INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
KEBERADAAN MAKHLUK LAIN DIDALAM TUBUH



Cuaca hangat menghampiri setiap sudut kota menggantikan udara dingin yang semalam menyelimuti tidur para penduduk di Neverland. Saat itu jam dinding sudah menunjuk angka delapan pagi. Mata Dev belum juga terbuka walaupun Angela datang membangunkannya. Bahkan ketika Angela menggelitik perut bawah pria itu, Dev hanya menggeliat saja. Padahal jika dibandingkan dengan sebelumnya, ia selalu terjaga ketika ada suara dan bau orang yang mendekatinya. Tetapi kini pria itu betah berlama-lama tidur. Hingga akhirnya Angela melompat keatas tubuh Dev dengan keras. Pria itu terbangun karena merasa kesakitan pada pangkal pahanya karena kaki Angela menimpanya dengan keras.


"Aaakhh,,," Dev terbangun sambil meringkuk memegangi bagian sensitifnya.


Angela merasa bersalah karena menyakiti Dev. "Ma,,maafkan aku Dev. Aku tidak sengaja mengenai itu,,," ucap Angela menatap bagian bawah Dev.


"Apa yang kau pikirkan? Apa kau sengaja ingin mematahkannya." tanya Dev masih merasa kesakitan.


"Ti,,tidak. Aku hanya ingin membangunkanmu." jelas Angela.


Dev mengusap wajahnya dan berusaha berdiri. Ia berjalan ke toilet sambil memegangi bagian depannya. Ia melepas pakaiannya dan segera mengguyur tubuhnya dengan air shower yang mengalir deras, ia memijat-mijat bagian sensitifnya dan merasakan nyeri yang amat sangat. Setelah ia selesai mandi, ia segera mengenakan celananya. Belum juga ia memakai pakaiannya, Angela memeluknya dari belakang. Dan menggelitik perutnya. Tangannya juga turun dan memaksa masuk kedalam celana Dev.


"Boleh aku menyentuhnya?" tanya Angela.


"hmmmm,,," gumam Dev.


Dev memegangi tangan Angela dan mengikuti gerakannya. Gadis itu tidak merasa ragu lagi untuk melakukannya. Ia memutar tubuhnya sehingga menghadap tepat didepan Dev. Dengan penuh hasrat ia mendorong pria itu ke tempat tidur. Mereka terlihat begitu terbawa suasana.


...----------------...


Casandra sudah siap ke kampus ketika itu. Ia hendak membangunkan Dev dan melihat bahwa pria itu sedang bersama Angela. Iapun mengurungkan langkahnya. Ia menggigit jari sambil memandangi keduanya dibalik pintu. Ketika Violet juga datang, Casandra menjadi sangat terkejut.


"Kenapa tidak masuk?" tanya Violet yang berlalu hendak meraih gagang pintu.


Casandra segera menepis tangan Violet. "Jangan. Lihatlah." ucapnya lirih.


Violet mengintip dari balik pintu seperti Casandra waktu pertama datang. Ia melihat kedua manusia itu sedang bermain. Dengan santai ia mengusap bibirnya. Lalu berjalan mendekati Casandra kembali.


"Aku tahu, cepat atau lambat Dev pasti melakukannya." ucap Violet.


"Ya, tetapi kau lihat. Wanita itu yang menggodanya."


"Dia seperti kita. ha-ha " Violet tetawa.


Violet mengajak Casandra pergi dari depan kamar Dev. Mereka menuju dapur dan menyiapkan makanan. Violet memperkirakan bahwa setelah itu mereka akan merasa kelaparan. Violet sudah biasa memasak untuk Dev setiap satu minggu sekali saat Dev membutuhkan makanan manusia. Jadi ia tahu makanan apa saja yang bisa diterima olehnya.


Satu jam berlalu dengan cepat. Dev keluar dari kamarnya dan menuju dapur. Ia merasakan tubuhnya sedikit tidak enak. Ia melangkah mendekati lemari es dan mengambil teko air putih dan menuangkan airnya kedalam gelas. Sambil berdiri ia meneguk minumannya. Glek,,,glek,,glek,,,,


"Kau haus Dev?" tanya Violet.


"Ah? Ehem,,," jawab Dev dengan deheman. Kemudian ia membuka pintu samping menuju taman belakang rumahnya. Casandra dan Violet memperhatikan raut wajah Dev. Pria itu duduk di kursi taman dan merenung sambil mengusap, lalu mengacak-acak rambutnya.



"Kau baik-baik saja?" tanya Casandra.


"hmmm,," jawab Dev.


"Baiklah, aku rasa kau sedang ingin sendiri. Kami akan pergi ke kampus sekarang, ohya,, kami berdua sudah membuatkan kalian makanan jadi jangan lupa untuk menghabiskannya."


"Baiklah."


Ketika kedua wanita itu berlalu, tiba-tiba saja Dev terbatuk-batuk. Ia merasakan sesuatu yang berjalan didalam tubuh dan seperti ada yang mendesak-desak jantungnya. Ia terhuyung-huyung kesana kemari menabrak dinding dan jendela kaca, kemudian memuntahkan begitu banyak darah dari dalam mulutnya.


