
Angela pulang kerumahnya diantar Dev dengan motor. Dari kejauhan, Angela melihat ayahnya sedang memotong rumput di halaman depan. Melihat putrinya datang bersama makhluk yang ia kejar waktu, Johny merasa sangat terkejut. Ia segera mendekati keduanya. Sebenarnya Dev merasa khawatir jika dirinya harus berhadapan langsung dengan ayah Angela. Tetapi gadis itu meyakinkan dirinya bahwa ia akan mengatasi ayahnya.
"Hey kau iblis mesum. Beraninya kau mendekati putriku !" ucap Johny.
"Ayah, dia baik padaku. Jangan kasar padanya." Angela mengingatkan ayahnya.
"Dia baik padamu karena menginginkan tubuhmu, sayang. Cepat masuk kerumah, hari sudah semakin sore." Johny marah pada putrinya.
"Ayah tidak mengerti." ucap Angela lirih.
"Maafkan aku tuan Johny. Aku tidak bermaksud merusak putrimu. Aku justru ingin melindunginya dari iblis jahat." ucap Dev membuka suara.
"Aku tidak mau mendengar alasanmu. Pergi sekarang atau aku akan menembakmu dengan panahku." ucap Johny marah.
"Baiklah, aku akan segera pergi. Jaga putrimu baik-baik tuan. Ada iblis jahat yang ingin memilikinya." Dev meninggalkan rumah Angela.
Belum sempat masuk kerumah, sesuatu meraih Angela dan hendak membawanya pergi. Dev yang sebelumnya merasakan kehadiran Feldor, segera memutar balik motornya dan memacunya sekencang mungkin mengejar Feldor. Ia mengeluarkan sayapnya untuk terbang menangkap Angela kembali. Johny yang melihat kejadian itu buru-buru mengambil panah yang ada diruang tamu rumahnya.
Dev mencekik leher Feldor sekencang mungkin dengan ekornya. Ia juga berusaha meraih Angela dan melepaskannya dari cengkeraman tangan Feldor. Ketika berhasil melepaskan Angela, ia segera melempar gadis itu kepada ayahnya. Untung saja Johny siap menangkap. Sehingga Angela jatuh tepat dalam pelukannya. Dev dan Feldor bergumul di tanah dan saling menghantam satu sama lain. Dev berusaha mematahkan rahang Feldor dengan membuka lebar-lebar rahang makhluk itu. Ia juga menarik paksa lidah Feldor hingga menjulur keluar hingga air liurnya menetes bercampur dengan darah hitam pekat. Ketika Feldor merasa amat kesakitan, ia membalas dengan usahanya untuk mematahkan sayap Dev.
Tiba-tiba sebuah panah tombak melayang didekat lengan Dev dan tepat mengenai leher kiri Feldor. Melihat hal itu, Dev segera membenamkan panah tersebut lebih dalam lagi ke tubuh Feldor. Sehingga makhluk itu kesakitan luar biasa karena daging dibagian yang terkena panah mulai terbakar.
...----------------...
Akhirnya Feldor melarikan diri dan menghilang di balik rerimbunan pohon. Dev mengusap sayapnya yang sedikit bengkok. Ia meludahi sayapnya lalu memijat dan meluruskan sendiri tulang sayapnya yang bengkok dengan hentakan yang lumayan keras. Setelah merasa baikan ia menyimpan sayap dan ekornya kembali. Angela dan ayahnya datang mendekati Dev. Gadis itu memeluk Dev dengan erat.
"Terima kasih Dev, kau sudah menyelamatkan aku dari makhluk itu." Angela mengucapkan rasa terima kasihnya.
"Sama-sama." jawab Dev tersenyum. Kemudian ia melihat ke arah Johny sebentar lalu berpamitan pada Angela. "Jaga dirimu. Kalungmu itu, keluarkanlah dari balik bajumu. Untuk berjaga apabila Feldor datang kembali. Kakung itu bisa melindungimu sebelum aku datang." ucapnya.
"Terlepas dari siapa dirimu. Terima kasih sudah menyelamatkan putriku." ucap Johny.
Dev menatap keduanya dan segera berlalu dari sana. Dengan mengendarai motornya, ia membelah jalanan yang tampak lebih sepi dari biasanya. Karena udara malam yang mulai berangin.
Angela menyalakan perapian yang ada didalam ruangan. Udara malam itu terasa begitu dingin sehingga ia dan ayahnya memerlukan penghangat didalam rumahnya. Johny duduk disebuah sofa tua dan membaca koran pagi yang belum sempat ia baca seharian ini. Sambil menghisap cerutunya, sesekali ia menatap putrinya yang sedang membaca buku pelajarannya.
