INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
TINGKATKAN KEWASPADAAN



Dev duduk santai di kursi sofa sembari menjaga Angela. Sambil membaca sebuah buku panduan mantra keabaadian milik bangsawan Maladrey. Sesekali ia membetulkan letak selimut yang dipakai Angela. Malam itu, ia merasa ada bau makhluk yang kuat seperti bau Feldor. Ia berusaha agar tetap terjaga. Saat ia melihat sekelebat bayangan hitam dari jendela, ia segera mendekati jendela itu. Namun tidak ada apa-apa disana. Matanya terus memantau keadaan sekeliling rumahnya.


Dev memanggil Casandra dengan siulan khusus, ia meminta wanita itu untuk menjaga Angela sementara dirinya akan memeriksa keadaan sekitar. Dengan cepat Dev membuat dinding pelindung di sekitar kamar itu. Sehingga makhluk apapun tidak akan bisa menembusnya kecuali dirinya.


"Tolong jaga dia sebentar. Aku merasakan keberadaan Feldor disini. Jika kau melihat sesuatu yang mencurigakan, panggil aku segera." ucap Dev mengeluarkan sayapnya dan mulai terbang keluar melalui jendela.


"Berhati-hatilah."


Casandra mulai berjaga-jaga. Ia mengamati semua sisi ruang itu. Dengan mengendus-endus bau di sekitarnya. Namun ia merasa aman-aman saja. Sedangkan diluar sana, Dev terbang mengelilingi kediamannya. Ia masih mencium bau Feldor disekitar tempat tinggalnya. Saat ia hendak memutar balik, Dev melihat kelebatan itu muncul lagi di dekatnya. Dengan cepat ia mengejar bayangan hitam tersebut. Namun bayangan itu menghilang di balik pepohonan. Ia turun ke tanah dan melihat suasana sekitar dengan mata merahnya. Dengan mata itu, walaupun ia berada didalam kegelapan ia tetap bisa melihat dengan cukup jelas.


Tiba-tiba saja dari arah sampingnya, sesosok makhluk menghantamnya dengan keras. Makhluk itu juga memukulinya dan menggigit pundaknya. Dev melihat Feldor membuka lebar mulutnya dengan kuku yang mencakar-cakar tubuhnya. Ia mengeluarkan kilatan petir dari genggaman tangannya dan langsung melontarkannya ke tubuh Feldor. Seketika Feldor terhempas jauh darinya dan menghantam dinding sebuah gereja tua. Dev melontarkan bola petirnya lagi ke arah Feldor. Karena petir itu terus menyakiti tubuhnya, akhirnya Feldor melarikan diri dari sana.


Setelah dirasa aman, Dev terbang hendak kembali ke rumahnya. Tetapi sebuah panah tiba-tiba melayang begitu dekat dengan kepalanya. Ia melihat Caleb dan Johny memegang busur dengan panah yang siap ditembakkan kembali. Dev terbang menjauh dan segera bersembunyi di dalam gereja tua. Kedua pemburu itu mengejarnya hingga kedalam. Namun karena Dev bisa menembus dinding, ia segera melarikan diri dari sisi lain gereja.


Ketika akhirnya ia berhasil menghindari pemburu, Dev segera kembali kerumahnya dan masuk melalui jendela seperti saat ia pergi keluar. Ia melihat Angela masih tidur ditemani Casandra disisinya. Melihat Dev pulang dengan darah dipundaknya, Casandra merasa khawatir dengan temannya itu.


"Kau terluka lagi?"


"Ini tidak apa. Apa dia bangun?" tanya Dev.


"Tidak, dia masih tidur seperti sebelum kau pergi."


"Terima kasih sudah menjaga dia untukku."


"Ehemm."


...----------------...


Di markas pemburu, Driscol dan Lotar sedang menjaga pintu depan sambil main kartu. Mereka berdua kurang waspada sehingga tidak menyadari kedatangan Feldor di belakang mereka. Hingga akhirnya Feldor menarik keduanya dan menghisap habis roh mereka. Sehingga tubuh keduanya tampak mengkerut dan lemas seperti tanpa tulang. Seketika tubuh Feldor menjadi semakin kuat. Kekuatannya naik dua tingkat lebih kuat dari kekuatan Dev. Karena jika iblis mampu menghisap kekuatan pemburu, maka ia akan mendapat kekuatan dari yang ia hisap. Setelah mendapatkan kekuatan tambahan dari kedua pemburu itu, Feldor pergi meninggalkan markas tersebut.


Sepeninggal makhluk itu, Caleb dan Johny datang dan sangat terkejut ketika melihat kedua temannya terkapar di tanah. Mereka mendapati kedua temannya itu sudah menjadi mayat. Dan meninggalkan sebuah bau makhluk yang sangat pekat. Tetapi bau itu bukanlah bau makhluk yang mereka kejar tadi.


