
Dev mengantar Johny ke markas para pemburu. Sesampai disana ia dihadang beberapa pemburu lain karena aroma makhluknya tercium oleh mereka. Johny meminta mereka untuk tidak menyerang. Ia masuk dan langsung menemui Caleb. Ia mengatakan pada saudaranya itu bahwa Angela dibawa pergi oleh Feldor, iblis hitam.
"Iblis hitam telah menculik Angela. Aku datang untuk meminta bantuanmu kakak" ucapnya.
"Apa kau melihatnya?"
"Tidak, aku tidak melihatnya. Tetapi Dev mencium bau iblis itu membawa Angela pergi bersamanaya." ucapnya lagi.
"Apa kau yakin?" tanya Caleb pada Dev.
"Apa kau yakin mempertanyakan soal itu padaku?" jawab Dev tenang. "Aku rasa semakin kalian menunda, kesempatan kalian akan semakin berkurang." ucapnya lagi.
Ia berdiri dengan tenang walaupun beberapa pemburu datang dan berdiri di sekelilingnya. Ia menatap Caleb tajam. Kemudian ia mengatakan sesuatu yang membuat Caleb berpikir.
"Aku akan pergi kesana. Dengan ataupun tanpa kalian. Sekarang tentukanlah. Apa kalian akan ikut bersamaku ataukah tidak." tanya Dev tegas.
"Aku pasti ikut." ucap Johnya.
"Baiklah, besok kita berangkat menyelamatkan Angela. Apa kau tahu kelemahan iblis hitam itu?" Caleb bertanya pada Dev.
"Aku rasa dia tidak bisa bertahan pada asam sitrat. Saat kami berdua sempat bertarung di toilet kampus, tanpa sengaja kami menghantam botol sabun cair yang ada atas washtafle. Aku melihat tangannya sedikit terbakar karena terkena sabun tersebut." ucap Dev.
"Kalau begitu kita akan menyiapkan tembakan berisi sabun cair yang mengandung asam sitrat. Kita juga perlu menambahkan zat itu untuk menguatkan karakternya." ucap Yen.
"Benar sekali. Aku akan pergi ke apotik untuk membeli asam sitrat tambahan." ucap Mery.
"Baiklah, kalian boleh siapkan apapun itu. Aku akan kembali ke rumahku sebentar. Besok pagi kita semua berkumpul di ujung jalan perbatasan hutan." Dev memberi komando.
...----------------...
Dev masuk kerumah bawah tanahnya dan pergi menuju kolam api. Ia duduk didalam api tersebut untuk bersemedi. Saat membaca buku harian Maladrey, ia menghafal beberapa mantra keabadian milik iblis merah. Ia berdiam didalam kolam api begitu lama.
Hingga waktu menujukkan hari sudah semakin malam, ia menyiapkan diri untuk berkumpul bersama para pemburu di perbatasan hutan besok pagi. Sebelum ia berangkat, Casandra dan Violet menemuinya.
"Dev, ijinkan kami berdua ikut denganmu. Kami bisa membantu semampu kami untuk menyelamatkan kekasihmu." ucap Casandra.
"Benar Dev. Bawa kami serta. Maka kami akan bekerja keras untuk mendapatkan Ela kembali." Violet menimpali.
"Tidak. Kalian berdua tetaplah disini. Jagalah kediamanku ini dengan baik." ucap Dev.
"Aku mohon Dev. Ijinkan kami pergi bersamamu. Kau akan membutuhkan kami nanti." ucap Violet.
Dev memandangi muka mereka berdua bergantian. Casandra dan Violet segera mengangguk kepadanya. Akhirnya Dev mengijinkan mereka untuk ikut bersamanya. Ia melihat bahwa keduanya benar-benar ingin membantunya untuk menemukan Angela. Saat Dev berjalan ke ruang bawah tanahnya, ia menjumpai Brielle sedang terikat disana. Ia ingat bahwa kemarin ia memerintahkan pelayannya untuk membawa Brielle keruangannya. Iapun mendekati wanita yang sedang pingsan itu. Ketika Dev merebahkan dirinya disamping Brielle, wanita itu terkejut dan ketakutan melihat Dev.
"Aku ingin kau melayaniku dengan hatimu sepenuhnya." ucap Dev.
Dev mulai merangkak diatas tubuh Brielle. Ia melihat wanita itu memejamkan mata karena terlalu takut padanya. Akhirnya dengan cepat dan tanpa basa-basi lagi, Dev segera menikmatinya. Ia melepas ikatan tangan Brielle dan membiarkan wanita itu memberikan pelayanan maksimal untuknya. Cukup lama Dev bergumul dengan wanita itu. Setelah ia merasa tenaganya bertambah, ia pun segera berlalu menuju rumah atas untuk istirahat. Ia memberi pesan pada Yasinta dan tiga succubi lain untuk menjaga rumahnya selama ia mencari Ela.
