INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
PILIHAN HIDUP



Setelah beberapa bulan Dev menjalani hidup sebagai pekerja kantoran, ia semakin sibuk. Angela merasakan hari-harinya bersama Dev tidak lagi seperti semula. Ia tidak bisa berlama-lama memanjakan diri bersamanya. Hingga disuatu akhir pekan saat Dev mendapatkan hari liburnya, Angela ingin mengajak Dev jalan-jalan diluar. Ia ingin mereka menghabiskan waktu bersama sepanjang hari. Saat ia bangun dari tidurnya, ia segera membangunkan Dev pula. Ia melirik jam dinding yang sudah menunjuk pukul 06.02.


"Dev, bangunlah. Mari pergi jalan-jalan." ucapnya mengusap-usap lengan Dev yang masih terlelap.


"Hmmm,,," suara Dev menjawab ucapan Angela.


"Ayo bangun,,,," Angela mengecup bibir Dev.


"Baiklah,,, tapi sebelum itu beri aku sesuatu,,," ucapnya sambil menggeliat merenggangkan otot ditubuhnya.


"Kau mau aku melakukan apa?" tanya Angela manja.



Dev meraih Angela dan menciumnya. Ia mendekap tubuh gadis itu rapat-rapat. Tangannya mengusap-usap punggung Angela dan semakin turun, ia menarik tubuh Angela sehingga gadis itu berada diatasnya.


"Apa kau belum puas dengan yang semalam?" bisik Angela di leher Dev.


"hmmm,,aahhh,,," jawab Dev hanya dengan desahan karena Angela mulai naik turun.


Gadis itu tersenyum. Ia tahu seperti apa Dev. Pria itu selalu ingin melakukannya jika ia berada didekatnya. Sudah satu tahun ini ia menjalani hidup bersama pria yang dicintainya itu dan sudah selama itu pula ia melakukannya bersamanya. Johny selalu bertaya bagaimana kelanjutan hubungan antara dirinya dengan Dev. Angela tidak ambil pusing soal itu. Selama Dev masih ada disisinya, ia akan melakukan apapun untuknya.


Jam 09.15 menit.


Mereka hampir menyelesaikan aktifitasnya ketika Johny berkata dengan keras didepan kamar Dev bahwa ia hendak pergi bekerja. Angela pun menjawab dengan suara yang juga keras.


"Baik ayah ! Sampai jumpa makan malam nanti. " ucapnya ditengah-tengah gerakan yang Dev lakukan.


Saat Dev berhenti mengguncang, ia mengerang panjang. Dan menjatuhkan diri kesamping tubuh Angela. Keringatnya tampak membasahi diseluruh tubuhnya. "Kau mau pergi jalan-jalan kemana?" tanya Dev dengan nafas tersengal-sengal.


"Kemana saja. Kita jalan kaki dengan santai. Oke?" Angela sama tersengalnya.


Kemudian Dev bangun dan menuju kamar mandi. Ia pergi membersihkan diri hingga tiga puluh menit berlalu. Akhirnya, Dev keluar dan segera berganti pakaian dengan kaos santainya. Ia meraih sesuatu dari dalam lemari pakaiannya dan segera mengantonginya di saku celananya. Ketika ia melihat Angela masih enggan beranjak dari tempatnya. Dev melangkah mendekati jendela dan membuka tirainya. Sekarang tampaklah dengan jelas tubuh Angela yang polos. Karena merasa silau, Angela menutup diri dengan selimut. Ia tertawa-tawa karena Dev membuatnya kesilauan.


"Ayo lekas bersihkan dirimu. Atau kita batal jalan-jalan." ancam Dev dengan berkacak pinggang.



"Iya baiklah" Angela memperhatikan Dev yang sedang pergi ke meja bacanya dan menulis sesuatu di bukunya.


Angela pergi mandi dan bersiap untuk menikmati hari libur mereka. Ia juga memakai kaos santai tanpa lengan dengan dalaman merah. Dengan cepat ia mendekati Dev yang sedang sibuk menulis. Karena Angela sudah selesai bersiap, Dev menutup bukunya dan mengajak Angela keluar dari kamar. Mereka turun ke jalanan dan mulai berjalan kaki menuju pemukiman padat. Sambil mengayunkan tangannya, Dev berjalan disamping Angela. Matanya sesekali menatap bangunan tua yang dari dulu belum berubah.


