
keluarga adrian sudah pulang kini hamza juga sudah tertidur di dalam kamarnya, zahra melangkahkan kaki menuju kamarnya, dia bercermin dan melihat sebuah kalung yang kini sedang di pakai olehnya.
kalung pemberian ibunya adrian sebagai tanda pertunangan mereka, adrian sengaja tidak memberikan cincin karena dia ingin yang beda dari yang lain.
zahra pun merasa bahagia, sebentar lagi dia akan bersanding dengan adrian laki - laki yang baik dan sayang kepada anaknya dan menurut zahra itu yang terpenting.
pagi pun datang hari ini zahra sedang libur, jadi dia bersantai di rumah zaki dan keluarganya baru saja pulang ke bandung, sedangkan azra entah dia pergi kemana.
bunda zahra dan bi ani sedang berbelanja ke pasar karena tidak ada pekerjaan zahra memutuskan untuk membersihkan rumah dan memasak.
di saat zahra sedang membersihkan rumah terdengar bunyi pintu di ketuk, zahra pun segera berjalan ke arah pintu dan membukanya.
dia melihat adrian sudah berdiri disana dan sedang memandanginya.
zahra pun menyuruh adrian untuk masuk kedalam dan duduk di sofa ruang keluarga.
zahra pun segera berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman untuk adrian.
dan setelah selesai dia membawanya dan dia juga membawa camilan, zahra menyimpannya di atas meja di depan adrian.
zahra merasa adrian sedang memperhatikannya dari tadi tapi dia tidak tahu apa yang salah, zahra melihat penampilan nya.
dan zahra baru tersadar kalau dia hanya memakai baju daster
zahra pun merasa malu dengan penampilannya dan segera pamit kepada adrian.
zahra segera masuk kedalam kamarnya dan merutuki kebodohannya itu.
" ko bisa lupa kalau aku lagi pake baju ini, untung tadi masih pakai kerudung.. " batin zahra
zahra pun segera ke kamar mandi karena dari pagi dia belum mandi sama sekali, setelah itu dia mengganti baju dan kerudungnya dengan yang lebih sopan, tidak lupa zahra juga memakai kaos kaki. zahra juga memoles wajahnya sedikit agar terlihat lebih segar.
zahra keluar dari kamar dan melihat adrian sedang bermain dengan hamza, zahra mendekat ke arah mereka.
dan ikut bergabung, adrian melirik zahra sebentar lalu kembali fokus dengan hamza.
" abi kita jadi berenangkan.. ? " tanya hamza
" kayanya nggak jadi sayang di luar sedang gerimis.. kita main saja dulu di rumah dan kalau nanti cuacanya bagus kita akan jalan - jalan ke taman bagai mana.. ? " jelas adrian
hamza pun menyetujui usul adrian dan mereka bermain kembali.
" kamu sudah sarapan.. ? " tanya zahra kepada adrian,
" sudah tadi di rumah.. kenapa apa kamu belum sarapan.. ? " tanya adrian lagi
" iya aku belum sarapan.. " jawab zahra
" ya sudah sana sarapan dulu.. apa mau aku suapin.. " goda adrian
" apaan sih.. " zahra pun segera meninggalkan adrian dengan wajah yang sudah memerah karena malu
" apa abang sudah sarapan.. ? " tanya adrian
" sudah abi, abang tadi di suapin sama om azra.. " jawab hamza sambil terus memainkan mainanya.
sejak zahra resmi bertunangan dengan adrian, kini kemana - mana mereka selalu bersama bahkan adrian menjemput dan mengantarkan zahra kalau akan pergi ke rumah sakit.
mereka juga sibuk menyiapkan acara pernikahan mereka, yang tinggal menghitung minggu itu.
seperti hari ini zahra dan adrian sedang berada di sebuah butik untuk memesan baju pengantin.
zahra melihat - lihat hampir semua baju yang di tunjukan kepadanya dan zahra menjatuhkan pilihan ke 2 gaun yang menurutnya sangat pas pada dirinya.
gaun untuk akad zahra memilih gaun putih panjang, gaun itu terlihat sangat simple dan tidak terlalu banyak hiasannya, sedangkan gaun untuk resepsinya zahra memilih gaun berwarna biru dengan hiasan bunga - bunga di sepanjang pinggangnya.
juga terdapat manik - manik yang bertebaran di seluruh gaun itu sedangkan baju untuk adrian hanya menyesuaikan saja dengan warna baju zahra.
baju sudah selesai kini mereka pergi ke percetakan mereka akan memilih undangan untuk mereka nanti setelah melihat - lihat zahra dan adrian memutuskan untuk memilih sebuah undangan yang menurut mereka terlihat sederhana tapi elegan.
zahra merasa sangat lelah setelah dari tadi pagi dia mengurus baju serta undangannya dan kini mereka masih harus memesan cincin pernikahan untuk mereka.
jam sudah menunjukan pukul 3 sore zahra dan adrian baru selesai memilih cincin.
" yang kita makan dulu ya, aku laper banget.. kamu juga kan dari tadi siang belum makan apa - apa.. " ajak adrian
memang hari ini mereka sengaja melewatkan jam makan siang mereka karena mereka pikir semuanya akan beres dengan cepat.
zahra pun mengikuti adrian dan kini mereka sudah berada di sebuah cafe yang tidak jauh dari toko perhiasan itu.
" yang aku boleh nanya enggak.. ? " tanya adrian
kini adrian merubah panggilan zahra dengan panggilan ummi atau sayang, begitu pun dengan zahra dia mulai membiasakan diri memanggil adrian dengan panggilan abi.
" nanya apa bi.. ? "
" nanti ummi mau mahar apa dari abi.. ? " tanya adrian
" aku nggak ingin mahar yang aneh - aneh cuma.. " zahra menggantung kalimatnya
" cuma apa.. ? " tanya adrian penasaran
" apa boleh aku minta nanti setelah akad selesai abi membaca surat ar- rahman.. ? " tanya zahra ragu
" ooh itu... tentu saja boleh, apa pun yang kamu minta insyaallah abi akan berikan.. termasuk nyawa abi kalau memang kamu menginginkannya... " jelas adrian.
zahra yang mendengar perkataan adrian merasa tersanjung sekaligus kesal.
" iih abi nih apaan sih ngomongnya kok gitu, aku enggak suka, kalau abi berikan nyawanya buat aku entar aku sama siapa.. ? "
adrian tersenyum kepada zahra dia merasa gemas dengan tingkah zahra yang seperti itu.
" ya kan abi cuma bilang kalau misalnya.. emang kamu beneran mau minta nyawa abi.. ? " goda adrian.
" iiih nyebelin.. " zahra pun segera memakan makannya sedangkan adrian hanya tersenyum karena berhasil mengoda zahra.
ini adalah hobi baru adrian, setelah mereka bertunangan adrian senang sekali membuat kesal zahra terlihat sangat menggoda.