INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
DUA BULAN BERLALU DENGAN TENANG



Malam mulai merayap ke sisi barat dunia. Anginnya begitu kencang dengan guntur yang berdentum keras. Dengan awan tebal yang menutupi rembulan, hujan turun membasahi jalanan dikota Neverland. Angela masih betah berada didalam pelukan Dev. Ia bahkan tidak ingin pulang karena takut jika Dev akan pergi lagi. Ketika geledek semakin kencang dengan air hujan yang semakin deras, Dev menarik selimut dan mengajak Angela tidur. Namun mata gadis itu tidak mau terpejam. Ia terus saja memandangi Dev.


"Tidurlah. Apa lagi yang kau pikirkan?" Dev bertanya pada Angela.


"Aku takut kau akan meninggalkanku lagi." ucap Angela.


"Aku sudah kembali. Dan tidak akan pergi jika kau masih menginginkan aku disini." ucapnya.


"Janji ya?" tanya Angela manja.


"Janji."


Akhirnya gadis itupun bersedia memejamkan matanya. Ia tidur dengan membenamkan kepalanya ke dalam dada Dev. Dengan perlahan, Dev menarik selimut sampai betul-betul menutupi tubuh Angela. Karena ia merasakan suhu udara yang terasa semakin dingin. Dilepaskannya ikat rambut Angela, kemudian ia mengusap-usap rambut gadis yang berada dalam pelukannya tersebut.


***


Kira-kira sudah dua bulan berlalu setelah kejadian waktu itu. Dev mencukur rambutnya sehingga terlihat lebih pendek dan rapi. Semakin hari, Angela semakin mesra dengannya. Gadis itu meminta izin pada ayahnya untuk tinggal dirumah Dev. Akhirnya Dev juga meminta Johny untuk tinggal bersamanya. Karena Johny sudah berjanji akan merestui hubungan putrinya dengan Dev jika Dev hidup kembali, iapun menuruti keinginan pria tersebut untuk tinggal bersamanya.


Johny mendapat kamar didepan, yaitu kamar tamu. Sedang putrinya tidur di kamar seberang kamar Dev. Terkadang, Angela menyelinap masuk ke kamar Dev di malam hari hanya untuk bertemu dan mengobrol sebelum ia kembali lagi ke kamarnya untuk tidur. Seperti malam ini, Angela datang ke kamar Dev dan meminta Dev untuk menemaninya membaca cerita komik.



Karena Dev sudah menyelesaikan tugas kuliahnya, ia menyanggupi permintaan Angela untuk menemaninya membaca. Ditengah-tengah bacaan, Angela terus saja menguap. Dev menyuruh gadis itu untuk beristirahat. Namun Angela tidak mau. Ia terus saja membaca hingga kepalanya jatuh diatas buku.


BLEK !


Angela tidur dengan mulut sedikit terbuka dan terus saja mengingau. Dev tersenyum. Bahkan ia bisa tertawa melihat kelakuan gadis itu. Dev menggeser kepala Angela dan mengambil buku komik itu. Ia melipat halaman terahir yang mereka baca. Tanpa sengaja ia melihat halaman selanjutnya. Yang menunjukkan gambar berciuman. Iapun menutup buku tersebut dan menyimpannya di laci meja kamarnya. Dev mengangkat tubuh Angela dan hendak ia pindahkan ke kamarnya. Dan pada saat mereka keluar dari kamar Dev pun, Angela masih saja mengucapkan beberapa kalimat yang tidak jelas sambil matanya terus terpejam.


Karena Dev tidak ingin Johny mendengar keberadaan mereka, akhirnya ia menutup mulut Angela dengan bibirnya. Sambil berjalan ia memperhatikan ekspresi Angela yang seperti bisa menikmati ciumannya.


"Hemmm,,hemm,," suara Angela masih saja mengigau walau mulutnya sudah disumpal.


Dengan sangat hati-hati, Dev membuka pintu kamar Angela agar tidak berbunyi. Setelah masuk, ia juga menutupnya pelan-pelan. Kemudian ia membaringkan Angela diatas tempat tidurnya. Sebelum pergi keluar, ia mengamati wajah Angela yang cantik. Dengan kedua tangannya yang menyangga tubuhnya, ia kembali mencium gadis itu.


...----------------...


