
sudah 4 hari hamza di rawat kini dia sudah di bolehkan pulang oleh dokter yang menanganinya.
adrian mengantarkan mereka sampai kerumah.
sesampainya di rumah hamza merengek ingin bermain dengan adrian, sebenarnya adrian harus segera kembali ke rumah sakit karena dia harus menyelesaikan pekerjaannya.
tapi dia tidak tega jika harus membuat hamza kecewa, dan akhirnya adrian pun menemani hamza bermain di halaman belakang.
zahra melihat hamza tertawa bahagia bersama adrian begitu pun sebaliknya.
" mereka terlihat sangat bahagia.. " kata seseorang di belakang zahra
zahra yang mendengar suara itu langsung membalikan badannya dan melihat bunda sudah berdiri di balakangnya sambil melihat ke arah adrian dan hamza.
" bunda.. ? " tanya zahra tidak percaya.
zahra pun langsung mencium tangan serta memeluk bundanya itu.
" iya ini bunda memang kamu pikir siapa.. ? " jawab bunda zahra ketus.
" iih bunda bukan nya gitu zahra enggak tahu kalau bunda mau kesini, oh iya kapan bunda sampai.. ? "
" bunda tadi pagi sampai kesininya, setelah bunda dengar hamza di rawat dari bi ani.. kayanya kalau bunda enggak telepon ke rumah bunda enggak akan tahu kalau hamza sakit.. pas bunda sampai sini dan mau kerumah sakit kata bi ani hamza juga hari ini keluar dari rumah sakit jadi ya sudah bunda tunggu di rumah saja, eh bunda malah ketiduran " jelas bunda zahra
" zahra tidak bermaksud buat enggak ngabarin bunda cuma zahra hanya tidak ingin buat bunda khawatir, lagian hamza nggak kenapa - napa dia hanya demam biasa.. " jelas zahra
" bunda sama siapa kesini.. ? " tambah zahra
" bunda sama bang zaki dan bang azra kebetulan mereka lagi nginep di rumah.. "
tapi kenapa zahra tidak melihat mobil abangnya itu di depan rumah.. pikir zahra
" terus sekarang mereka kemana.. ? " tanya zahra penasaran
"kalau bang zaki sih tadi tidur, dan azra bunda enggak tahu, kamu kaya enggak tahu abang kamu yang satu itu aja.. " zahra dan bundanya pun tertawa bersama
memang azra orangnya tidak pernah betah tinggal di rumah dia pasti akan keluar rumah entah hanya nongkrong di cafe atau duduk di taman.
dan zahra sangat tahu betul kebiasaan abangnya yang satu itu.
" zah dia siapa.. ? " tanya bunda zahra yang kini sedang memandang adrian yang sedang bermain dengan hamza.
" itu adrian mah, dia teman sekaligus atasan zahra di rumah sakit.. dulu kami satu rumah sakit di jakarta, dan baru beberapa bulan ini dia pindah kesini karena harus mengurus rumah sakit miliknya... " jelas zahra
" hamza terlihat sangat dekat dengan dia.. dan bunda lihat dia juga sangat menyayangi hamza.. "
" iya bunda benar, sebenarnya kemaren hamza sakit itu karena seminggu tidak bertemu dengan adrian, ya zahra ngerti sih adrian pasti sangat sibuk apa lagikan dia harus mengurus rumah sakit tempat zahra kerja dan rumah sakit yang lainnya sendirian.. jadi seminggu itu dia juga tidak menemui hamza dan ya itu hamza sakit karena merindukan adrian.. " jelas zahra
****
hamza yang merasa sudah lelah bermain pun minta di gendong oleh adrian, adrian menggendong hamza sambil sesekali mencium pipinya.
hamza yang merasa geli karena bulu - bulu halus yang ada di wajah adrian pun tertawa.
