
Malam itu bulan bersinar sedikit redup. Di sebuah rumah di dekat perbatasan sungai, seseorang sedang tidur dengan nyenyak. Namun ia tidak menyadari jika tubuhnya sedang dipermainkan oleh Incubi yang sedang merasa sangat kehausan. Tak satupun anggota tubuh Bianca yang terlewat dari sentuhan lidah panjangnya. Jari-jemarinya yang berkuku tajam menyentuh semuanya dengan tanpa perlawanan. Saat iblis itu sedang menjilat-jilat bagian pangkal pahanya yang menyatu dengan milik Bianca, tiba-tiba saja Bianca terbangun dari mimpinya dan membuka matanya. Gadis itu melihat makhluk besar berwajah seram dengan gigi-gigi runcing sedang menciumi dadanya. Dan tubuh besar itu sedang menindih tubuhnya dengan hentakan keras. Dengan sangat ketakutan Bianca berteriak.
"Aaaaarrhhh !!" suara jeritan Bianca.
Namun dengan segera makhluk itu memasukkan lidahnya yang panjang ke tenggorokan Bianca sehingga suaranya tidak bisa terdengar oleh orang lain. Tangan panjang dengan cakar tajam itu juga mencengkeram rahang Bianca dengan kasar. Lalu mendekatkan wajahnya kedekat wajah Bianca. Gadis itu semakin ketakutan. Semakin gadis itu takut dan melawan. Semakin sadis pula perlakuan yang diberikan makhluk itu kepadanya. Karena gadis itu sudah melihatnya, makhluk itu mengakhiri aktifitasnya dengan menyedot semua tenaga Bianca beserta darahnya. Sehingga tubuh Bianca seketika menyusut dan menjadi putih pasi tanpa darah yang tersisa. Baru setelah gadis korbannya tak bernyawa lagi, makhluk itu berubah menjadi sosok manusia iblisnya. Ia pergi meninggalkan korbannya dan terbang melewati rumah-rumah penduduk. Lalu melintasi sungai dan berlomba dengan kereta api.
Dev terbang mengiringi laju kereta api dengan kecepatan yang sama. Malam ini ia merasa sangat kekenyangan. Ketika melewati sebuah perkampungan, ia melihat beberapa orang sedang berkumpul disana. Karena merasa penasaran, iapun terbang turun mendekati pepohonan yang rindang dan bertengger di dahannya. Ia mendengar percakapan orang-orang itu dan mencium bau pemburu disana. Rupa-rupanya mereka adalah beberapa keluarga pemburu yang kembali berniat untuk mengejar jejak para makhluk di muka bumi ini. Dev sedikit menjauh namun tetap mendengarkan pembicaraan mereka.
"Flos, sekarang giliranmu." ucap salah satu ketua dari sepuluh pemburu yang berkumpul.
Orang yang bernama Flos itu maju dan menggores sedikit jarinya untuk mengeluarkan darah ke dalam mangkuk yang terlihat sudah lumayan banyak terkumpul darah. Kemudian ketua pemburu itu membacakan suatu mantra dengan sangat khidmad lalu mengusapkan darah itu ke semua senjata milik pemburu yang sedang dikumpulkan. Dengan senjata yang bersatu dengan darah para Demon Hunter, akan tercipta kekuatan yang besar untuk memudahkan menangkap dan melenyapkan iblis ataupun makhluk-makhluk lainnya.
"Dengan senjata kita kali ini iblis atau makhluk apapun tidak akan selamat. Mereka akan terluka parah setelah terkena senjata kita." ucap Caleb, sang ketua pemburu.
Tiba-tiba saja, salah satu pemburu wanita yang bernama Brielle melihat dan merasakan kehadiran Dev. Ia berteriak kepada yang lain dan mengatakan bahwa ada iblis yang bertengger di pohon yang kini sedang mengamati mereka.
"Hey ! Lihatlah di atas pohon itu ! Ada satu Incubi yang mengamati kita !" teriaknya sambil meraih senjatanya dan langsung berlari mendekati Dev.
