I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
7



 


Hari ini seperti biasa zahra menunggu arya untuk menjemputnya di rumah untuk berangkat kesekolah bersama - sama zahra sudah menunggu hampir lima belas menit tapi arya masih belum datang juga, biasanya arya akan menjemputnya jam 6.20 pagi tapi sampai sekarang dia belum datang juga.


karena zahra tidak mau sampai terlambat dia meminta bang azra untuk mengantarkannya kesekolah, karena kebetulan bang azra akan berangkat kerja.


zahra pun sudah sampai ke sekolah dan dia langsung masuk kedalam kelasnya, disana sudah banyak siswa - siswa lain yang sudah berdatangan.


 


" tumben kamu baru dateng zah... ?? " tanya salah satu teman sekelas zahra


 


" iya nih, tadi arya nggak jemput, jadi nungguin bang azra deh buat ngaterin kesini.. " jawab zahra


 


" tadi sih gue lihat arya sudah dateng kok, tapi bareng cewek gitu.. gue juga baru lihat tuh cewek.. " tambah lintang


 


 


zahra hanya menjawab dengan ' ooh ' saja, membuat teman - teman zahra berfikir kalau zahra dan arya sedang ada masalah.


 


" lagian gue heran sama loe zah, kok loe mau - maunya pacaran sama tuh anak, kan loe tahu sendiri dia orangnya kaya gimana.. dia itu kan play boy.. " balas nina


 


" aku yakin mau kaya gimana pun sikap dan kelakuan dia pasti dia punya alasannya sendiri.. " tambah zahra


mereka asyik mengobrol, hingga bunyi bell membuat mereka menyudahi obrolan mereka dan kembali ke kursi mereka masing - masing.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆


jam istirahat pertama selalu zahra habiskan seorang diri seperti biasa dia akan ke mushola, dan sesudah itu dia akan ke perpustakaan atau ke taman belakang.


 


sampe sekarang arya pun belum menghubunginya atau pun membalas pesan zahra tadi pagi.


 


setiap pagi zahra akan mengirim pesan ke arya hanya untuk membangunkannya dan sekedar menanyakan arya sudah sholat apa belum, biasanya arya akan membalas tapi sekarang arya masih belum membalasnya juga.


jam istirahat kedua pun arya biasanya akan menunggu zahra di depan kelas, tapi sekarang arya tidak ada di sana.


 


zahra pun langsung ke mushola, setelah dari mushola zahra mengirim pesan ke arya menanyakan dia sudah makan dan sholat belum.


tapi masih tidak ada jawaban, zahra pun segera ke kantin untuk menyusul teman - temannya yang lain.


 


di kantin zahra melihat arya ada disana sedang mengobrol dengan teman - temannya dan ada seorang wanita yang ikut bergabung bersama mereka, zahra pun tidak mau ambil pusing, dia langsung memesan makanan dan bergabung bersama teman - temannya yang lain.


 


arya yang melihat kedatangan zahra bersikap cuek, tapi sesekali dia mencuri pandang ke arah zahra yang sedang ngobrol dan bercanda bersama teman - teman sekelasnya.


 


bell tanda berakhirnya istirahat sudah berbunyi, siswa - siswa pun mulai meninggalkan kantin, begitu juga zahra dan teman - temannya. tapi sebelum zahra meninggalkan kantin arya menghalangi langkahnya, dan zahra melihat ke arah arya.


 


" ra entar pulang sekolah gue anter loe pulang, sama gue mau ada yang di omongin.. " ucap arya


zahra pun hanya mengangguk dan berlalu dari pandangan arya.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


zahra tidak sengaja melihat arya sedang berpelukan dengan seorang wanita tidak jauh dari mobil arya, yang iya tahu wanita itu tadi juga ikut bergabung di meja arya sewaktu istirahat.


zahra pun berpura - pura tidak melihat, tidak lama dia melihat wanita itu pergi dan zahra pun memberanikan diri menemui arya.


arya langsung menyuruh zahra masuk ke dalam mobilnya, di perjalanan arya mengajak zahra mampir dulu ke cafe yang tidak jauh dari arah rumah zahra.


Dan disinilah mereka sekarang, mereka mulai memesan makan tidak butuh waktu lama pesanan mereka pun datang.


 


arya memberanikan diri memulai obrolan


 


" ra gue mau nanya sama loe, sebenernya kita ini pacaran apa enggak sih.... ?? "


zahra yang mendapat pertanyaan seperti itu langsung melihat ke arah arya sambil mengangkat alisnya sebelah.


" kamu ngerasanya gimana... ?? " tanya balik zahra


" ya gue binggung saja sama status kita ra, kalau kita pacaran kenapa loe nggak pernah mau gue ajakin jalan, loe juga nggak mau gue pegang tangan loe, loe juga nggak perhatian sama gue... "


zahra terdiam dia memikirkan jawaban yang pas buat arya


" kamu mau aku perhatiin...?? " tanya zahra


"iyalah ra, cowok mana sih yang nggak mau di perhatiin sama ceweknya. " balas arya


" ok.. aku bakalan perhatiin kamu, jalan sama kamu tapi ada syaratnya.. "


" kok pake syarat segala sih ra.. " protes arya


" ya itu sih kalau kamu nggak keberatan sama syarat yang aku kasih, kalau kamu ngerasa keberatan mah ya sudah.. " balas zahra


 


arya pun berfikir sebentar


 


" ya sudah syaratnya apa...? " tanya arya


" kamu nggak boleh jalan atau pacarin cewek lain lagi selain aku, kamu juga harus turutin apa maunya aku, jujur aku tuh nggak biasa keluar rumah sekedar jalan - jalan atau makan - makan sama temen - temen, aku keluar rumah kalau ada hal yang penting saja, karena aku kurang nyaman lama - lama berada di luar rumah. kamu juga harus mau aku ajakin kemana saja, dan tidak ada yang namanya ikutan balapan liar atau sekedar nongkrong di club malam.. " zahra sekarang sudah tahu kalau arya sering pergi malam kadang pulang pagi, dia tahu arya suka balapan liar dan pergi ke club, dia tidak sengaja mendengar sisil yang notabennya mantan arya yang sedang mengobrol dengan teman - temannya di perpustakaan tadi pagi.


zahra juga tahu sekarang arya sedang menjalin hubungan dengan tia, murid baru dia sebenarnya adik kelas arya dan zahra.


 


" .... "


 


" gimana...? " tanya zahra


 


arya pun mulai memikirkan omongan zahra, dia merasa tidak tahu zahra akan mengetahui semua kegiatannya.


padahal arya tidak pernah menceritakan ke zahra kalau dia suka balapan liar dan sering masuk ke club malam.


 


setelah cukup lama zahra menunggu jawaban arya, akhirnya arya pun membuka suara juga dia menyetujui semua syarat dari zahra.


setelah urusan mereka selesai mereka pun segera meninggalkan cafe itu untuk segera pulang.


 


di dalam mobil pun tidak ada yang membuka suara, mereka berdua larut dalam dunianya masing - masing, tidak terasa mereka sudah sampai di depan rumah zahra, zahra pun pamit dan meminta arya untuk menepati janjinya.


arya hanya menganggukan kepalanya dan langsung pergi dari sana, sebelum pergi zahra meminta arya menghubunginya, hanya sekedar memberi kabar kalau arya sudah sampai di rumah.