INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
PERJALANAN BAGI ORANG MATI



Setelah ia membasahi tubuhnya dengan air, Angela merasakan sedikit kesegaran. Ia melepas baju luarnya dan menyisakan kaos dalam putihnya. Ketika ada teriakan dari Yen bahwa ada macan tutul yang mendekati tempat mereka, Johny bersiap dengan tembakannya. Begitupun pemburu lainnya yang berjaga di tempat peristirahatan.



Angela menoleh mendengar panggilan Casandra. Karena ada macan tutul yang berdiri dibelakangnya. Dengan cepat Violet terbang meraih tubuh Angela dan membawanya bertengger diatas sebuah pohon yang menjadi tempat bertengger Casandra.


"Terima kasih sudah menyelamatkanku." Angela menoleh pada Violet yang berdiri disampingnya.


"Berterima kasihlah pada Dev. Karena dialah yang meminta kami untuk menjagamu. Dan karena kami sudah berjanji pada Dev untuk menjagamu, kami akan selalu mengingat janji kami." ucap Violet.


Angela terdiam. Ia kembali bersedih mengingat Dev. "Aku sangat merindukannya." ucap Angela menangis sambil meraih kainnya dan mendekapnya erat.


"Dia juga pasti merasakan hal yang sama." jawab Violet.


"Kalian beruntung karena waktu kalian lebih banyak bersamanya. Aku juga tahu, kalian merasa senang berlama-lama berada didalam dekapannnya setiap kali kalian melayani dirinya." ucap Angela.


Violet menoleh pada Angela. Ia merasakan begitu besar rasa cemburu didalam ucapan gadis itu. Ia mengatakan bahwa Dev butuh makanan, dan semua yang mereka lakukan adalah semata-mata untuk bertukar energi. Angela juga sudah pernah mendengar soal itu dari Dev secara langsung. Iapun terdiam dan menciumi kainnya. Ketika Angela sedang menciumi kain berisi jantung Dev, pemburu berteriak mengatakan bahwa macan tutul itu berhasil mereka lumpuhkan.


Kemudian setelah mereka menikmati hasil buruan hari itu, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kota neverland. Butuh waktu delapan jam bagi mereka untuk sampai kekota mereka. Dan ketika akhirnya menginjakkan kaki kembali ke kota mereka, mereka pun berpisah dan kembali kerumah masing-masing. Begitupun Angela yang kembali kerumahnya. Casandra dan Violet kembali kerumah Dev. Mereka berdua mengizinkan Angela menyimpan kain berisi jantung Dev untuk sementara waktu.


...----------------...


Tetapi keesokan harinya, setelah pulang kuliah ia mengantarkan kain itu kerumah Dev. Ia melihat rumah itu sangat sepi. Ia pun memanggil Casandra dan Violet. Namun belum ada jawaban dari mereka. Angela segera turun kebawah dan masuk ke rumah bawah tanah. Disanalah ia menemukan Casandra dan Violet. Mereka sedang duduk di pinggir kolam api.


"Apa aku boleh bergabung?" tanya Angela tiba-tiba.


Mereka menoleh pada Angela dan tersenyum padanya karena mereka tahu ini akan terjadi. "Akhirnya kau datang juga Angela." ucap Violet.


"Apa kalian menungguku?" tanya Angela.


"Lalu, apa yang membuatmu datang kemari?" tanya Casandra.


"Aku ingin mengantarkan jantung Dev. Aku berpikir jika waktu itu ia bisa sembuh karena berendam dalam kolam api, mungkin saja cara itu juga bisa dilakukan untuk menghidupkannya kembali." ucap Angela merasa itu adalah ide brilian.


Casandra tersenyum karena Dev benar dengan ucapannya. Gadis itu memikirkan hal yang sama persis dengan apa diperkirakan oleh Dev. Casandra menghampiri Angela dan menyambutnya. Ia menerima bungkusan kain yang diulurkan Angela padanya. Kemudian ia mengeluarkan isi bungkusan tersebut ke sebuah batuan tempat semedi Dev. Dengan tiba-tiba jantung serta remukan tubuh itu berputar dan melayang 10cm dari posisinya semula.


"Apa yang terjadi?" tanya Angela heran.


"Itu adalah respon dari sisa tubuh Dev pada suhu panas api." ucap Casandra.


"Apa nantinya Dev bisa hidup kembali?" tanya Angela sangat berharap.


"Aku tidak tahu." ucap Casandra.