Sampai ditaman kota, Angela berhenti dan menghirup nafas menikmati kesegarannya. Ia terus menggandeng tangan Dev dan duduk disana. Kemudian karena taman itu sepi, ia mengajak Dev bermain ayunan. Mereka tampak bahagia, bahkan mereka tampak seperti sepasang anak kecil yang sedang bermain bersama. Berkejar-kejaran, bermain prosotan. Sambil sesekali berlari dan berpelukan.


Walaupun sebenarnya Dev tidak suka melakukan hal itu, ia tetap melakukannya hanya untuk membuat Angela tertawa. Dan ketika gadis itu mulai kecapekan, ia menyuruhnya duduk dan beristirahat.


"Apa kau senang hari ini?" tanya Dev.


"Ya. Aku senang sekali bisa berlama-lama bersamamu. Sejak kau bekerja, kau selalu menghabiskan waktumu dikantor." ucap Angela manyun.


"Aku minta maaf. Hanya dengan begitu aku bisa hidup sebagai manusia." jawab Dev tersenyum.


"Aku tahu."


"Iya?"


"Apa kau mau menikah denganku?" tanya Dev membuat Angela terkejut.


"Apa kau sedang melamarku?"


"Ya." Dev mengambil kotak cincin yang tadi ia kantongi. Kemudian ia buka dan ia dekatkan pada gadis yang dicintainya tersebut.


"Tentu saja aku mau." Angela meraih tangan Dev.


Setelah Dev memakaikan cincin dijari manis Angela, kedua manusia itu berjalan berdampingan sambil bergandengan tangan. Mereka melewati beberapa rumah penduduk yang sedikit lengang. Hanya tampak beberapa wanita tua yang sedang duduk saling memijit punggungnya. Dan beberapa anak-anak yang berlarian bermain gundu. Hanya sesekali terdengar mobil dan kendaraan lain yang melewati jalan depan dan persimpangan. Angela tiba-tiba saja tersandung dan hampir jatuh karena tali sepatunya terlepas. Untung saja genggaman tangan Dev begitu erat sehingga gadis itu tidak jatuh.


Disebuah rumah yang berpagar tembok setengah badan, Dev menjunjung tubuh Angela dan mendudukkannya di atas tembok pagar tersebut. Dev meraih tali sepatu Angela yang terlepas dan mengikatkannya.


"Kau harus mengikatnya dengan kencang seperti ini." ucap Dev masih menunduk mengencangkan kedua tali sepatu Angela.


Dari atas tembok, Angela memperhatikan hidung Dev yang mancung. Ia tersenyum karena perhatian yang diberikan Dev padanya. Saat pria yang sedang ia perhatikan itu menengadahkan kepalanya, ia tersenyum lebar sambil menyentuh pipi kekasihnya itu. Dev mengangkat alisnya dan sedikit tersenyum.


"Apa?" tanyanya.


"Tidak."


"Kenapa kau terus menatapku?"


"Hmmm,,,"


"Pasti karena aku tampan. Benar kan?" Dev menggoda Angela.


"Hmm,,sayang sekali,,,"


"Apa? Kau akan bilang aku jelek?" ucap Dev pura-pura kesal.


"Tidak, bukan begitu."


"Lalu?" tanya Dev ingin tahu.


"Kemarilah, dekatkan telingamu. Aku akan katakan padamu,,,," ucap Angela.


Dengan penasaran Dev mendekatkan kepalanya untuk mendengar hal apa yang akan disampaikan Angela padanya. Ketika kepala Dev sudah berada tepat didepan Angela, gadis itu mencondongkan tubuhnya sedikit kedepan dan dengan cepat mengecup pipi Dev. Angela tertawa-tawa karena ia bisa membohongi kekasihnya. Karena merasa dibohongi, Dev pun mencubit hidung Angela. Tak disangka, ada beberapa pemuda yang lewat dijalan itu dan bersiul-siul melihat kemesraan mereka berdua. Dev menoleh untuk memastikan bahwa mereka bersiul bukan karena sedang menggoda kekasihnya.


"Sudahlah. Mereka hanya lewat Dev. Mari lanjutkan perjalanan." ajak Angela.


...----------------...


👉 Lanjutkan episode 40 ya 😉


*


*