INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
BABAK BARU MENJADI MANUSIA



"KUKURRRUYYUUUUUUKK !!"


Pagi itu, suara kokokan ayam terdengar sampai rumah Dev. Entah itu suara ayam dari mana, namun yang pasti suaranya terdengat amat nyaring. Dev sudah bangun dan berolahraga ditaman samping rumah. Lukanya sudah pulih benar. Sambil menyeruput susu hangat yang Violet buatkan barusan, ia menggerakkan otot lengannya. Dari belakang, datanglah Johny yang juga sudah bangun dari tidurnya. Ayah Angela itu pulang larut malam sebelum Dev kembali mengantar pelayannya.


"Pagi Dev. Kau mau aku buatkan sarapan apa?" tanya Johny menyapa.


"Hei Johny. Kau sudah bangun? Bukankah semalam kau pulang sangat larut?" Dev balik menyapa.


"Ya, aku akan tidur lagi nanti siang. Bagimana Dev, kau mau sarapan apa pagi ini?" tanya Johny lagi.


"Oh,,kau tak perlu repot Johny. Violet sedang membuatkan sarapan untuk kita." jawab Dev santai.


Ia sudah selesai dengan olahraganya dan merasa gerah. Sambil berjalan menuju kursi yang ada dihalaman sampingnya tersebut, ia melepas kaos yang ia pakai. Dev duduk menghabiskan susu hangatnya. Ia juga menuangkan satu gelas susu dari teko untuk Johny. Mereka mengobrol ringan hingga Johny bertanya soal hubungannya dengan Angela.



"Bagaimana hubungan kalian?" tanya Johny.


"Ah? Kami baik-baik saja." jawab Dev.


"Bukan, maksudku. Apa hubungan kalian akan seperti itu selamanya." tanya Johny semakin menyelidik.


"Oh, tentu saja tidak. Aku mengerti maksudmu John. Pada saatnya nanti kami akan menikah." ucap Dev membuat Johny lega.


Pada saat itulah Angela datang dan menyapa keduanya. Gadis itu sudah mandi dan tampak manis sekali. Dev mendekatinya dan mengecup bibir Angela. Spontan saja Johny berdehem keras, karena mereka berciuman didepan matanya.


"Oh? Dev." Angela melirikkan matanya ke arah ayahnya yang berdehem-dehem.


Dev tersenyum dan memeluk Angela sesaat. Kemudian ia bertanya pada gadis itu. "Apa kau siap untuk diwisuda hari ini?" tanya Dev.


Hari ini adalah hari perayaan wisuda bagi mahasiswa dan mahasiswi di kampus mereka. Dan sebagai pelajar yang mendapat nilai tertinggi (Cum laude) maka orang tersebut akan mendapat promosi istimewa, yaitu bergabung dan bekerja pada sebuah perusahaan besar. Atau bahkan ia bisa memilih untuk mengajar di kampus tersebut.


"Ehem. Aku sudah siap. Kau mandilah dulu." ucapnya mendorong punggung Dev dengan pelan.


"Violet sedang menyiapkan sarapan untuk kita. Mari kita sarapan terlebih dahulu." ajak Dev sambil berjalan menuju dapur.


Tepat sekali kedatangan mereka karena Violet sudah selesai menyiapkan makanannya. Wanita itu menyapa mereka semua dan mempersilahkan mereka untuk menikmati sarapan yang ia buat. Dev melihat beberapa hidangan di atas meja. Semuanya tampak lezat. Tanpa berlama-lama mereka menyantap hidangan diatas meja tersebut bersama-sama. Casandra dan Violet juga bergabung bersama mereka. Mengobrol dan bergurau menikmati pagi hari dengan ceria.



...----------------...


Beberapa waktu kemudian, Dev yang keluar sebagai mahasiswa dengan gelar Cum laude itu mendapatkan promosinya. Ia diundang oleh sebuah perusahaan besar untuk menjabat sebagai manager keuangan. Ketika pertama kali ia datang ke perusahaan tersebut, penyambutannya lumayan baik. Mereka menunjukkan ruang kantornya dan hampir semua karyawan disana menjabat tangannya memberi ucapan selamat.


