INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
ENAM SUCCUBI



Dev mengangkat buku-buku yang ia baca, kembali ke tempatnya di rak atas kusus buku tuanya. Ia belum selesai membaca catatan harian milik Maladrey. Ia berniat hendak makan malam terlebih dahulu. Iapun pergi keluar mencari rumah Ttrista yang kemarin sempat berkenalan dengannya di perpustakaan. Cukup mudah baginya mencari rumah gadis tersebut. Saat ia datang, tampak olehnya gadis itu sedang menonton film dewasa antara dua orang yang sedang beradegan panas di gawainya sambil menggigit-gigit jarinya. Trista tidak menyadari bahwa ada Dev disebelahnya yang ikut menonton film bersamanya. Saat Dev menghembuskan asap merahnya pun, gadis itu tidak menyadarinya.


Tatapan mata Trista seketika menjadi kosong. Hal itu menandakan bahwa pikirannya sudah dipenuhi pengaruh hipnotis dari Dev. Berangsur-angsur gadis itu menggeser duduknya dan meletakkan gawainy dimeja, kemudian kembali lagi duduk mendekati Dev. Saat Dev menyentuh lehernya pun gadis itu tidak menyadarinya.



Trista justru menggenggam tangan kiri Dev dan mulai merasakan kenikmatan saat ekor Dev menggeliat dan mengusap pahanya. Tanpa berlama-lama Dev melepas semua pakaian gadis manis itu, lalu mengambil energi milik Trista dengan memasukkan lidahnya yang panjang ke mulut gadis itu. Ia juga menjilat semua bagian tubuh Trista hinga ke dalam belahan-belahannya. Hingga begitu banyak cairan yang ia dapatkan.


"Hmmm,,,clap clap" suara bibir Dev yang sedang menikmati setiap bagiannya.


Tiba-tiba dari luar datang sebuah panah yang membus kaca dan hampir mengenainya. Ia tidak suka jika kenikmatannya diganggu seseorang. Tetapi ia tidak mempedulikannya, dan mulai menindih Trista dengan kuat. Ketika ia mulai menghisap darah gadis itu, sekali lagi panah melayang ke arahnya dan hampir mengenai pahanya. Dev mulai marah, ia melepaskan dirinya dari tubuh gadis itu dan berjalan mendekati jendela. Tampak disana Brielle dan Flos mengarahkan anak panah mereka kepadanya. Karena ia merasa diganggu oleh mereka, dengan secepat kilat Dev melayang menerjang Flos dan menarik Briel dengan kakinya yang bercakar seperti burung. Busur dan panah mereka jatuh terlempar jauh.


Ia menghantam Flos dengan tanduknya. Dev membuka mulut lebar-lebar dan mengerang keras. Ia menjulurkan lidahnya dan mulai menyerap semua energi milik pria tersebut. Hingga akhirnya Flos tewas. Dev melempar Flos begitu saja ke padang rumput. Kemudian ia membawa Brielle ke sebuah pohon yang besar. Wanita itu begitu ketakutan. Ketika ia hendak mengucapkan mantra pelindung, dengan segera lidah panjang Dev merasuk ke dalam tenggorokan Brielle. Dev mencabik-cabik baju Brielle, sehingga ia melihat tubuh polos wanita itu. Dengan segera Dev menjejalkan seluruh miliknya dengan kasar. Sembari menghisap energi kuat milik wanita itu.


Kepala Brielle menengadah ke atas dengan matanya yang melotot karena kesakitan. Ia tidak pernah berpikir akan menjadi korban iblis merah itu secara nyata. Dengan kedua matanya yang masih terjaga. Dengan kuku tajam dari makhluk itu yang menancap dikedua pundaknya. "AAAARRRGGHHH !" suara erangan Dev menggema diseluruh pepohonan sehingga membuat burung-burung yang ada disana terbang menghindar karena ketakutan.


Setelah semua energi dan darah wanita itu dihisap oleh Dev, tampak sekali tubuh Brielle pucat pasi menjadi seperti kurang gizi. Dev meninggalkan tubuh Brielle begitu saja di atas pohon. Ia segera terbang pulang kerumahnya. Membersihkan diri dari semua bekas darah yang mengotori tubuhnya. Saat Dev sedang mengganti pakaiannya, ia terkejut melihat Casandra ada di belakangnya. Wanita succubi itu memeluk dan mengusap-usap dadanya.


