INCUBUS SNARES

INCUBUS SNARES
PERNIKAHAN (EPISODE TERAKHIR)



Dev berlari-lari kecil sambil mengangkat kaki tinggi-tinggi. Sedang Angela membuka kedua tangannya dan berlagak seperti burung terbang. Mereka sampai disebuah jembatan perbatasan antara kota kecil Neverland dan kota besar di seberangnya. Di kota sanalah perusahaan besar tempat Dev bekerja berada. Dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi serta suasana perkotaan yang sangat ramai. Dibawah jembatan itu ada sebuah sungai kecil berair biru. Sungai yang terhubung dengan lautan lepas. Karena pemandangan disana lumayan bagus, Angela meminta Dev untuk mengambil gambar dirinya bersandar di jembatan. Kemudian ia mengambil gambar Dev yang sedang menggandeng tangannya.



Mereka berjalan menuju tempat perbelanjaan yang ada dipinggiran kota. Disana ada beberapa penjual makanan dan pakaian yang berjejer rapi di sepanjang jalannya. Dev mengajak Angela membeli makanan dipinggir jalan. Seafood yang dibakar dan dibumbui dengan beberapa macam bumbu pilihan dan keju. Ketika akhirnya pesanan mereka matang, mereka berjalan melihat-lihat beberapa penjual suvenir sambil menikmati makanan yang baru saja mereka beli. Beberapa orang nampak tersenyum kepada Dev. Sampai didepan food truck penjual gelato, Angela berhenti dan memesan dua cone gelato dengan rasa vanila dan kopi.


"Aku akan memesan gelato dengan rasa Vanila. Kau mau yang mana?" tanya Angela.


"Coffee."


"Baiklah, tunggu sebentar. Akan aku pesankan." ucap Angela.


Food truck itu menyediakan berbagai rasa gelato yang tampak lezat dan menyegarkan. Mulai dari rasa Strowberry, jeruk, coklat, coconut, dan kopi semua ada disana. Bahkan rasa buble gum pun ada. Penjual itu pasti sangat memperhatikan selera pembeli. Sehingga ia menyediakan berbagai rasa yang bisa memanjakan para pembelinya. Setelah Angela mendapatkan gelatonya, ia menghampiri Dev yang sedang duduk disebuah kursi kayu dan menungguinya didepan food truck tersebut.


"Lihat rasa kopi ini nampak lezat bukan? Coba rasakan." Angela mengulurkan gelato rasa coffee untuk Dev.


Setelah menerima gelato dan menjilat beberapa bagian, Dev berkomentar. "Enak. Manisnya pas." ucapnya.


"Sudah kuduga kau akan menyukainya." Angela menatap Dev yang sedang menikmati gelatonya.



"Ada apa?"


"Itu. Di belakangmu." ucap Angela berbohong lagi.


Ketika Dev menoleh kebelakang, Angela mengambil sedikit gelato di jari teluknya dan bersiap menempelkannya di hidung Dev. Benar saja. Ketika Dev kembali menoleh ke arah Angela, hidungnya terkena gelato yang ditempelkan Angela padanya. Spontan saja Angela tertawa karena berhasil mengerjai kekasihnya.


"Kau? Membohongiku lagi,,,awas saja. Aku akan membalasmu." Dev meggeram sambil tertawa.


Angela berlari lagi menghindari balasan dari Dev. Mereka melanjutkan jalan-jalan mereka dan beristirahat dipinggir pembatas sungai. Mereka berdua duduk dipinggirannya. Sambil melayangkan pandangan mereka. Dev menatap langit yang tampak cerah. Ia memikirkan para pelayannya yang telah ia antar kesana. Ia berharap, ucapannya kepada mereka tentang kehidupan bahagia yang akan mereka dapat setelah berada di langit menjadi kenyataan.


"Ada apa?" tanya Angela memperhatikan Dev yang melamun.


