
arya pun memutuskan untuk datang kerumah zahra, sesampainya di rumah zahra arya melihat keadaan rumahnya kosong.
dia mencoba beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada suara dari dalam akhirnya arya pun memutuskan untuk pulang.
setelah sampai di rumah arya berteriak memanggil karin, dia sangat marah terhadap karin. karin pun segera datang menemui arya.
arya yang melihat karin langsung menarik tangannya dengan sangat kuat, dia tidak perduli kalau karin akan kesakitan.
" kenapa loe ngomong gitu sama zahra tadi, loe tahu apa artinya zahra buat hidup gue, dia segalanya buat gue, gue bahkan nggak bisa hidup tanpa zahra... " arya menjeda perkataannya dan menarik napas kasar " asal loe tahu gue sudah pacaran sama zahra jauh sebelum gue kenal sama loe, jadi loe salah kalau zahra yang ngerebut gue dari loe, tapi sebaliknya loe yang sudah merebut gue dari dia.. " arya terus berteriak dan mengeluarkan kemarahannya.
dia melepaskan tangan karin dengan kasar arya mulai binggung memikirkan zahra dia sekarang tidak tahu zahra ada di mana.
arya pun melempar barang - barang yang ada di ruangan itu secara brutal, dia meluapkan amarahnya karin yang melihat itu merasa takut.
dia menangis melihat arya, dia bahkan tidak mengenal arya jika seperti ini. bi mia yang melihat dari arah dapur pun tidak berani mendekat karena takut akan kena imbasnya.
setelah meluapkan kekesalannya arya pergi ke lantai atas menuju kamarnya, dia mengurung diri disana, setelah mengunci pintu arya duduk di lantai dekat tempat tidur dan dia mulai menangis.
dia tidak ingin kehilangan zahra dan sekarang dia tidak tahu harus mencari zahra kemana.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
zahra yang sudah tidak tahan dengan kenyataan yang baru di dengarnya memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka.
dia berlari keluar cafe sambil menahan sesak dan air matanya, dia tidak ingin menjadi tontonan untuk orang - orang disana.
saat zahra keluar dari cafe ada sebuah taxi yang berhenti tepat di depan cafe itu, zahra pun langsung menaiki taxi itu dan pulang kerumah.
zahra yang sudah tidak tahan lagi membendung air matanya akhirnya menangis di dalam taxi, zahra terus menangis sampai tidak menyadari kalau dia sudah sampai depan rumahnya.
zahra langsung membayar ongkos taxi itu dan masuk ke dalam rumah, untungnya kedua orang tua zahra sedang pergi ke rumah neneknya yang ada di luar kota.
jadi dia tidak harus menjelaskan keadaannya kepada orang rumah, zahra langsung mengunci lagi pintu dari dalam karena dia takut arya akan menyusulnya kesini.
dan benar saja, baru saja zahra akan melangkahkan kakinya ke arah kamar suara ketukan dari luar terdengar, zahra tidak langsung membukanya.
karena dia tahu itu pasti arya, zahra mendengar arya terus saja memanggil namanya dan mengucapkan maaf berulang kali, tapi zahra belum sanggup bertemu dengan arya.
setelah di rasa arya sudah pergi zahra pun langsung berlari ke arah kamarnya, dia menangis di atas kasur karena kelelahan zahra pun tertidur.
esok paginya arya menjemput zahra seperti biasa, tapi dia masih mendapati keadaan rumah zahra yang sepi tanpa penghuni. setelah cukup lama mengetuk pintu rumah zahra, arya pun berniat untuk segera berangkat kesekolah.
karena dia merasa zahra mungkin sudah ada disana, arya mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata - rata dia ingin cepat - cepat sampai agar segera bertemu dengan zahra.
sesampainya di sekolah arya langsung menuju kelas zahra tapi dia tidak mendapati orang yang di carinya.
dia melihat lintang sedang berbicara dengan temannya, arya pun memberanikan diri bertanya kepada lintang.
" loe liat zahra enggak lin.. ?? "
" kayanya zahra belum dateng deh.. ehh bukannya zahra suka berangkat sama loe ya, kok malah nanya ke gue.. ?? "
" oh itu tadi gue enggak jemput dia, gue kirain dia udah nyampe duluan kesini.. " arya beralasan
☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
zahra terbangun saat mendengar alarm berbunyi, dia melihat jam dan ternyata sudah jam 2.30 pagi zahra pun bergegas ke kamar mandi dan setelah selesai bersih - bersih zahra mulai bersiap - siap untuk sholat tahajud.
setelah sholat tahajud zahra pun mulai membaca al- Quran sambil menunggu waktu subuh tiba, tidak terasa sudah waktunya sholat subuh, karena kedua orang tua zahra masih belum pulang jadi dia memutuskan sholat di dalam kamar saja.
setelah sholat dia memutuskan untuk kedapur dan membuat sarapan untuk dirinya, karena kelas 12 sudah bebas jadi zahra pun tidak perlu khawatir kalau tidak pergi ke sekolah.
kalau pun ada pengumuman dia akan tahu nanti di grup kelasnya, setelah sarapan zahra memutuskan kembali ke dalam kamarnya.
zahra sengaja belum membuka kaca dan pintu karena dia takut arya datang menjemputnya, setelah sampai di kamar zahra kembali naik ke atas tempat tidur.
tidak lama terdengar suara arya di depan rumahnya, zahra pun diam dan tidak bergerak sama sekali, mukanya sangat tegang karena takut arya memaksa masuk kedalam rumah zahra.
tidak lama zahra mendengar suara mobil arya, itu artinya arya sudah pergi dan zahra merasa sangat lega.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
sudah beberapa hari arya dan zahra tidak bertemu, setiap kali arya datang ke rumah zahra, tapi keadaan rumah zahra selalu terlihat sepi seperti tidak berpenghuni.
dia juga sudah bertanya kepada teman - teman dekat zahra tapi mereka tidak ada yang tahu. arya merasa frustasi, dia seperti kehilangan pegangannya.
arya ingin mengeluarkan kekesalannya, akhirnya dia pergi kesebuah club langganannya. arya padahal sudah lama sekali tidak pergi ketempat ini semenjak dia kenal dengan zahra.
dan sekarang karena zahra pergi meninggalkannya dia mencari pelampiasan untuk amarahnya, arya pun minum sampai mabuk.
arya memesan taxi online untuk mengantarkannya pulang, karena keadaannya tidak memungkinkan untuk dia bawa mobil sendiri.
sesampainya di rumah dia langsung menuju ke dalam kamar, arya membuka pintu kamar dengan sangat kasar.
karin sangat kaget melihat keadaan arya seperti ini, dia pun mulai memapah arya untuk duduk di atas tempat tidur.
tercium bau alkohol yang sangat menyengat, karin pun mulai membuka baju arya dan ingin menggantinya dengan yang baru.
arya terus saja meracau yang tidak jelas,
arya yang melihat ada yang sedang membuka baju nya langsung memeluk tubuh karin.
karin sangat kaget sekaligus senang, karena akhirnya arya mau memeluknya.
tapi kebahagian karin seketika luntur saat sebuah nama meluncur dari mulut arya.
' zahra '
arya mengira dirinya adalah zahra, sedalam itukah arya mencintai zahra sampai tidak bisa membedakan antara dirinya dan wanita itu.
karin merasa sesak dan tanpa terasa air matanya menetes turun.