
zahra akhirnya dapat pulang kerumahnya dan menemui arya, setelah dua hari ini dia bekerja keras di rumah sakit akhirnya dia bisa bernafas lega.
hari ini zahra berniat memasak makanan kesukaan arya.
setelah selesai memasak zahra masuk ke kamarnya dan mulai bersih - bersih, jam 8 malam arya pulang ke apartemen dan melihat lampu aparteman sudah menyala.
" apa zahra sudah pulang " batin arya
zahra yang mendengar kedatangan arya langsung menyambut arya dan mencium tangan arya.
zahra juga mengambil tas serta jas dari tangan arya dan menyimpannya di kursi.
zahra bergegas ke dapur mengambil air untuk arya.
" kapan kamu pulang, kenapa tidak memintaku buat jemput kamu.. " tanya arya setelah menerima air dari zahra dan meminumnya.
" tadi sore, aku takut ganggu kamu jadi aku pulang sendiri pakai taxi.. " jelas zahra.
" yang kamu sudah makan.. ? " tanya zahra lagi
" belum.. "
" aku sudah masak makanan kesukaan kamu, kamu mau mandi dulu atau langsung makan.. ?"
" aku mau langsung makan saja aku sudah lapar banget di kantor lagi banyak kerjaan jadi aku belum sempat makan... " jelas arya
mereka pun berjalan ke arah ruang makan, zahra mengambil nasi serta lauk untuk arya setelah itu baru zahra mengambil nasi dan lauk untuknya sendiri.
setelah selesai makan arya langsung ke kamar sedangkan zahra mencuci piring kotor,
setelah selesai zahra masuk kedalam kamarnya sambil membawa segelas air.
zahra naik ke atas tempat tidur dan mulai membaringkan tubuhnya, sudah dua hari ini dia kurang tidur karena banyaknya pasien yang harus di tangani olehnya.
arya yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat zahra telah tertidur dia pun ikut membaringkan tubuhnya disamping zahra dan memeluknya dari arah belakang.
kini mereka sudah tertidur pulas sambil berpelukan.
pagi - pagi sekali telepon arya berbunyi.
" yang telepon kamu bunyi tu... " kata zahra sambil membangunkan arya.
arya pun bangun dan mulai menekan tombol hijau
" hallo.. "
" ... "
" kenapa bisa ada kekacauan seperti itu.. ? "
zahra melihat ke arah arya dan dapat di pastikan arya sedang mendapat masalah.
" baik saya akan segera kesana.. "
arya pun mulai menghubungi seseorang, zahra terus memperhatikan arya
" hallo tina, tolong pesankan saya tiket ke surabaya, dan tolong kamu juga cari hotel disana yang dekat dengan proyek kita..
dan satu lagi kamu ikut dengan saya.. "
" .... "
setelah melakukan pangilan dengan tina arya melihat ke arah zahra yang sedang memandanginya.
" yang aku lagi ada masalah di surabaya, proyek ku disana tidak berjalan dengan lancar dan aku harus segera kesana.. kamu nggak apa - apakan aku tinggal.. ? "
tanya arya
" enggak apa - apa kok, berapa hari kamu akan pergi.. ? "
" aku enggak tahu mungkin satu minggu atau lebih, aku perginya sama tina kamu nggak apa - apakan kalau aku pergi sama dia, karena diakan sekertaris ku jadi kemana pun aku pergi pasti dia akan selalu ikut.. "
" aku percaya kok sama kamu.. " kata zahra sambil mengecup pipi arya sekilas.
" ya udah kalau gitu aku mau siap - siap dulu ya.. " arya pun bergegas turun begitu pula dengan zahra.
zahra menyiapkan keperluan arya selama dia di surabaya, setelah selesai zahra kedapur dan membuat sarapan untuk arya dan dirinya tidak lupa kopi untuk arya.
setelah selesai sarapan arya berpamitan kepada zahra.
" hati - hati ya yang, inget kamu jangan sampai telat makan dan sholatnya juga harus di jaga.. kamu juga harus cepetan pulang ya.. " kata zahra sambil memeluk arya
" iya aku akan ingat kamu juga baik - baik di rumah, kalau ada apa - apa kamu telfon aku saja ya, nanti aku usahain buat sering telepon kamu kalau lagi enggak banyak kerjaan.. " kata arya lalu dia mengecup kening zahra.
arya pun pergi meninggalkan zahra, zahra kembali masuk dan dia pun bersiap - siap untuk pergi kerumah sakit.
☆ ☆ ☆ ☆ ☆
arya sudah sampai di surabaya, dia langsung ke kantor cabang yang ada disini dan mulai memeriksa berkasnya, dia pun mulai mengadakan rapat dengan staf kantor yang bertugas mengerjakan proyek ini.
tidak terasa waktu sudah menunjukan jam 7 malam, arya dan tina pun memutuskan untuk ke hotel.
sesampai nya di hotel
" kak mau pesan kamarnya satu apa dua.. ? " tanya tina
arya yang mengerti arah pembicaraan tina pun tersenyum
" satu saja cukup untuk kita berdua.. " kata arya sambil mengelus rambut panjang tina
tina pun mulai memesan kamar setelah selesai memesan kamar kini mereka masuk ke dalam kamar mereka.
" kak aku mau mandi dulu ya... " kata tina sambil meletakan tas yang di bawanya di atas sofa.
" kamu mau makan di luar apa di kamar aja.. " tanya arya
" kayanya di kamar saja deh, aku udah capek banget.. "
arya pun memesan makanan sedangkan tina masuk ke dalam kamar mandi, makanan mereka pun tidak lama datang.
arya yang menunggu tina dari tadi belum keluar juga, akhirnya dia memberanikan diri masuk ke kamar mandi.
arya membuka pintu dan ternyata pintunya tidak di kunci, dia mulai masuk dan melihat tina sedang berendam sambil memejamkan matanya.
arya pun mulai membuka baju dan ikut berendam dengan tina, tina yang merasakan ada yang duduk di depannya membuka mata.
tina tersenyum melihat arya sudah ada di hadapannya, tina pun pindah posisi menjadi duduk di depan arya.
arya memeluk tina dari belakang dan mulai mencium punggungnya.
" kak jangan malam ini ya... aku capek banget.. " kata tina sambil memandang arya dari samping
" iya kakak ngerti kok, kaka juga hari ini sangat lelah, malam ini biar kakak bantu kamu mandi ya.. " bisik arya
sebenarnya arya sudah tidak tahan berdekatan dengan tina, tapi dia juga menghormati keinginan tina.
dia tidak ingin memaksakan kehendaknya,
arya pun ******* bibir tina.
" kak... "
" kamu tenang aja kakak enggak akan melakukannya kalau kamu memang tidak ingin melakukannya. kaka ingin kamu juga merasa puas, jadi kakak mohon biarkan malam ini kakak cuma menikmati bibir kamu ini.. " arya pun kembali ******* bibir tina dan tina pun membalasnya.
cukup lama mereka menghabiskan waktu di dalam kamar mandi dan setelah keluar mereka mulai makan,
setelah makan mereka membahas tentang pekerjaan mereka.
waktu pun berjalan dengan sangat cepat mereka memutuskan untuk tidur, mereka tidur sambil berpelukan dan mulai bermimpi indah.