
Dev mengamati Mr.Brian setiap kali ia melewati ruang kantornya. Begitupun Mr. Brian yang sama-sama mengamati sosok Dev yang begitu menonjol dibanding mahasiswa lainnya. Saat mata mereka bertemu, seolah mengeluarkan pancaran kilat yang berbeda elemen dan saling bertemu memberi penolakan. Lama kelamaan Dev menyadari siapa sebenarnya Mr.Brian. Suatu waktu di siang hari saat semua sedang berada dikelasnya, Dev pergi ke toilet untuk mencuci muka yang sedikit mengantuk. Tanpa ia sadari, Mr. Brian mengikutinya dibelakang dan mengganjal pintu dengan perisai mantranya.
Saat itu Dev merasa ada makhluk yang mendekat kepadanya dengan bau yang amat kuat. Ia sengaja berlama-lama mencuci tangannya untuk memastikan apakah benar bau makhluk yang bernama Feldor yang mendekatinya. Dan benar seperti yang ia pikirkan. Datanglah seseorang yang menghadang Dev dan mengatakan sesuatu yang membuat Dev terkejut.
"Sudah lama sekali aku mencari sejak abad 2000 SM. Akhirnya aku menemukanmu disini Devian, putra Maladrey." ucap Mr.Brian (Feldor).
"Apa maksud kedatanganmu kemari Feldor? Disini adalah wilayahku. Jadi sebaiknya kau pergi dari sini dan jangan membuat masalah yang dapat memicu kemunculan pemburu." ucap Dev.
"Ha-ha-ha. Untuk apa bersembunyi dari para pemburu itu? Aku datang untuk menghabisi mereka semua, dan mengambil gadis-gadis manis untuk kujadikan pelayanku. Termasuk gadismu." ucap Mr.Brian yang nama sebenarnya adalah Feldor.
Dev menatap Feldor dengan marah. Ia bersiap menyerang jika Feldor juga menyerangnya. Ia tidak akan membiarkan iblis itu menyentuh Angela sedikitpun. Seketika tubuh Feldor membelah dan muncullah dari dalam tubuh itu sosok makhluk besar dengan sayap kelelawarnya. Dev juga berubah dengan sosok makhluknya. Dengan ekor panjang yang bergerigi dan sayap hitamnya seperti burung. Mereka beradu dan saling menyakiti. Dev menyabetkan ekornya dan mendorong-dorong Feldor ke dinding. Feldor adalah iblis bermata satu dengan mulut yang lebar diseluruh bagian kepalanya. Ia menyerang dengan membuka mulutnya yang penuh gigi tajam itu seolah hendak menelan seluruh kepala Dev.
"BUMM ! DAMM ! DUUUMM !"
Mereka berkelahi kesana kemari saling memukul, membenturkan musuh ke dinding, hingga menyisakan jejak pukulan yang menonjol di pintu besi toilet. Saat Feldor mendesak Dev ke dinding, tangan iblis itu bergerak menyentuh dada Dev. Dan mulai membenamkan kukunya untuk mengambil jantung pemuda itu.
"Aaaaaaarrrgghh !!!"
Dev berteriak kesakitan, ia mencoba membalas dengan menggigit sayap Feldor dan melilitkan ekornya di leher makhluk itu. Mereka saling melukai dan menyerang hingga atap toilet jebol dan mereka terbang keluar melewatinya. Bahkan mereka terbang sangat tinggi melintasi awan-awan dan tetap saling menyerang. Dev menyemburkan api ke kepala Feldor. Dengan pukulan bertubi-tubi, Dev membuat tubuh Feldor melayang semakin tinggi. Kemudian ia kembali memukul tubuh Feldor sehingga meluncur terjun ke bawah. Namun dalam keadaan itu, Feldor menggigit tangan kanan Dev.
Mereka berdua jatuh ke tanah dengan suara yang terdengar seperti ledakan. Dev menggeliat kesakitan karena punggungnya terbentur tanah dengan keras, begitupun Feldor. Namun Feldor buru-buru berdiri dan menghampiri Dev. Ia kembali membenamkan jarinya ke dada Dev untuk mengambil jantungnya. Dengan jantung itu, Feldor bisa menguasai jagad raya ini. Karena Dev keturunan dari bangsawan (Duke) terdahulu. Yang mempunyai jiwa keabadian.
Dev merasakan jantungnya sudah berada di genggaman Feldor. Namun saat Feldor hendak mengeluarkannya dari tubuh Dev, dengan cepat Dev menusukkan ujung ekornya ke dada Feldor dan membuka paksa mulut Feldor sehingga mulut yang penuh gigi tajam itu menganga lebar. Feldor pun merasa sangat kesakitan karenanya dan segera melepas genggamannya dari jantung Dev. Kemudian, iblis itu menghilang dengan meninggalkan asap hitam yang mengepul.
