
Dev diam menyimak dan mendengar cerita Casandra dengan baik. Ia memahami situasi sekarang yang semakin genting. Saat Jesy pergi kerumahnya, bisa jadi ia diikuti pemburu, jika ia tidak berhati-hati saat melarikan diri dari mereka. Ini bisa membuat dirinya juga terancam. Walaupun Dev punya kekuatan yang berbeda, tetap saja ia bisa saja tewas karena terkena senjata para pemburu. Jika saja ia terlambat melakukan penanganan untuk dirinya.
"Sebaiknya kalian mendengarkan kata-kataku. Segera tinggalkan kota ini untuk berjaga. Lebih baik pindah ke kota lain, atau bersembunyi ke gua-gua sementara waktu." ucap Dev memberi saran pada Casandra. " Kalian bisa juga membuat rumah di bawah tanah. Para pemburu tidak bisa bertahan lama saat mencari kalian di bawah tanah. Mereka butuh oksigen untuk berlama-lama disana." lanjut Dev.
"Bagaimana kalau mereka memakai alat oksigen tambahan seperti saat ke luar angkasa untuk masuk ke tanah?" tanya Casandra memastikan.
"Oh iya, bisa saja mereka memakai alat seperti itu. Tetapi kemungkinan itu hanya satu dibanding sepuluh." jawab Dev.
"Bagaimana kalau kami bersembunyi di istanamu? Kami akan bersama-sama menjaga dan melakukan apapun yang kau mau." tanya Casandra.
"Itu akan aku pikirkan nanti."
"Sebaiknya kau mempertimbangkannya Dev." ucap Casandra sambil duduk di pangkuan Dev dan mencoba mendekatkan bibirnya.
Dev tidak menginginkan Casandra sehingga ia menolak perlakuan gadis iblis yang mencoba bermanja-manja kepadanya. Hingga akhirnya Casandra merasa kesal karena ditolak berulang kali oleh Dev. Namun juga tidak mendendam karena hal tersebut.
"Baiklah, aku ke kantin dulu. Daahh,,," ucap gadis iblis itu.
Dev melambaikan tangannya. Ia sendirian saja sekarang. Karena merasa bosan, ia pergi melangkah ke perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan, ia melihat banyak mahasiswi yang sedang mencari referensi untuk tugas mereka. Hal itu membuat Dev semakin semangat. Ia mencium banyak sekali bau daging segar dari tubuh-tubuh mereka. Saat Dev masuk, beberapa pasang mata dari mereka menatap kedatangan Dev disana. Dev segera memilih tempat duduk yang strategis supaya ia dapat mengawasi gerak-gerik mereka semua.
Dev mengambil beberapa buku dan membacanya satu persatu dengan santai. Matanya sesekali berpindah kepada gadis-gadis yang sedang berada di sekitarnya. Tanpa mereka sadari, Dev mengeluarkan asap merah miliknya untuk menandai bau tubuh-tubuh mereka. Dengan begitu, Dev akan mudah untuk mengurutkan nama-nama mereka saat ia masukkan ke daftar nama korbannya. Ia tersenyum sendiri karena merasa mendapat mangsa tanpa susah mencari.
Saat sedang mengamati dari kejauhan, seseorang mendekati dirinya dan mengajak berkenalan.
"Hay,, kau yang bernama Devian bukan?" tanya seorang gadis bernama Trista.
Dev hanya menganggukan kepala. Dan tetap membaca bukunya. Hal itu justru membuat gadis itu penasaran. "Boleh aku duduk disini?" tanya Trista melanjutkan.
"Ya. Silahkan." jawab Dev berpura-pura bersikap dingin.
Gadis itu sebenarnya sedang masuk kedalam perangkap Dev. Ia tidak menyadari bahwa pria yang ia dekati adalah iblis yang selalu mengincar wanita-wanita seperti dirinya. Dan sebenarnya, Dev tadi sedang mengincar korban pertamanya. Namun karena Trista datang kepadanya karena keinginannya sendiri, akhirnya Dev merubah haluannya yaitu menjadikan Trista sebagai korban pertamanya.