" abi ampun.. geli abi.. " rengek hamza di sela - sela tawanya
adrian bukannya menghentikan aksinya malah semakin menciumi pipi gembul hamza.
" abi abang lapar mau makan tapi pengen di suapin sama abi.. " pinta hamza sambil bergelayut manja pada leher adrian.
adrian pun membawa masuk hamza, dia langsung menuju ke arah dapur.
" ummi abang lapar.. " teriak hamza setelah sampai di dapur
hamza melihat ummi nya tidak sendiri di dapur tapi ada neneknya juga, hamza pun meminta turun dari pangkuan adrian dan berlari kearah neneknya itu.
dia memeluk neneknyadengan sangat erat, bunda zahra menggendong hamza dan menciumi pipi hamza dengan gemasnya.
adrian juga melihat ada dua orang laki - laki yang sedang duduk di ruang makan.
zahra pun mengenalkan adrian kepada keluarganya.
" bunda, abang kenalin ini adrian dia teman zahra di rumah sakit.. "
" ... dan adrian ini bunda aku, itu kedua kakak ku, bang zaki sama bang azra.. " jelas zahra
adrian pun mencium tangan bundanya zahra lalu menyalami zaki dan azra secara bergantian.
kemudian adrian pun ikut bergabung di ruang makan bersama bunda dan kedua kakak zahra.
" ummi abang lapar ingin makan.. " pinta hamza sambil menarik ujung baju zahra.
" ya sudah ayo kita makan bersama.. " ajak zahra dan menuntun hamza ke ruang makan
hamza melepaskan pegangan zahra dan berlari ke arah adrian, adrian pun segera mendudukan hamza di pangkuannya.
" loh abang kok malah duduk di situ.. sini sama ummi, ummi suapin abang.. " pinta zahra
hamza menggelengkan kepalanya
" enggak mau abang mau di suapin sama abi, lagiankan tadi abi juga sudah janji mau nyuapin abang.. " rengek hamza sambil memeluk adrian sangat erat.
" tapi sayang abi kan juga mau makan.. "
mata hamza mulai berkaca - kaca dan adrian melihat itu dan tersenyum ke arah hamza yang kini sedang memeluk erat dirinya, adrian mengecup sekilas kening hamza.
" sudah tidak apa - apa zah, lagian tadi aku juga sudah janji mau nyuapin abang.. " jelas adrian
adrian pun mengambil piring yang berisi nasi dari tangan zahra dan mulai menyuapi hamza dengan sabar, sesekali adrian juga menjawab pertanyaan - pertanyaan hamza yang tidak ada habisnya.
sedangkan bunda zahra, zaki dan azra yang baru pertama kali melihat pemandangan ini merasa sangat heran, tapi mereka juga bahagia melihat hamza begitu menyayangi adrian dan begitu pun sebaliknya.
setelah selesai makan adrian meminta hamza untuk meminum obatnya sebenarnya hamza itu anak yang sangat susah sekali minum obat.
dia akan menangis sangat kencang dan berlarian kesana kemari kalau mau meminum obat, tapi kemarin di rumah sakit zahra sama sekali tidak melihat sikap hamza yang seperti itu.
adrian selalu bisa membujuk hamza untuk meminum obatnya, seperti sekarang hamza sedang duduk dengan tenang di pangkuan adrian sambil meminum obat yang di berikan adrian kepadanya.
setelah selesai adrian pun mencium pipi hamza.
" anak pintar, sekarang abang istirahat ya.. " pinta adrian
" abi.. abang ingin tidur di temani abi.. boleh ya abi.. ? " rengek hamza
adrian pun meminta ijin terlebih dahulu kepada zahra, setelah zahra mengijinkan adrian pun membawa hamza ke kamarnya dan mulai menidurkan hamza dengan membacakan kisah nabi.
hamza sangat senang mendengar cerita dari adrian dia juga selalu bertanya banyak hal, adrian selalu menjawab pertanyaan - pertanyaan hamza dengan sabar.