I LOVE YOU ZAHRA

I LOVE YOU ZAHRA
49



malam pun tiba kini zahra dan adrian tengah berdiri di pelaminan dan menyalami para tamu undangan, malam semakin larut dan para tamu pun tidak ada hentinya berdatangan.


zahra merasa sudah sangat lelah tapi dia berusaha untuk tetap menyapa tamu - tamunya.


adrian yang melihat zahra sudah sangat kelelahan memintanya untuk duduk saja.


jam 11.00 malam acara pun telah selesai, keluarga zahra dan adrian memutuskan untuk pulang ke rumah masing - masing sedangkan zahra dan adrian menginap di hotel tempat resepsi terselenggara.


zahra memasuki kamar hotel dan bergegas masuk ke kamar mandi, sedangkan adrian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


tidak lama adrian mendengar pintu kamar mandi terbuka dan terlihat zahra sudah berganti baju dengan baju tidur.


adrian juga melihat zahra tidak memakai kerudung dan untuk pertama kalinya dia melihat rambut indah zahra.


rambut zahra yang panjang sengaja zahra gerai, zahra melihat ke arah adrian yang sedang memperhatikannya.


" kenapa kamu liatin aku kaya gitu.. ? apa ada yang aneh.. " tanya zahra heran


adrian pun berdiri menghampiri zahra setelah dekat adrian membelai rambut panjang zahra,


" enggak kenapa - napa sayang.. aku cuma kagum saja sama kecantikan kamu.. " goda adrian


" malam - malam gombal.. mandi gih.. " kata zahra tanpa melihat ke arah adrian


adrian pun tersenyum dan mengecup kening zahra lalu dia meninggalkan zahra yang masih kaget.


tidak butuh waktu lama bagi adrian untuk bersih - bersih kini dia terlihat lebih segar.


adrian melihat zahra sedang berdiri di balkon kamar mereka, adrian pun menghampiri zahra dan memeluknya dari belakang.


" kamu kenapa.. ? " tanya adrian sambil mencium tengkuk zahra


" enggak kenapa - napa.. aku cuma kangen saja sama hamza.. " jelas zahra


" dia akan baik - baik saja, dan lagian besok juga kita bisa bertemu dengannya lagi.. " jelas adrian.


zahra pun membenarkan perkataan adrian, adrian mengajak zahra untuk segera tidur karena hari sudah sangat malam.


adrian merebahkan tubuhnya di samping zahra, dia pandangi wajah zahra yang baru beberapa jam lalu telah sah menjadi istrinya itu.


adrian mengecup kening zahra lalu memeluknya, zahra pun membalas pelukan adrian.


" malam ini aku tidak akan meminta hak ku sama kamu, aku tahu kamu sangat lelah dan begitu pun dengan ku, jadi sebaiknya sekarang kita tidur saja supaya besok pagi kita sudah segar lagi.. " jelas adrian


zahra tidak percaya dengan apa yang di katakan adrian, zahra terus memandang wajah adrian.


" sayang jangan pandangi aku seperti itu, nanti kamu terpesona.. " goda adrian sambil mengedipkan sebelah matanya


zahra pun tersenyum karena perkataan suaminya itu dan akhirnya mereka pun tertidur sambil berpelukan.


 


☆ ☆ ☆ ☆ ☆ ☆


 


setelah pulang dari hotel adrian mengajak zahra serta hamza untuk tinggal di rumahnya, zahra pun setuju dan dia mulai berkemas.


tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di rumah adrian, rumah yang sangat bagus dan indah, zahra sangat mengagumi keindahan rumah ini.


seminggu kemudian


zahra kini sudah pindah ke rumah adrian, zahra juga mengajak bi ani untuk ikut pindah kesini.


pagi ini zahra akan memasak sarapan kesukaan adrian, nasi goreng ikan asin.


zahra terlihat sangat serius sampai dia tidak menyadari kalau adrian sudah berada di belakangnya, zahra merasa ada tangan yang melingkar di pinggangnya.


dan zahra tahu siapa pelakunya.


" bi aku mau masak jangan kaya gini.. entar kalau ada bi ani gimana..? " bisik zahra tapi masih bisa di dengar oleh adrian


" ya sudah kamu masak saja, aku enggak ganggu kok.. dan kalau soal bi ani emang kenapa kalau dia lihat, enggak apa - apakan lagian kita ini juga sudah sah.. " kata adrian pelan di telinga zahra


zahra pun terpaksa tidak memperpanjangnya lagi dia lebih memilih untuk melanjutkan masak saja.


zahra pun kini sudah selesai masak, zahra lalu berjalan ke arah kamar hamza, di lihat putranya itu masih tertidur pulas zahra pun kembali menutup pintu tanpa berniat untuk membangunkannya.


zahra berjalan ke arah kamarnya, sedangkan adrian masih saja mengekor di belakang zahra.


" abi kamu tuh kenapa sih ngikutin aku terus.. ? " tanya zahra kesal


adrian yang melihat zahra sudah kesal pun segera memeluknya dari arah depan dia kecupi kening serta pipi zahra,


" sayang aku kan cuma pengen deket kamu saja masa enggak boleh sih.. ? " jelas adrian


" ya boleh tapi enggak ngikutin terus juga.. " kata zahra sambil memajukan bibirnya


adrian yang melihat tingkah lucu istrinya itu pun mempunyai sebuah ide dan


cup


adrian mengecup bibir zahra


" iiih abi apaan sih.. " rengek zahra


bukannya jawaban yang zahra dapat dari adrian, tapi adrian kembali mengecup bibir zahra dan kini lebih lama.


setelah puas mengecup bibir zahra adrian pun membelai rambut zahra,


" kamu tuh ternyata bawel banget sih.. "


" tau ah aku mau ganti baju aja... " kata zahra sambil berlalu pergi meninggalkan adrian sendirian


zahra sudah berganti baju dia keluar dari kamar mandi dan melihat adrian sedang bertelanjang dada.


zahra merasa canggung dengan situasi seperti ini, dia pun memalingkan wajahnya agar tidak melihat tubuh suaminya itu.


adrian yang melihat tingkah zahra pun segera mendekat dan langsung memeluknya.


"iih abi apaan sih bukannya pakai baju.. " kata zahra canggung


" kenapa sayang kok mukanya merah gitu sih, oooh aku tahu kamu malu ya... " goda adrian sambil menunjuk kearah zahra


" enggak kok.. apaan.. "


adrian pun semakin mengeratkan pelukannya.


" lagian nih ngapain juga kamu mesti malukan semalam kamu udah lihat aku polos... " goda adrian lagi


dan di hadiahi sebuah cubitan di perut adrian


" aaw sakit sayang, kan yang aku omongin barusan emang benar, semalam kan kamu udah lihat tubuh polos aku.. "


" tahu aahh... " balas zahra dan lebih menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya itu.


zahra akui memang semalam dia sudah melihat tubuh polos suaminya itu, bahkan adrian pun sudah melihat tubuh zahra, tapi entah kenapa dia masih saja merasa malu.