" The Kiss Quotient karya dari Helen Hoang. Oh,,buku yang bagus. Apakah saat ini kau sedang jatuh cinta Dev?" ucap Trista mencoba mengakrabi Dev. "Aku kira kau tidak menyukai hal-hal romantis." lanjut Trista.
"Kadang-kadang aku butuh hiburan dari buku seperti ini." ucap Dev sambil tersenyum. "Kau sendiri, buku apa yang sedang kau baca?" tanya Dev.
"Aku sedang mencari referensi untuk tugas Mrs. Lona." jawabnya sambil mengerlingkan mata.
"Tugas Mrs.Lona ya,,,Ohya, Kau, namamu Trista?" Dev mencoba meninggalkan jejak.
"Iyya, Dari mana kau tahu namaku, aku belum mengenalkan diri bukan?" jawab Trista merasa Dev memberinya perhatian lebih.
...----------------...
Sekarang ini, tidak ada rasa takut sedikitpun didalam hatinya saat berdekatan dengan Dev. Walaupun sekarang ia tahu Dev adalah jelmaan iblis, tetapi ia tetap tidak merasa khawatir. Apakah itu yang dinamakan dengan cinta buta?
"Kau sedang melihat apa?" ucap Dev mengagetkan Angela.
"Kau? Kenapa sudah bangun saja?" tanya Angela merasa malu.
"Apa kau suka melihatku saat tidur?" tanya Dev lagi.
"Mari kembali ke kelas. Ada satu pertemuan lagi." Angela mengalihkan perhatian. "Kabarnya dalam minggu ini akan ada dosen baru yang masuk ke universitas kita. Dan kelas terahir kita adalah perkenalan pertama dengannya." ucap Angela.
"Benarkah?" Dev merasa penasaran.
"Ayo, jangan lewatkan pertemuan dengannya." Angela menarik tangan Dev untuk kembali ke kelasnya.
Ketika sudah kembali ke kelas, mereka masih menunggu kedatangan dosen baru mereka. Kabarnya dosen itu begitu menakutkan. Sehingga membuat Dev penasaran. Ketika ia tengah memainkan bolpoinnya, seorang pria masuk ke ruang kelas. Dialah dosen baru yang akan mengisi beberapa materi di kelas mereka. Namanya Mr. Brian.
Dosen baru yang akan memberikan materi Sejarah. Ketika pertama melihat Mr. Brian, Dev mencium bau makhluk yang sangat pekat. Dev segera tahu, bahwa pria itu sama seperti dirinya. Yaitu jelmaan iblis. Ia juga merasa ada sesuatu yang familiar dari sosok Mr.Brian. Tetapi ia belum bisa mengetahui iblis seperti apa yang ada didalam tubuhnya. Mata Dev terus mengamati dosen barunya itu. Jika dia makhluk, makhluk apa dia sebenarnya? Pikir Dev. Apakah dia Incubi yang satunya lagi? Dev semakin penasaran dibuatnya.
Disaat perkenalan, Mr. Brian tidak banyak menceritakan dirinya. Ia hanya mengatakan namanya dan apa pekerjaannya. Bagi Dev, tatapannya juga seperti mempunyai arti lain. Namun begitu, perkenalan antara dosen dan mahasiswa/winya itu berjalan dengan baik. Dua jam kemudian, kelas pun selesai. Mr.Brian segera meninggalkan ruangan dan kembali ke ruangannya. Casandra menarik tangan Dev dan mengatakan bahwa dosen mereka yang baru itu sepertinya mencurigakan.
"Apa kau mencium bau kuat dari Mr. Brian?" tanya Casandra.
"Iya. Aku mencium baunya yang terasa amat pekat. Aku rasa ada sesuatu yang disembunyikan Mr.Brian. Dan sepertinya dia tidak begitu asing buatku. Siapa dia kira-kira. Apakah mungkin dia adalah Incubi itu? Yang katamu masih ada satu selain aku di kota ini?" jawab Dev memijit-mijit dahinya.
...----------------...
Terima kasih sudah membaca,,,,
👉 Baca Lanjutannya di episode 19. 😉
🐲🐲🐲
...----------------...