INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
KECURIGAAN ANGELA



Malam itu bulan bersinar cukup terang, sehingga jalanan masih tampak ramai dengan lalu lalang orang. Angela melangkah hendak menyeberangi jalan untuk menuju supermarket didekat kampus ketika ia melihat Dev sedang duduk minum kopi di sebuah kafe dekat supermarket tersebut. Ia mengamati Dev dan berencana akan menyapanya, namun ia urungkan niatnya tersebut karena ia teringat ucapan Dev tentang aroma tubuhnya yang membuat pria itu pusing. Angela melanjutkan langkahnya menuju supermarket namun matanya masih melihat ke arah Dev. Sehingga ia tidak melihat ada sebuah truk melaju ke arahnya dengan kencang. Hampir saja truk itu menyentuh kulitnya ketika ada sesuatu yang meraih dan melindunginya. Walaupun begitu, ia masih merasakan adanya benturan keras ketika truk itu menabraknya.


Angela membuka mata setelah terjadi benturan, ia melihat truk yang hampir menabraknya itu terbalik dan ringsek dengan asap mengepul ke atas. Tetapi ia tidak melihat adanya luka ataupun merasakan sakit sedikitpun pada tubuhnya. Ia menyapukan pandangannya ke semua jalan yang tampak berkabut hitam ia tidak melihat ada kendaraan lain disana. Tidak ada korban lainkah? Kenapa truk itu bisa begitu ringsek? Bukankah tadi truk itu menabrakku, aku bahkan merasakan benturan keras karenanya. Kenapa sekarang aku merasa baik-baik saja? Angela ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Saat ia merasa gemetaran, ia melihat seorang berdiri dalam kabut dengan tangan terangkat setengah badan seperti sedang melindungi diri dari sesuatu sambil menatap dirinya.


"Dev?" ucap Angela terkejut karena melihat pria itu adalah Dev.


Sekarang Angela mengerti, bahwa tadi ada sebuah truk yang melaju kencang ke arah dirinya, dan truk itu berhasil menabraknya. Namun Dev melindunginya sehingga justru truk itulah yang terpental dan ringsek. Sedang ia sendiri hanya mengalami benturan sedikit dan tidak mengalami luka sedikitpun. Ketika petugas kepolisian berdatangan, ia segera melangkah menghampiri Dev, tetapi tiba-tiba saja pria itu menghilang dari hadapannya. Angela celingak-celinguk mencari keberadaan pria yang sudah menyelamatkannya itu, dan ia menjadi sangat heran ketika melihat Dev sudah berada di atas jembatan penyeberangan. Pria itu pergi dengan santai dan hilang menuju kegelapan malam.


Angela masih saja memikirkan kejadian yang ia alami beberapa jam yang lalu. Ia tak habis pikir, bagaimana bisa ia selamat dari kecelakaan itu. Bagaimana juga Dev bisa menahan benturan keras dari truk yang melaju kencang ke arahnya. Secara logika, tidak mungkin justru truk itulah yang mengalami celaka. Sedangkan ia dan Dev tetap baik-baik saja. Manusia normal tidak akan bisa melakukan hal yang ganjil seperti yang dilakukannya. Lalu Angela juga teringat kejadian di toilet kampus siang tadi. Saat ada sesuatu yang seperti melindunginya dari kecelakaan kecil.


...----------------...


Pagi itu Angela bangun kesiangan dan hampir terlambat pergi ke kampusnya. Ia mandi dengan cepat dan turun menemui ayahnya yang sedang ada di dapur. Pria paruh baya itu tengah membuat sarapan sederhana dengan roti selai dan susu.


"Pagi sayang, kau tidur nyenyak malam ini?" tanya ayahnya.


"Tidurku terlalu nyenyak ayah, aku sampai bangun kesiangan karenannya." jawab Angela dengan meneguk susu di gelasnya. "Apa hari ini ayah libur? Mengapa belum juga memakai seragam?" Angela gantian bertanya.


"Hari ini ayah mendapat tugas siang sayang, baiklah habiskan sarapanmu ayah akan menunggumu di depan sambil menyiapkan mobil." ayah Angela keluar untuk memanasi mobilnya.