Namun tanpa ia duga, Angela mengangkat tangannya dan memeluk pundak Dev. Gadis itu masih memejamkan matanya. Namun Dev merasa bahwa Angela sudah bangun dan hanya berpura-pura tidur. Jika tidak, ia tidak bisa membalas ciuman yang ia berikan padanya. Dan benar saja, mata Angela terbuka dan memegangi kaki Dev. Tangannya mengusap-usap punggung Dev kemudian turun ke perut bawah pria yang sedang menciumnya itu.


Dev mulai terbuai oleh sentuhan tangan Angela, dengan perlahan ia melepas pakaian luar Angela sehingga tersisa kaos dalamnya. Ia juga meraba belahan kaki gadis itu. Ketika Angela menarik baju Dev agar mudah ia lepaskan, Dev menghentikan ciumannya. Ia tidak ingin melanjutkan kegiatan malam tersebut, sehingga ia menarik diri dari pelukan Angela.



"Kenap,,,"


Saat Angela hendak mengucapkan sesuatu, ia menyentuh bibir gadis itu dengan jari telunjuknya. Kemudian mengusapnya pelan.


Mata Angela tampak begitu mengharapkan Dev. Entah mengapa setiap pria itu menciumnya, ia merasakan rangsangan yang begitu luar biasa. Tetapi Dev benar-benar tidak melanjutkan kegiatan tersebut. Ia keluar dari kamarnya dan menyuruhnya segera tidur. Kemudian ia pun menutup pintu.


Setelah meninggalkan kamar Angela, Dev pergi ke kamarnya. Ia duduk termenung dan berusaha menguasai dirinya. Sebenarnya ia ingin sekali melanjutkan kegiatannya dengan Angela. Tetapi ia berusaha sekuat hati untuk berhenti. Berulang kali Dev membaringkan tubuhnya ke ranjang. Tetapi ia tetap tidak bisa tidur. Akhirnya ia keluar menuju dapur dan menuangkan air putih ke gelasnya. Ia minum banyak-banyak supaya kenyang. Tetapi matanya masih saja menolak untuk terpejam.


"Kau belum tidur?" tanya Casandra tiba-tiba. Wanita itu datang bersama Violet.


"Hmm?" Dev menoleh kepada mereka.



"Apa kau menahan rasa itu lagi?" tanya Violet yang bisa membaca raut wajah Dev.


"Aku tidak ingin kembali menjadi incubi." ucap Dev datar.


"Aku faham, tapi apakah kau akan baik-baik saja tanpa makanan seperti itu?" tanya Casandra. "Apa kau benar-benar menjadi manusia seutuhnya?" lanjut Casandra.


"Sudah dua bulan ini aku tidak mendekati pelayan ruang bawah tanah. Mungkin aku benar-benar sudah menjadi manusia biasa. Jadi aku tidak membutuhkan makanan seperti itu lagi." ucap Dev melipat kakinya diatas kursi dan menyandarkan tangan ke lututnya.


"Dev, manusia biasa pun butuh hal seperti itu. Mereka berciuman, menjalin hubungan, bercinta, dan mempunyai anak. Kau sudah tahu itu kan?" Violet mencoba memberitahu Dev.


"Ya, aku tahu itu."


"Lalu kenapa?"


"Karena aku hanya ingin tetap menjaganya. Mungkin nanti jika akhirnya aku benar-benar melakukannya, itulah saat aku tidak bisa menghentikan semuanya."


Mereka berdua mencoba bermanja dengan Dev, tetapi kini pria itu tidak pernah merespon sentuhan mereka. Sekarang mereka hanya bisa menemani dan memperhatikan pria yang ada didepannya sambil menggigit bibir. Ketika Dev menyandarkan kepalanya dimeja makan, mereka melihat bahwa pria itu sudah sangat mengantuk. Tetapi matanya tidak juga terpejam.


Pukul 02.13.


Akhirnya, Dev tertidur bersandar di meja makan. Casandra dan Violet terus saja memandanginya. Mereka selalu tergoda dengan wajah tampan pria itu. Tetapi karena sekarang Dev tidak menginginkan mereka, merekapun membuang perasaan itu. Dengan perlahan mereka berdiri dan mendekati Dev. Perlahan namun pasti, mereka mengantarkannya kekamar dan membaringkan Dev keatas tempat tidurnya. Mereka juga tidak lupa untuk menyelimuti tubuh Dev. Sebelum pergi keluar, mereka mengecup pipi Dev. Sebagai ucapan selamat tidur.


...----------------...


👉 Lanjut episode 35 ya,,,😉


.


.


.