
Didalam genggaman Dev terdapat sebuah makhluk dengan mulut dengan gigi tajam dan runcing yang terbuka. Beberapa tentakel mempunyai mulut-mulut disetiap ujungnya yang terbuka siap melahap dan menggigit mangsanya. Dev segera tahu makhluk itu adalah bayi dari Octalus. Makhluk dan monster laut yang hidup sejak jaman dahulu. Dev menggigil karena begitu banyak darah yang keluar dari lukanya saat mengeluarkan makhluk tersebut dari dalam jantungnya.
Ketika tangan Dev lemas, makhluk itu turun dan berjalan dilantai hendak pergi melarikan diri. Dengan perlahan namun pasti, ukuran makhluk itu tumbuh dan bertambah besar. Saat itu juga makhluk itu melihat Angela dan menyeretnya untuk ikut bersamanya. Ketika hampir sampai di balkon, Casandra dan Violet datang tepat pada waktunya. Mereka menghadang dan menyerang makhluk tersebut dan berusaha merebut Angela kembali. Ketika mereka dapat menangkap makhluk tersebut dan menusuknya dengan belati yang selalu mereka bawa, makhluk itu melempar tubuh Angela dan mencoba kabur. Sehingga Angela jatuh dari balkon lantai empat dirumah Dev. Ia terlempar sampai ke arah hutan yang ada di belakang rumah Dev.
"Aaaaaaaaahh !!" teriak Angela saat tubuhnya melayang.
Melihat Angela terlempar jatuh, Dev yang sedang merasakan sakit pada lukanya itu berusaha bangun dan berlari secepat mungkin untuk meraih tubuh gadis itu. Ia tidak peduli apa yang akan terjadi. Yang ada didalam pikirannya hanya bertekad untuk menyelamatkan kekasihnya. Dev melompat meraih tubuh Angela dan segera memeluknya. Mereka melayang bersama jatuh dari atas menuju rerimbunan pohon pinus. Angela menatap Dev. Ia tahu bahwa Dev kini sudah menjadi manusia, tetapi pria itu rela berbuat apapun untuknya walau ia tahu mereka akan jatuh bersama. Angela memeluk dan menatap pria yang berusaha keras menyelamatkannya tersebut. Air matanya keluar melayang terbang di udara.
Tanpa diduga, sayap Dev keluar dan mengembang lebar. Sehingga ia dapat terbang dan membawa Angela naik ke atas kembali tidak jadi jatuh kebawah. Angela menatap mata Dev yang berkedip pelan melihat ke arah depan.
Dev menyandarkan kepalanya ke pundak Angela karena ia merasakan tenaganya semakin lemah. Casandra dan Violet masih mengejar makhluk yang berusaha kabur ke hutan. Mereka tahu makhluk itu akan mencari sumber air dan kabur menuju ke lautan.Walapun awalnya terasa sulit, dengan usaha yang keras keduanya, mereka berdua mampu menangkap makhluk tersebut dan memotong-motongnya menjadi beberapa bagian. Kemudian membakar tubuh makhliuk itu hingga hangus tak tersisa.
Setelah misi mereka selesai, mereka segera kembali ke rumah Dev. Mereka khawatir dengan keadaan pria itu. Ketika mereka sampai dirumah yang mereka huni bersama, mereka berdua merasa sedikit lega karena tidak terjadi apa-apa pada Dev dan kekasihnya. Pria itu tampak berbaring tengkurap di pangkuan Angela. Sayapnya yang lebar terkulai lemah. Mereka berdua akhirnya memeriksa luka Dev dan mencoba membantu mengobati. Mereka juga memeriksa kedua sayap Dev yang kembali muncul tersebut.
"Dia akan baik-baik saja. Percayalah." ucap Casandra pada Angela.
"Aku takut, dia akan kembali meninggalkan kita." Angela merasa khawatir.
"Tidak untuk kali ini. Lihatlah, dia bahkan kembali seperti semula." perkataan Casandra membuat Angela mengusap-usap sayap Dev.
Angela melihat sayap itu benar-benar bersatu dengan punggung Dev. Jika diraba, permukaannya sama persis dengan bulu burung. Terasa lembut namun tidak mudah lepas jika ditarik.
"Bagaimana nasib makhluk itu?" tanya Dev disela-sela tidurnya.
"Ah? Aku pikir kau tidur Dev." ucap Casandra. "Makhluk itu benar seperti yang kau pikirkan. Dia adalah bayi octalus yang mencari inang untuk cadangan makanannya sebelum ia benar-benar menghadapi kehidupnya yang sesunggguhnya." ucap Casandra panjang.