Johny memberikan kecupan pada putrinya setelah mobil mereka sampai di halaman kampusnya. Angela segera berlari menuju kelasnya dan benar saja seperti apa yang ia pikirkan, dosen pembimbing sudah ada didalam. Ia mengucapkan permintaan maafnya karena terlambat masuk kelas. Kemudian ia duduk di bangku kosong yang tepat berada di belakang Dev. Ia memandangi punggung pria itu dan mengingat pelukan yang ia rasakan semalam. Tapi sikap Dev masih saja cuek seperti biasanya dan tidak melihat ke arah Angela sedikitpun.


"Apa dia itu benar-benar manusia? Kenapa sikapnya begitu dingin seolah tidak terjadi apa-apa semalam?" Angela berpikir dalam hati.


Angela tidak begitu mendengarkan pelajaran hari ini. Ia masih saja merasakan hal yang begitu ganjil. Hingga pada saat ada kesempatan di waktu istirahat, ia menemui Dev yang sedang mengembalikan tas ke lokernya. Ia berjalan dan muncul tiba-tiba di depan Dev sambil bersandar di pintu loker. Ia pikir Dev akan terkejut tetapi pria itu tidak terkejut sama sekali. Dan masih saja cuek.



"Terima kasih Dev,,sudah menyelamatkanku semalam. Tapi bagaimana caranya kau melakukan itu semua?" tanya Angela pada pria yang masih diam saja.


"Kau sedang apa disini. Pergilah." ucap Dev menutup pintu lokernya dan berbalik meninggalkan Angela.


"Tunggu. Semalam kau menahan truk itu kan? Bagaimana bisa?" tanya Angela membuka lebar matanya. Ia mengamati Dev dengan seksama sambil menghirup aroma makhluk yang semakin dekat dengannya.


"Bicara apa kau ini. Aku tidak melakukan apapun." Dev pergi meninggalkan Angela yang semakin penasaran dan ingin tahu siapa Dev sebenarnya.


Setelah Dev pergi, bau makhluk itu hilang seketika. Mulut Angela terbuka sedikit karena ia belum bisa mempercayainya. Ia berniat akan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dan siapakah Dev sebenarnya.


...----------------...


Krik krik krik ......


Suara binatang malam terdengar sahut menyahut bagai pertunjukan orkestra yang sedang memainkan musik alam yang indah. Angela masih membuka lembaran buku tua sebagai panduan menangkap dan mengidentifikasi makhluk. Ia menemukan sebuah panduan bahwa makhluk bisa saja menyamar sebagai manusia biasa untuk mengelabui para korbannya dan untuk menghindar dari kejaran para pemburu. Untuk membuktikan bahwa mereka makhluk, seseorang harus bisa membuatnya terluka. Jika darah yang keluar dari tubuhnya berwarna hitam, itu berarti dia adalah makhluk yang menyamar sebagai manusia. Iblis yang dapat menyamar sebagai manusia, masuk sebagai golongan iblis dengan kekuatan yang besar.


"Jika Dev adalah iblis, golongan iblis apakah dia?" pikir Angela.


Tiba-tiba ia merasakan ada seseorang sedang mengamatinya di jendela. Ia segera menoleh ke arahnya dan mencoba mendekati jendela kamarnya yang berdenyit. Karena Dev melihat Angela melangkah ke arahnya, ia segera bersembunyi ke tempat lain. Yaitu di atas sebuah pohon yang ada di rumah Abigail. Semua pemburu bisa melihat wujud iblis, keculi pemburu itu mempunyai kekuatan yang lemah. Ia hanya bisa merasakan kehadirannya saja. Namun jika pemburu yang lemah berdekatan dengan para pemburu yang kuat, mereka akan dapat melihat wujud iblis. Angela memeriksa jendela kamarnya dan tidak menemukan siapapun disana. Sambil menyapukan pandangan matanya ke luar halaman rumah, tiba-tiba saja ia merasakan bulu kuduknya berdiri. Ditambah hembusan angin membuat lehernya terasa dingin, ia segera kembali menutup jendela dan beranjak tidur.


...----------------...


~Baca lanjutannya di episode 7,,


jangan lupa like & rate juga ya,,😘👍


.