INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
SERANGAN BANGSA GOLLUM



Teriakan panjang terdengar mengiringi saat rakit mereka jatuh dari ketinggian air terjun. Dari jauh mereka tampak seperti kapas yang berterbangan. Dengan ketinggian yang seperti itu, mereka semua mengalami detak jantung cepat. Terutama Johnya yang memang mempunyai riwayat penyakit jantung. Setelah sampai dibawah, mereka tampak seperti kehabisan nafas dan tenaga.



"Oh ya Tuhan ! Ini tidak pernah kubayangkan sebelumnya." ucap Johny.


Selesai Johny mengatakan itu, mereka melihat air terjun kedua menghadang mereka didepan. Semuanya tampak menelan ludah dan bersiap menghadapi keterjatuhan mereka dari ketinggian lagi.


"Kita akan jatuh lagi !" teriak Yen.


"Berpegangan yang kuat ! Kita akan kembali terjaaaaaa,,,,,,," suara Fallen menjerit karena mereka mulai terjun kebawah.


Sekali lagi, rakit mereka terjun dari atas menuju bawah dengan cepat. Tubuh-tubuh mereka terhempas keras bersama air yang jatuh dari atas. Mereka tenggelam bersama derasnya air, dan berenang menuju tempat yang sedikit tenang. Rakit mereka juga menjauh terbawa arus air yang kencang. Ketika satu persatu dari mereka berhasil meraih permukaan, mereka segera mengambil nafas panjang dan berusaha meraih bebatuan tepi sungai. Setelah berhasil mencapai tepian, mereka segera merebahkan diri diatas tanah.


Dev membantu mengangkat mereka yang terseret arus. Ia membawa mereka ke tepian. Begitupun Casandra dan Violet, mereka juga membantu mereka yang tenggelam. Ketika semua sudah berkumpul dan rakit mereka juga sudah kembali, mereka pun naik keatasnya dan mulai berlayar kembali menuju tempat tujuan.


"Bersiaplah kembali. Kita kehabisan waktu disini. Aku khawatir Ela tidak bisa bertahan lama." ucap Dev pada para pemburu.


Setelah mengucapkan itu, Dev pergi terbang menuju awan. Ia memeriksa setiap lokasi yang akan mereka lewati. Ketika ia mencium bau Feldor semakin kuat, ia yakin bahwa mereka akan segera sampai ketempat Angela diculik. Saat ia melewati bangkai binatang yang besar dan sedang dikerubungi burung gagak, dari jauh Feldor terbang masuk kedalam sebuah gua di atas tebing. Dan makhluk itu sempat menoleh ke arah Dev. Namun Dev segera bersembunyi dibalik bangkai binatang itu sehingga bau makhluknya tersamarkan dengan bau bangkai tersebut.


Dev kembali ketempat para pemburu, ia melihat mereka sudah berlayar kembali setengah jalan dari yang ia lewati barusan. Dev menuju tiang layar dan berdiri disana. Casandra segera bertanya padanya.


"Apa kau melihat petunjuk?" Casandra berdiri disisi kiri Dev.


"Aku sudah menemukan gua tempat persembunyian Feldor." ucap Dev bersedekap.


"Apakah masih jauh?" tanyanya.


"Untuk mereka, perjalanan masih lumayan jauh. Tetapi untuk kita, akan sampai dengan mudah." ucap Dev.


Sudah dua hari dua malam, para pemburu menyusuri sungai. Ketika para pemburu merasa kelaparan. Mereka berhenti untuk beristirahat. Ditambah hari sudah semakin petang. Akhirnya mereka berkemah dihutan dekat tepi sungai. Sambil berburu rusa atau sejenisnya, mereka menyiapkan makan malam. Dev terpaksa menemani mereka. Karena ialah yang menjadi peta petunjuk bagi mereka. Dengan malas ia duduk ditepi sungai. Ia begitu khawatir pada nasib Angela. Ia melihat para pemburu begitu santai menghadapi keadaan ini. Hanya Johny yang terlihat khawatir. Pria tua itu duduk menyendiri.