Beberapa pemburu lain juga segera meraih senjata mereka dan berlari mengejar Incubi itu. Dev yang merasa terancam segera terbang dengan secepat kilat. Beberapa tembakan busur tampak meluncur mendekati dan hampir menyentuh sayapnya. Ia sengaja terbang kesana kemari membuat pemburu kesulitan saat menembaknya. Hingga salah satu tembakan tombak mengenai punggungnya, Dev sangat terkejut dan merasakan kesakitan. Tembakan tombak itu rupanya milik Brielle yang memiliki rantai penghubung pada tombaknya. Sehingga Brielle bisa mengikuti kemanapun Dev terbang.
Brielle menekan tombol kembali pada pistol tombaknya. Sehingga pistol rantai itu bergulung membuat buruannya semakin mendekati dirinya. Dev mengeluarkan seluruh tenaganya untuk melawan tarikan kencang dari pistol tombak yang menancap di punggungnya itu. Ia merasa sangat kesakitan. Sedangkan dibawah sana, beberapa pemburu membantu Brielle menahan pegangang pistol agar daya tarik rantainya tetap terjaga. Sekali memanah, panah Caleb mengenai pinggul Dev. Juga beberapa anak panah milik pemburu lain. Lalu satu lagi tembakan tombak mendarat di pundaknya. Seketika darah hitam Dev keluar mengalir deras karena perlawanan darinya semakin kuat.
"TRINGG !! TRINGG !! suara rantai terputus.
Dev menyemburkan api kepada para pemburu dan terbang menyerang ke arah mereka semua. Dengan kibasan ekor yang begitu keras, ia mampu memukul mundur para pemburu hingga mereka terlempar beberapa meter dari tempat mereka berdiri semula. Dengan sekali sabetan ekornya, langsung membuat mereka terluka dengan darah mengalir di beberapa bagian. Setelah dirasa cukup memberikan balasan, Dev terbang menuju langit tinggi sehingga pemburu-pemburu itu tidak dapat melanjutkan pengejarannya. Mereka tampak sangat kesal karena buruannya dapat meloloskan diri dari jeratan tombak mereka. Para pemburu heran, baru kali ini ada Incubi yang mampu memberikan perlawanan begitu kuat kepada mereka.
...----------------...
Dev terbang semakin rendah. Tubuhnya tidak mampu menahan rasa sakit yang semakin dalam. Sebagian dagingnya hangus dan terurai sehingga luka pada daging dalamnya menganga lebar memperlihatkan beberapa bagian tulangnya. Ia terbang sedikit tak sadarkan diri. Hal itu membuat tubuhnya oleng dan menukik tajam jatuh kebawah. "BUMM !!" suara tubuh Dev yang jatuh ke atap sebuah rumah dan membuat rumah itu berguncang hebat. Kebetulan sekali ia jatuh di atap rumah Angela.
Mata Angela terbuka, malam ini ayahnya sedang tugas. Jadi ia sendirian saja. Ketika ia merasakan rumahnya berguncang, Angela segera mencari tahu apa penyebabnya. Ketika sampai di ruang tengah, ia melihat atapnya ambrol dengan percikan api. Ia segera menyemprot api itu dengan alat pemadam api ringan (Fire Extinguisher/APAR) yang ada di ruangan tersebut. Lalu dengan APAR ditangannya, ia mengikuti jejak percikan api yang menuju halaman belakang rumahnya. Dengan mengendap-endap Angela melayangkan pandangannya ke sekitar halaman. Namun ia tak melihat sesuatu yang mencurigakan.
Setelah ia merasa aman tidak apa seseorang yang berusaha masuk kedalam rumahnya, dari kejauhan ia melihat sesuatu yang panjang bergerak-gerak sedang bersembunyi di balik dinding gudangnya. Perasaan Angela menjadi was-was dan khawatir. Ia berjalan amat pelan untuk mencapai balik dinding tersebut. Dengan perlahan, ia melongokkan kepalanya untuk melihat siapa yang ada di balik dinding. Pertama-tama ia melihat sesuatu seperti ekor naga yang bergerigi. Lalu ia melihat sayap besar dengan sedikit sisa bara api disana. Angela kembali bersembunyi karena merasa apa yang dilihatnya itu mustahil. Tetapi ia masih sangat penasaran. Makhluk apa sebenarnya yang bersembunyi di balik dinding tersebut.
...----------------...
Terima kasih sudah membaca,,,
👉 Lanjutkan baca episode 11 ya 😄
Dan jangan lupa tinggalkan like & ratenya ,,,😘
...----------------...