I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
54



zahra dan adrian kini sedang menunggu hasil tes arya, mereka berharap arya bisa menjadi pendonor untuk anak mereka.


karena arya satu - satu nya harapan bagi mereka, dokter kiki pun datang dan duduk di depan mereka.


" bagaimana ki hasilnya.. ? " tanya zahra penasaran


" alhamdulilah ra hasilnya sangat memuaskan, arya bisa mendonorkan sumsum tulangnya untuk hamza dan mudah - mudahan setelah mendapat donor tubuh hamza dapat menerima... " jelas dokter kiki


adrian dan zahra pun merasa sangat bahagia, mereka terus - terusan mengucap rasa syukur atas apa yang mereka dapat hari ini.


setelah berkonsultasi dengan dokter kiki adrian dan zahra pun segera menuju kamar dimana hamza di rawat.


zahra membuka pintu ruangan itu dan terlihat arya sedang duduk di samping hamza sambil mengelus rambut hitam putranya.


arya yang mengetahui ada yang datang langsung melihat ke arah suara.


dia melihat zahra sedang memandangi hamza.


" bagai mana hasilnya.. ? " tanya arya setelah zahra duduk di sofa


" alhamdulilah kamu bisa menjadi pendonor buat hamza,.. " arya pun sangat senang mendengarnya.


" arya.. " panggil zahra


" hmm.. "


" terima kasih karena kamu mau menolong hamza.. " kata zahra


" kamu itu ngomong apa sih ra, biar bagaimana pun hamza juga anak ku.. jadi sebagai ayah nya aku rela melakukan apa pun untuknya.. " jelas arya


" apa kamu sudah mengabari keluarga mu, terutama istri kamu.. ? " tanya zahra


" kamu tenang saja aku sudah urus semuanya.. "


hari yang di tunggu pun datang juga hamza sudah masuk ruang operasi, semua orang begitu merasa khawatir dan cemas.


termasuk zahra dan adrian, zahra terus saja berdiri di depan pintu ruang operasi,


" sayang sebaiknya kamu duduk, abi tahu ummi khawatir tapi ummi juga harus memikirkan kandungan ummi.. ayo sekarang duduk disana... " pinta adrian


zahra pun menuruti perkataan suaminya itu, dia duduk sambil memeluk bundanya.


zahra terus saja berdoa untuk kelancaran operasi anaknya, semalaman dia tidak bisa tidur karena memikirkan resiko pasca operasi.


tiba - tiba zahra memegangi perutnya, dia merasakan sakit di bagian perutnya itu. zahra mencoba menahan rasa sakit itu agar tidak ada yang tahu.


tapi usaha nya sia - sia, bunda yang kini berada di sisinya merasakan ada yang aneh dengan zahra.


" sayang kamu kenapa.. ? " tanya bunda


" enggak apa - apa bun cuma kram saja, nanti juga hilang lagi kramnya... "


adrian yang tidak sengaja mendengar segera mendekati zahra


" sayang kamu nggak apa - apa..? apa perlu kita periksa.. ? " tanya adrian khawatir


" enggak perlu aku enggak kenapa - napa kok abi.. "


zahra berusaha untuk terlihat baik - baik saja di depan mereka sampai adrian melihat darah segar keluar dari bawah zahra.


" darah... ? " kata adrian


sontak semua yang ada di tempat itu melihat ke arah zahra dan adrian,


" nak cepat bawa zahra untuk di periksa dia pendarahan.. " titah mama ayu panik


adrian langsung masuk ke dalam ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


" dokter maaf, tapi tolong periksa istri saya dulu, dia mengalami pendarahan.. " kata adrian sambil menidurkan zahra di tempat tidur


dokter pun segera memeriksa zahra,


" zahra aku kan sudah pernah bilang sama kamu jangan terlalu strees kamu sedang hamil dan kendungan kamu ini sangat lemah.. sepertinya perkataan ku waktu itu tidak kamu dengarkan.. " kata dokter gita, dokter yang selama ini menangani zahra.


memang ini bukan kali pertama dia merasakan sakit dan pendarahan cuma waktu itu darah yang keluar tidak sebanyak ini dan dokter gita juga sudah mewanti - wanti zahra agar tidak terlalu strees, tapi bagai mana zahra tidak strees kalau dia sedang mencemaskan hamza putranya.


adrian sengaja tidak zahra kasih tahu tentang masalah kendungannya, zahra tidak ingin adrian merasa tambah khawatir. adrian sudah cukup terpukul dengan keadaan hamza, zahra tidak ingin menambahkan beban pikiran lagi kepada suaminya itu.


sedangkan adrian yang mendengarkan obrolan antara pasien dan sang dokter itu tidak mengerti dan terus saja mencerna perkataan dokter gita.


