
Saat Angela berciuman dengan Luis, tiba-tiba saja jantung Dev berasa seperti berhenti berdetak. Ia merasakan sesak nafas yang amat sangat. Ia terjatuh dari kursinya begitu saja seperti orang mati. Ia memiringkan badan berusaha untuk bangun kembali. Namun karena itu terasa sangat sulit, iapun merangkak menuju tempat tidurnya.
"Hhhhakkk ! hhhhakkk !" suara Dev saat menarik nafas. Ia berusaha mengambil kembali nafasnya yang tiba-tiba menghilang.
Dengan sangat payah, Dev berusaha tetap bernafas. Ia memukul-mukul dadanya dan terbatuk-batuk. Ia begitu susah payah mengambil nafasnya. Ia meraih-raih pinggiran seprei yang ada didepannya. Tetapi belum sampai ketempat tidurnya, tiba-tiba saja tubuhnya mati lemas.
Casandra yang baru pulang dan langsung mencari keberadaan Dev menjadi terkejut karena menemukan Dev tergeletak dilantai dengan keadaan yang sudah tidak bernafas. Ia menepuk-nepuk pipi pria itu dan mencoba memanggil-manggil namanya. Ia ingat soal ucapan Dev tadi saat ditelepon. Bahwa ia akan kembali hidup jika masih ada yang menginginkan dia berada didunia. Dan itu menyangkut cintanya. Dengan cepat Casandra mencium Dev. Tetapi tidak ada perubahan sedikitpun. Mungkin karena ia bukanlah seseorang yang dicintai Dev. Ia bangkit dan meletakkan Dev ke atas tempat tidurnya.
Kemudian dengan cepat ia terbang keluar mencari keberadaan Angela. Hanya wanita itu satu-satunya harapan Dev. Ketika ia akhirnya menemukan Angela, betapa kecewanya dirinya melihat gadis itu sedang berciuman dengan Luis.
"Angela. Hentikan semua itu. Jika kau masih menginginkan dia hidup." teriak Casandra dari kejauhan.
Seketika Angela menghentikan ciumannya karena mendengar ucapan seseorang. Ia menyadari kesalahannya. Angela segera mengingat bahwa ia masih berharap agar pria yang ia cintai kembali. Iapun meninggalkan Luis dan berlari menjauh. Setelah cukup jauh dari Luis, Casandra menemui Angela.
"Kau tahu apa kesalahanmu? Sekali saja kau menghianati cinta Dev, ia tidak akan bisa kembali kedunia ini." ucap Casandra merasa kecewa.
"Aku,,,,,maafkan aku,,,,"
"Dev sudah kembali,,,, "
"Benarkah?" mata Angela berbinar-binar dan tidak sabar untuk bertemu.
"Tetapi kau membuatnya kembali tiada. Satu-satunya harapan dia hidup adalah cinta yang kau simpan untuknya. Tetapi baru saja kau berciuman dengan Luis. Kau menghianati cintanya. Hal itulah yang membuatnya tiada." ucap Casandra.
"Apa? Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bermaksud melakukan itu bersama Luis. Aku tidak tahu jika ia sudah kembali." Angela mulai menangis.
"Cepat datangi dia. Dia sedang sekarat." ucap Casandra.
Sekuat tenaga, Casandra membawa Angela terbang bersamanya. Mereka sampai dirumah Dev dan langsung menuju kamar utama dimana pria itu berada. Betapa sedihnya Angela, melihat Dev yang terkulai lemas diatas tempat tidurnya. Ia berusaha membangunkan pria itu. Bahkan ia mencium Dev berulang kali. Namun tidak juga ada perubahan. Angela langsung menangisi kesalahannya. Ia menunggu dengan setia selama satu tahun ini. Dan saat pria itu kembali ia justru berciuman dengan pria lain. Ia sangat menyesal. Ditengah-tengah isakan tangisnya ia melihat buku dan pulpen berserakan di lantai. Ia tinggalkan Dev sebentar untuk mengambil buku tersebut.
Angela memungut buku catatan Dev dan pulpen yang ada dilantai. Kemudian ia mendekati Dev kembali sambil membaca tulisan yang baru dituliskan Dev disana. Tentang kematian dan perjalanannya di akhirat. Dengan penuh rasa bersalah, ia mendekap kepala pria itu dan terus memanggil namanya. Ia tidak ingin kehilangan dia untuk yang kedua kalinya. Dipeluknya tubuh yang terkulai lemah itu dengan penuh perasaan. Diusap-usapnya kepala Dev berulang kali. Namun masih sama.
