
Dev duduk di pinggir jendela ruang kelasnya dan mengamati keadaan kelas dengan mata belakangnya. Seakan-akan melihat ke luar jendela namun nyatanya ia sedang mengamati Angela. Ia masih merasakan bahwa gadis itu mempunyai aroma yang aneh untuknya. Matanya yang menyala merah menatap tajam ke arah gadis yang sedang menulis di bukunya dengan tangan kiri. Rupanya ia adalah seorang yang kidal. Karena merasa ada yang sedang memperhatikannya, Angela menengok ke belakang namun semua tampak sedang sibuk dengan kegiatannya masing-masing.
Kemudian Angela melihat ke sampingnya dan ia sangat terkejut, pria itu seperti tidak menghadap ke arahnya. Tetapi batin Angela mengatakan bahwa Dev sedang memperhatikannya dengan tatapan mata yang tajam. Gadis itu menatap Dev lama, walaupun hanya dari samping ia bisa melihat wajah Dev yang tampan.
Tanpa Angela sadari, ia tersenyum sendiri menatap Dev. Entah mengapa ia menjadi tersipu malu karenanya. Benar saja teman-teman wanitanya selalu memperbincangkan soal Dev saat di kantin, mereka pasti merasakan hal yang sama sepertinya saat melihat pria itu. Kira-kira kenapa Dev sangat dingin ya? Pikirnya. Sayang sekali jika ada mahasiswa yang tampan dan pintar dengan begitu banyak penggemar tetapi ia tidak peduli dengan semua yang ada di sekitarnya. Saat sedang asik-asiknya menatap Dev, tiba-tiba saja Dev menoleh ke arahnya dan matanya menatap tajam kepada Angela. Ia membalas tatapan gadis itu seolah ia ingin menelannya bulat-bulat. Mata Angela semakin lebar tak berkedip mendapat balasan seperti itu.
Mata Dev begitu tajam menatap Angela, gadis yang baru pindah beberapa hari itu. Tubuhnya begitu segar dan membuatnya begitu penasaran. Ia harus menjadikannya sebagai korban selanjutnya. Tetapi aroma daging segar miliknya selalu membuat ia sesak dan pening. Apa yang membuatnya berbeda dengan gadis-gadis lain? Tak lama kemudian jam akhir pun memaksa keduanya membuang pandangan. Beberapa teman-temannya sudah beranjak pergi dari kelas. Dev segera mengambil tasnya dan berjalan keluar dengan tangan kiri ia letakkan di dalam saku celana. Ia pun melangkah keluar melewati lorong-lorong kelas dan sesekali beberapa teman menyapanya. Ia hanya melambaikan tangan.
Angela mengikuti Dev dari belakang dengan sembunyi-sembunyi. Ia akan bersembunyi jika Dev menengok ke arahnya. Lalu mengikutinya lagi saat pria itu kembali melangkahkan kakinya. Sambil berjalan santai Dev mengangkat bibirnya sebelah, ia tersenyum menyeringai karena melihat tingkah gadis itu yang membuatnya semakin penasaran. Angela pikir Dev tidak melihat dirinya yang sedang mengikuti pria itu, tetapi ia salah besar. Mata belakang Dev dapat melihat jelas gerakannya tanpa ia harus menoleh ke belakang. Begitupun saat tiba di parkiran depan halaman kampus, ia membiarkan gadis itu melihatnya pergi dengan motornya. Namun ketika sampai di depan gadis itu, ia berhenti sejenak dan menatap tajam ke arah Angela.
...----------------...
Pada malam yang sunyi, Angela sedang memikirkan Dev. Ia mengakui bahwa teman satu kelasnya itu sangat manis jika dipandang. Ia masih memikirkan bagaimana caranya agar ia dapat mendekatinya tanpa membuat kesalahan besar. Dalam kesunyian itu, jendela kamarnya berdenyit-denyit terkena angin yang lumayan kencang dan membuat tirainya bergoyang-goyang.
"TREK ! TREK !" suara kaca jendela.
Angela melirik jam mejanya yang sudah masuk pukul 00.00. Ia pun melangkah menuju tempat tidurnya dan membersihkan semua bantal dan seprei dengan pemukul kasur. Sebelum ia tidur, ia menggengam bandul kalungnya yang berbentuk tabung kecil kaca dengan serbuk emas didalamnya. Ia membaca mantra pelindung peninggalan kakek buyutnya dengan lancar. Kemudian ia mulai mengantuk dan menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Mata Angela tertutup dan mulai tidur.
Karena ia melihat Angela sudah terlelap, dengan pelan ia masuk mengendap-endap merayap di dinding dengan sayapnya yang masih sedikit mengembang. Dengan perlahan ia merayap di atas tubuh gadis itu. Matanya melihat wajah yang cantik dan manis milik Angela. Ia menjilat bibir Angela dengan lidah panjangnya. Lalu merasuki mimpinya dengan dengan wajah samar-samar. Saat ia mulai menarik turun selimut yang dipakai gadis itu, ia merasakan aroma yang membuatnya mual. Dan tiba-tiba kepalanya pusing. Namun ia masih berusaha untuk mendekatinya lagi. Dibukanya pakaian bawah Angela dengan kuku tajamnya, seketika ia dapat melihat keindahan disana. Saat ia mulai menyentuhnya, tiba-tiba saja pintu kamar Angela digedor-gedor seseorang.
"Angela bangun ! Buka pintunya !" suara ayah Angela khawatir karena mencium bau makhluk yang ada di dalam kamar putrinya.
Dev menoleh ke arah pintu kamar yang tengah digedor, ia mencium bau pemburu yang amat sangat tajam di baliknya. Dengan cepat ia tahu bahwa pemburu itu sangat kuat. Belum juga sempat bersenang-senang dengan gadis yang sudah berada dipelukannya itu, tiba-tiba saja mata Angela terbuka dan bangun dari tidurnya. Gadis itu berteriak dan mengeluarkan kalung pelindung dari dalam balik bajunya dan mengarahkannya ke iblis yang sempat memeluknya itu. Seketika kalung itu bercahaya sangat terang membuat mata Dev silau. Ia mengepakkan sayapnya berniat untuk pergi, namun sepertinya cahaya itu membuatnya lemah.
Tubuh Dev mundur dengan sedikit menggelepar. Ia tidak bisa terbang karena sinar itu masih menyoroti tubuhnya dan membuatnya semakin lemah. Karena suara pintu kamar mulai terdengar seperti sedang di dobrak, Dev nekat berusaha untuk meraih kalung pelindung di leher Angela. Namun gadis itu berhasil memegang busurnya dan siap menembakkan panahnya ke arah Dev. Dengan tubuh yang besar, Dev mencoba melayangkan kuku tajamnya ke arah busur. Tetapi satu anak panah berhasil menancap di dada kirinya dan membuat Dev semakin tersiksa dengan anak panah penghancur iblis itu.
Karena tidak ingin dirinya binasa disana, ia berlari keluar menembus dinding jendela dan melompat dari rumah Angela ke rumah lainnya. Angela berusaha menembakkan anak panah lagi ke arah iblis bersayap itu dan mengenai lengan kirinya. Dev kesakitan mendapat dua kali serangan panah penghancur iblis. Ia berusaha melebarkan sayapnya kemudian terbang dengan perlahan.
...----------------...
Lanjut baca episode ke 5 ya...π
Jangan lupa jika suka tinggalkan like n rateπ
.