"Kurang ajar ! Satu makhluk sudah menghabisi Driscol dan Lotar. Panggil Brielle dan Flos." ucap Caleb marah besar.


Ketika Johny, ayah Angela memanggil Brielle dan Flos, mereka berdua sedang berduaan di sudut ruang. Itulah mengapa sebabnya mereka tidak melihat pergerakan Feldor yang datang ke markas. Saat Johny mengatakan bahwa Driscol


dan Lotar tewas di depan markas, mereka berdua menjadi pucat pasi. Saat itu juga beberapa pemburu yang baru kembali dari pemburuannya begitu terkejut melihat kematian dua rekan mereka.


"Bau makhluk ini, sangat pekat dibanding bau makhluk yang baru saja kami kejar." ucap Caleb. "Inilah bau makhluk dengan arang hitam pekat. Sedang makhluk yang aku kejar siang ini, mungkin saja itu makhluk dengan arang yang sedikit kemerahan." Caleb memberi kode pada semua pemburu untuk mmbawa korban itu ke dalam markas. Yen dan Mery masuk terakhir untuk menutup pintu. Didalam, mayat-mayat itu diletakkan pada sebuah dipan. Mereka akan mengkremasinya besok pagi. Merasa markas sudah tidak aman, Caleb meminta semuanya lebih waspada. Ia meminta pada rekannya jangan sampai ada lagi yang teledor dan bermesraan dijam kerja. Semua paham dan setuju.


...----------------...


Sang surya tampak mulai menyinari dunia. Ketika terdengar ayam berkokok, seluruh penghuni dunia terbangun karenannya. Kembali ke rumah Devian, Angela masih tertidur pulas. Ketika ia membuka mata, ia menyadari sinar matahari yang sudah masuk melalui celah jendela. Ketika ia melirik jam dinding, jarum jam sudah menunjuk pukul delapan pagi. Angela menggeser duduknya dan matanya mencari-cari keberadaan Dev. Rupanya Dev sedang duduk bersandar di meja ruangan itu dimana ia berada sekarang. Ia pun bangkit dan mendekati Dev yang tampak sedang tidur tertelungkup di meja.



Angela menyentuh rambut Dev yang tampak masih basah. Pastilah pria yang ada di depannya ini baru saja mandi. Ia tersenyum memandangi Dev. Tangannya kembali meraih rambut Dev dan mengusapnya dengan pelan. Ia mencium kening Dev sebentar lalu berdiri dan menuju kamar mandi. Angela menyiapkan air dan sabun seperti yang waktu itu ia pakai. Dev menyukai wanginya, pikir Angela. Selepas dari kamar mandi, ia pergi ke dapur. Mencoba berbuat sesuatu untuk pria yang ia cintai itu. Saat membuka kulkas, Angela hanya menemukan beberapa bahan saja. Seperti jamur, wortel dan brokoli. Ia mengeluarkannya dan meletakkannya di meja dapur. Ia menengok tempat nasi yang kosong. Iapun mencuci beras dan menanak nasi terlebih dahulu.


Kemudian, ia melihat di dalam freezer ada beberapa potong ayam mentah beku. Akhirnya ia mengambilnya dan memasaknya bersama brokoli dan jamur. Ia merebus brokoli dan wortel. Kemudian ia menumis ayam bersama bumbu teriyaki yang sudah ia siapkan. Bau harum masakan menyebar ke seluruh ruangan dengan seketika. Beberapa menit kemudian, makanan yang ia masak pun sudah matang. Ia menyiapkan piring untuk Dev. Dan mengaduk nasi yang juga sudah matang.



Kemudian Angela mencuci semua peralatan yang baru saja ia pakai untuk memasak. Setelah siap semuanya, ia mengambilkan makanan ke piring Dev sehingga makanannya masih benar-benar hangat. Baru saja ia akan pergi membangunkan Dev, pria itu sudah berdiri di sampingnya dan tersenyum lebar melihat semua yang ia kerjakan.


"Kau tak perlu repot-repot menyiapkan makanan seperti ini Ela." ucapnya tersenyum. "Kau kan tamuku. Biar aku yang melayanimu." lanjutnya sambil mengusap rambut dengan handuk.



"Ah? Kau sudah bangun? Kalau begitu, mari makan. Aku memasak untukmu. Dan kau harus tahu, aku tidak merasa direpotkan." jawab Angela.


Dev tidak bisa menyembunyikan perasaannya. Ia melihat gadis itu benar-benar menaruh perhatian kepadanya. Ia pun tersenyum menanggapi semua perhatian itu.


...----------------...


.


.


๐Ÿ‘‰Lanjut baca episode 22 ya ๐Ÿ˜˜


Jangan lupa like & rate......


.


.