
Warning 21+
Episode 16 ini, Berisi beberapa adegan dewasa. Dimohon pembaca bijak dalam membaca. Terima kasih.
.
.
.
Sinar matahari menyeruak kedalam kamar melalui celah-celah tirai yang sedikit terbuka. Membuat mata Angela mengerjap-ngerjap kesilauan. Angela mencoba bangun namun ia merasakan ada sesuatu yang menahan perutnya. Rupa-rupanya Dev masih memeluknya dari belakang dengan tangan melingkar di perut Angela. Gadis itu baru ingat, bahwa semalam ia menginap dirumah Dev dan tidur bersamanya dalam satu ranjang. Angela memeriksa dirinya apakah terjadi sesuatu semalam, tetapi ia tidak merasakan sakit atau apapun seperti biasanya wanita-wanita yang diganggu Incubi. Artinya Dev tidak melakukan apapun kepadanya. Pria itu hanya memeluknya seperti itu semalaman.
Angela menyingkirkan tangan Dev dengan pelan. Ia bangun dan menuju kamar mandi. Di dalam kamar mandi yang ada di kamar itu, Angela melihat ruangan yang begitu tertata dengan bak mandi dan kloset yang terbuat dari keramik yang terlihat adem dimata. Ia duduk di tepiannya dan mengamati seluruh isi kamar mandi, Angela merasa nyaman duduk berlama-lama disana.
Ia mengisi bak mandi dengan air hangat sampai penuh. Kemudian menuangkan sabun cair kedalamnya. Seketika tercium wewangian yang membuat pikirannya tenang. Ia berdiri dan melepas pakaiannya selembar demi selambar. Kemudian dengan langkah pelan ia merendamkan tubuhnya kedalam air. Tiga puluh menit kemudian gadis itu sudah kembali dengan aroma tubuh yang segar. Ia tetap memakai pakaian miliknya. Saat membuka pintu kamar mandi, ia melihat Dev sudah bangun dan duduk berselimut. Ia baru saja berganti pakaian dan mencium bau harum yang menebar di seluruh ruangan. Iapun memandangi Angela dengan tatapan penuh arti.
"Apa? Kau melihat apa?" tanya Angela pada Dev.
"Ah? Tidak, aku hanya mencium wewangian yang keluar dari kamar mandi." ucap Dev berdiri dan melangkah mendekati Angela.
"Kau mau apa?" tanya Angela gugup karena Dev mendekatinya dan memojokkannya ke dinding.
"Baiklah, mungkin ini terdengar gila untukmu. Dan aku berusaha menutupi semuanya selama ini. Tetapi aku rasa aku tidak sanggup menahannya lagi, Ela. Aku hanya ingin kau tahu bahwa,,,,,*(aku mencintaimu )*." ucap Dev menelan kata-kata yang terakhir di dalam hati.
"Bahwa apa? Kau menyuruhku menebak sendiri? Katakanlah." Angela menatap mata Dev.
"Aku hanya ingin kau tahu bahwa selama ini,,, aku mencintaimu." ucap Dev mendekatkan wajahnya.
Dev hampir saja mendaratkan ciumannya dibibir Angela ketika suara seseorang tiba-tiba mengagetkannya. Sehingga Dev merasa kesal.
"Hmm,,aku rasa aku datang tidak tepat pada waktunya." suara Casandra meledek keduanya.
"Kau? Bisa tidak mengetuk pintu dulu sebelum bertamu ?!" ucap Dev melirik wanita Succubus itu.
"Maaf saja, aku tidak biasa bertamu dengan sopan. Ha-ha-ha." suara Casandra tertawa cekikikan.
Kedua pipi Angela memerah tersipu malu karena tadi Dev hendak menciumnya. Dan lebih-lebih ada seseorang yang menangkap basah mereka sedang berduaan dan hampir berciuman. Dev menengok ke arah Angela sebentar sambil menyentuh lengan gadis itu kemudian pergi menghampiri Casandra yang datang memakai baju berkerah rendah dengan rok sangat pendek.
"Bagaimana apa kau sudah mempunyai laporan untukku?" tanya Dev sambil berkacak pinggang.
"Aku dengar, ada dua Incubus termasuk dirimu, dan enam Succubus termasuk diriku yang menetap di kota ini. Yang lain hanya singgah lalu pergi berpindah lokasi." ucap Casandra menjabarkan laporannya. "Aku sudah bertemu dengan kelima Succubus, tetapi aku belum pernah bertemu Incubus lainnya selain dirimu." ucapnya kembali.