"Devian, aku belum makan seharian ini. Beri aku sesuatu darimu ya." ucap Casandra manja.


Saat Casandra hendak mencium Dev, tangan kirinya meraih dan mencekik leher wanita itu. Kemudian ia mendekatkan bibirnya ke pipi Casandra. "Aku sedang kesal malam ini. Jadi jangan ganggu aku." ucap Dev melepas cengkeramannya.


Dev berlalu dengan kesal. Casandra terbatuk-batuk karena merasa kesakitan pada lehernya. Ia bisa melihat kobaran api dari tubuh Dev yang mengartikan bahwa pria itu sedang benar-benar marah. Kalau sudah begitu, Casandra tidak berani mengganggu Dev lagi. Ia memilih pergi ke rumah bawah tanah Dev dan mencari teman disana untuk mengobrol.


Didalam kamarnya, Dev duduk merenung. Apakah ia akan selamanya hidup seperti itu. Sebagai iblis mesum penghisap energi wanita. Sebenarnya ia sudah lelah jika harus bersandiwara menjadi dua pribadi yang berbeda. Jika ia tidak melakukannya, hidupnya juga tidak akan lama.



Tetapi jika ia terus melakukannya, ia tidak bisa hidup normal berdampingan bersama Angela. Dev berjalan keluar dan mengamati sekeliling halaman rumahnya dari atas balkon kamarnya. Samar-samar dari kejauhan, ia melihat lima gadis muda datang merumahnya dengan sebuah mobil jazz merah. Ia tahu siapa yang datang. Mereka adalah teman-teman casandra. Sesama succubi.


"Hey Devian, apa kami boleh kesana?" tanya Violet.


"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Dev balik.


Dengan sekali lompatan, mereka berlima sampai di dekat Dev. Mereka langsung mengerubungi Dev dan bertanya sesuatu hal padanya.


"Aku tidak bisa membantu kalian." ucap Dev dingin.


"Tolonglah kami. Kami akan melakukan apapun yang kau minta." kelima succubi itu bersujud di depan kaki Dev.


Dev masih diam saat Casandra datang. Wanita itu juga ikut bicara. "Tolonglah mereka Dev, biarkan kami tinggal di istana bawah tanahmu. Kau ingin kami melakukan apa, hm? Katakan saja. Kau ingin pelayanan dari kami? Kami akan melayanimu sampai kau puas." ucap Casandra.


Dev masih diam. Kemudian ia melangkah masuk ke kamarnya dengan santai. Dan secara otomatis wanita-wanita itu mengikuti Dev di belakangnya. Dev sudah menduga bahwa mereka semua akan mengikutinya ke dalam. Kemudian Dev berbaring di ranjangnya.


"Apa yang kalian punya untuk diberikan kepadaku." tanya Dev membuka bajunya.


"Apapun yang kau inginkan." jawab mereka.


Dev duduk dan mengamati satu persatu dari mereka. Kemudian ia meminta Casandra datang kepadanya. Wanita itu segera datang kepada Dev dengan senang hati. Bahkan ia sendiri tadi berusaha membujuk Dev untuk bermanja dengannya.


"Aku akui, belum pernah sekalipun dalam sejarah. Succubi melayani seorang incubi. Tetapi kali ini kalian akan membuat sejarah baru." ucap Dev menyeringai.


"Apa kau ingin kami melakukannya sekarang?"


"Tentu saja."


Dev membelai rambut Casandra yang ada di pangkuannya. Wanita itu menghadap tubuh Dev segera. Ia mendorong pria itu supaya tiduran. Kemudian dengan gaya erotisnya ia merangkak di atas tubuh Dev dan membuka resleting bajunya. Dev hanya memandangi semua yang ada didepannya dengan wajah yang sama sekali tidak terkejut.


"Apa kau siap sayang?" ucap Casandra menggoda.


Bibir Dev terangkat sebelah dan tersenyum. Ia membiarkan wanita itu bermain-main dulu dengan dirinya. Setelah ia menerima semua dari Casandra, ia mengeluarkan sifat aslinya yang begitu buas. Casandra merasa tubuhnya begitu kesakitan. Bahkan ia merasakan lebam disekujur tubuhnya. Hingga waktunya melayani Dev selesai, kini giliran violet. Belum sampai ke dekat ranjang, ekor Dev sudah menariknya untuk mendekat.


...----------------...


๐Ÿ‘‰Lanjut episode 24 ya ๐Ÿ˜‰


...----------------...