" jadi ini bukan pertama kali zahra seperti ini.. ? " tanya adrian


" iya dokter ini sudah yang ketiga kalinya zahra seperti ini, saya sudah bilang sama dia untuk istirahat total dan jangan terlalu strees karena akan mempengaruhi janin yang ada di dalam rahimnya, saya tahu mungkin kondisi hamza yang membuat zahra merasa strees tapi kalau dia seperti ini dia bisa kehilangan calon bayinya juga, zahra bisa mengalami keguguran.. " jelas dokter gita


adrian yang mendengar itu merasa kecewa, bukan kecewa terhadap zahra tapi dia merasa kecewa pada dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga keluarganya.


adrian mendekati zahra dia elus perut rata milik zahra.


" sayang yang kuat ya di dalam sana jangan membuat ummi dan abi khawatir... " lalu adrian mencium perut zahra


zahra menangis dia tahu dia salah, seharusnya dia juga memikirkan kandungannya, zahra merasa menjadi manusia yang egois yang hanya mementingkan hamza.


padahal bayi yang sedang dia kandung ini juga berhak untuk hidup.


" abi.. maaf aku.... " belum sampai zahra menyelesaikan perkataannya adrian sudah memotongnya terlebih dahulu.


" bukan kamu yang seharusnya minta maaf tapi abi.. abi tidak bisa menjaga keluarga abi sendiri.. karena fokus pada hamza abi sampai lupa memperhatikan kamu dan calon bayi kita.. maafin abi.. "


mereka pun menangis sambil berpelukan


" kamu harus janji satu hal kamu harus menjaga kandungan kamu ini dengan baik - baik, kalau ada yang kamu rasa segera kasih tahu abi jangan kamu tahan sendiri saja.. " kata adrian


zahra pun menganggukan kepalanya dan tersenyum kepada adrian.


" apa zahra perlu di rawat.. ? " tanya adrian kepada dokter gita


" iya zahra harus di rawat disini.. "


" tapi hamza.. " tanya zahra


" hamza biar aku yang nunggu lagian disana juga banyak orang yang sedang menunggu dan kamu sebaiknya istirahat aku akan meminta suster untuk menyiapkan kamar untuk kamu.. "


adrian pun keluar dari ruangan dokter gita untuk menyiapkan kamar buat zahra, tidak lama adrian sudah kembali lagi dengan membawa kursi roda


zahra pun duduk di atas kursi roda itu, adrian mendorongnya menuju kamar rawat zahra dan di ikuti dokter gita.


setelah sampai di kamar zahra berbaring sedangkan dokter gita memasangkan infusnya, dokter gita menyuntikan sesuatu kedalam infusan zahra.


tidak lama zahra terlelap karena pengaruh suntikan dokter gita.


" maaf sayang aku harus lakukan ini sama kamu aku enggak mau kamu dan calon bayi kita kenapa - kenapa aku enggak bisa kehilangan kalian.. " adrian pun mengecup kening zahra yang sudah tertidur


" terima kasih dokter gita.. "


" sama - sama doker adrian saya harap anda bisa menjaga zahra dan bayinya.. " setelah mengatakan itu dokter gita pun pamit untuk kembali keruangannya


di saat tadi adrian keluar untuk menyiapkan kamar sebenarnya adrian mengirim pesan kepada dokter gita untuk memberikan obat tidur di dalam infusan zahra.


adrian tahu zahra tidak mungkin bisa tidur dengan nyenyak, makanya dia melakukan ini semua buat kebaikan zahra dan juga janinnya.