
setelah di rasa hamza sudah tertidur adrian pun meninggalkannya dan berjalan menuju ruang keluarga dimana zahra dan keluarganya sudah berkumpul.
zahra yang melihat kedatangan adrian pun meminta adrian untuk duduk.
mereka akhirnya larut dalam obrolan dan adrian berfikir mungkin ini saatnya dia mengatakan isi hatinya kepada zahra dan keluarganya yang lain selagi mereka sedang berkumpul seperti ini.
" maaf sebelumnya, ada yang ingin saya sampaikan.. " kata adrian gugup
mereka yang berada di ruangan ini pun melihat kearah adrian.
" ada apa nak.. ? kata kan saja.. " tanya bunda zahra penasaran
" sebelumnya saya minta maaf mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk saya mengatakan hal ini, tapi saya juga tidak bisa terus menundanya.. saya sebenarnya ingin mengkhitbah zahra, saya ingin zahra menjadi makmun saya dan menjadi ibu bagi anak - anak kami kelak.. saya tahu mungkin ini terlalu mendadak, tapi saya merasa tidak bisa menahan keinginan saya ini lebih lama lagi.. saya juga sudah sangat menyayangi hamza.. saya sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri.." jelas adrian panjang lebar
" apa kamu yakin nak mau mengkhitbah zahra..? " tanya bunda zahra memastikan
" insyaallah saya yakin tante.. dan kalau zahra serta tante menyetujuinya saya akan segera membawa keluarga saya kemari untuk menemui zahra dan keluarga.. " kata adrian yakin
" zah gimana menurut kamu.. ? " tanya zaki yang dari tadi hanya mendengarkan saja
sedangkan zahra sudah menundukan kepalanya.
zahra berfikit adrian laki - laki yang sangat baik, wanita mana pun pasti ingin bersanding dengannya, tapi dia hanya seorang janda beranak satu apa pantas mendampingi adrian.
" tetapi status kita berbeda, kamu bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku.. aku ini hanya seorang janda yang sudah memiliki anak aku takut tidak pantas berada disisi kamu.. " jelas zahra setelah cukup lama terdiam
adrian yang mendengar jawaban zahra seperti itu merasa kecewa dia tidak menyangka zahra menganggap dirinya seperti itu adrian pun menarik nafas dan membuangnya.
" zah aku tulus sayang sama kalian berdua, yang dapat menilai pantas dan tidaknya itu bukan orang lain tapi allah dan kita sendiri.. jadi aku mohon sama kamu zah, tolong kasih aku kesempatan.. jujur saja aku sudah menaruh hati sama kamu sejak pertama kali kita bertemu.. tapi waktu itu aku harus mengubur perasaan ku dalam - dalam karena kamu sudah menikah.. aku melihat kamu bahagia saja sudah cukup buatku dan sekarang allah mempertemukan kita lagi dengan status baru kamu dan aku insyaallah menerima semua itu.. " jelas adrian
zahra yang mendengar perkataan adrian merasa tidak percaya kalau ternyata adrian sudah mencintainya sejak lama.
jujur saja zahra juga sebenarnya sudah mulai menyukai adrian apa lagi selama beberapa bulan ini mereka memang dekat.
zahra juga mulai tahu sedikit banyaknya sikap dan sifat adrian.
zahra pun melihat ke bunda dan kedua abangnya lalu zahra melihat adrian sekilas.
zahra mengucap bismilah sebelum menjawab pernyataan adrian.
" saya menerima khitbah mas adrian... " jawab zahra
dan membuat adrian tersenyum bahagia
" sungguh.. kamu tidak lagi bercandakan zah.. ? " tanya adrian memastikan
zahra melihat ke arah adrian sekilas sambil menajamkan matanya.
" apa aku terlihat sedang bercanda.. ? " tanya balik zahra
adrian yang mendapat tatapan seperti itu dari zahra merasa sangat takut.
" iya maaf aku kan cuma mau memastikan saja kalau yang aku dengar barusan tidak salah.. " gumam adrian tapi masih bisa di dengar oleh zahra dan keluarganya.
