INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
MENYAPA



Didalam api yang mendidih, Dev menenggelamkan tubuhnya sampai batasan lehernya. Berjam-jam lamanya ia berada di dalam api tersebut. Bahkan sudah semalaman ia berada disana. Hingga pagi datang, Dev naik ke permukaan dan memanggil pelayannya karena merasa lapar. Kini tubuhnya sudah kembali segar seperti semula. Namun pada bekas tancapan tombak dan panah, muncullah simbol hitam seperti biasanya jika makhluk terkena senjata pemburu. Ia menyuruh pelayan lamanya memanggil Bianca ke kamarnya.


"Panggil pelayan baru itu. Suruh dia ke kamarku segera." ucapnya.


Tak lama kemudian, datanglah Bianca ke kamar Dev. Wanita itu bisa dikatakan masih hidup tetapi juga sudah mati. Mayat wanita yang dibawa Dev ke istananya, akan ia beri kesempatan hidup di istananya. Jika di istana, mereka akan tampak masih sama seperti saat sebelum mereka mati. Mereka akan melayani apapun keinginan Dev. Jika mereka patuh, setiap malam-malam datang Dev akan memberi mereka kesempatan untuk melihat dunia atas dan berjalan-jalan disana. Tetapi mereka tidak bisa keluar begitu saja dari istana saat pagi sampai sore karena matahari akan membakar mereka hingga hancur lebur tak tersisa.


"Kemarilah. Buat aku kenyang." ucap Dev mendekap tubuh Bianca dengan erat dan membawanya ke atas batu yang menjadi tempat tidurnya.


Dua jam kemudian Dev selesai dengan makanannya. Wanita itu memberinya kepuasan dan tenaga ekstra untuk hari ini. Tanpa berlama-lama, Dev naik kerumah atas untuk berganti pakaian dan bersiap ke kampus. Hari ini ia merasa bersemangat untuk bertemu Angela. Berkat kebesaran hati gadis itu, kini ia masih bisa hidup.


...----------------...


Dev berjalan menuju kelasnya ketika seseorang memanggil namanya. Ternyata yang memanggilnya adalah Casandra. Seorang wanita jelmaan Succubus. Dulu ketika Dev hidup di jaman sebelum masehi sebagai seorang bangsawan, ia mati di tangan Casandra. Iblis wanita yang datang mengendap-endap untuk mencari kepuasan darinya. Saat itu Dev melawan dan sempat bertarung dengannya. Namun Casandra menangkap Dev dengan ekornya. Lalu ia mengikat tangan dan kaki Dev pada rantai dan melanjutkan aktifitasnya bersama Dev yang semakin sadis. Hingga akhirnya Casandra menghisap semua tenaga dan darahnya, akhirnya Dev tewas seketika. Bahkan Dev sempat pula menjadi budaknya. Tetapi lama kelamaan Dev dapat menguasai kekuatan leluhur mereka dan memenangkan tahta bangsanya. Dan berhasil hidup menjadi salah satu Incubi terkuat yang pernah ada di muka bumi ini.



"Devian !" teriaknya.


Dev berhenti sejenak untuk menoleh ke asal suara. Dari jauh tampak Casandra berlari mendekatinya dan mengajak Dev ke sudut ruangan. Ia hendak memberitahu Dev bahwa kemarin malam ia melihat beberapa pemburu terluka di depan sebuah gereja. Saat itu ia berpikir pastilah ada makhluk yang dapat mengalahkan mereka. Dan pikirannya langsung tertuju pada Dev.


"Hay Devian. Kau semakin tampan saja. Aku jadi teringat saat pertama menyentuhmu." ucap Casandra melingkarkan tangannya ke leher Dev.


Dev menyingkirkan tangan Casandra dari lehernya. Dan meminta wanita itu segera mengatakan hal yang ingin ia sampaikan.


"Iya iya baiklah. Kau sudah tahu, para pemburu sudah mulai bergerak ke kota ini. Kemarin aku melihat beberapa dari mereka terlihat terluka. Apa kau yang melakukannya?" ucap Casandra sambil waspada.


"Ya. Semalam aku bertarung dengan mereka." jawab Dev singkat.


"Lalu apa yang harus kita lakukan? Selama ini bangsa kita hanya bersembunyi dari para pemburu. Tapi aku sudah lelah jika harus lari dan bersembunyi dari mereka." ucap Casandra.


