INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
DEMON HUNTER



Selama ini, Dev menghisap tenaga korbannya tidak sampai habis seluruhnya. Karena ia tidak mau meninggalkan jejak di sana sini yang dapat mengundang perhatian para pemburu. Hanya sesekali saja ia menculik wanita dan membawanya ke rumah bawah tanahnya untuk dijadikan pelayan. Untuk menggantikan pelayan lain yang tewas karena siksaannya. Di dalam istananya, Dev seringkali berubah menjadi wujud aslinya yang menakutkan. Tetapi sering pula ia tidur dirumah atas sebagai Dev biasa.


Malam itu Dev datang ke rumah Abigail dalam wujud iblisnya untuk mengambil tenaga gadis manis itu. Ia mengintip dari luar jendela kamarnya dan melihat Gail belum tidur. Ia masuk ke kamar Abigail dan tetap berada di sudut yang gelap. Kemudian mulutnya terbuka dan mengeluarkan asap kemerahan dari dalamnya. Asap itu bergulung-gulung mendekati Abigail dan karena Gail menghirup aroma makhluk milik Dev, seketika aroma makhluk membuat gadis berambut merah itu merasa sangat mengantuk. Abigail menutup buku catatannya dan beranjak pergi ke tempat tidurnya seperti sedang dihipnotis. Ia tidak bisa melihat bahwa di sampingnya ada Dev yang telah lebih dulu berbaring disana dengan senyuman yang menampakkan gigi-gigi taringnya.


Setelah Abigail terlelap disampingnya, Dev segera masuk ke alam mimpi gadis itu dan menjelma sebagai wajah Cristian, pacar Abigail. Ia mengajak gadis berambut merah itu untuk melakukan aktifitas seksual bersamanya. Dengan sentuhan dalam mimpinya, Abigail tampak sudah masuk dalam jerat Dev. Tatapan matanya menjadi kosong tak berdaya. Ia juga sama sekali tidak menyadari bahwa saat itu tubuhnya sedang di jilati oleh Dev dengan lidah panjangnya. Dengan kuku jemari yang panjang dan tajam, Dev membuka mulut Gail dengan pelan kemudian menghisap darah dari tenggorokan Gail dengan lidah yang ia julurkan kedalam mulut gadis itu. Sedikit demi sedikit, warna kulit Gail berubah menjadi pucat. Semakin larut malam, dengan leluasa pula iblis itu menikmati setiap jengkal tubuh Gail. Tangan dengan kuku panjang itu meraba bagian bawah Gail.


"Hmmm,,," suara Dev menjilati-jilat cairan yang ada ditangannya.



KUK KUK KUK !!


Suara deru angin membuat malam semakin mencekam, ditambah suara burung hantu yang membuat setiap orang merasa begitu merinding. Angela mencium bau aneh dari rumah tetangganya. Bau itu seperti bau makhluk namun tidak begitu busuk. Ada aroma lainnya yang ia sendiri tidak tahu aroma apa itu. Ia melirik jam dinding dan melihat jarumnya menunjuk pukul 02.12.


"Bau ini? Bukankah? Ah, sudah lama aku tak mencium bau-bau makhluk seperti ini. Apakah masih ada makhluk seperti itu di bumi?" Angela meraih gulungan kertas dan sebuah kompas tua miliknya.


Ia menggigit sedikit jarinya hingga mengeluarkan darah lalu mengusapkannya pada lingkaran simbol yang ada di dalam kertas gulungan. Seketika simbol itu menyala dan dengan cepat ia meletakkan kompas di tengah-tengah lingkaran simbol tersebut. Jarumnya bergerak-gerak menunjuk ke arah rumah Abigail. Kompas itu adalah arah penunjuk keberadaan iblis. Jika kompas itu mengarah ke suatu tempat, berarti pada arah yang ditunjuk jarum kompas terdapat makhluk yang tak begitu jauh dari dekatnya.


GLEK !? Angela meneguk ludah. Apakah kali ini ia harus menghadapi makhluk lagi? Baru saja ia menyelesaikan meditasinya, ayah Angela membuka pintu kamar putrinya dengan tergesa-gesa.


"Apa kau mencium bau makhluk itu? Ayo kita kejar dia." ucap ayah Angela.


Dengan sigap Angela mengenakan topeng untuk menutupi wajahnya lalu meraih busur panahnya dan mengalungkannya di punggung. Ia dan ayahnya melompat melewati jendela dan naik ke atap rumahnya dan mencari sesuatu yang bisa mereka pijak untuk memudahkan mereka menuju ke lokasi makhluk tersebut.