Dev terlihat tidak bersemangat. Ia begitu merindukan gadis itu. Karena ia merasa kesepian, iapun terbang menuju atas tebing dan duduk disana. Dari atas tebing ia dapat melihat kumpulan pemburu yang sedang berkemah tersebut. Ia juga dapat melihat jauh kedepan. Berapa mil lagi mereka akan sampai ditempat Feldor. Dev menghela nafas. Ia menjatuhkan punggungnya di atas tanah bebatuan. Dan mencoba memejamkan mata. Tetapi ia sangat terkejut ketika Casandra dan Violet datang kepadanya.


"Entahlah. Aku menjadi seperti tidak bertenaga." ucap Dev.


"Kalau begitu ambillah tenaga milik kami." ucap Violet.


"Aku khawatir padanya. Aku khawatir Feldor akan menyentuh dan mengambil kesuciannya." ucap Dev.


Casandra tidur disamping Dev dan mengusap-usap paha pria itu. Sedang Violet mendekati bibir Dev. Mereka melihat Dev membiarkannya melakukan hal tersebut. Biasanya, jika pria itu benar-benar tidak menginginkan mereka, ia akan marah sekali. Karena sekarang mereka mendapat izin dari Dev, akhirnya Casandra merangkak diatas Dev. Dan mencoba membuat Dev senang. Sedangkan Violet mengecup bibir Dev dari sisi atas. Ia meletakkan tangan Dev didadanya. Mereka berdua berusaha membangkitkan semangat membara pada diri Dev sehingga tidak terus-terusan murung.


Ketika kedua succubi itu sedang memberikan pelayanan untuk Dev, para pemburu tidur dengan selimut kulit mereka. Tanpa disadari, ada berpuluh-puluh pasang mata yang mengamati mereka dari balik semak. Mata-mata itu adalah mata para makhluk buas yang tinggal di kedalaman hutan. Setelah semua pemburu terlelap, mereka mulai mendekati para pemburu itu dengan air liur yang menetes. Dan menyeret beberapa pemburu menuju tempat tinggal mereka untuk mereka jadikan makanan. Namun, semua pemburu segera tersadar dan terjaga. Waktu melihat makhluk berliur telah mengepung mereka, mereka pun segera melawan dan bertarung disana.


"CRING ! CRING !" suara pedang mereka saling bersentuhan.



Rupa-rupanya, mereka beristirahat tepat di dekat gua-gua tempat tinggal makhluk tersebut. Makhluk gollum yang suka mendiami suatu wilayah dekat perbatasan sungai. Mereka bertarung dengan sengit. Caleb menebas beberapa makhluk membuat cairan hijau dari tubuh makhluk itu muncrat disana sini. Namun, semakin banyak dari mereka yang memanggil teman mereka. Sehingga para pemburu benar-benar kewalahan menghadapi mereka.


Telinga Dev bergerak-gerak ketika mendengar suara dentingan pedang. Saat itu ia sedang mendapat pelayanan dari Violet. Dev menghempaskan tubuh keduanya sehingga membuat kedua succubi itu berhenti melayaninya.


"Kalian dengar itu? Aku mendengar suara dentingan pedang." ucap Dev.


"Ya, aku juga mendengarnya." jawab Violet dan Casandra serentak.


"Periksalah, aku akan menyusul segera." ucap Dev.


Kedua succubi itu menjilati tubuh mereka yang penuh cairan milik Dev. Setelah merasa siap, mereka segera terbang menuju tempat para pemburu. Betapa terkejutnya mereka ketika melihat makhluk semacam gollum tengah memerangi para pemburu. Mereka berdua segera membantu menyerang makhluk-makhluk itu. Tak lama kemudian, Dev datang. Ia juga merasa terkejut saat melihat makhluk-makhluk yang sedang bertarung melawan pemburu. Ia mengubah dirinya menjadi wujud iblis. Kemudian berkata kepada para gollum.


"Hentikan. Dan pergilah. Atau kalian semua akan mati." ucap Dev dengan tubuh menyala-nyala.


Makhluk-makhluk itu terkejut dengan kedatangan iblis merah. Mereka tau bahwa iblis merah adalah makhluk legendaris. Tetapi mereka merasa terganggu dengan bau pemburu di dekat tempat tinggal mereka. Sehingga mereka tidak mengindahkan perkataan Dev. Mereka tetap memerangi para pemburu. Dan memanggil semua bangsanya sehingga jumlah mereka semakin banyak. Karena jumlah pemburu hanya sepuluh orang, pertahanan mereka terdesak dan mulai goyah.


...----------------...


👉 Lanjut episode 29 ya 😉