"Aakhhgh !" sesuatu seperti mendorong lidah Dev dari dalam.


Kemudian dari dalam rongga tenggorokan Dev, keluarlah rumbai-rumbai seperti serat tentakel gurita yang meliuk-liuk berusaha keluar dari mulutnya. Dev merasakan tenggorokannya kesakitan. Darah segar terus saja keluar dari mulut Dev. Pria itu berusaha menarik serat yang keluar dari mulutnya itu. Namun ia tidak kuasa menahan rasa sakit pada jantungnya. Rupa-rupanya, ada makhluk yang menghuni jantung Dev. Makhluk itu menjadikan jantung Dev sebagai inangnya. Ia masuk ke dalam tubuh Dev saat ia berciuman dengan Angela. Makhluk itu berasal dari Luis. Pria yang mencium Angela waktu itu adalah inang sebelumnya.


Makhluk itu sudah dua tahun hidup dalam tubuh Luis. Kemudian karena tubuh Luis sudah semakin lemah, ia berpindah ke tubuh Angela. Namun belum sempat ia menguras semua energi Angela, ia menemukan tubuh yang lebih kuat dari kedua manusia itu. Tubuh Dev yang masih menyisakan kekuatan iblis merah, menjadi inang sempurna bagi makhluk itu. Ia pun berpindah ke tubuh Dev tanpa pria itu sadari. Karena pada saat ia mencium Angela, ia begitu terbawa suasana sehingga tidak menyadari bahwa makhluk itu masuk melalui rongga mulutnya. Pada saat pertama kali masuk kemulut Dev, makhluk yang termasuk masih bayi itu berukuran kecil. Tetapi setelah ia masuk kedalam tubuh Dev, ia menerima energi yang besar. Sehingga semakin lama ia bertambah besar dengan cepat.


Dev merasakan makhluk itu berjalan dari dada menuju area bawahnya, kemudian naik lagi ke bagian jantung. Karena merasa nyeri yang amat sangat, Dev melepaskan baju supaya ia bisa melihat keradaan makhluk itu. Dan benar saja, ia melihat makhluk itu berjalan di bawah kulit dadanya. Ketika ia mencengkeram makhluk itu dari luar tubuhnya, makhluk itu semakin liar bergerak. Dev mengerang-erang kesakitan. Hingga Angela yang baru selesai mandi pun mendengarnya dari dalam kamar. Gadis itu datang dengan tergopoh-gopoh menolong Dev yang jempalitan di atas lantai.


"Ada apa Dev? Apa kau kesakitan?" tanya Angela merasa kasihan melihat Dev kesakitan.


"Ada,,sesuatu,,yang berjalan di dalam,,,tubuhku,," suara Dev terpotong-potong.


Angela panik. Ia melihat sesuatu bergeser dari paha Dev naik ke celana dalamnya dan tampak lagi menuju ke perut dan dada Dev. Seketika Dev berteriak histeris sampai pelayan-pelayannya yang ada diruang bawah tanah mengintip keluar. Mereka terheran-heran dengan apa yang terjadi pada tuannya. Angela hendak menelepon Casandra ketika Dev memintanya menghalangi bagian kulitnya yang menonjol. Dengan sedikit ngeri, Angela memegangi sekeliling bagian yang menonjol dan bergerak-gerak di dada Dev. Dari tangannya ia bisa merasakan, makhluk yang ada di dalam dada Dev itu sangat aktif.


Sambil memejamkan matanya Dev memenarik nafas panjang. Dengan tangan yang gemetaran ia menyentuh dadanya tepat dibagian jantung. Namun makhluk itu masuk lebih dalam ke bagian jantung Dev sehingga tidak tampak lagi tonjolan di dada Dev. Makhluk itu tahu bahwa inangnya akan mencoba mengeluarkan dirinya dari dalam. Makhluk itu pun semakin merasuk kedalam jantung. Karena pada saat makhluk itu merasuk kedalam jantung, hal itu membuat jantung Dev semakin lemah, Dev pun mulai menggeram panjang. Tanpa diduga, keluarlah kuku tajam dari jari-jarinya, saat itu juga ia melukai dadanya dan membenamkan empat jari kedalam jantungnya. Seketika darah mengalir keluar dari luka robekan tersebut.


"Aaaaaarrkkkggghhh !!" suara Dev menahan rasa sakit saat ia sedang meraba-raba daging bagian dalam tubuhnya.


"Oh tidak ! Dev. Jangan lakukan itu." teriak Angela merasa ngeri melihat proses operasi yang dilakukan Dev secara mandiri dengan tangan kosong.


Angela melepon Casandra agar datang menolong. Kemudian ia mengangkat punggung Dev supaya bersandar kepadanya. Ia merasakan bahwa tubuh pria itu basah oleh keringat dan terlihat mulai sekarat. Ketika Dev merasakan keberadaan makhluk itu, segera ia raih dan menariknya keluar. Tubuhnya juga sudah semakin pucat karena energinya dihisap oleh makhluk tersebut.


...----------------...


👉 Lanjut episode 36 ya 😉