Angela menangis lagi. Ia berlari ke kamar mandi dan mengusap bibirnya yang bekas ciuman Luis. Ditamparnya sekeras mungkin supaya ia tidak mengulangi kesalahannya. Iapun berulang kali mencuci bekas ciuman Luis dengan sabun hingga lipstiknya hilang. Kemudian dengan langkah gontai ia mendekati Dev yang semakin pucat. Ia menggenggam tangan pria itu.
"Dev,,aku ingin kau kembali lagi untukku. Aku sudah menunggumu selama satu tahun ini, apa kau akan meninggalkanku lagi?" bisik Angela di telinga Dev.
"Mungkin kita sudah terlambat Ela." ucap Casandra menyentuh pundak Angela.
"Tidak. Aku harus meminta maaf kepadanya secara langsung. Aku juga akan mengatakan bahwa aku tidak pernah menghiananti cintanya." tangisan Angela semakin menjadi.
Casandra juga tidak tahu harus melakukan apa. Saat Violet datang, wanita itupun hanya bisa terpaku melihat keadaan Dev yang semakin tidak baik. Kedua succubi itu duduk di pojokan kamar sambil menahan perasaan mereka. Ingin sekali mereka memeluk dan menghangatkan tubuh Dev. Tetapi disana sudah ada Angela sebagai kekasih Dev. Keduanya masih merasa sedih karena Dev belum bangun juga.
"Pesan? Ah,,tunggu,,," Angela memeriksa ponselnya.
Ia semakin sedih melihat pesan yang dikirim Dev untuknya. Pada jam pulang kuliah. Tepat pada saat ia bersama Luis. Jelas saja ia semakin menangis karena didalam pesan itu, Dev mengatakan bahwa ia sangat merindukan Angela.
...----------------...
Ketika Angela mendekap Dev sekali lagi dan menciumnya dengan penuh perasaan, tiba-tiba sebuah keajaiban muncul. Jantung Dev yang tadinya berhenti berdenyut, kini kembali berdenyut. Dan nafasnya pun kembali berhembus. Dengan matanya yang sayu, Dev membuka matanya perlahan. Tangannya mulai bergerak menyentuh pipinya.
Mereka yang melihat keajaiban itu segera mendekati Dev dan menunggu pria itu membuka matanya dengan kesadaran penuh. Setelah dipandanginya satu persatu wanita yang ada disekitarnya, Dev mengucapkan sesuatu.
"Apa aku hidup kembali?" ucapnya dengan suara lemah.
"Benar, kau hidup kembali Dev." jawab Angela merasa sangat bahagia.
Pria itu menghirup nafas dalam-dalam. Lalu ia mengatakan bahwa tadi ia merasa sangat kesulitan untuk bernafas. Tidak sedikitpun oksigen yang bisa ia hirup. Kemudian setelah ia merasa sesak sekali, tiba-tiba saja ia berada di ruang hampa. Hanya kegelapan yang ia temui. Tubuhnya melayang-layang tanpa bisa digerakkan. Hanya kedua bola matanya yang masih bisa bergerak melihat sekitarnya.
"Angela?" gumamnya lirih.
"Maafkan aku Dev, jika kematianmu yang kedua tadi disebabkan karena aku. Jujur saat Luis menciumku, aku tidak mempunyai perasaan apapun kepadanya." ungkapan jujur Angela pada Dev.
"Siapa Luis? Kau berciuman dengannya?" tanya Dev masih lemah dan berusaha duduk.
"Aku tidak sengaja menerimanya. Sungguh." ucap Angela menggenggam tangan Dev.
Dev terdiam. Kini ia tahu apa yang membuatnya sempat kehilangan nafas. Bahkan apa yang tadi ia rasakan itu begitu menyiksanya. Namun ia mencoba melihat kedalam mata Angela. Ia melihat bahwa mata gadis itu tidak sedikitpun mengucapkan dusta. Dev merasakan,9 gadis itu berusaha mengatakan hal yang sebenarnya.
"Aku ingin percaya padamu."
"Maafkan aku,,,,,,"
"Seandainya kau mencintai dia pun, aku tidak apa-apa. Aku pernah pergi dari hidupmu. Mungkin tidak akan berpengaruh apa-apa jika aku pergi untuk yang kedua kali."
"Tidak. Kau tidak boleh pergi lagi. Aku ingin kau disini. Jika kau ingin pergi, bawa aku bersamamu. Kaulah pria yang benar-benar aku cintai Dev, tidak ada yang lain." Angela memeluk erat tubuh Dev. Ia sangat takut apabila pria itu benar-benar pergi kembali.
...----------------...
👉 Lanjut episode 34 ya 😄
.
.
.