Dev merasakan denyut jantungnya sedikit melemah. Ia berbaring dan perlahan ekor dan sayapnya menghilang kedalam tubuh. Untung saja ia berada di tanah lapang yang menuju bukit. Sehingga tidak ada manusia yang berada disana atau bahkan melihatnya. Tubuh Dev terlentang di tanah dengan dadanya yang terlihat naik turun mengambil nafas. Saat itu datanglah Casandra dan Angela yang berlari mendekati Dev yang tampak tak berdaya. Mereka juga melihat Dev terluka parah di dadanya.
"Dev ! Bangun." suara Angela memohon pada pria itu. Ia menggenggam tangan Dev erat.
"Mr. Brian adalah Feldor." ucap Dev terengah-engah dan mulai sekarat.
"Apa kau bilang. Feldor? Jadi dia yang melukaimu?" Casandra terkejut. Ketika tubuh Dev mulai mengejang, Casandra berseru pada Angela. "Ela, Kita harus membawanya ke rumah bawah tanahnya segera." Casandra meminta tolong Angela untuk menjaga Dev sebentar sementara dirinya mengucapkan mantra untuk membuka gerbang menuju ke rumah Dev. Kakinya menggores tanah membentuk lingkaran mantra rahasia. Tiba-tiba saja tanah didalam lingkaran membelah, dan menampakkan lubang api seperti neraka. Casandra segera mengangkat tubuh Dev dan masuk kedalamnya. Karena Angela tidak tahu harus melakukan apa, iapun mengikuti mereka masuk kedalam. Dan seketika tanah kembali menutup.
Para pelayan menyambut kedatangan tuannya yang terluka. Mereka membantu Casandra untuk merendam Dev didalam api mendidih. Saat semua sibuk memberi penanganan pada Dev, Angela melihat-lihat tempat itu. Menurutnya, itu adalah tempat sembunyi yang paling menyeramkan yang pernah ia temukan. Dengan tulang belulang berserakan, juga bau seperti mayat atau semacamnya yang langsung menyeruak ketika mereka masuk kedalamnya. Ia juga melihat pelayan-pelayan dengan tampilan telanjang, berekor dan bersayap seperti sosok iblis pada umumnya. Sekilas ia melihat seperti sosok Bianca teman satu kelasnya yang dikabarkan menghilang.
"Bianca?" panggil Angela ragu-ragu.
"Angela? Kenapa kau datang kemari? Kau manusia, disini tidak ada tempat untuk bertahan untukmu. Sebaiknya kau cepat keluar dari sini." ucapnya mengingatkan.
"Lalu mengapa kau sendiri ada disini? Dan juga, ada apa dengan penampilanmu?" tanya Angela.
"Maksudmu ini dan ini?" Bianca menyentuh dada dan ekornya. "Entahlah, setelah aku dihidupkan kembali disini, penampilanku menjadi seperti ini."
"Dihidupkan? Siapa hang melakukannya?"
"Tuan kami. Devian." ucap Bianca.
Tiba-tiba Angela merasa sesak nafas. Ia tidak bisa bernafas dengan mudah. Perlahan namun pasti, gadis itu pingsan dengan muka pucat pasi. Bianca memanggil Casandra supaya segera membawa Angela keluar dari tempat ini. Akhirnya Casandra membawa Angela kerumah atas Dev. Dan meletakkannya di tempat tidur yang dipakainya saat menginap dirumah itu.
...----------------...
Setelah kepergian mereka dari lapangan bukit tempat Dev bertarung, dua orang pemburu datag ke tempat tersebut. Mereka berdua sempat melihat petir dan api ditempat itu dari kejauhan. Mereka adalah Johny dan Caleb. Saat mereka berjongkok, Johny menemukan remukan seperti bubuk arang. Satu berwarna hitam pekat dan satu berwarna hitam kemerahan. Ia menyentuh dan mengambil sedikit dari masing-masing remukan itu dan menciumnya.
"Kelihatannya ada dua makhluk yang baru saja bertarung siang ini. Yang hitam kemerahan ini sudah jelas dari jenis makhluk yang sudah hidup lama bersama manusia. Dan yang hitam pekat tampaknya masih murni iblis pendatang." Johnya menunjukkan pada Caleb.
"Kita harus segera menemukan mereka. Dan melenyapkannya dari dunia ini" ucap Caleb sambil meludah. "Ambil sample arang itu. Kita akan menelitinya di maskas." ucap Caleb.
"Baiklah."
.
.
.
...----------------...
👉 Lanjut baca di episode 20 ya ... 😊
Tinggalkan like & ratenya jangan lupa 😘
...----------------...