INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
KESEMPATAN UNTUK HIDUP KEMBALI



Walaupun di dunia sana Dev baru menjalani hari-hari dalam hukuman selama satu bulan, nyatanya di dunia sudah satu tahun lamanya Dev meninggalkan Angela. Gadis itu sedang diperpustakaan bersama Casandra. Mereka sedang mencari contoh untuk tugas sastra puisi mereka. Ketika didalam ruangan terasa dingin dengan suara angin menderu-deru, mereka segera tahu bahwa hari ini akan datang hujan lebat. Baru saja mereka menduga, angin berhembus kencang dan air hujan pun berjatuhan dari langit. Mereka tidak tahu, bahwa itu adalah tanda bahwa langit telah mengembalikan Dev kebumi.


"Hujannya deras sekali, sebentar lagi jam terakhir. Semoga nanti hujan sudah reda. Karena aku tidak membawa jas hujan." ucap Angela.


"Akupun malas jika harus terbang dalam keadaan hujan." ucap Casandra.


Mereka melamun menatap hujan. Hingga mereka mendengar suara sirine tanda jam pelajaran terakhir. Mereka pun bergegas kembali ke kelas.



Angela berjalan ke kelasnya dengan sedikit melamun. Ia menatap jendela besar yang mereka lewati. Ia melihat senyuman Dev di antara tetes air hujan tersebut. Ia pun menghentikan langkahnya sesaat.


"Dev,,,,,sudah satu tahun kau meninggalkanku." ucap Angela dalam hati.


"Hay , ada apa?" tanya Casandra. "Apa kau melamunkan Dev lagi? Ayo cepat ke kelas. Mrs. Caile sudah masuk ruangan." ucapnya memperingatkan Angela.


Angela segera tersadar dari lamunan. Kemudian ia melangkah kembali menuju kelas. Mereka langsung menuju bangku mereka dan menyimak pelajaran yang diberikan oleh Mrs. Caile. Sejak Feldor berhasil dihancurkan, bagi orang-orang kampus banyak yang mengira Mr. Brian diculik karena tidak diketahui keberadaannya.


...----------------...


Dirumah atas milik Dev, tiba-tiba ada suara dentuman keras yang terdengar dari ruang bawah. Mereka semua yang berada di rumah bawah pun penasaran dan melihat apa yang terjadi dirumah atas. Betapa terkejutnya mereka ketika jantung dan sisa-sisa tubuh tuannya berterbangan menuju rumah atas. Dan berputar-putar diatas tempat tidur. Sisa-sisa kecil yang berada di lereng dekat gua itupun berterbangan menuju rumah Dev. Diatas twmpat tidur itu, semua potongan dan debu menyatu menjadi satu. Berputar-putar dan sedikit demi sedikit menampakkan wujud seorang manusia. Mereka yang melihat semua itu merasa sangat takjub.


Tubuh Dev kembali menyatu dan menampakkan sosok Dev seperti terlahir kembali. Dengan tangan dan kaki seutuhnya. Bahkan setelah semua menyatu dan memperlihatkan tubuh Dev secara utuh. Tiba-tiba saja tubuh Dev menjadi hangat kembali. Dan kedua mata Dev pun terbuka. Para pelayan Dev membelalakkan mata, mereka merasa ini semua masih mustahil. Dev menarik nafasnya dengan berat yang terlihat seperti baru saja tenggelam di lautan. Ia melihat para pelayannya ada didepannya.


"Ada apa?" ucapnya.


"Benarkah itu kau tuan?" ucap Brigetta.


"Ya. Ini aku."


Dev meraba wajah serta bagian tubuh lainnya lalu ia bangkit dan berkaca. Ia kembali utuh dan hidup. Ia masih tak percaya dengan semua penglihatannya itu. Yang kembali dengan telanjang dan tidak memakai sehelai pun pakaian. Dev berjalan ke balkon. Di bawah guyuran air hujan yang deras, ia menatap jauh ke arah kampusnya. Ia yakin bahwa sekarang ini Angela masih berada di kampusnya.


"Angela apa kabar denganmu,,,,," gumamnya.


Kemudian Dev masuk kembali kekamar dan memakai pakaiannya. Ia masih bingung dengan dirinya. Apakah ia masih seorang iblis ataukah sekarang ia menjadi manusia murni. Ia mencoba mengeluarkan sayap dan ekornya. Namun tidak terjadi hal apapun. Ia yakin sekarang bahwa dirinya lahir kembali menjadi manusia seutuhnya. Ia tidak memerlukan makanan dari pelayan-pelayannya yang ada di rumah bawah tanah.


