INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
SERANGAN PERTAMA DARI PEMBURU



Dev melepaskan ciumannya dan mulai melepaskan kancing bajunya, sembari memandangi dada Angela yang menyembul dari balik baju yang ia angkat sampai batas leher Angela. Gadis itu menggigit bibirnya saat melihat tubuh Dev berada tepat didepannya. Ketika Dev menyentuh resleting celana Angela, ia menatap gadis itu untuk meminta izin. Tanpa disangka, Angela mengangguk mengizinkannya. Tanpa berlama-lama Dev melepaskan semuanya. Ia kembali menciumi bibir Angela dengan lembut sehingga mata gadis itu kembali terpejam.


Tiba-tiba Dev mengurungkan niat untuk melepas celananya. Ia juga menghentikan ciumannya karena ia mendengar ada suara seseorang yang datang. Ia segera waspada akan segala hal yang mungkin saja bisa terjadi. Dengan indera penciumannya yang tajam, ia mengendus bau yang ia kira adalah bau pemburu. Tetapi ternyata itu bukan bau pemburu. Melainkan bau makhluk Sucubus lain yang datang kepadanya. Dengan cepat ia berlalu dari atas tubuh Angela. Sehingga membuat Angela bertanya-tanya, ada apakah gerangan. Dengan cepat Angela bangun dari sofa dan segera merapikan pakaiannya kembali.


Dev melihat Jesy tertelungkup di karpet ruang santainya dengan luka bakar parah di punggungnya. Ia segera menolong wanita Sucubus itu untuk bangun. Namun saat ia mencoba mengangkat tubuh Jesy, seketika tubuh wanita itu hancur lebur bagai partikel pasir yang terbawa angin. Angela menyusul Dev dibelakangnya dan melihat apa yang terjadi pada wanita yang tertelungkup di karpet itu. Ia merasa sangat terkejut. Ia belum pernah melihat manusia lenyap begitu saja seperti remukan pasir.


"Aa,,apa itu?" tanya Angela tergagap.


Dev menoleh karena tidak menyangka Angela akan menyusulnya. Ia mengatakan bahwa Jesy adalah Sucubus yang terkena tembakan panah dari pemburu. "Dia terkena panah pemburu." ucap Dev.


"Panah pemburu? Waktu itu kau juga terkena panah dan tombak, tetapi kau tidak hancur seperti dia kan?" ucap Angela.


"Mereka tidak sama sepertiku." ucap Dev duduk dibawah.


"Kenapa? Jika kau bisa bertahan, seharusnya mereka bisa juga bertahan bukan? Apa bedanya denganmu Dev?" tanya Angela.


"Tidak semudah itu, awal mula mereka menjadi sucubus karena mereka tewas ditanganku. Sedangkan aku, menjadi Incubi karena Casandra membuatku tewas. Tetapi aku menjadi Incubi yang kuat karena dalam darahku ada campuran darah seorang manusia dan darah Incubi." Dev bercerita tentang masa lalunya kepada angela.


"Ibuku adalah manusia yang diperkosa oleh ayahku, seorang Incubi. Sembilan bulan kemudian, ibuku menghasilkan anak dari peristiwa tersebut. Anak dengan darah campuran seperti ini tidak mudah untuk dihancurkan, kecuali ia menghendaki kematiannya sendiri." Dev melanjutkan ceritanya.


"Jadi oleh sebab itu, kau masih bisa bertahan dengan luka-lukamu waktu itu?"


"Benar."


Dev melihat Angela yang berada di dekatnya. Gadis itu rupanya sedang memperhatikannya. Angela menatap lekat-lekat bibir Dev yang dari tadi sedang bicara. Karena menyadari gadis itu sedang melamun dan terus menatapnya, Devpun tersenyum. Ia melihat wanita itu semakin cantik dengan bibir yang memerah karena terlalu lama diciumi olehnya.


"Kenapa. Apa ada sesuatu di wajahku?." tanya Dev mengangkat alisnya.



Angela segera tersadar dari lamunannya. Ia menggelengkan kepalanya kemudian menunduk malu, karena sebelum itu mereka sedang berciuman dan hampir saja melakukan hubungan.


"Tidak, tidak ada apa-apa diwajahmu." ucap Angela akhirnya.


"Baiklah, kau bersiaplah. Kita makan diluar saja, baru setelah itu kita berangkat ke kampus."


"Iyya."


Dev berdiri dan berjalan menuju kamarnya dengan santai. Setelah masuk kamar, Dev mengganti pakaiannya dengan pakaian lain. Berapa menit kemudian ia turun kembali membawa tasnya. Dan mematikan semua lampu yang ada di setiap ruang dengan hanya menekan tombol perintah untuk mematikan lampu dan memasukkan sandi pada kunci layar sentuh rumahnya. Ia hanya menyisakan lampu ruangan depan yang tetap menyala.


