
Pertarungan antara pemburu dan gollum itu begitu berasa membuang-buang tenaga. Mereka terus berdatangan dan memojokkan para pemburu.
Karena Dev sudah kehilangan kesabaran, ia menyabetkan ekornya sehingga beberapa tubuh gollum remuk dengan cairan hijau yang muncrat kemana-mana, Dev juga menyemburkan api dari mulutnya dan membakar semua gollum yang ada disana. Setelah Api itu sedikit padam, tampak tubuh-tubuh gosong berserakan. Melihat banyak dari mereka yang tewas, gollum yang tersisa pun melarikan diri dari tempat pertarungan. Mereka semua sekarang benar-benar takut pada iblis merah.
Para pemburu membuat giliran jaga. Dan dua orang berjaga untuk malam itu yaitu Torus dan Mary. Kemudian yang lainnya melanjutkan beristirahat. Sedangkan Dev dan kedua succubi bertengger di pohon-pohon dekat dengan pemburu. Sehingga tidak ada lagi makhluk yang berani mendekati manusia-manusia tersebut. Ketika matahari mulai terbit, para pemburu mulai bersiap kembali. Setelah mengisi kantung-kantung air, mereka pun melanjutkan perjalanan. Mereka mengambil kayu-kayu panjang untuk membantu menggeser posisi rakit saat meluncur di air.
Setelah melewati air terjun terakhir, mereka sampai juga di gua tempat persembunyian Feldor. Tetapi para pemburu masih harus mendaki ke atas tebing terlebih dahulu untuk mencapai puncak gua. Setelah Caleb menambatkan tali rakit mereka ke sebuah batu yang tampak kuat, mereka mulai mendaki ke atas dengan perlahan.
"Setelah sampai di atas, kalian bersembunyilah dulu. Aku akan memancing Feldor keluar dari gua. Setelah Feldor pergi, kalian selamatkan Angela didalam. Casandra dan Violet akan berjaga didepan gua. Kalian mengerti?" ucap Dev pada para pemburu.
"Ya. Kami akan bersembunyi disisi gua dan menunggumu membawa keluar iblis itu." jawab Caleb.
Setelah rencana mereka matang, Dev dan kedua succubi memeriksa keadaan gua terlebih dahulu. Dev tidak mencium bau Feldor didalam. Ia melihat begitu banyak kantung-kantung kelelawar diruangan pertama. Karena Feldor tidak ada disana, Dev mencoba masuk lebih dalam lagi dan memeriksa semua belokan. Hingga ia menemukan sebuah penjara dengan banyak gadis didalamnya. Ia melihat Angela duduk bersama gadis-gadis itu dan segera memanggilnya.
"Ela !" Dev mendekati jeruji besi.
Angela terkejut melihat Dev ada didepannya. Ia segera bangkit mendekati Dev dan berusaha untuk meraih-meraih kepala Dev. Ia menangis karena ia begitu merindukan pria itu. Ia yakin bahwa Dev akan segera menyelamatkannya dari sana. Dev mendekatkan kepalanya karena ia juga merasa begitu merindukan gadis itu. Dengan penuh kerinduan, Dev mencium bibir Angela dari balik jeruji. Semua gadis yang berada disana terkejut melihat manusia bersayap dan berekor yang mencium teman mereka tersebut.
"Dev, keluarkan kami dari sini. Feldor menculik anak-anak gadis untuk dijadikan makanan bagi kantung-kantung kelelawar. Semakin banyak gadis yang ada di penjara ini, semakin banyak pula persediaan darah yang ia punya. Satu persatu dari kami akan mendapat giliran menjadi makanan mereka." ucap Angela setelah menyelesaikan ciuman mereka. Penampilannya tampak sedikit lusuh dengan noda-noda darah dibajunya.
"Baiklah, kalian mundurlah beberapa langkah. Aku akan melelehkan jeruji besi ini." ucap Dev.
Setelah semua mundur menjauh dari jeruji besi, Dev menyemburkan apinya ke besi tersebut. Sampai besi itu benar-benar meleleh. Angela segera menjatuhkan diri ke pelukan Dev. Ia benar-benar merindukan pria itu. Ia memeluk Dev dengan eratnya. Kemudian ia mengulangi ciumannya. Tetapi karena Dev merasa gadis-gadis itu belum aman, ia melepaskan ciuman Angela.
"Cepatlah, kita semua harus segera pergi dari sini." ucap Dev menggiring semua gadis untuk keluar dari gua.
Setelah mereka berhasil keluar, Dev memerintahkan mereka untuk bersembunyi di cekungan tebing di sisi gua. Sementara itu, para pemburu juga sampai disana. Mereka melihat banyak gadis yang keluar dari gua.
"Iblis itu menculik semua gadis?" tanya Caleb.
"Ya benar. Feldor mengambil darah mereka untuk dijadikan makanan bagi kantung-kantung kelelawarnya." ucap Dev.
