Bagi Angela, bibir Dev sangat seksi. Angela juga merasakan jantungnya berdegup sangat kencang. Ia menggigit bibirnya dan tidak berani berlama-lama menatap wajah Dev. Tiba-tiba Dev melepas pelukannya dan mematikan kompor. Tak lama kemudian masakan Dev sudah matang. Ia membuat dua porsi Steak dengan asparagus dan kentang sebagai pelengkapnya.



Dev meletakkan piring hidangan ke atas meja dan mempersilahkan Angela menyantap hidangannya. Gadis itu menurutinya dan mengajaknya makan bersama. Saat berlalu melewati Dev, Angela mengangkat rambutnya untuk dikuncir. Seketika Dev menghirup aroma daging segar dari tubuh gadis itu. Dev baru menyadari, bahwa sekarang ia tidak merasakan mual atau pusing lagi. Hey? Sejak kapan? Pikir Dev. Mereka menikmati makan siang dengan pelan. Dan tidak banyak bicara. Setelah selesai dengan makanannya, Dev mengatakan akan mengantar Angela pulang namun ia akan membersihkan badannya terlebih dahulu.


"Aku rasa hari sudah beranjak malam, sebaiknya kau pulang sekarang Ela. Aku akan mengantarmu pulang, tetapi tunggulah sebentar. Aku mau mandi dulu." baru pertama kali ini Dev memanggil nama Angela.


...----------------...


Dev keluar dari kamarnya dengan penampilan lebih segar. Ia celingak-celinguk mencari Angela namun gadis itu tidak ada di dapur. Tetapi dengan aroma daging segar gadis itu, Dev dapat dengan mudah menemukannya. Tampak olehnya gadis itu bersandar di sofa ruang tengahnya, dengan mata yang tertutup. Dev mendekati Angela dengan sangat pelan. Lalu duduk di lantai dan mengamati wajah cantik gadis itu. Dev melepas pengikat rambut Angela sehingga rambutnya kembali tergerai. Sembari memejamkan matanya, ia mendekatkan mukanya sangat dekat dengan tubuh Angela untuk menghirup bau daging segar milik Angela.


Tiba-tiba mata Angela terbuka lebar. Ia belum menyadari bahwa gadis itu sudah bangun. Mata Angela berkedip-kedip mengira ia masih ada di dalam mimpinya. Ia bermimpi sedang berciuman dengan Dev.


"Dev,,,," Angela merasakan bibir Dev semakin dekat dengannya sehingga ia menahan nafasnya dalam-dalam mengira bahwa Dev akan menciumnya.



Karena Angela memanggil namanya, Dev segera membuka mata dan melihat bahwa gadis itu sudah bangun dengan mata yang terbuka lebar. Ia sedikit malu dan segera mengusap mukanya karena ketahuan oleh gadis itu.


"Emm,,aku baru saja hendak membangunkanmu. Itu saja." ucapnya kemudian.


Karena Angela masih saja menatap wajahnya, ia segera bangkit dan mengatakan sudah siap mengantarnya pulang karena hari sudah malam. "Ayo pulang. Ayahmu pasti akan mencemaskanmu." ucap Dev mengatakannya sambil berlalu.



Dev mengantarkan Angela dengan mobilnya sampai depan rumah dan melihat ayahnya tengah berdiri menunggu di depan rumah. Dev merasa khawatir jika pemburu tua itu mengenali baunya. Sehingga ia tidak turun dan hendak pergi dari sana dengan alasan mempunyai janji untuk bertemu dengan Michael di sebuah toko buku. Angela pun mengerti. Jika pria itu adalah makhluk, maka ia akan takut kepada ayahnya yang seorang pemburu. Selama Dev menunggu Angela turun dari mobilnya, pemburu tua itu menatapnya sangat tajam. Ayah Angela dapat melihat Dev sebagai iblis dan mencium bau makhluk yang sangat kuat dan berbeda dari teman putrinya itu. Ia menyiapkan senjatanya untuk menembak Dev. Namun dengan cepat Dev menancap gas dan pergi dari pandangan pemburu tua yang sepertinya benar-benar ingin melenyapkannya. Setelah Dev berlalu, Johny bertanya pada putrinya.


"Apa kau sadar kau pergi dengan siapa?" tanya Johny.


"Maksud ayah?" Angela berpura-pura belum tahu.


"Apa kau tidak mencium bau makhluk darinya?" tanya Johny lagi pada putrinya.


"Aku menciumnya ayah. Tetapi,,,,"


"Jangan katakan kau mencintainya. Makhluk itu bukanlah manusia sesungguhnya. Mata manusia bisa dia kelabui. Tetapi mata seorang pemburu tidak bisa dia bohongi." Johny mulai menyelidiki putrinya.


"Dia baik ayah. Aku rasa dia juga tidak jahat. Aku merasakan dia berbeda,,,,"


"Apa kau pernah menghisap asap merah yang ia keluarkan dari mulutnya? Kenapa kau terdengar seperti sedang membelanya. Semua manusia yang menghisap asap merah darinya akan terbutakan oleh cinta dan hawa nafsu. Sepertinya, dia adalah Incubi yang pernah kita kejar dari rumah Abigail. Ayah masih mengingat rupanya." ucap Johny serius.


"Apa?" mendengar itu Angela ingat tentang iblis yang ia kejar dari rumah Abigail. Panah penghancurnya berhasil mengenai pundak dan lengan iblis itu. "Jadi, waktu itu Devlah yang terkena panahku?" tanyanya dalam hati. Angela bingung. Apa yang harus ia lakukan sekarang. Memburu Dev bersama ayahnya, atau justru akan melindunginya.


...----------------...


Terima kasih sudah membaca ~Incubus Snares~ ,,,,


πŸ‘‰ Lanjut baca episode 10 ya,,,,,πŸ˜„


Tinggalkan likeπŸ‘ dan rate nya🌟....


.


.