Angela merasa nafasnya mulai sesak. Iapun segera pergi dari ruang bawah tanah tersebut. Ia menuju kamar milik Dev. Kemudian ia buka lemari pakaiannya dan menyentuh semua baju Dev. Kemudian ia ingat pada salah satu pakaian yang dikenakan Dev saat mereka hampir melakukannya. Segera diambilnya pakaian tersebut dan ia bawa ketempat tidur. Ditatanya pakaian tersebut seolah ada Dev sedang tidur ditempat tidurnya, kemudian Angela pun berbaring disampingnya.



"Kenapa kau pergi tanpa mengatakan padaku tentang semua rencanamu yang akan meledakkan diri bersama iblis itu." ucapnya lagi.


"Bahkan aku sudah begitu senang kau datang menyelamatkanku."


"Aku pikir,,,"


"Aku akan kembali bersamamu lagi,,,,"


Angela berpura-pura seolah Dev ada disampingnya. Ia terus saja mengajak bicara pakaian Dev, kemudian setelah merasa lelah Angela pun tertidur. Dan ia langsung mendapat sebuah mimpi yang memperlihatkan keberadaan Dev. Disana ia melihat Dev sedang tidur ditengah-tengah sekumpulan bunga-bunga.


...----------------...


Dilain tempat, memang benar apa yang dimimpikan Angela. Ditempat yang jauh disana, ada sebuah tempat dimana semua orang yang mati melewati barisannya untuk ditimbang kebaikan dimasa hidupnya dan menerima tempat barunya. Setelah bertemu dan bertatapan langsung dengan dewa Anubis, Dev dilempar ke api neraka dan mendapatkan hukumannya sebagai iblis incubi.



Satu bulan penuh Dev menerima hukumannya. Ia mendapatkan api dan timah panas setiap harinya. Ketika ada perintah dari penguasa, Anubis menemuinya dan membawa Dev naik ke permukaan. Kemudian ia meninggalkan Dev di sebuah padang pasir. Anubis menyuruh Dev untuk memukan jalannya sendiri.


"Berjalanlah sesuai apa yang ada dihatimu. Jika kau beruntung, kau akan temukan jalanmu keluar." Anubis segera menghilang setelah mengucapkannya.


"Tunggu,,,"


Karena Anubis menghilang dan tidak memberinya peta perjalanan, Dev melangkah sesuai apa yang dikatakan hatinya. Ia berjalan melewati padang pasir yang luas sekali bagai tanpa ujung. Dengan langit yang sangat gelap, ia menyusuri gurun itu sendirian. Berhari-hari ia berada disana tanpa melihat seorangpun teman. Ia melangkah terseok-seok. Terkadang ia jatuh berguling dan tersungkur ke pasir. Ia juga merasa sangat kehausan. Namun ia tetap melangkah hingga akhirnya ia melihat ada sebuah pintu gerbang raksasa. Ia segera melangkah mendekati pintu gerbang itu dan melewati beberapa anak tangga kemudian sebelum melangkah memasukinya, ia menjalani beberapa pemeriksaan.



Dev diizinkan melewati pintu gerbang didepannya. Ia terus melangkah hingga tidak tahu hendak kemana lagi. Sampailah ia ditempat yang dipenuhi bunga-bunga indah bermekaran. Dev berbaring diantaranya. Ia merasa lelah setelah beberapa hari berjalan melewati gurun pasir dan pakaiannya menjadi sangat lusuh karenannya. Kemudian, ia memejamkan matanya karena merasa sangat mengantuk. Dengan mata yang masih terpejam, tiba-tiba saja pakaiannya berganti menjadi kemeja putih bersih. Dev tidak merasakan perubahan itu. Ia juga tidak tahu, bahwa tempat itu adalah tempat yang sama dimana ayahnya dulu berada.



Dev menjalani masa tidur yang cukup lama. Sudah beberapa hari ia disana. Dan belum ada yang membangunkannya. Hingga pada hari ke dua belas, ada suara menggema di langit. Suara itu menyuruh Dev kembali ke tempatnya. Bahwa keberadaannya ditempat itu belumlah menjadi waktu baginya. Dalam catatan mereka, belum saatnya Dev menempati tempat itu. Maka, mereka mengembalikan Dev ketempat asalnya. Tiba-tiba sesuatu seperti angin besar bergulung-gulung menyeret tubuh Dev sehingga ia terhisap kedalam pusarannya.


"WUUUZZZZZHH !!" suara angin yang bergulung-gulung.


...----------------...


👉 Lanjut episode 32 yaa,,, 😄


.


.