" jadi kapan kamu akan membawa keluarga kamu kemari.. ? " tanya bunda zahra
" secepatnya tante, mungkin minggu - minggu ini.. nanti malam saya akan menghubungi mereka terlebih dahulu dan memberi tahukan kabar bahagia ini.. " jelas adrian
☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆
sepulangnya adrian dari rumah zahra, dia langsung menghubungi ayahnya yang berada di bandung.
dia menceritakan tentang zahra dan keluarganya dan sesuai harapan, ayahnya tidak mempermasalahkan status zahra.
kini adrian bisa bernafas lega, adrian segera masuk kedalam kamar dan mulai mengistirahat kan tubuhnya.
sudah beberapa hari ini dia tidak tidur dengan benar adrian pun tertidur dengan perasaan yang sangat bahagia.
hari yang di tunggu - tunggu pun datang juga, adrian dan keluarganya kini telah berada di rumah zahra.
zahra yang memakai baju gamis berwarna biru laut serta kerudung dengan warna senada terlihat sangat cantik.
zahra keluar dari kamarnya bersama dengan maya kaka iparnya serta hamza yang kini di gendong oleh zaki.
semua mata melihat ke arah zahra tidak terkecuali adrian, dia sampai terpesona dengan kecantikan zahra.
kini zahra sudah sampai di ruang keluarga dimana keluarganya dan keluarga adrian berada.
" sayang kenalin ini orang tua adrian dan itu adiknya.. " bunda zahra mengenalkan keluarga adrian.
zahra pun mencium tangan kedua orang tua adrian.
" aduuh yah, ternyata zahra ini cantik banget, pantas saja adrian sampai terpesona gitu.. " goda ibu ayu, ibu nya adrian
mendengar godaan dari mamahnya adrian hanya tersenyum sambil sesekali melirik zahra.
sedangkan zahra hanya tertunduk malu, mereka pun mengobrol dan mengungkapkan maksud kedatangan mereka.
tiba - tiba hamza berlari ke arah adrian dan memeluknya sangat erat.
" abi kita berenang yu... " ajak hamza setelah berhasil memeluk adrian
semua orang yang berada disitu pun memperhatikan mereka termasuk keluarga adrian.
adrian mengangkat tubuh gemuk hamza dan mendudukan di pangkuannya.
" sayang berenangnya nanti ya, sekarang abi sedang berbicara dengan nenek serta ummi.. abang ngertikan.. " jelas adrian dengan lembut
hamza yang mendengar penolakan dari adrian merasa kesal, dia mulai memajukan bibirnya dan tertunduk
" sayang abi janji besok kita akan pergi jalan - jalan, dan bukannya abang baru sembuh, nanti kalau abang sakit lagi bagai mana..? abang mau ummi sama abi sedih lagi.. ? " tanya adrian
hamza yang mendengar kata - kata adrian pun memandang wajah adrian dan memeluk adrian dengan sangat erat.
" abang enggak mau bikin ummi sama abi sedih lagi.. tapi abi apa boleh nanti setelah abi bicara sama ummi dan nenek, abi menceritakan lagi kisah nabi.. ? " pinta hamza
adrian pun tersenyum sambil menarik hidung hamza dengan gemasnya
" tentu saja boleh sayang.. nah sekarang beri salam sama nenek dan kakek serta tante syifa.. " kata adrian sambil menunjuk kepada kedua orang tua serta adiknya
hamza pun menuruti perkataan adrian, hamza turun dari pangkuan adrian dan mulai menyalami kedua orang tua serta adik adrian.
" sayang siapa nama kamu.. ? " tanya ibu ayu
" muhamad hamza pratama.. " jawab hamza tegas
mereka pun tertawa karena tingkah lucu hamza dan setelah itu ayah adrian pun mulai berbicara.
" jadi bagai mana kalau hari ini mereka bertunangan dulu dan 2 bulan lagi mereka baru menikah.. " kata ayah bagus, ayahnya adrian
" bagaimana adrian.. zahra.. kalian setujukan kalau hari ini kalian bertunangan terlebih dahulu.. ? " tanya ibu ayu kepada adrian dan zahra
" adrian sih tidak masalah bu.. " jawab adrian
" kakak mah enggak bakalan masalah orang maunya cepet - cepet tunangan terus nikah sama kak zahra.. " celetuk syifa adik adrian
semua orang di ruangan ini pun tertawa mendengar perkataan syifa barusan.
" nah kalau kamu sendiri bagai mana zahra.. ? " tanya ayah bagus karena dari tadi zahra hanya diam saja
" zahra ikut saja om.. " jawab zahra
mereka pun tersenyum bahagia dan akhirnya acara pertunangan pun di laksanakan dengan sangat sederhana, yang hanya di saksikan oleh keluarga zahra dan adrian saja tapi itu semua tidak mengurangi perasaan bahagia mereka.