"Maksud ayah, Dev?" Angela bertanya. "Emm,,Dia baik padaku ayah. Dia selalu siap untuk melindungiku." jawab Angela.
"Dimana kau bertemu dengannya?" Johny penasaran.
"Dev ambil jurusan yang sama denganku ayah. Di kampus, dia juga menjadi mahasiswa terpandai." Angela mengatakan hal yang sebenarnya.
"Apa dia sudah lama menjelma sebagai manusia?" Johny semakin penasaran.
"Dia bilang begitu. Kenapa ayah menanyakan soal dia? Apa ayah akan memburunya bersama paman Caleb?" tanya Angela merasa curiga.
Johny meletakkan cerutunya di asbak lalu mengusap-usap janggutnya. Dia berpikir, dua makhluk yang saling berkelahi itu ternyata adalah Dev dan makhluk satunya yang tadi hendak menculik putrinya. Ia bisa memastikan, bahwa Devlah yang mempunyai warna abu hitam kemerahan. Incubi itu memiliki darah yang seimbang antara darah iblis dengan darah manusia. Ia menjadi bingung, apa yang akan ia lakukan kepada iblis tersebut. Jika ia memberitahu semuanya pada Caleb, itu artinya ia akan melihat iblis itu dihabisi. Dengan begitu, tidak ada lagi yang bisa melindungi putrinya.
Johny memainkan siasatnya, ia akan memanfaatkan Dev sebagai pelindung putrinya. Dengan begitu, kedua iblis itu dengan sendirinya akan saling menghancurkan. Dan para pemburu tidak akan bersusah payah memburu mereka berdua, mereka akan menyelesaikan bagian akhirnya saja.
...----------------...
Dev mengeluarkan semua buku peninggalan yang berisi silsilah keluarganya. Ia juga mempunyai buku panduan mantra keabadian dari iblis merah yang bernama Mozard. Buku itu sudah berada di rak bukunya sejak ribuan tahun lamanya. Saat ini ia mencari buku yang sekiranya mencatat semua tentang masa lalunya. Ia ingin mencari dan mengetahui bagaimana ia ada didunia dan apa saja yang menjadi kelemahannya. Atau akan lebih beruntung lagi jika ia dapat menemukan catatan tentang kelemahan iblis yang bernama Feldor. Saat ia meraih tumpukan buku yang berdebu, sebuah buku yang berukuran lebih kecil namun tebal terjatuh dari sana. Ia melihat sebuah buku harian yang berwarna coklat dengan samak dan kertas yang sudah sangat usang. Tertulis disana nama Maladrey. Seorang wanita dari keluarga bangsawan yang memilih untuk hidup sebagai pemburu iblis.
Ia tertarik untuk membaca buku harian itu. Dari halaman pertama ia membaca, ia menemukan kalimat bahwa Maladrey mempunyai bakat yang lain dari saudari-saudarinya. Yang selalu tampil manis dan anggun. Maladrey sendiri tumbuh menjadi sosok wanita yang tangguh. Ia pergi dari istananya untuk bergabung dengan sekumpulan pemburu iblis. Dari sana ia bertemu dengan berbagai jenis iblis. Maladrey mencatat dengan rapi setiap kelemahan iblis yang berhasil ia bunuh.
Dev semakin serius membaca catatan harian milik Maladrey. Ia juga menyalin beberapa bagian yang menurutnya penting. Wanita itu bertemu dan menjalin hubungan dengan iblis merah yang dahulunya adalah malaikat bersayap yang diusir dari langit karena melakukan kesalahan. Kemudian mereka pun saling mencintai. Dalam hubungan mereka, lahirlah seorang anak laki-laki berdarah campuran antara manusia dengan iblis yang mereka namai Devian.
"Jika mereka ternyata saling mencintai. Perkosaan yang selama ini aku dengar adalah sebuah dusta?" Dev menggigit bibirnya.
Kemudian ia melanjutkan membaca halaman demi halaman. Maladrey juga menceritakan bagaimana bayinya dulu tidak diterima oleh keluarganya. Bahkan sempat dilempar dari lantai atas istana. Yang menyebabkan cedera pada punggungnya. Untung saja anak itu mempunyai darah campuran sehingga ia tidak tewas dalam kejadian tersebut.
...----------------...
👉 Lanjutkan episode 23 😉
...----------------...