
semenjak pertemuan mereka di taman waktu itu kini arya dan zahra mulai dekat lagi, terkadang mereka akan berangkat ke tempat kajian sama - sama atau hanya sekedar jalan - jalan saja.
hari ini arya harus pergi ke luar kota selama tiga bulan lamanya, sebelum pergi arya mengajak zahra untuk makan malam bersama.
dan disinilah mereka, mereka sedang menikmati malam yang penuh dengan bintang. arya sengaja mengajak zahra makan di tempat yang dekat pantai agar suasananya juga terkesan romantis.
mereka mengobrol dan bercanda setelah mereka selesai makan, mereka memutuskan untuk berjalan - jalan di sekitar pantai.
pandangan zahra lurus ke depan, dia melihat ombak yang saling berkejaran. sedangkan arya lebih senang melihat zahra, arya merasakan damai jika di dekat zahra dan perasaan itu tidak pernah berubah dari dulu.
lama mereka asyik dengan dunianya masing - masing sampai arya mulai membuka suara.
" ra aku boleh ngomong sesuatu nggak sama kamu.. tapi aku harap kamu jangan marah atau menjauh dari ku, setelah kamu tahu apa yang sudah aku omongin nanti.. "
" ngomong aja kali ya, insya allah aku nggak akan marah kok... " zahra tersenyum ke arah arya, lalu memalingkan lagi wajahnya ke depan
arya menarik napasnya dalam dan mulai menghembuskannya lagi, arya merasa sangat tegang.
" ra sebenarnya aku masih sayang sama kamu, bahkan rasa sayang ku ini sekarang menjadi lebih besar lagi.. aku nggak tahu kenapa, tapi aku nggak bisa ngelupain kamu, aku tahu mungkin aku nggak pantas buat kamu, karena dulu aku selalu menyakiti hati kamu, aku selalu membuat kamu kecewa, sampai kamu harus pergi ninggalin aku, dan sekarang setelah aku ketemu sama kamu lagi, aku ingin sekali membahagiakan mu.. ra aku mohon kamu mempertimbangkannya... "
" .... " zahra terdiam dia melihat ke dalam mata arya untuk memastikan apa arya sedang berbohong, tapi sayang zahra tidak melihat itu.
" ra apa kamu mau menikah dengan ku..??menjadi makmum ku, menjadi ibu bagi anak - anak ku kelak.. ?? "
zahra tidak menyangka arya akan mengatakan ini secepat itu, jujur zahra juga masih menyimpan perasaan yang sama terhadap arya dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri.
zahra terdiam, dia menundukan kepalanya.
" kalau kamu memang serius datanglah kerumah dan mintalah aku kepada keluarga ku.. "
arya masih mencerna kata - kata zahra, dan tidak lama arya pun tersenyum bahagia.
" aku pasti akan datang kerumah mu, tapi mungkin tidak sekarang, karena besok aku harus pergi keluar kota, dan aku disana cukup lama.. " arya menggantung kalimatnya dia terlihat sedih " ra apa kamu mau menunggu ku sebentar saja, sampai aku selesai dengan pekerjaan ku, aku janji setelah aku kembali aku akan langsung melamar mu... "
zahra tersenyum " insya allah kalau memang kamu jodoh ku yang di kirim oleh allah aku pasti akan menunggu mu.. "
arya bahagia mendengar ucapan zahra
waktu pun cepat berlalu, mereka akhirnya pulang arya mengantarkan dulu zahra pulang.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
keesokan paginya arya harus pergi ke bali selama tiga bulan lamanya, kini dia sudah berada di bandara.
sebelum berangkat tadi arya sempat menghubungi zahra dan pamit kepadanya, karena hari ini zahra kerja pagi jadi dia tidak bisa mengantarkan arya.
setelah menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan arya pun pergi ke vila keluarganya, dia merebahkan dirinya di atas tempat tidur.
arya merasakan rindu kepada gadisnya, arya pun mencoba menghubungi zahra, tapi zahra sama sekali tidak mengangkat telfonnya,
" mungkin zahra sedang memeriksa pasiennya " pikir arya
akhirnya arya pun mengirim pesan kepada zahra
✉
ra aku sudah sampai nanti malam kalau aku enggak sibuk aku pasti telepon kamu.
tapi tidak ada balasan dari zahra, di baca pun tidak. akhirnya arya pun tertidur dengan lelap karena kelelahan.
zahra yang baru melihat pesan arya pun langsung membalasnya
✉
arya
ya aku tunggu 😊
zahra pun melihat banyak panggilan dari arya lebih dari 10 kali, zahra tidak menyangka dia dan arya akan kembali bertemu dan perasaan mereka pun tidak ada yang berubah.
dan zahra berharap aryalah yang akan menjadi imamnya kelak, di setiap doa - doanya terkadang masih terselip nama arya, walau dulu zahra tahu kalau arya sudah menikah, tapi zahra berharap dapat bertemu dengan arya yang lain.
dan setelah zahra tahu kalau arya sudah berpisah dengan istrinya zahra merasa lega.
hari - hari mereka jalani seperti biasa, bagi arya dan zahra waktu tiga bulan sangatlah lama, mereka sudah merasakan rindu yang begitu besar, walau setiap malam mereka akan saling menghubungi tapi rasa rindu itu tidak hilang dan malah semakin besar.
tidak terasa tiga bulan sudah arya pergi, hari ini dia akan kembali ke jakarta dan bertemu dengan pujaan hatinya, sebelum dia pulang ke jakarta arya sudah terlebih dahulu menghubungi kedua orang tuanya untuk menemaninya meminang zahra.
arya pun memberi kabar kepulangannya, dan niatannya untuk meminang zahra di depan keluarganya nanti.
akhirnya waktu yang di tunggu - tunggu datang juga, arya datang ke rumah orang tua zahra dan meminang pujaan hatinya itu. ada banyak kebahagian di diri arya.
mereka berbincang - bincang di ruang keluarga rumah zahra, arya pun mengatakan maksud kedatangannya kesini.
keluarga zahra tidak langsung menjawab tapi mereka bertanya terlebih dahulu kepada zahra
" gimana dek.. apa kamu terima lamaran nak arya... ? " tanya bunda
zahra yang di tanya hanya menunduk dan tersenyum lalu tidak lama dia menjawab
" bismilah.. insya allah zahra terima lamarannya arya bun... ?? "
semua yang ada di ruangan itu pun membaca hamdalah dan mulai melanjutkan obrolan mereka dan di putuskan bulan depan arya dan zahra akan melaksanakan akad nikah.
setelah selesai mengobrol mereka pun mulai menikmati hidangan yang zahra dan keluarganya telah siapkan, arya dan zahra sesekali mencuri - curi pandang.
senyum dari keduanya tidak pernah luntur sedikit pun, hari ini mereka sangat bahagia. setelah selesai makan dan membahas tentang acara pernikahan keluarga arya pun pamit pulang.
zahra mengantar mereka sampai depan rumah, sesampainya di depan rumah arya dan zahra saling diam.
" ra terima kasih ya, kamu sudah mau menerima ku lagi... aku tidak akan mengecewakan mu lagi.. " ujar arya
zahra pun tersenyum sambil menganggukkan kepala nya..
" aku pegang omongan kamu.. "
dan akhirnya arya dan keluarganya pun pulang dengan perasaan senang terutama arya, dia tidak akan menyianyiakan kesempatan kedua yang telah allah berikan kepadanya ini.
dia akan berusaha untuk membahagian zahra dan keluarga kecilnya nanti.