Karena Dev tiba-tiba saja mencium bau pemburu yang sangat kuat dan satunya lagi sedikit lemah, ia segera mengerti bahwa ada dua orang pemburu yang sedang menuju ke tempatnya bersenang-senang. Dev merasa kesal karena kenikmatannya diganggu. Tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa, dengan kecepatan bagai kilat ia melompat pergi dari rumah Abigail, meninggalkan tubuh Gail yang yang sudsh sangat pucat. Dev melihat bahwa ada seorang pria dan seorang wanita sedang mengejarnya. Mereka menggunakan alat seperti para layang kecil untuk terbang mengikuti angin.


Dev terbang melejit naik ke atas awan dengan cepat dan berbalik terbang di belakang Johny dan Angela putrinya. Ia melemparkan bola api dari tangannya untuk menyerang kedua orang yang mengejarnya itu. Johny menghindar dan menembakkan petir dari tongkatnya. Namun Dev bisa menghindarinya dan membalas dengan mengeluarkan semburan api dari mulutnya. Kali ini api Dev mengenai tangan Angela sehingga gadis itu oleng dan melayang jatuh. Karena putrinya terkena api milik iblis, Johny mengurungkan niatnya untuk mengejar iblis itu karena ia harus menolong putrinya agar tidak jatuh. Dari kejauhan ia melihat iblis itu tersenyum menyeringai kepadanya dengan nyala api di tubuhnya.


...----------------...


Dev membuka matanya karena matahari sudah bersinar terang dengan sinarnya yang memasuki rumah atas. Dari tempat tidurnya ia masih merasakan denyut-denyut kenikmatan dari korbannya semalam. Ia menyapukan lidahnya ke seluruh bibirnya. Dan beranjak berdiri dari tempat tidur. Hari ini ia sedikit was-was untuk keluar rumah, karena ada pemburu yang tinggal di dekat rumah Abigail. Dengan malas ia mengganti pakaiannya dengan kemeja putih berdasi karena ada upacara penyerahan nilai terbaik khusus jurusannya. Kemudian ia melangkah keluar dan mengendarai motor sportnya menuju kampus. Perjalanan yang memakan waktu lama memang, karena sebenarnya akan lebih cepat apabila ia terbang dengan sayapnya.


Ketika ia sampai di kampus, beberapa teman ternyata sudah menunggunya di kelas. Mereka membawa rangkaian kalung bunga sebagai tanda ucapan selamat untuknya. Tak terkecuali Angela, gadis itu turut serta mengucapkan selamat pada Dev. Namun saat tubuh Angela berada tepat di depannya, ia merasa sesak dan susah bernafas. Ia mundur selangkah dan merasa mual. Kepalanya merasa sangat pusing sehingga ia hampir saja terjatuh ke belakang. Namun di belakangnya ada Bethani yang dengan sigap menangkap tubuhnya.


"Kau tidak apa-apa Dev?" tanya Beth merasa khawatir.


"Ya, aku tidak apa. Bisakah kau lepaskan tanganmu sekarang." ucap Dev karena Beth masih memeganginya.


Dev lumayan tertolong dengan aroma daging segar dari tubuh Beth yang berdiri di sebelahnya. Sehingga ia tidak lagi begitu merasakan pusing. Angela yang sedari tadi hanya berdiri di tempatnya dan memperhatikan ekspresi Dev saat ia mendekatinya tadi, merasa kalau pria itu tidak menyukainya. Ia jadi merasa minder untuk berada di dekat Dev lagi. Ia menoleh kekanan dan kiri untuk menghirup aroma tubuhnya, yang terasa biasa-biasa saja dengan wangi parfumnya yang selama ini tidak ada yang komplain dengan aromanya.


"Kenapa dia? Apa dia benar-benar tidak suka kepadaku?" tanya Angela dalam hati. Ia melihat Dev berlalu darinya tanpa menoleh sedikitpun.


Upacara di adakan di aula kampus dengan durasi dua jam lebih. Setelah berapa mahasiswi menerima penghargaan, kemudian gilirannya Dev menerima penghargaan nilai terbaik di kampusnya. Semua bertepuk tangan memberi teriakan selamat untuk pria itu. Ketika upacara penyerahan nilai selesai, semua orang pun kembali ke kelasnya.


...----------------...


❤ Lanjutkan baca episode 4 ya,,,😘