I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
50



enam bulan sudah zahra menikah dengan adrian, kehidupan zahra kini sangat bahagia. dia memiliki suami yang sangat menyayangi dirinya dan juga hamza.


hamza juga sangat dekat dengan adrian, mereka terlihat seperti anak dan ayah kandung.


hari ini zahra sedang libur bekerja, dia memutuskan untuk bermain di taman bersama putranya hamza.


sedangkan adrian harus ke rumah sakit dulu sebentar karena ada yang harus dia urus.


zahra sudah sampai di taman dan dia pun mulai bermain dengan hamza, hamza terus saja berlari kesana kemari, hamza merasa ada sesuatu yang keluar dari dalam hidungnya.


hamza segera mengelapnya dengan menggunakan baju, lalu dia berlari ke arah zahra yang kini sedang duduk di bangku taman.


dia langsung memeluk tubuh zahra sesampainya dia di bangku itu


" anak ummi apa senang main disini.. ? " tanya zahra saat dia membalas pelukan anaknya.


" iya ummi abang sangat senang sekali.. "


hamza melepaskan pelukannya dari zahra. zahra tersenyum ke hamza sambil tangannya mengelus rambut hitam milik hamza.


mata zahra tidak sengaja melihat ada noda di baju hamza.


" abang ini kenapa..? apa abang terluka.. ? " tanya zahra yang khawatir melihat noda merah pada baju hamza


" tidak ummi abang tidak terluka, tadi sewaktu berlari hidung abang keluar air jadi hamza lap pakai baju.. " jelasnya polos


zahra yang masih merasa khawatir pun mengajak hamza untuk pulang.


" abang ayo kita pulang, sebaiknya abang istirahat mungkin abang sudah kecapean.. " ajak zahra sambil menggendong anaknya itu.


setelah sampai rumah zahra mengganti baju hamza, dan meminta anaknya itu untuk beristirahat saja di dalam kamar.


setelah hamza tertidur zahra segera masuk ke dalam kamarnya dan mulai menghubungi adrian.


zahra takut adrian sudah ke taman, karena tadi pagi sebelum adrian berangkat ke rumah sakit dia berjanji akan menyusul mereka ke taman.


setelah mengirim pesan kepada adrian zahra pun segera turun ke bawah, hari ini zahra ingin memasak untuk nanti siang.


di dapur zahra melihat bi ani sudah mulai mengeluarkan bahan - bahan untuk memasak zahra pun mendekat ke arah bi ani.


" hari ini biar saya saja yang masak bibi bisa beristirahat dulu.. " jelas zahra sambil mengambil alih sayuran yang sedang bi ani pegang.


bi ani paham maksud zahra, karena bi ani tahu ke biasaan majikannya itu, kalau dia sudah masuk ke dalam dapur dia tidak ingin ada yang membantunya.


" baik neng, bibi mau ke kamar dulu saja.. " jelas bi ani lalu pergi meninggalkan zahra.


zahra pun mulai memotong sayuran dia juga menyiapkan bumbu - bumbu untuk masakannya.


hari ini dia akan memasak makanan ke sukaan hamza dan adrian.


saat zahra sedang memasak dia merasa ada sebuah tangan yang melingkar di pinggangnya.


zahra pun melihat ke arah belakang dan zahra melihat adrian sedang tersenyum kepadanya.


" abi sudah pulang kok ummi tidak dengar abi datang.. ? " tanya zahra tanpa melihat ke arah adrian


" hhmmm gimana mau dengar orang ummi serius gitu masaknya, abi ngucap salam saja dari tadi tidak di jawab.. "


" maaf bi.. " zahra pun meneruskan kegiatannya.


" ada dia sedang istirahat di kamar.. " jelas zahra


" abang sakit..? tumben jam segini sudah tidur.. " tanya adrian penasaran


" tadi waktu di taman ummi lihat bajunya ada noda merah saat ummi tanya katanya noda itu dia dapat setelah mengelap hidungnya. jadi ummi ajak dia pulang cepat.. mungkin dia terlalu kecapean sampai mimisan seperti itu.. " jelas zahra


adrian yang mendengar cerita zahra pun merasa khawatir dia melepaskan pelukannya


" abi mau lihat keadaan abang dulu ya.. " pamit adrian sambil mengecup kening zahra


zahra pun mengganggukan kepalanya dan adrian pergi menuju kamar anak laki - lakinya.


sesampainya di dalam kamar hamza adrian duduk di sisi ranjang dia mengelus rambut anaknya itu.


tapi adrian merasa kalau badan hamza panas, adrian segera mengambil peralatannya di ruang kerja.


dia memeriksa hamza, setelah itu adrian pun pergi menuju ke dapur untuk mengambil air dan obat untuk hamza.


zahra yang melihat suaminya datang lagi ke dapur pun merasa heran,


" kenapa bi, butuh sesuatu.. ? " tanya zahra penasaran


" tidak abi cuma mau ambil air minum sama obatnya abang.. " jelas adrian sambil tangannya mencari - cari obat yang di perlukan


zahra menghentikan gerakannya, dia menatap wajah suaminya dengan serius.


" abang sakit.. ? perasaan tadi waktu ummi tinggal dia tidak kenapa - napa.. "


" iya badan abang panas makanya mau di kasih obat, mungkin dia hanya kecapean saja dan cuacanya juga sekarangkan lagi kurang bagus.. " jelas adrian sambil mengelus punggung zahra.


setelah menemukan apa yang di carinya adrian pun segera bergegas ke kamar hamza dan tidak lama zahra juga menyusulnya.


adrian membangunkan hamza dan menyuruhnya untuk minum obat terlebih dahulu.


" abang bangun sayang, minum obat dulu ya biar abang bisa sehat lagi.. " adrian pun mendudukan anaknya itu lalu memberikan obat yang sudah di pegangnya.


setelah meminum obat adrian meminta hamza untuk beristirahat kembali, tapi saat hamza akan berbaring kembali adrian melihat ada darah segar yang keluar dari hidung hamza.


adrian pun segera mengambil tissu dan mengelapnya dengan hati - hati.


zahra yang baru datang ke kamar hamza merasa kaget melihat anaknya lagi - lagi mengeluarkan darah.


" ya allah abang.. abang kenapa.. bilang sama ummi apa ada yang sakit.. ? " tanya zahra sambil memeluk anaknya tersebut.


" abang pusing ummi.. " keluh hamza


" sebaiknya sekarang abang istirahat dulu, nanti abang bangun kepalanya sudah enggak pusing lagi.. " zahra pun segera membaringkan anaknya itu lalu mengelus rambutnya.


" ummi kalau panasnya hamza sampai besok pagi belum turun juga kita bawa dia kerumah sakit ya.. " kata adrian yang sedang mengelus tangan anaknya itu.


" iya... " jawab zahra singkat


setelah di rasa hamza sudah tertidur adrian dan zahra pun meninggalkannya dan pergi ke kamar mereka.


zahra dan adrian bersiap - siap untuk sholat dzuhur berjamaah mereka memang sering melakukannya, walau pun mereka sedang berada di rumah sakit tapi mereka selalu menyampatkan diri untuk sholat berjamaah.


selesai sholat zahra dan adrian menuju ke meja makan, masakan yang tadi di masak oleh zahra telah tersusun rapi di atas meja makan.