"Baiklah. Kita hancurkan kantung-kantung kelelawar itu." ucap Johny.
"Violet, Casandra. Kalian jaga gadis-gadis itu. Jangan sampai ada yang melukai mereka." perintah Dev.
Semua pemburu masuk kegua dan menghancurkan setiap kantung kelelawar yang mereka temui. Pada saat seperti itu, datanglah Feldor. Makhluk itu sangat marah saat melihat bayi-bayi kelelawarnya dihabisi oleh pemburu. Dengan segera ia menyerang para pemburu. Namun Dev muncul dan menyerangnya tiba-tiba. Mereka berdua bergulung-gulung di dalam gua dan menghantam dindingnya saling menyerang. Ditengah pertarunganya dengan Dev, Feldor mengangkat tangannya tinggi-tinggi dan mengucap sesuatu. Kemudian dari kantung-kantung yang belum terkena sabetan pedang, keluarlah kelelawar-kelelawar monster yang haus darah. Mereka terbang kesana kemari mencari suhu hangat dari manusia.
"Aaaargghh ! Yen, tolong aku ! Tolong aku !" teriakan Josep meraung-raung.
Kelelawar membawanya kedalam lubang yang berselimut cairan liur dari kelelawar, seperti jaring laba-laba tetapi bertekstur lengket. Namun Josep tidak bisa diselamatkan. Ia tewas dimangsa beberapa kelelawar yang menarik dirinya kedalam lubang dengan ganas.
Dev masih bertarung dengan Feldor. Ia memukul dan menyabetkan ekornya pada tubuh iblis lawannya. Mereka saling membuka mulut lebar-lebar bersiap menggigit satu sama lain. Beberapa kali Dev meninju kepala Feldor. Karena tangan Feldor mulai menusuk dadanya. Dev berusaha menusukkan ujung ekornya yang tajam ke mata Feldor. Dengan tangannya yang masih mencoba memukul dan merenggangkan rahang iblis hitam itu. Feldor terus mencoba membenamkan jarinya untuk mengambil jantung Dev. Karena Dev melawan, Feldor kesulitan mengambil jantung incarannya itu. Mereka saling menggeram dan menunjukkan taringnya. Kemudian saling menggigit dan meremukkan tulang.
Para pemburu masih berkutat pada serangan kelelawar. Mereka menarik dan menghisap darah pemburu. Namun tujuh orang berhasil menyelamatkan diri. Mereka juga menghabisi dan membakar semua kelelawar yang ada ditempat tersebut. Ketika gua akan meledak, semua pemburu keluar dan melompat. Seketika ledakan besarpun terjadi.
"BUUUMM !!" Suara ledakan.
Dev berteriak pada para pemburu. Agar mereka segera menembak Feldor dengan tembakan asam sitrat. Juga dengan panah-panah mereka. Sedang Dev sendiri akan menahan iblis itu agar tidak bergerak kesana kemari.
"Cepat tembakan tombak kalian kemari. Jangan pedulikan aku !" ucap Dev.
Angela yang sedari tadi hanya menonton dibalik cekungan batu, segera keluar dan tidak mengizinkan ayahnya menembak.
"Jangan ayah ! Kalau kau tembak Feldor dalam keadaan seperti itu, Dev juga akan terkena panah kalian !" teriak Angela ketakutan karena Dev tepat bersama Feldor.
Karena Feldor masih belum bisa dimusnahkan oleh Dev, Dev menyuruh Caleb sekali lagi. Untuk menembakkan senjata mereka sekarang juga. Dev dan Feldor masih saja bergumul dan saling menyakiti. Walaupun rahang dan sayap Feldor telah dipatahkan Dev, tetapi tangan Feldor berhasil menyentuh jantungnya. Dev menyalakan api pada tubuhnya untuk membakar Feldor, tetapi tubuh Feldor hanya hangus dan berlubang namun tidak hancur. Dengan keyakinan yang bulat, Dev menyuruh para pemburu sekali lagi. Ia akan mengorbankan dirinya hancur bersama iblis hitam.
"Tembakkan senjata kalian sekarang juga ! Atau kalian akan kehilangan kesempatan untuk menghancurkan dia. Aku tidak bisa menahannya terlalu lama !" ucap Dev yang semakin merasa kesakitan karena jantungnya sudah berada dalam genggaman Feldor. Ia berusaha agar Feldor tidak bisa mengeluarkannya dari dalam tubuhnya.
Setelah Caleb berpikir lama, ia akhirnya memberi perintah untuk mengarahkan semua tembakan pemburu pada kedua makhluk itu. Dan tentu saja hal itu membuat Angela dan kedua succubi berteriak dan memanggil nama Dev. Mereka merasa sedih jika harus kehilangan Dev.
...----------------...
👉 Lanjut episode 30 ya,,😉
Jangan lupa Likenya,,
.
.
.