
***Hai pembaca,, apa kalian pernah bermimpi tentang seorang pria yang tampan? Bahkan kalian melakukan aktifitas fisik dengannya? Kalau pernah, berhati-hatilah bisa jadi itu adalah makhluk yang disebut Incubus. Jadi, jangan pernah lupa untuk berdoa sebelum tidur ya.....
Walaupun begitu, penulis ingin menyampaikan bahwa Cerita ini hanya dongeng belaka dan bukan kenyataan. Segala sesuatunya, kita kembalikan kepada Tuhan. Hanya Tuhanlah pelindungmu dan tempat kamu sekalian bertaqwa,,,,😊***
...----------------...
Diceritakan tentang sosok iblis yang bernama Incubus.
Incubus sering disebut sebagai iblis yang menyerupai sosok pria dan kebanyakan mereka terlihat sangat tampan. Mereka gemar tidur diatas tubuh seorang wanita yang ia inginkan untuk melakukan aktifitas seksual dengan cara mendatangi wanita-wanita yang ia amati setiap malamnya didalam mimpi atau bahkan di dunia nyata. Seorang wanita yang melakukan aktifitas berulang-ulang dengan Incubi (sebutan untuk Incubus) akan mengalami lemas yang parah serta kemerosotan kesehatan, mental mereka terganggu, bahkan bisa mengalami kematian.
Sejak jaman dahulu kala pada zaman Mesopotamia, dalam daftar Raja Sumeria, 2400 SM. Dimana ayah pahlawan Gilgames terdaftar sebagai Lilu yang suka merayu dan mengganggu tidur para wanita. Ada juga yang menyebutkan bahwa awalnya, Incubus adalah sesosok malaikat yang diusir dari langit karena melakukan suatu kesalahan. Bersama dengan pasangannya yang disebut Sucubus. Namun dalam perjalanan kisah Incubus atau Sucubus, tidak ditemukan catatan kisah yang menyatakan bahwa keduanya mempunyai hubungan. Mereka cenderung menyendiri dan kadang pada sesama Incubus pun mereka akan saling bertarung.
Sejak itu, para pemburu iblis yang menyebut diri mereka sebagai Demon Hunter pun bermunculan dari ras dan silsilah yang beragam. Mereka berhasil memburu segala macam iblis dan vampir. Pada masa itu, koloni iblis tidak berani menampakkan diri dan beraksi di sekitar keberadaan para pemburu. Mereka terus bersembunyi dan mencuri-curi kesempatan. Jika para iblis mencium bau pemburu hantu, mereka dengan cepat kembali ke dalam tanah. Jika terpaksa bertemu, mereka akan bertarung hingga para pemburu melenyapkan mereka dari muka bumi ini.
...----------------...
Beribu-ribu abad berlalu setelah tahun Masehi, hiduplah sesosok makhluk Incubi yang berwujud seorang pria tampan. Ia salah satu Incubi yang berhasil meloloskan diri dari para pemburu. Bahkan ia mempunyai paras yang termasuk sangat manis. Selama hidupnya, di tanah atas tempat manusia berada ia akan berpindah-pindah tempat untuk melakukan kehidupan yang berdampingan dengan manusia. Menyamarkan kematiannya, dan mengelabui mereka dengan macam-macam rupa. Bahkan ia mempunyai rumah dan kekayaan seperti umumnya manusia biasa. Namun jika dimata manusia biasa rumahnya bagai rumah mewah, dimata sebangsanya rumah itu adalah kerajaan iblis. Dengan banyak tulang belulang serta binatang-binatang melata yang berbisa. Rumahnya yang sesungguhnya berada di bawah tanah. Seperti terowongan neraka. Selangkah saja dari pintu masuk, akan terlihat ruangan yang gelap dan bebatuan berapi terletak disana sini. Dengan tiang-tiang penyangga dari tumpukan batu yang besar dan panjang serta kilat yang menyambar-nyambar.
