I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
31



tina rela memberikan milik nya malam ini kepada laki - laki yang ada di hadapan nya, dia tidak akan pernah menyesal karena ini lah yang dia ingin kan selama ini.


menghabiskan waktunya bersama sang pujaan hati.


karena sudah tidak tahan arya pun meminta ijin kepada tina dengan tatapannya.


tina yang mengerti tatapan arya pun tersenyum dan berbisik di telinga arya.


" malam ini aku milik mu sayang, maka lakukanlah puaskan aku malam ini sayang.. " ucap tina


setelah mendapat lampu hijau dari tina arya pun segera memulai aksinya.


arya mencium pipi tina, mendapat ciuman dari arya tina pun mulai membuka matanya.


" kamu masih virgin tina...?? "


tina menggagukan kepalanya dan memeluk arya, dan tina membisikan sesuatu di telinga arya


" aku rela memberikannya kepada mu, karena dari dulu aku memang ingin memberikannya hanya padamu.. " bisik tina


" lakukanlah tuntaskan semuanya, aku juga sama sangat menginginkan mu.. " tambah tina, akhirnya arya pun melanjutkan aksinya


arya sama sekali lupa akan diri zahra dan bagaimana susah nya menaklukan sang bidadari, yang dia tahu saat ini adalah momen kebersamaan nya dengan tina yang sama sekali tidak ingin dia lewat kan sedikit pun.


setelah kedua nya merasa puas arya pun tersenyum ke arah tina sambil mengecup kening nya.


" terima kasih sayang, kamu sudah memberikan nya untuk ku" ucap arya sambil sesekali mengecup kening tina.


" kalau kamu menginginkannya lagi aku siap sayang kapan pun itu, aku akan siap melayani mu.. " jawab tina sambil tersenyum


tidak lama mereka pun tertidur sambil berpelukan.


pagi pun datang arya terbangun dan memandangi tina dia tidak menyangka akan melakukannya dengan tina sekertarisnya sendiri.


tina pun terbangun dan mendapati arya sedang memandanginya, tina pun memeluk dan mencium bibir arya sekilas.


" terima kasih untuk semalam.. " ucap tina


arya pun tersenyum


" tina apa boleh sebelum berangkat kerja aku melakukannya lagi.. " tanya arya


tina yang mendapat pertanyaan itu pun langsung tertunduk tersipu malu malu dan dia pun menggagukan kepalanya.


akhirnya mereka melakukannya lagi sebelum mereka pergi ke kantor dan entah berapa kali mereka melakukannya sampai mereka merasa kelelahan.


bahkan tina tidak merasa menyesal sama sekali, karena baginya memberikan kesenangan kepada arya itu jauh lebih penting.


dia akan melakukan apa pun untuk mendapatkan arya walaupun itu hanya sebagai wanita simpanan.


bagi tina itu sudah cukup, asal dia bisa bersama arya terus apa lagi tina yakin setelah ini hubungan mereka berdua pasti akan semakin dekat.


dan tina tidak mau melewatkan kesempatan itu, dia bahagia akhirnya arya mau melihat nya juga bahkan arya mau menyentuhnya.


ini terasa berada di dalam mimpi dan tina tidak ingin cepat bangun dari tidurya.


tina memeluk tubuh arya dengan sangat erat, mereka baru saja selesai berolah raga pagi.


arya yang masih melihat ke arah tina pun tersenyum.


" apa kamu tidak akan menyesal tina.. ? " tanya arya


" aku tidak akan pernah menyesal justru aku bahagia karena sudah memberikan apa yang aku punya kepada kakak, laki - laki yang selama ini aku sayang.. " jawab tina tanpa melepaskan pelukan nya.


arya pun mengecup kening tina dengan sangat lembut, entahlah arya merasa sangat berbeda ketika bersama tina.


tina tahu apa yang dia ingin kan sedangkan zahra, memikirkab nya saja arya terkadang suka kesal sendiri.


zahra terlalu sibuk dengan pekerjaannya apa lagi kalau sudah dinas malam, bahkan tidak jarang zahra melupakan kewajibannya sebagai seorang istri.


tapi arya tidak bisa berbuat apa - apa itulah resiko nya menikah dengan dokter yang sangat hebat.


tidak jarang zahra juga selalu keluar kota untuk mengikuti seminar sedangkan arya juga sangat membutuhkan nya.


tapi sejak bertemu tina hidupnya sedikit berwarna, biarlah dia melakukan ini untuk kesenangannya toh tina juga tidak keberatan.


mereka melakukan nya juga atas dasar suka sama suka, dan arya akan berusaha berhubungan dengan tina secara diam - diam dan hati - hati.


dia tidak akan membiarkan siapa pun tahu tentang hubungan mereka berdua.


termasuk zahra dan orang - orang kantor nya, biarlah tina hanya menjadi bagian dari kesenangan nya saja, dia akan meninggalkan tina setelah dia puas bermain - main dengan nya.


karena bagi arya sampai kapan pun hanya zahra yang akan menjadi istri dan juga ibu bagi anak - anak nya kelak.


walau pun sampai sekarang zahra masih belum juga hamil tapi arya yakin suatu hari nanti istrinya itu bisa mengandung dan melahirkan buah cinta mereka.


dan arya sangat tidak sabar untuk menunggu waktu itu tiba.