
KRIK ! KRIK ! KRIK !
Malam itu iblis Dev merayap masuk kerumah salah satu wanita muda yang tubuhnya begitu seksi. Levi namanya. Seorang wanita muda yang ditinggal mati suaminya sebelum melakukan malam pertama mereka. Dirumah itu, tampak ia hidup berdua bersama ayahnya dengan kehidupan yang miskin. Sehari-harinya ia menjadi buruh tani di ladang milik tetangganya. Dev masuk kerumah Levi dengan mudahnya dan menghembuskan asap merah dari mulutnya. Seketika itu juga alam bawah sadar Levi sudah dikuasai oleh Dev. Sehingga wanita itu menerima sentuhan-sentuhan Incubi itu dengan terbuka. Saat ia merangkak di atas tubuh Levi, ia melihat ada sebuah sangkar burung di atas meja dengan seekor burung kecil didalamnya. Burung itu terbang kesana kemari seperti ketakutan melihat makhluk yang naik ke atas tubuh pemiliknya. Tetapi Dev tidak terlalu memperdulikannya, ia tetap pada tujuannya yaitu melakukan sesuatu kepada Levi. Dev berencana akan menjadikan Levi sebagai pelayannya.
"Mmm,,Slurrp ! Sluurrp !"
Suara lidah panjang Dev saat menjilati bagian basah antara miliknya dan milik Levi. Levi berusaha membuka matanya saat tubuhnya terasa berguncang-guncang. ia sangat ketakutan melihat Iblis Dev sedang menikmati tubuhnya. Dengan sekuat tenaga ia berusaha mencengkeram lengan Dev tetapi hanya meninggalkan cakaran-cakaran di lengan dan pundak Dev, sekuat apapun usahanya ia tetap tidak bisa menyingkirkan tubuh besar iblis itu.
"Tolooo,,,egghh" Levi hendak berteriak minta tolong, tetapi lidah Dev masuk kedalam mulutnya dan menyumpal tenggorokannya.
Wanita itu merasakan sesuatu yang begitu besar dengan kasar bertamu ke area sensitifnya. Levi juga menerima hentakan keras berulang kali. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Dan ketika iblis itu membuka mulutnya menampakkan gigi runcing dan tajam, ia menghisap seluruh tenaga dan ruh yang ada pada diri Levi. Tampak sesuatu bayangan putih yang terhisap masuk kedalam tubuh makhluk tersebut. Hingga akhirnya Levi tewas dengan mengenaskan ditangan iblis Dev. Setelah menyelesaikan makan malamnya, Dev membawa jasad Levi terbang ke atas awan bersamanya dan membawanya menuju istananya.
...----------------...
Ternyata, Levi adalah putri dari Caleb. Kepala pemburu yang sedang mengincar Dev. Ketika Caleb pulang dari pertemuan malamnya dengan beberapa pemburu, ia mendapati kamar Levi kosong. Ia mencium bau makhluk yang sangat tajam dari kamar putrinya tersebut. Bau makhluk yang ia ingat. Karena beberapa waktu lalu ia pernah bertarung dengan makhluk itu. Caleb juga melihat tempat tidur putrinya berantakan dengan beberapa goresan cakar di ranjang kayunya. Serta beberapa tetesan cairan seperti minyak lengket di sepreinya. Seketika Caleb marah besar. Ia menyadari, bahwa Incubi itu telah mengganggu putrinya. Dan sekarang makhluk itu telah membawanya pergi.
"Kurang ajar ! Beraninya kau ambil putriku !" teriak Caleb marah dan memukul kayu jendela.
...----------------...
Keesokan paginya, pelayan baru Dev yang ia bawa semalam masih berada diruang pemulihan. Seperti biasanya, jasad yang baru ia bawa akan diletakkan didalam kolam bebatuan dan direndam dengan cairan milik Dev. Setelah semalaman menjalani perendaman, maka ia akan bisa kembali hidup sebagai mayat hidup yang bertanduk dan berekor. Levi membuka matanya tepat saat Bianca diperintah untuk melihat perkembangan mayat gadis itu. "KRANG ! KRANG !" Suara pintu ruang pemulihan dibuka. Bianca masuk dan melihat bahwa Levi sudah hidup kembali. Wanita itu terlihat ketakutan melihat suasana tempat itu. Begitu banyak bara api dan tulang-tulang tengkorak yang berserakan.
"Selamat datang saudariku, kau sudah kembali dihidupkan untuk melayani tuan kita." ucap Bianca.
"Dihidupkan kembali? Apa aku sudah mati?" tanya Levi masih belum menyadari kematiannya.