"Semalam aku mengantar mereka kesana." ucapnya.


"Ke langit?"


"Ya. Menurutmu,,apa mereka akan bahagia disana?"


"Aku tidak tahu. Yang aku tahu, manusia akan hidup bahagia disana jika selama didunia mereka berbuat kebajikan." jawab Angela.


"Huff,,aku mengatakan pada mereka. Bahwa mereka akan hidup lebih baik jika berada disana."


"Kalau begitu, kita doakan saja supaya mereka mendapatkan kehidupan yang baik disana."


"Ya. Kau benar."


Mereka kembali ke kota kecil tempat tinggal mereka. Sepanjang perjalanan, Angela menghibur Dev yang tampak memikirkan sesuatu. Hingga sampailah mereka kerumah yang menjadi istana terakhir bagi mereka.


...----------------...



Beberapa hari kemudian, setelah Dev melamar Angela. Ia meminta ijin pada Johny bahwa dirinya berniat untuk menikahi putrinya. Tentu saja Johny menyambut niat baik Dev dengan suka cita. Mereka pun membuat rincian dan menentukan tanggal pernikahan Dev dan Angela. Dev bekerja sama dengan Casandra untuk membuat sebuah pesta pernikahan yang cukup mewah disebuah hotel dekat pantai. Setelah memesan tempat dan tanggal, Casandra menemani Angela untuk hunting gaun pengantin di sebuah butik terkenal. Sedang Violet membantunya memesan hidangan yang akan mereka sajikan saat pesta nanti.


Dev semakin rajin bekerja dari waktu kewaktu. Atasannya juga menyukai hasil pekerjaannya yang semuanya tidak membuat kecewa. Saat mengadakan rapat pun, Dev mampu menjelaskan dengan rinci bagaimana ia menyusun serta mengkoordinasikan anggaran perusahaan. Sehingga pengeluaran dan pemasukan keuangan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Bersama manager pemasaran yaitu Samuel, Dev membina kerja sama yang baik sehingga direktur utama begitu menyukai hasil pekerjaan mereka.



Pada saat dirumah, Dev selalu menyempatkan diri menemani Angela. Ia menghabiskan waktu sepulang bekerja untuk minum teh bersama keluarga barunya. Johny dan Angela. Tak terasa, hanya tinggal beberapa hari lagi acara pernikahan mereka. Ketika suatu sore Dev dengan santai memakai kaos tanpa lengan kesukaannya, ia duduk di taman samping rumah sambil memainkan rambutnya. Ia melepas penat setelah seharian bekerja dan berjibaku dengan tumpukan berkas dan beberapa hitungan angka. Dari jauh, Angela memperhatikan Dev yang sedang menyendiri duduk di sebuah kursi taman.


Dengan perlahan ia mendekati Dev dan marangkul pundaknya. "Apa yang sedang kau pikirkan? Apa kau sedang risau?" tanyanya.


"Ah? Tidak. Aku hanya berpikir tentang kebajikan yang harus kita lakukan agar kita bisa bahagia di langit sana." jawabnya.


"Kau masih memikirkan hal itu?"


"Tentu. Bahkan setiap waktu. Karena itulah Tuhan memberiku kesempatan untuk menjalani hidup yang kedua." jawab Dev sedikit mengena dihati.


"Kita lakukan saja kebaikan. Jika dahulu kita mempunyai segudang dosa, lakukanlah kebaikan dimanapun kita berada untuk menghapus dosa-dosa kita."



"Ya, aku yakin itu. Jika tidak, Tuhan tidak akan pernah mengembalikanmu ke dunia ini." jawab Angela.


"Apa menurutmu aku mempunyai banyak dosa?"