"Apa kau tahu ada berapa banyak bangsa kita yang berada di kota ini? Dan ada berapa pula yang mampu menyamar menjadi manusia?" tanya Dev.


"Aku belum tahu, aku akan mencari info untukmu. Tetapi mungkin akan sangat sulit mengumpulkan info dalam posisi bangsa kita yang dari dulu tidak pernah akur." Casandra mengusap-usap dada Dev.


"Berjaga-jaga saja kalau bisa bangsa kita harus saling membantu." Dev mencoba berpikir lain.


Tiba-tiba saja Angela lewat di depan mereka dan menatap Dev. Tanpa ba bi bu lagi, Dev segera mengejar Angela dan meninggalkan Casandra. "Kita akan bicarakan ini lagi nanti." ucap Dev sambil berlalu.


...----------------...


Angela melihat Dev datang menghampiri dan menyapanya. Pria itu tampak lebih segar dari kemarin malam.


"Ela?" panggil Dev.


"Hay Dev. Tampaknya kau seorang yang istimewa dihati para wanita." jawab Ela sedikit cemburu.


"Wanita tadi sepertinya sangat menyukaimu. Benar begitu?"


"Tidak bukan begitu. Dia seorang Succubus. Dulu, di tangan Casandralah aku tiada. Aku tidak bisa menyukainya, begitupun sebaliknya." ucap Dev lirih.


Mata Angela terbuka lebar mendengar ucapan Dev. Ia baru tahu, bahwa di kampusnya juga ada makhluk lain yang berwujud seorang wanita. Ia juga baru menyadari jika Incubus menggoda para wanita, maka Succubus menggoda para lelaki. Dan mereka benar-benar ada di sekitar manusia. Mengelabui mata-mata normal mereka.


"Apa dulu terasa sakit?" tanya Angela berhenti berdiri menghadapi Dev.


"Apanya?"


"Saat Casandra membuatmu tiada." tanya Angela menatap wajah Dev begitu dalam.


"Kenapa kau ingin tahu?" Dev menyelidiki mimik muka Angela.


"Aku hanya ingin tahu." ucapnya. "Tetapi jika kau tak ingin memberitahukan itu kepadaku, aku juga tidak akan memaksa." lanjut Angela tersenyum manis.



"


Wajah gadis itu, membuat Dev merasa nyaman ada didekatnya. Ia menatap mata bulat sipit milik Angela. Kemudian Dev menundukkan kepala dan menceritakan kejadian dimana dulu Casandra membuatnya tiada.


"Kau ingin tahu bagaimana rasanya saat dia membuatku tiada?" Dev bertanya sebentar. "Rasanya lebih sakit dari rasa sakitku kemarin malam. Karena pada saat itu aku masih seorang manusia." jawab Dev jujur.


Angela menyentuh pipi Dev. Ia mencium bau makhluk yang sangat kuat dari dalam diri Dev. Ia juga melihat bahwa Dev sebenarnya tidak jahat kepada manusia lainnya. Hanya saja ia seorang iblis penggoda dan pencuri kenikmatan dari seorang wanita. Dev merasakan sentuhan tangan Angela begitu terasa hangat dipipinya.


"Kenapa kau tidak takut kepadaku? Bukankah kau sudah melihat wujud asliku? Kau seharusnya berteriak ketakutan seperti wanita lain yang pernah melihat rupaku." tanya Dev ingin tau.


"Aku takut kepadamu. Tetapi,,,," Angela tidak melanjutkan ucapannya. "Ah? Kelas kita sudah mulai pelajaran. Mari masuk, tidak baik berlama-lama berduaan disini." Angela mengalihkan pembicaraan.


Angela melangkah masuk diikuti Dev dibelakangnya. Semua mata memandangi mereka berdua. Saat Angela duduk di kursinya, Abigail meliriknya dengan rasa cemburu. Walaupun ia sudah memiliki Cristian, tetapi ia juga menaruh rasa suka pada Dev. Karna Dev sering sekali datang dalam mimpinya dan melakukan sesuatu yang panas bersamanya.


...----------------...


👉***Hay pembaca setia, terima kasih sudah membaca cerita Incubus Snares,,


Lanjutt baca epidode 13 ya,, 😉


Mohon tinggalkan like & ratenya,,,,,berikan pula komentar yang membangun,,,,😘***


.