
Dev memakai kembali jasnya dan mengatakan ia akan segera pulang. Tetapi Angela memintanya untuk menunggu sampai ayahnya pulang. Gadis itu merasa takut jika harus sendirian dirumah. Akhirnya Dev menunggui Angela hingga Johny pulang dari kerjanya.
"Bisakah kau menunggu sampai ayahku pulang? Aku merasa takut bila harus sendirian dirumah." Angela berkata manja pada Dev.
Dev berpikir sejenak. "Baiklah, aku akan menunggu sebentar lagi." ucapnya.
Sampai akhirnya Johny datang bersama Caleb. Caleb terkejut melihat keberadaan Dev didekat Angela. Ia berniat menghabisi Dev seketika itu juga dengan panah yang ada di genggamannya. Sekali tarikan saja panah itu terlempar ke arah Dev. Namun Dev berhasil menghindar dari serangan Caleb. Angela segera melindungi Dev dengan berdiri didepannya karena ia tidak ingin pamannya itu menghabisi Dev.
"Wow,,wow,,tenanglah kawan. Dia ada di pihak kita." ucap Johny.
"Bagaimana bisa iblis seperti dia berada di pihak kita?" Caleb merasa heran.
"Nanti aku jelaskan padamu. Sekarang turunkan dulu busurmu." ucapnya.
Johny mengajak Caleb, Angela dan Dev duduk diruang tamu dan menjelaskan kenapa iblis seperti Dev ia perbolehkan dekat dengan putrinya.
"Bagaimana mungkin kau percaya begitu saja padanya? Ini gila !" ucap Caleb sambil menatap tajam ke arah Dev.
"Awalnya aku juga menolak pendapat Ela. Tetapi aku melihat dia menyelamatkan Ela dari iblis hitam yang datang hendak membawanya pergi." ucap Johny panjang lebar. "Akhirnya aku mencoba memberi dia kesempatan."
Caleb memperhatikan Dev dengan seksama. Kemudian ia melihat ada luka berdarah dibibir jelmaan iblis itu. Iapun menanyakannya. "Apa bibirmu terluka?" tanya Caleb.
"Ah? Ya."
"Sepertinya itu luka baru."
Angela gugup dan menyentuh bibirnya. Kemudian ia mendengar Dev berkata. "Aku membuka botol minuman dengan gigiku, tetapi bibirku terluka karenannya."
Angela menoleh ke arah pria yang duduk disampingnya itu dengan mata terbuka lebar. Mereka tahu betul apa yang menyebabkan luka dibibir Dev. Namun pria itu menutupi kebenarannya. Johnya melihat gelagat putrinya yang tampak sangat gugup. Bola matanya menatap Angela lalu bergantian menatap Dev yang justru tampak tenang. Ia pun mengerti apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka.
Malam datang ditandai dengan suara jangkrik. Dev berpamitan karena kedua orang tua yang berhak atas Angela sudah berada dirumah. Caleb terus saja menatap Dev dengan sorotan mata yang penuh kebencian. Tak perlu berlama-lama pria itu segera meninggalkan rumah pemburu itu. Dan sampai dirumahnya tepat pada saat para succubi sedang berkumpul di ruang santainya. Mereka segera menyambut kedatangan Dev.
"Kau sudah pulang Dev?" tanya Violet. "Casandra belum pulang." ucapnya kemudian.
"Kenapa kalian khawatir? Wanita itu pasti sedang berada dirumah korbannya." Dev berlalu menuju kamarnya.
"Apa kau mau mandi air hangat? Aku akan siapkan." ucap Violet menawarkan sesuatu.
"Boleh, siapkanlah untukku." ucap Dev melepas kemejanya.
Ia menunggu violet menyiapkan air hangat untuknya. Setelah air hangatnya siap, ia segera membersihkan diri dan bersiap untuk makan malamnya. Ia menuju kamar ruang bawah tanah dan melihat Brielle sudah berada disana seperti permintaannya. Ia tersenyum mendekati tubuh polos yang terikat rantai itu, dan membelai seluruh bagiannya dengan lidah panjangnya. Ketika Brielle mulai membuka matanya, wanita itu terkejut bukan main. Ia melawan sekuat tenaga tetapi sia-sia karena tangan serta kakinya diikat kesamping.
"Benarkah? Bagaimana kalau seperti ini." ucap Dev sambil mengusap bagian sensitif Brielle.
"Aahh,,," suara dari mulut Brielle. Wanita itu merasakan sentuhan Dev begitu nikmat.
