
zahra membawa bubur ke kamar hamza, zahra pun meletakan bubur itu di meja samping tempat tidur hamza dan dia mulai membangunkan hamza.
tapi zahra merasakan kalau panas hamza semakin tinggi, zahra pun segera berteriak memanggil adrian..
" abi.. "
" abiii.. "
adrian yang mendengar teriakan zahra segera berlari kearah datangnya suara
" ada apa ummi teriak - teriak.. ? " tanya adrian setelah sampai di kamar hamza
" ini bi panas abang malah semakin tinggi apa sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit saja, disanakan peralatannya juga lengkap.. " kata zahra panik
adrian segera mendekat ke arah hamza dan memegang keningnya, adrian pun segera menggendong hamza dan meminta zahra untuk mengambil kunci mobil yang ada di dalam kamar.
adrian berlari ke arah garasi di susul zahra yang juga berlari sambil berteriak memanggil bi ani.
bi ani yang mendengar teriakan zahra segera menemui zahra.
" iya neng ada apa.. "
" bi saya sama adrian mau ke rumah sakit dulu bawa hamza bibi jaga rumah baik - baik ya.. "
tanpa menungu jawaban dari bi ani zahra pun langsung berlari menuju mobil.
di perjalanan adrian segera menghubungi dokter kiki dan memintanya bersiap.
setelah sampai di rumah sakit zahra dan adrian langsung menuju sebuah kamar yang tadi adrian sempat minta siapkan juga.
tidak lama dokter kiki pun datang, dia mulai memeriksa hamza
" sejak kapan hamza demam.. ? " tanya dokter kiki sambil tangannya memeriksa tubuh hamza
" tadi siang dan dia juga hari ini sudah beberapa kali mimisan.. " jelas adrian.
" kita harus melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyakit apa yang hamza derita, dan syukur - syukur ini hanya demam biasa.. " jelas dokter kiki
" lakukan apa saja ki, yang penting hamza kembali sehat lagi.. " tambah zahra
" tentu saja zah aku akan lakukan yang terbaik untuk hamza.. "
☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
pagi ini hasil tes kesehatan hamza sudah keluar dokter kiki segera membuka dan membacanya.
dia pun segera menemui adrian dan zahra yang sedang menunggui hamza di ruangannya.
" permisi dokter adrian, ada yang ingin saya sampaikan soal hamza.. " kata dokter kiki setelah berada di ruangan hamza
adrian dan zahra pun memperhatikan kiki dengan perasaan yang sangat penasaran
" ada apa ki.. hamza baik - baik saja kan.. ? " tanya zahra penasaran
" sebaiknya kita bicara di ruangan ku saja.. " ajak dokter kiki
zahra dan adrian pun mengikuti dokter kiki menuju ruangannya, setelah sampai mereka pun mulai duduk.
dokter mengeluarkan sebuah amplop dan memberikannya kepada adrian.
" kamu yakin.. ? " tanya adrian memastikan
dokter kiki menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
zahra mengambil kertas itu dan mulai membacanya, tangannya bergetar dan air matanya mulai turun.
" bi ini nggak benarkan.. pasti ada kesalahankan dengan tesnya.. bi hamza baik - baik saja kan.. ? " tanya zahra sambil memegang tangan adrian
adrian pun segera memeluk zahra dan mengelus punggungnya.
" sayang ini benar, kita harus sabar ya.. ini ujian dari allah buat kita.. hamza pasti akan baik - baik saja.. " jelas adrian yang mulai menitikan air mata juga.
" tapi bi ini leukemia.. " tanya zahra menyakinkan.
" iya sayang abi tahu.. hamza pasti bisa sembuh kita masih bisa mengobatinya.. " tambah adrian
" seberapa parah penyakitnya ki.. ? " tanya adrian kepada dokter kiki
" sudah stadium lanjut, tapi kita masih bisa mengobatinya dengan cara operasi transplantasi sumsum tulang dan kemoterapi.. " jelas dokter kiki
" tapi kenapa harus hamza dia masih kecil untuk merasakan sakit seperti ini.. ? "
" sayang ini semua cobaan dari allah kita harus kuat untuk hamza.. "
" ki, aku akan menjadi pendonor.. " kata zahra
" baiklah tapi sebelum itu kamu harus melakukan beberapa tes terlebih dahulu... " jelas kiki
setelah mendengar penjelasan dari dokter kiki zahra dan adrian pun segera kembali ke kamar hamza.
zahra duduk di samping kasur hamza sambil memegang tangannya, dia mengelus rambut hamza yang masih tertidur.
zahra mulai menangis kenapa harus anaknya yang mengalami sakit seperti ini kenapa bukan diri nya saja.
hamza pasti merasa sangat kesakitan, tidak lama hamza pun terbangun dan melihat ke arah zahra.
" ummi.. " panggil hamza pelan tapi masih bisa di dengar oleh zahra
" iya sayang, ummi disini abang apa ada yang sakit.. ? " tanya zahra
" badan abang sakit semua ummi.. " rengek hamza.
zahra pun memanggil kiki, tidak lama kiki pun datang dan mulai memeriksa hamza.
dia meminta seorang suster untuk mengambil obat pereda rasa nyeri.
" kamu yang sabar ya.. " kata kiki sambil memegang pundak zahra dan tidak lama dia pun pergi meninggalkan zahra
sepeninggal dokter kiki adrian langsung masuk ke kamar hamza, dia melihat putranya sudah bangun
" anak abi sudah bangun rupanya.. " kata adrian sambil mengecup kening hamza
" mi, abi sudah menghubungi seluruh keluarga kita dan mereka akan segera kesini.. " jelas adrian
" iya bi.. " jawab zahra datar adrian pun meminta zahra untuk sarapan dahulu tadi setelah menelpon keluarganya adrian sempat mampir ke kantin rumah sakit untuk membeli makanan untuknya dan juga zahra.
" ummi enggak lapar bi, abi saja yang makan.. " jawab zahra
" sayang kamu harus makan kalau kamu sakit nanti siapa yang akan merawat hamza.. ? hamza masih membutuhkan ummi nya.. " kata adrian sambil mengelus kerudung zahra
zahra pun akhirnya makan juga setelah di paksa oleh adrian.