Dev duduk di ruangannya. Karena baru hari ini ia bergabung, belum ada nama pengenalnya di atas meja. Beberapa jam kemudian, ia mengisi rapat pertamanya. Sebagai perkenalan dan penyesuaian awal baginya. Dev merasa beruntung, semua orang menerima dirinya dengan tangan terbuka. Setelah rapat selesai, direktur utama memberinya ucapan dan jabatan tangan. Ucapan selamat atas keberhasilannya meraih gelar tertinggi dan berhasil menempati jabatan di perusahaannya. Beberapa karyawan juga memberinya buket bunga dan berfoto bersamanya.



"Mulai hari ini, aku akan hidup sebagai manusia biasa." ucapnya dalam hati.


Ia membaca setiap laporan yang ada dalam berkas dimejanya. Ia pun menoba mempelajari dan memahami satu persatu laporan tersebut. Ia juga memeriksa laporan yang masuk setiap harinya di komputer ruangannya tersebut. Yang nantinya akan ia laporkan kembali kepada direktur keuangan.


Siang itu, ia sedang berjalan menuju kantin bersama rekan sesama manager yang bernama Samuel. Mereka tengah membicarakan soal bisnis yang berjalan di perusahaan tempat mereka bekerja. Saat mereka melewati meja-meja karyawan lainnya, beberapa memberi hormat kepada mereka. Begitu pula karyawati perempuan. Mereka nampak antusias menyapa Dev.


"Selamat siang pak Samuel, pak Dev." mata mereka terus saja menatap Dev sampai keduanya benar-benar hilang dari pandangan.


Sampai di kantin pun, rupa-rupanya para karyawati sedang menggosipkan seseorang. Tanpa mendekati mereka pun, Dev sudah bisa mendengar percakapan mereka yaitu tentang manager keuangan mereka yang baru dan tampan. Tampak mereka diam saat Dev dan Samuel datang duduk di meja sebelah. Setelah memesan makanan yang ada di menu kantin, mereka makan siang dengan waktu singkat. Dev masih merasakan wanita-wanita itu menatapnya berbisik sembari tersenyum-senyum tidak jelas. Hingga salah satu dari mereka mendekati mejanya.


Saat Samuel pergi ke toilet, seseorang wanita dengan baju atasan putih mendekati Dev. Ia mengajaknya kenalan dengan manja. Ia memperkenalkan diri bernama Susy.


"Hay,, apa kau senang di sini pak manager kita yang baru?" tanya Susy mendekati Dev.


"Hemmm,,,Ya." jawab Dev singkat.


"Perkenalkan. Namaku Susy. Kau bisa datang padaku jika butuh bantuan. Seperti saat kau pusing, aku bisa datang untuk memijatmu." Susy menarik dasi Dev ke arahnya dengan suaranya yang dibuat-buat.


Dev hanya diam memperhatikan tingkah manja wanita itu. Ia sudah biasa menghadapi wanita seperti itu dirumahnya. Jadi ia tidak merasakan apa-apa. Seandainya Susy melakukan itu pada pria lain, mungkin saja pria itu akan basah berkeringat. Saat mendekati bibir Dev, Samuel sudah kembali dari toilet. Dengan tenang Dev melirik kearah Samuel dan kembali menatap Susy. Namun wanita itu tidak jadi melakukan apa yang akan ia lakukan. Sebelum pergi ia mengatakan bahwa ia akan menemui Dev kembali. Dev masih saja diam tidak berkomentar apa-apa. Ia melanjutkan makan dan memperhatikan Samuel yang datang duduk kembali.


"Apa kau sudah selesai?" tanyanya.


"Ya, aku baru saja selesai." ucap Dev.


"Mari kita kembali bekerja." Samuel mengusap tangannya dengan tissue dan beranjak dari kursinya.


Dev juga mengusap tangan dan mulutnya dengan tissue. Kemudian ia dan Samuel berjalan dengan santai melewati wanita-wanita yang sedari tadi terus saja memperhatikannya. Dev heran, masih saja ada wanita yang tertarik padanya bahkan ia sudah tidak menjadi incubi. Dengan kedua tangan yang ia masukkan ke saku celana, Dev berjalan tanpa merasa canggung melewati Susy dan teman-temannya. Hal itu membuat mereka semakin menjerit-jerit didalam hati. Hari itu, Dev mendapat teman akrab dan beberapa pemggemar. Hari-harinya sebagai manager di sebuah perusahaan ternama baru dimulai. Ia berharap hal itu akan menjadikannya sibuk seperti manusia lainnya.


...----------------...


👉 Lanjut episode 39 😄


.


.


.


.


_