"Sebagai incubus, berabad-abad lamanya kau menjadi iblis merah yang berbuat dosa dan kerusakan pada gadis-gadis didunia ini." Angela menggenggam tangan Dev dan menciumnya. "Tetapi aku yakin sekarang Tuhan melihatmu telah berubah. Kau tidak lagi menjerat wanita dengan mimpi dan keelokan parasmu. Bahkan kau tidak lagi mencari wanita-wanita untuk kau permainkan."


"Lalu, kenapa,,,kau,,,"


"Karena aku mencintaimu. Dan kau juga mencintaiku. Itulah mengapa kita ditakdirkan bertemu dan hidup bersama."


Dev tersenyum pada gadis cantik yang selalu menemaninya. Ia sudah memilih dirinya sebagai pendamping hidupnya kelak. Entah sampai kapan. Ia hanya yakin, bahwa ia bahagia jika bersama Angela.


...----------------...


Akhirnya, tibalah hari dimana acara pernikahan mereka digelar. Dengan dihadiri rekan kerja pada perusahaan dan teman-teman kuliahnya. Terlihat di suatu ruangan, Dev duduk menemani Angela yang sedang dirias. Mereka akan berjalan bersama diringi sang ayah dan keluarga besar diatas karpet merah dengan taburan bunga.


"Dev?" panggil Casandra.


"Hemm,,," Dev menoleh kebelakang.


Casandra menunjukkan dua gaun putih bersih yang akan dipakai Angela. Ia meminta Dev untuk memilih yang mana. Ia pun memilih gaun panjang tanpa lengan untuk Angela.


"Pilihan yang sama." ucap Casandra.


"Maksudnya?"


"Angela juga lebih suka yang ini. Hanya saja ia ingin meminta pendapatmu. Ternyata kau juga menyukai pilihannya. Benar-benar pasangan yang serasi." Casandra melanjutkan.



Dev bertanya apakah semua tamu undangan sudah hadir. Dan bagaimana dengan makanannya. Casandra mengatakan bahwa Violet sudah mengurus semuanya. Hingga akhirnya Angela sudah selesai memakai gaun pilihannya, Dev dibantu Casandra mengenakan setelan jas putihnya. Wanita itu mengaitkan hiasan bunga mawar putih pada saku jas yang dikenakan Dev. Kemudian datanglah Johny yang segera memeluk kedua mempelai bergantian. Dari matanya mengalir air mata keharuan.


"Akhirnya hari ini tiba menantuku. Aku titipkan putriku padamu. Buatlah ia bahagia." ucap Johny.


"Baiklah ayah mertua. Aku akan membuatnya selalu bahagia." jawab Dev bersungguh-sungguh.


Casandra mengantarkan Dev untuk pergi lebih dulu menghadap pendeta. Setelah beberapa menit berlalu, Casandra kembali dan meminta mereka untuk berbaris rapi. Johny menggandeng Angela dengan terharu. Setelah mendengar musik diputar, mereka berjalan menuju altar. Disaksikan banyak mata yang memandang kagum kepada kedua mempelai, Angela berjalan menghampiri Dev yang sudah menunggunya didepan sana. Mereka berdua pun saling mengucap janji suci didepan pendeta. Hingga akhirnya sang pendeta mempersilahkan mereka untuk berciuman. Dev segera mendekatkan bibirnya. Ia mencium Angela sambil memejamkan matanya. Tepuk riuh para tamu hadirin pun pecah. Begitu pula tepukan tangan sang ayah yang dari jauh diam-diam tersenyum melihat putrinya bahagia.



...--------- The End -------...


...--------❤❤❤❤❤--------...


...****************...


***Terima kasih sudah setia membaca Incubus Snares 😘***


Jangan lupa tinggalkan like 👍 juga rate 🌟nya,,, boleh kasih komentar dan saran yang membangun disini 😉


😄Mampir juga ke karya lain :


👉 I SEE YOU and I'll kill you ;


👉 Tersesat di hatimu ;


👉 The True Mission ;


👉 Single Mom ;


👉 Love and Life.


❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤


...****************...