"Lalu, kemana kira-kira ia akan pergi?" tanya Angela.
"Ia akan melarikan diri ke laut." ucap Violet. "Tetapi kami sudah menghabisinya." lanjutnya.
"Makhluk itu menghisap hampir seluruh tenagaku." Dev membetulkan posisi kepalanya.
"Dev, kau masih mempunyai sayap. Apa kau masih hidup sebagai incubi?" tanya Casandra.
"Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Aku tiba-tiba saja mengeluarkannya. Aku sama sekali tidak tahu itu akan terjadi. Jika aku masih hidup sebagai incubi. Kenapa aku tidak mengeluarkan ekor atau gigi seperti biasanya. Hanya sayap ini,,,dan kukuku." Dev mengatakan sejujurnya.
"Memang mengherankan. Aku juga merasa itu aneh." ucap Casandra sambil mengusap-usap janggutnya.
Mata Angela menatap Casandra, Violet dan Dev bergantian. Lalu ia bertanya sesuatu. "Oh iya, aku ingin tahu. Dari mana asal makhluk menjijikkan itu? Kenapa dia bisa ada ditubuh Dev?" tanyanya.
"Makhluk seperti dia bisa berada ditubuh seseorang jika ada yang bersentuhan secara langsung dengan inang sebelumnya. Selain itu, ia masuk pada tubuh seseorang setelah orang itu berenang di wilayah perkembangbiakannya." jawab Dev.
"Ela, apa kau akhir-akhir ini pergi berenang ke laut?" tanya Dev.
"Tidak. Aku sudah lama tidak pergi berenang. Memangnya kenapa?" tanya Angela penasaran.
"Ya. Kau benar Dev. Pasti makhluk itu datang dari Angela." ucap Violet.
"A,,apa? Dariku? Bagaimana mungkin?" Angela merasa tidak membawa makhluk itu dalam tubuhnya.
"Lalu, bagaimana Dev bisa langsung merasakan keberadaan makhluk itu ditubuhnya? Itu masuk akal, ia merasakan semua itu setelah ia berduaan bersamamu? Kalian berciuman dan melakukan,,,," ucap Violet kesal.
"Aku penyebabnya?" Angela sedikit tidak percaya.
"Hentikan. Kalian tidak akan bertengkar didepanku bukan?" seru Dev.
"Iya, maaf." ucap Angela.
"Aku ingat. Kau sempat berciuman dengan Luis bukan?" Casandra mengusap bibir Angela. "Aku rasa, kau menjadi inang kedua setelah Luis, Ela. Namun kau beruntung. Makhluk itu pasti memilih inang dengan energi yang lebih kuat. Dan tubuh Dev sangatlah cocok untuknya berkembang biak. Maka saat kalian berciuman, makhluk itu berpindah dari tubuhmu kedalam tubuh Dev." ucap Casandra tepat seperti yang ingin Dev katakan.
"Itu maksudku." ucap Violet.
"Apakah benar itu Dev?" Angela meminta pembelaan pada Dev karena kedua succubi itu memojokkannya.
"Untuk lebih jelasnya, mari kita cari tahu keadaan Luis sekarang ini. Jika ia terlihat sakit, itu berarti makhluk itu berasal darinya." ucap Dev.
"Bagaimana caranya?"
"Telepon dia."
Casandra memutar nomor telepon rumah Luis. Ketika seseorang dari keluarganya mengangkatnya, orang itu memberitahukan bahwa Luis telah tiada dengan seluruh tubuhnya yang tampak pucat dan membiru. Keluarganya mengatakan jika sedikit saja mereka menyentuh tubuh Luis, kulitnya akan pecah dan mengeluarkan cairan seperti lendir cair. Semua yang mendengarkan telepon itu terdiam. Terutama Angela. Ia merasa beruntung, bahwa makhluk itu berpindah ke tubuh Dev. Jika tidak, ia akan bernasib sama seperti Luis.
"Maafkan aku Dev. Aku berpikir merasa lebih beruntung. Karena makhluk itu berpindah ke tubuhmu. Sehingga ia tidak menyerap semua energiku." ucap Angela lirih. "Tetapi, sungguh aku begitu takut saat kau merasa kesakitan karena makhluk itu." Angela menunduk merasa bersalah.
...----------------...
👉 Lanjut episode 37 ya 😉
.
.
.