Incubi ini, menjelma sebagai seorang pria bernama Dev. Dalam bahasa sansekerta, Dev bisa di artikan sebagai raja atau penguasa. Namun bisa juga di artikan sebagai potongan dari kata Devil. Dalam kesehariannya, Dev menjadi mahasiswa di sebuah universitas. Ia menjadi mahasiswa favorit bagi kalangan mahasiswi di kampusnya. Banyak teman wanita yang memberinya hadiah, dan perhatian lebih. Dengan begitu ia dengan mudah memilih wanita yang akan ia datangi setiap malamnya.
Setiap ada seorang wanita yang ia datangi malamnya, keesokan paginya wanita itu tampak sangat lesu dan pucat. Tubuhnya lemas bagai tanpa tenaga. Seperti seorang gadis cantik berkulit kuning langsat dengan rambut ikal panjang, bernama Lucy teman satu kelas Dev. Semalam Dev mendatanginya dan melakukan itu dengannya berulang-ulang kali. Pertama-tama ia merasuk di dalam mimpi Lucy dan membuat gadis itu begitu senang melihat Dev hadir di dalam mimpinya. Setelah Lucy jatuh dalam buaian mimpinya, ia datang mendekat di dunia nyata. Tanpa Lucy sadari, Dev sudah melakukan itu berulang kali. Ia juga menghisap semua tenaga Lucy hingga tersisa beberapa persen saja.
"Hay Lucy, kau tampak pucat hari ini? Apa kau sakit?" tanya Billy melihat keanehan dalam diri Lucy.
"Aku tidak apa-apa,," jawab Lucy pelan
...----------------...
Pada jam istirahat, Dev pergi ke ruang loker tempat ia menyimpan tasnya. Dan juga beberapa barang yang ia gunakan untuk mendukung sandiwaranya selama ini. Matanya menerawang gadis-gadis yang berlalu lalang di hadapannya dengan aroma yang menggiurkan. Beberapa menyapanya tanpa curiga.
"Hay Dev, apa kau mau ke kantin?" tanya Milena.
"Ya." jawabnya singkat.
"Bagaimana kalau kita kesana bersama?"
"Maaf, aku tidak bisa karena ada perlu sebentar dengan orang lain" Dev mengendus aroma daging segar dari gadis itu.
"Baiklah, kalau begitu aku duluan ya,," ucap gadis itu pergi dari hadapan Dev.
Mata Dev masih saja mengamati tubuh Milena sampai ia benar-benar hilang dari pandangannya. Seketika setelah Milena tidak nampak lagi, dengan senyuman sinisnya Dev menyapukan lidah panjang kemerahan ke seluruh bibirnya. Korban selanjutnya sudah ia tentukan. Gadis berambut hitam legam dengan mata bulat hitam pula. Kemudian ia menutup pintu lokernya dan berjalan santai menuju kantin.
...----------------...
Di kantin kampusnya, tempat itu menyediakan menu makanan sehat bergizi yang berganti setiap harinya. Mereka tinggal mengantre dan menunggu petugas menuangkan lauk pauk ke dalam kotak makanan di nampan mereka. Sebenarnya, Dev tidak memerlukan makanan yang seperti itu. Tetapi ia sudah terbiasa dengan kehidupan manusia yang ada di sekitarnya. Jadi Dev sudah lama beradaptasi dengan mereka yang hidup di bumi. Ia juga meniru gaya hidup mereka. Seperti memainkan gadget, berdansa, atau berolahraga. Di meja barisan kedua, Dev duduk mendekati Milena. Ia menyapa gadis itu, dan mengajaknya bicara tentang banyak hal. Tanpa Milena sadari, Dev sedang masuk ke alam bawah sadarnya. Ia mulai meninggalkan jejak di pikiran gadis itu sehingga ia akan memikirkan Dev selama berhari-hari.
"Hay Milena, oh? Dev? Kau juga ada disini?" tanya George.
"Ya."
George tersenyum kecut melihat Milena sudah bersama Dev. Ia pun duduk terdiam sambil meminum teh kotak ditangannya. Matanya sekali-kali mencuri pandang ke arah Milena. Sehingga Dev melihat hal itu. Ia tahu, George adalah teman Milena yang begitu kentara menaruh perhatian pada gadis itu.
...----------------...