Esok paginya, ketika Dev membuka matanya, ia memanggil Casandra dan Violet. Ia menyuruh mereka bersiap untuk perjalanan nanti. Dev pergi membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan setelan kemeja hitam berkancing. Mereka segera berangkat untuk menemui para pemburu. Dengan sayap yang mengembang lebar, Dev terbang tinggi diikuti kedua wanita succubi itu. Melintasi awan dan berapa pepohonan mereka terbang dan berusaha supaya tidak terlihat oleh manusia biasa. Sampai di perbatasan hutan, mereka melihat para pemburu sudah bersiap disana. Mereka pun turun meluncur kebawah menemui mereka.
"Apa kalian sudah menunggu lama?" tanya Dev.
"Tidak, kamu juga baru sampai disini." ucap Johny.
"Baiklah, kita berangkat sekarang. Aku akan memeriksa dasaran jurang." Dev bersiap terbang lagi, tetapi Casandra mengatakan bahwa ia yang akan memeriksanya.
"Biar aku yang memeriksanya." Casandra segera terbang menukik menuruni jurang yang berkabut.
Cukup lama mereka menunggu laporan dari Casandra. Tetapi wanita itu belum juga kembali. Hingga akhirnya ia kembali mengatakan bahwa didasar jurang adalah sungai yang terhubung dengan sungai luas berujung air terjun dengan tebing-tebing tinggi di sisinya.
"Kalian akan membutuhkan rakit untuk menyusuri sungai didasar jurang ini." ucap Casandra.
"Sungai?" tanya Caleb.
"Ya. Anak sungai yang terhubung dengan air terjun di ujungnya." jawab Casandra.
"Baiklah, kita buat rakit sekarang juga." ucap Caleb.
Akhirnya mereka menuruni tepian jurang dengan penuh kehati-hatian. Karena kemiringan tebingnya cukup tajam. Setelah sampai dibawah, mereka menebang beberapa pohon dan segera membuat rakit yang kuat. "TAK ! TUK ! TAK ! TUK !" Suara kampak-kampak mereka menancap di kayu yang mereka tebang. Dengan cekatan Yen dan Johny mengikat sisi sebelah utara, sedang Blaze dan Gordon mengikat sebelah selatan. Caleb memasah kayu untuk dijadikan sampan. Sedang Dev dan kedua succubi itu duduk bertengger diatas pohon.
Ketika rakit mereka sudah siap, mereka beramai-ramai mendorongnya ke air. Kemudian satu persatu dari mereka menaiki rakit tersebut. Ketika semua sudah berada diatas, Caleb dan Johnya mulai mendayung sampan dan bergeraklah rakit mereka menuju hulu sungai.
"Bersiaplah wahai Demon hunter ! Kita akan menghabisi iblis hitam itu tanpa ampun dengan tombak dan panah kita !" teriak Caleb membakar semangat para pemburu.
"Yaa !! Kita pasti berhasill !!" teriak mereka semua.
Dev hanya memperhatikan para pemburu itu dari atas tiang layar. Ia duduk santai disana bersama kedua succubi yang berdiri di kanan dan kirinya. Rakit berjalan sesuai arah yang mereka tuju. Terasa angin berhembus cukup kencang sehingga rakit berlayar cukup cepat. Rakit mereka menyusuri sungai dengan lancar. Setelah berjalan beberapa kilometer, dari kejauhan Dev mendengar suara deru air yang cukup keras. Ia terbang untuk melihatnya. Benar saja, didepan sana ada air terjun yang sangat deras. Dan mereka tengah menuju kesana.
"Sebentar lagi kalian akan menemui air terjun. Bersiaplah." ucapnya terbang diatas rakit.
"Apa? oh tidak. Kayuh berlawanan arah !" teriak Caleb.
"Kalian tidak akan bisa menolak, siapkanlah diri kalian untuk jatuh kebawah !" teriak Dev memperingatkan para pemburu untuk bersiap.
Tiba-tiba air sungai semakin deras, rakit mereka tertarik kencang menuju air terjun. Dan yang mereka takutkan terjadi. Rakit mereka meluncur kebawah dengan kecepatan penuh.
"Aaaaaaaaaaaarrrrrggghhh!!!!" teriakan mereka menggema di alam raya.
...----------------...
👉 Lanjut episode 28 ya,,😀