"Malam yang lalu, tuan kita telah mengambil nyawamu. Kau memberinya kepuasan yang luar biasa. Seperti aku dulu. Sehingga tuan memilih kita untuk menjadi pelayannya" ucap Bianca dengan datar.
"Aku ingat saat itu ada iblis yang bertubuh besar sedang meniduriku. Apa dia tuan kita?" tanya Levi gemetaran.
"Benar, dan karena kita telah menjadi pelayannya. Kita akan melayani apapun keinginannya. Termasuk ketika ia meminta kita untuk menemani dia tidur. Kau harus membuatnya merasa senang." ucap Bianca sedih. "Kau tidak boleh membuatnya marah. Jika kau membangkitkan kemarahannya, tuan akan melemparkanmu ke kolam api itu. Maka habislah, kita akan benar-benar lenyap dan hancur lebur." Bianca menunjukkan kolam api yang mendidih.
"Masuk kolam itu?" Levi ketakutan.
"Benar, aku sudah beberapa kali melihat pelayan lama dilempar tuan kesana. Mereka tidak bisa memberikan kepuasan kepada tuan sehingga tuan menjadi marah. Dan saat mereka masuk kedalam api itu, mereka merasakan kesakitan dan meraung-raung. Teriakan mereka terdengar sangat memilukan." ucap Bianca gemetar.
...----------------...
Dev membuka pintu penghubung rumah atasnya dengan dunia bawah tanahnya. Ia melangkah memanggil pelayannya. Saat ini, Dev memiliki lima pelayan yang masih bisa memberikan pelayanan yang sempurna untuknya. Dalam minggu terahir, sudah ada tiga pelayan yang ia lemparkan kedalam kolam mendidih. Karena mereka tidak bisa memberikan pelayanan yang memuaskan. Saat Dev duduk di singgasananya, pelayan yang bernama Clara segera menghadap kepadanya.
"Apa yang bisa saya lakukan tuan?" tanya Clara.
"Dimana Bianca. Suruh dia kemari." perintah Dev pada Clara.
"Baik tuan."
Clara pergi menghampiri Bianca yang sedang memeriksa keadaan Levi. Ketika ia menjumpai Bianca, segera ia sampaikan perintah tuannya. "Bianca, tuan memintamu untuk segera menghadapnya." ucap Clara.
Levi memandangi kepergian Bianca dengan tatapan takutnya. Ia merasa sangat takut apabila tuannya memanggilnya sekarang. Ia duduk dengan gemetaran sambil memandangi tubuhnya yang telanjang tanpa selembar kain pun menutupinya. Ia juga memiliki ekor seperti kadal dan memiliki dua buah tanduk dikepalanya.
"Sekarang tampak seperti apa aku ini? Makhluk telanjang?" Levi menangis menutupi mukanya.
Sudah cukup lama Bianca pergi dan belum juga kembali. Gadis itu masih didalam kamar menemani tuannya. Sesekali terdengar erangan Dev yang menggema di seluruh ruangan rumah bawah tanah. Membuat semua pelayan merasa ngeri dan gemataran. Mereka tahu betul apa yang sedang tuannya lakukan pada Bianca. Ketika akhirnya gadis itu keluar dari ruangan tuannya, ia tampak sekali kehilangan tenaganya. Tubuhnya dipenuhi luka cakaran dengan bibir dan area sensitifnya yang tampak luka-luka dan lebam. Dua pelayan lain segera membantunya berjalan ke ruang pemulihan.
Kedua gadis pelayan itu segera membantu Bianca berendam di kolam pemulihan. Bianca akan berada disana semalaman. Levi merasa sangat ketakutan melihat keadaan Bianca yang baru saja menghadap tuannya. Ia menangis sesenggukan.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Levi pada Clara dan Vive.
"Dia baru saja melayani tuan. Seperti itulah keadaan kita selepas melayani hasratnya. Tuan akan meminta kepuasan yang sempurna dari kita. Walaupun kita tahu akan babak belur seperti Bianca, itu lebih baik daripada harus dilempar kedalam kolam mendidih. Tubuh kita hanya akan tersisa tulang belulang. Aku melihat Danise berteriak kesakitan saat kulit dan dagingnya mengelupas didalam sana." ucap Vive.
Mereka bertiga berpelukan dan menangis bersama karena merasa hidup mereka berakhir dalam kemalangan luar biasa.
...----------------...
β€ ***Terima kasih sudah membaca Incubus Snares...π
πLanjut baca episode 14 ya π***
.