Setelah berganti pakaian, Dev mencoba ketahanan tubuhnya. Ia ingin tahu seberapa besar perubahan pada dirinya. Ia pergi ke halaman belakang yang terhubung dengan hutan pinus. Kebetulan hujan juga sudah reda. Yang tertinggal hanya sisa tetesan air hujan yang menggenangi tanah dan membasahi pepohonan. Ia mencoba melompat dan berpegangan dari satu pohon ke pohon lain. Bertengger diatasnya dan melompat turun. Dev merasa bersyukur, karena dalam keadaan sekarang ia masih bisa melompat dari kejauhan. Ia juga masih bisa mencium bau makhluk ataupun semacamnya. Namun bau yang ia cium rata-rata dari bau makhluk yang tidak begitu menyengat. Itu artinya, tidak ada iblis jahat lain seperti Feldor di sekitarnya.



Dev juga merasa beruntung karena mereka tidak mengambil sedikitpun ingatan miliknya. Sehingga ia masih memiliki semua ingatannya. Ia beristirahat sebentar sambil memandangi alam sekitar. Udara disana begitu segar terasa. Dev melihat sebuah batu besar yang ada disana. Kemudian ia mendekatinya dan duduk diatasnya. Dengan kaki ia naikkan ke atas batu ia membetulkan tali sepatunya. Tiba-tiba ponselnya berdering. Sebuah panggilan dari Casandra. Dev berjalan pelan sambil menerima telepon dari Casandra.


"Ya. Ini aku." jawab Dev.


"Oh syukurlah. Aku takut kau benar-benar pergi dari dunia ini." ucap Casandra.


"Sebenarnya, aku juga tidak yakin bahwa aku bisa kembali." ucap Dev.


"Kau bilang kau sudah mempelajari mantra keabadian?"


"Iya benar. Tetapi siapa yang tahu soal kematian? Aku rasa, mereka mengembalikanku juga karena ada seseorang yang begitu menginginkanku kembali." ucap Dev dengan suara sedikit bergetar.


"Maksudmu? Jika tidak ada lagi yang menginginkanmu kembali, kau akan pergi lagi?" Casandra terkejut.


"Mungkin begitu,,,"


"Kekasihmu sangat sedih. Satu tahun ini ia begitu merindukanmu." Casandra memberitahukan soal kesedihan Angela.



"Apa dia sehat?" tanya Dev.


"Tentu saja. Ia hanya terlihat terpuruk dan sedikit kehilangan semangatnya." ucap Casandra lagi. "Apa aku beritahu dia sekarang?" tanyanya.


"Jangan. Biar aku yang menghubunginya." ia tidak mengizinkan Casandra memberitahu Angela.


"Yah, baiklah. Tetapi aku ingatkan padamu. Jangan terlalu lama menghubunginya. Ada beberapa pria yang mulai dekat dengannya." Casandra mengingatkan Dev.


"Ya, aku tidak khawatir soal itu. Aku yakin perasaan gadis itu masih setia untukku." ucapnya.


Setelah teleponnya ia tutup, Dev kembali menyusuri hutan dan berlari melompati batu dan tebing. Kemudian berputar haluan menuju rumahnya kembali. Ketika ia memasuki kamarnya, ia mengambil beberapa buku catatannya. Dan membaca ulang semua yang telah ia tulis didalamnya. Ia menuliskan beberapa kalimat tentang perjalanannya di akhirat. Seberapa pedih hukuman yang ia terima. Dan bagaimana mereka mengampuni dan memberinya kesempatan untuk kembali kedunianya.


Dev menggigit pulpennya. Ia berpikir sejenak dan menuliskan sesuatu kembali. Kemudian, ia mengirim pesan untuk Angela.


"Aku sangat merindukanmu,,,,,"


Pesan itu ia kirim saat itu juga. Ditempat lain, tepatnya saat Angela sedang berjalan menuju rumahnya bersama Luis. Sorang teman pria yang begitu peduli kepadanya akhir-akhir ini. Mereka mengobrol tentang banyak hal sehingga gadis itu tidak mendengar ponselnya berbunyi. Saat mereka hendak menyeberang, tidak sengaja kaki Angela terperosok kedalam genangan air hujan. Hal itu membuat tubuhnya hampir jatuh. Namun, Luis menangkap tubuh Angela dan mendekapnya erat. Seketika mata mereka bertemu dan membuat Luis terbawa suasana. Pria itu mendekatkan bibirnya dan mengecup bibir Angela.


...----------------...


👉 Lanjut episode 33 ya 😉