"Aku juga baru tahu jika di kota ini ada Incubi lain selain aku." ucap Dev berpikir.
"Aku rasa, Incubi itu sudah tidak produktif lagi seperti dirimu." jawab Casandra sambil mencondongkan dadanya. "Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui semua ini? Apa kita akan memerangi para pemburu terlebih dahulu?" tanya Casandra penasaran.
"Kalian harus meninggalkan kota ini secepatnya. Tidak ada gunanya melawan. Lebih baik bersembunyi agar kalian semua tetap selamat." jawab Dev.
"Lalu kau sendiri?"
"Kenapa? Apa karena gadis itu?" tanya Casandra menatap Angela tajam. "Bukankah dia putri seorang pemburu? Apa kau mencoba main-main dengannya?" tanyanya semakin penasaran.
"Tidak. Kali ini aku tidak main-main." ucap Dev.
Casandra melirik ke arah Angela kembali. "Apa kau mencintai anak manusia itu?" bisik Casandra di telinga Dev.
Karena melihat Dev menggaruk-garuk kepalanya, Casandra akhirnya mengerti. Bahwa Dev sang iblis telah mencintai Angela sang anak manusia. Casandra merasa itu adalah hal gila. Hal paling luar biasa yang ia lihat didunia. Karena selama ini ia belum pernah mendengar ada kisah percintaan antara incubi dengan manusia biasa.
"Yaa,,ya,, Aku sekarang mengerti. Apa kau yakin itu tidak akan membawa nasib buruk?" Casandra mencoba mengingatkan.
Dev tersenyum dan berlalu dari hadapan Casandra. Ia kembali mendekati Angela yang sedari tadi tiduran di sofa ruangan kamar itu. Gadis itu tampak sedang menyimak obrolan kedua makhluk yang ada di depannya. Ia memandangi Dev yang mendekati dirinya. Ia juga melihat jendela yang terbuka lebar dan tiba-tiba saja Casandra menghilang dari ruangan yang mereka tempati. Angela menoleh ke kanan dan ke kirinya, namun ia tidak menemukan wanita itu.
"Kau mencari siapa? Casandra?" tanya Dev memperhatikan Angela.
"Iya,,kemana dia pergi?" tanya Angela heran.
"Dia sudah pergi, keluar dari jendela itu." ucap Dev santai.
"Dari jendela? Kamar ini kan berada di lantai atas?"
"Kau lupa, aku sudah pernah mengatakan bahwa dia adalah Sucubus. Dia sudah biasa melompat dari ketinggian." ucap Dev sambil menyandarkan punggungnya ke sofa.
"Iya,,aku lupa."
Tiba-tiba saja Dev kembali meraih dan menggenggam tangan Angela. Dan tersenyum kepadanya namun tidak berkata apa-apa lagi. Kemudian Dev bangkit dan mengatakan akan menyiapkan sarapan.
"Aku akan siapkan sarapan untukmu. Sebelum pulang kerumah, temani aku sarapan."
"Tunggu,,, apa tadi kau sungguh-sungguh saat mengatakan itu?" tanya Angela ingin tahu soal perkataan Dev yang tadi sebelum Casandra datang.
"Apa?" Dev sedikit lupa.
"Jadi, kau sudah lupa? Apakah mungkin tadi kau sedang mengigau,,Ah, baiklah, lupakan saja,," ucap Angela lirih dan sedikit kecewa.
"Apa kau masih tidak percaya dengan kata-kataku tadi?" tiba-tiba Dev melanjutkan ucapannya.
"Ah??"
Dev membungkuk dan dengan pelan mencium bibir Angela yang sedang tiduran di sofa. Angela memejamkan matanya dan membuka bibirnya. Ia membiarkan lidah Dev bermain-main dengan lidahnya. Mereka berdua begitu terlena dengan perasaan dan hasrat masing-masing. Dev menaikkan satu kakinya ke sofa melewati tubuh Angela. Kemudian dengan mudahnya ia mengangkat baju yang dikenakan Angela hingga batas dada tanpa melepas ciumannya. Angela menyadari apa yang dilakukan Dev, tetapi entah mengapa ia tidak bisa menolaknya. Ia justru melingkarkan tangannya ke leher Dev.
...----------------...
Baca kelanjutannya di episode 17 😁
.
.
.
.