Tetapi Brielle sadar, ia sedang bersama iblis merah. Kemudian dengan cepat ia meludahi wajah Dev. Pria yang tadinya begitu santai dan tidak mengubah dirinya ke wujud iblis itu, dengan perlahan mengusap wajahnya yang basah karena air liur wanita yang akan memberinya makan malam itu. Kemudian Dev tersenyum sinis. Secara perlahan, tubuhnya berubah menjadi makhluk besar bersayap dan berekor. Dengan otot-otot yang menonjol. Makhluk itu menggeram didepan kepala Brielle. Ia juga mendapat tamparan keras dari tangan yanga berkuku runcing milik Dev. Brielle tidak menduga sesuatu yang keras akan menghantam tubuhnya dengan kasar secara tiba-tiba.
"Aaakkghh !" suara Brielle begitu kesakitan menerimanya.
Ia berusaha menolak kekerasan yang dilakukan makhluk itu padanya. Tetapi percuma saja karena tangan dan kakinya diikat kencang. Dan tubuh besar iblis itu terus saja mempermainkannya. Tubuhnya menggelinjang menahan apa yang ia rasakan. Berulang kali ia memejamkan matanya karena merasa bagian bawah tubuhnya terasa amat sakit. Belum lagi kuku-kuku tajam itu mencengkeram dadanya. Membuat tubuhnya dipenuhi luka dan berdarah-darah. Sejak saat itu ia merasa amat takut pada iblis yang berada di depannya tersebut.
Ketika akhirnya Brielle tak sadarkan diri, wanita itu tampak sangat mengenaskan. Pelayan yang membawanya menuju kolam pemulihan merasa amat kasihan padanya. Selain mereka melihat tubuh wanita itu terkoyak-koyak, mereka juga tidak diperbolehkan melepas ikatan di tangan wanita itu.
"Besok aku ingin dia sudah berada di kamarku seperti hari ini. Aku harus memberi tahu dia siapa tuannya. Dan siapa yang berkuasa atas dirinya." ucap Dev sambil berlalu.
Clap ! Clap ! Clap !
Malam itu Dev memberi makan semua pelayannya dengan daging anak kambing. Pelayan-pelayan itu tampak sangat kelaparan. Mereka menyantap daging bagian mereka dengan lahapnya. Saat malam semakin larut, Dev kembali kerumah atas dan beranjak pergi ke kamarnya. Ia berbaring di tempat tidurnya dan matanya pun terlelap.
...----------------...
Dev membuka matanya karena terkejut ada sesuatu yang jatuh ke atas tubuhnya. Saat ia membuka matanya, tampak Casandra terluka pada tubuhnya karena terkena panah pemburu.
"Mereka ada disini, mereka datang." ucap Casandra sambil kesakitan menahan lukanya.
Dev mengerti apa yang dikatakan Casandra. Ia segera bangkit dan membawa Casandra kerumah bawah tanahnya dan memberikan wanita itu pada pelayannya untuk dibawa ke kolam api. Kemudian Dev kembali kerumah atas dan melihat beberapa succubi sedang melawan para pemburu yang datang memasuki gerbang utama rumahnya. Ia melihat Caleb dan pemburu lain. Tanpa Johny. Matanya dipenuhi kemarahan karena pemburu itu berani memasuki wilayah kekuasaannya. Dengan perlahan namun pasti, tubuh Dev berubah menjadi iblis besar.
Ia menyerang enam pemburu yang datang memanahi succubi yang berlindung dirumahnya. Ia menyemburkan api ke arah para pemburu tersebut dan membuat dinding pelindung supaya pemburu tidak bisa melangkah lebih jauh kedalam rumahnya. Tubuh Dev diselimuti api yang menyala-nyala. Ia menggeram begitu kerasnya dihadapan para pemburu. Kemudian ia mengatakan pada mereka, jika mereka tidak segera pergi ia akan menghabisi mereka semua.
"Pergi kalian semua ! Atau aku akan mnghabisi kalian semua !" ucap Dev marah.
"Hey kau iblis merah ! Kami datang untuk melenyapkan kalian dari muka bumi ini." teriak Caleb lantang. "Kau mengambil kesucian anak-anak gadis kami. Dan aku yakin, kau pula yang mengambil putriku !" ucap Caleb.
"Aku akan memastikan kalian tidak akan selamat jika kalian tetap keras kepala." ucap Dev memperingatkan mereka.
...----------------...
👉 Lanjut ke episode 26..😀
...----------------...