"Ah, tidak. Aku sudah siap. Ayo berangkat sekarang. Ayahku pasti cemas menungguku semalaman." jawab gadis itu.


...----------------...


Mereka berhenti di salah satu restoran yang sudah buka dari pagi. Dev memesan beberapa makanan untuk sarapan mereka. Setelah makanan datang, mereka segera melahapnya dan tanpa menyisakannya. Saat Dev sedang menyuapkan kuah udon ke mulutnya, ia melihat seorang wanita pelayan yang sedari tadi mengamati mereka. Kemudian Dev ingat, bahwa wanita itu adalah pemburu yang bernama Brielle. Wanita pemburu yang berhasil menancapkan panah tombak ke punggungnya. Dev berusaha bersikap santai. Ia segera menghabiskan makanannya dan mengajak Angela pergi dari restoran tersebut.


Di parkiran luar, Dev melihat Brielle masih mengamatinya dengan tatapan tajam dari balik kaca restoran. Ia khawatir jika wanita pemburu itu kan mengenali baunya. Benar saja, Brielle merasakan kehadiran makhluk di restoran tempatnya bekerja. Saat ia melayangkan pandangan, matanya tertuju pada sosok pemuda yang sedang makan bersama seorang gadis. Ia melihat ada kilatan api merah didalam tubuh pemuda itu. Yang biasanya jika dilihat dari mata para pemburu, hal itu sebagai tanda bahwa manusia itu sedang diganggu iblis, atau justru dialah jelmaan iblis itu sendiri. Tetapi untung saja Dev berada disana bersama Angela yang membuat bau makhluknya tidak begitu kuat alias tersamarkan. Sehingga Brielle tidak begitu yakin untuk menyerangnya.


Mobil yang dikendarai Dev melaju dijalanan melewati deretan pertokoan, dan beberapa pohon penghijauan. Pada tempat-tempat tertentu, beberapa wanita menyapa Dev dari kejauhan. Karena mereka adalah sesama jelmaan iblis. Lima belas menit kemudian, mereka sampai di kampus dan mengikuti materi bahasa Inggris dari Mrs. Lona.



Dev sedang menyalin semua materi yang diberikan di sebuah buku, ketika seseorang memanggilnya.


"Pssstt ! Pssstt !" suara Casandra memanggil Dev.


Karena merasa ada yang memanggilnya, Dev menoleh kesebelahnya. Ia melihat Casandra sedang menulis sesuatu untuknya. Kemudian gadis iblis itu melempar sesuatu kepadanya. Spontan Dev menangkap apa yang dilemparkan Casandra kepadanya. Ia mendapat sebuah kertas gulung. Ia segera membaca tulisan didalamnya.


*Apa pagi ini Jesy pergi kerumahmu? *


Dev membalas pesan Casandra :


*Ya, dia datang dengan luka parah di punggungnya. Saat aku menolongnya untuk bangun, tubuhnya hancur lebur menjadi debu. Pemburu mana yang melakukan itu?*


Saat materi Mrs.Lona selesai, tampak semua pergi ke kantin. Begitu pula dengan Angela yang pergi ke kantin bersama temannya. Sebelum pergi, Angela menatap Dev dan memberikan senyuman padanya. Dengan cepat Dev melambaikan tangannya sambil tersenyum membalas senyuman Angela. Tinggallah Dev bersama Casandra dikelas tersebut. Casandra memberitahu bahwa tadi pagi selepas dirinya mampir kerumah Dev, ia melintas di dekat rumah Jesy. Tetapi saat ia masuk kedalam rumah Jesy, ia menemukan rumah tersebut berantakan seperti baru saja ada perkelahian. Kemudian ia melihat ada panah pemburu yang bengkok di lantai. Juga beberapa percikan api yang tertinggal dilantai. Casandra menyimpulkan bahwa ada pemburu yang mendatangi Jesy dan mungkin saja berhasil melukainya.


"Saat kau memintaku mencari tahu ada berapa jumlah bangsa kita yang berada dikota ini, aku sudah bertemu dengan mereka. Jesy ada disana waktu itu. Aku juga menyampaikan pesanmu agar mereka segera meninggalkan kota ini dan bersembunyi." Casandra menceritakan pertemuannya.


"Jika Jesy terluka karena panah pemburu, aku langsung berpikir mungkin saja ia ingin menemuimu untuk meminta bantuan. Kami semua tahu, hanya kaulah yang bisa menyembuhkan diri dari luka saat terkena senjata pemburu." Casandra menyelesaikan ceritanya.


...----------------...


👉***Lanjutkan baca di episode 18 😄


Jangan lupa tinggalkan like & rate ya,,,😘***


...----------------...